Duda Luar Biasa

Duda Luar Biasa
Jatuh Cinta Berkali-kali


__ADS_3

Amber melirik Arion, ia paham jika laki-laki di sampingnya sedang tidak bercanda.


"Aku rasa, keluargamu tidak akan pernah bisa menerimaku. Aku bisa tahu sifat Nyonya Dayana dan adikmu hanya dari kata-kata mereka," jawab Amber.


"Aku tidak peduli. Suka atau tidak, aku ingin melakukan semua yang aku inginkan dan mendapatkan apa yang aku inginkan tanpa campur tangan orang lain," tegas Arion.


"Mereka bukan orang lain, mereka keluargamu. Dan apapun yang terjadi, orang tua tetaplah orang tua. Kau akan dianggap sebagai anak durhaka jika melawan Nyonya Dayana."


Arion terdiam, ia membenarkan perkataan Amber. Namun untuk saat ini, Arion ingin bahagia dan lepas dari tali yang mengekang lehernya selama ini.


"Aku akan memperjuangkan dirimu bahkan jika keluargaku menentangnya!" seru Arion.


"Kau yakin?" Amber menoleh, menatap tajam pada dua bola mata berwarna kecoklatan. Ia melihat kesungguhan serta keseriusan yang jelas.

__ADS_1


"Hanya aku yang bisa menentukan dengan siapa aku mau menjalani hidupku. Aku ingin membuat keputusan besar yang tidak akan pernah aku sesali sepanjang nafasku."


Amber terdiam, lalu memalingkan wajah ke arah lain. Ia tidak punya jawaban untuk saat ini. Melihat kesungguhan Arion serta tekad laki-laki itu, Amber yakin Arion telah memikirkan dengan matang tentang keputusan apapun yang sedang ia buat.


Dalam diam, Amber mulai berpikir. Ia telah mengamati Dayana serta Caroline dalam beberapa waktu terakhir. Dan Amber sadar, jika selama ini Dayana dan Caroline hanya memanfaatkan Arion sebagai mesin penghasil uang. Dayana memeras keringat anak sulungnya demi kehidupan mewah serta memanjakan anak bungsunya.


Sebab itulah, Dayana tidak ingin kehilangan kontrol atas Arion dengan tidak mengizinkan Arion menikah dengan sembarang wanita yang tidak bisa dikendalikan oleh Dayana.


Melihat sikap dan sifat Amber, jelas ia bukan wanita yang mudah dipengaruhi atau dikendalikan oleh siapapun. Maka akan terjadi penolakan keras dari Dayana jika sampai Arion menikahi Amber.


Malam saat sebuah kejutan telah direncanakan. Amber keluar dari kamar Aara dengan gaun dan sepatu yang telah dibeli oleh Arion. Bahkan Amber memakai gaun dengan warna senada seperti gaun yang dipakai oleh Aara.


Arion melihat dua wanita yang akan menjadi bidadari dalam hidupnya dengan tatapan kagum. Kecantikan dan kemolekan tubuh Amber memang tidak diragukan, namun sambil menggandeng Aara dan berpakaian senada, mereka tampak seperti ibu dan anak yang kompak.

__ADS_1


"Daddy!" seru Aara saat melihat Arion berdiri di ujung anak tangga.


Arion terpaku, ia bahkan tidak mendengar suara putrinya karena terlalu fokus pada wanita cantik dengan rambut digerai sepinggang yang tampil sempurna. Amber memang selalu menghipnotisnya, namun kini ia semakin terpesona dan kagum karena ini adalah pertama kalinya Amber memakai gaun pemberian darinya.


"Daddy!" seru Aara lagi. Ia menarik ujung jas Arion dengan keras.


"Hah!" Arion tersadar. Amber dan Aara telah ada di depan matanya.


"Jadi, kita pergi sekarang?" tanya Amber. Ia kebingungan karena Arion hanya berdiri dan melamun menatapnya.


"Ya, sekarang. Kita pergi sekarang!" jawab Arion salah tingkah.


Amber tersenyum, ia menggandeng Aara berjalan keluar dari rumah. Sementara Arion mengekori mereka dengan jantung berdebar-debar.

__ADS_1


"Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta. Tapi mengenal Amber, aku bisa jatuh cinta, bahkan berkali-kali pada orang yang sama!" Arion bergumam dalam hati.


...🖤🖤🖤...


__ADS_2