
Ekhidna adalah Drakaina dalam mitologi Yunani. Namanya berarti wanita ular. Ekhidna disebut sebagai ibu dari semua monster.
Kaisar saat ini tengah sakit parah dan semua pangeran telah menimbulkan pemberontakan dengan menciptakan pasukannya masing-masing.
Xia long lue adalah putri ketiga dari keluarga Xia Yang, pergi bertempur dan menggunakan jubah besi miliknya karena ia adalah satu-satunya wanita yang menjadi seorang jenderal.
Dia bertarung untuk melindungi sang pujaan hati yang tak lain adalah pangeran kedua, yaitu Li Yuan. Bahkan ia memanggil semua monster untuk membantunya dalam peperangan. Semua aib dan semua beban ia menahannya. Ia juga meminta banyak pejabat untuk menambah dukungan bagi Li Yuan. Hingga akhirnya, Xia long lue mengantarkan Li Yuan naik takhta dan menjadi seorang kaisar. Ia pun juga dinobatkan sebagai ratu.
Semua orang pun mengucapkan selamat kepada keduanya dan mendoakan keduanya agar bahagia. Hingga akhirnya suatu ketika Xia long lue hamil.
"Aku akan melahirkan seorang pangeran untuk Li Yuan" ucap Xia long lue dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Xia long lue pun merasa bahwa dirinyalah wanita yang paling bahagia didunia ini.
Seiring berjalannya waktu dan mencakup 9 bulan dimana hari yang menegangkan. Hari Xia long lue akan melahirkan seorang anak. Disini pulalah pengkhianatan yang akan diberikan oleh Xia long lue kepada pujaan hatinya yang tak lain adalah Li Yuan.
"Cepat bawakan sebaskom air" teriak pelayan setia Xia long lue.
"Aduh, sakit sekali!"
"Ratu bertahanlah! Bidannya akan segera datang!"
"Sakit sekali! Kaisar. .. Dimana Kaisar sekarang? Kenapa ia belum datang juga?"
Beberapa menit pun akhirnya sang kaisar datang.
"Li Yuan, akhirnya kamu datang juga"
Tiba-tiba mata Xia long lue terbelalak saat menatap saudarinya juga datang dan bahkan ia berdiri tepat disamping kaisar.
"Bagaimana bisa kakak datang bersama dengan kaisar? Ada apa ini?" ucap Xia long lue yang masih terus menatap kakaknya.
Saudari Xia long lue pun mendekat dan menunjukkan senyuman psycho pada Xia long lue. Saudari Xia long lue ini sangat sombong dan tidak tahu malu. Ia adalah Xia Yang.
__ADS_1
"Berani sekali wanita seperti kamu ini bersaing denganku untuk memenangkan kaisar? Apakah kau tidak tahu jika aku dan kaisar sudah lama saling mencintai? Kamu akan mati hari ini Xia long lue" ucap Xia Yang.
"Kakak apa maksud mu berkata seperti itu? Bagaimana kakak bisa melakukan hal itu? Aku benar-benar tidak mengerti?"
"Xia long lue, dengarkan baik-baik, kamu itu tidak berguna sekarang dan untuk apa Li Yuan mempertahankan mu. Lagi pula kami berdua telah merencanakan sesuatu untukmu"
"Mengapa kak Xia Yang sangat tega kepada adik kakak sendiri?" ucap Xia long lue dengan deraian air mata yang kini membasahi kedua pipinya.
"Lagi pula seluruh dunia akan tahu bahwa hari ini kau akan mati akibat melahirkan anak payahmu itu. Ketika kamu mati, maka tentu saja aku akan menjadi satu-satunya ratu di Kerajaan ini dan juga menjadi satu-satunya wanita yang dicintai oleh yang mulia kaisar" ucap Xia Yang sambil tersenyum bahagia.
"Kenapa kakak? Kenapa dia mengatakan hal buruk seperti itu kepada ku?" tutur batin Xia long lue.
"Kaisar, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kakak berkata seperti itu kepadaku? Apakah aku telah melakukan kesalahan terhadap yang mulia kaisar hingga kaisar saat ini marah terhadapku?" tanya Xia long lue pada Li Yuan.
"Xia long lue, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Jujur saja bahwa selama ini aku sama sekali tidak mencintaimu! Bahkan sedetikpun aku tidak pernah mencintaimu! Yang'er lebih baik darimu dan aku juga sangat mencintai saudarimu Yang'er!"
Xia long lue menangis tersedu-sedu sambil menahan rasa sakitnya, ia tidak menyangka jika semua perjuangan yang ia lakukan untuk Li Yuan semuanya sia-sia.
"Li Yuan, aku telah bertarung untukmu bahkan aku mempertaruhkan nyawaku sendiri hanya untukmu. Aku memberimu ide dan juga membantumu untuk menyingkirkan semua musuhmu agar kau bisa naik takhta! Seperti inikah balasan mu atas semua yang aku lakukan untukmu?"
"Jadi selama ini dimatamu aku hanyalah sebuah pion?"
"Kalian masuk dan lakukan perintah yang aku berikan padamu" teriak Li Yuan.
Tiba-tiba dua penjaga masuk dan bersiap untuk membunuh Xia long lue. Namun pelayan setia Xia long lue berusaha untuk mencegahnya hingga akhirnya Fu Me sang pelayan setia pun ditusuk dengan pedang.
"Dikehidupan selanjutnya aku akan tetap melayanimu nona" ucap Fu Me hingga ia jatuh tersungkur dan tewas.
"Fu Me... Kalian telah membunuh Fu Me, aku tidak akan tinggal diam" ucap Xia long lue sambil memejamkan kedua matanya.
"Percuma saja kau memanggil ular ular mu itu, karena aku telah membunuh ular mu di setiap gowa dan tempat persembunyian lainnya"ucap Li Yuan.
"Itu tidak mungkin" teriak Xia long lue.
__ADS_1
Tiba-tiba perut Xia long lue terasa sakit, itu adalah pertanda dia akan siap untuk melahirkan.
Xia long lue pun melahirkan tanpa bantuan siapa pun.
"Bayinya lahir dengan sendirinya! Tida akk! Ini tidak boleh terjadi! Yang mulia kaisar kita juga harus membunuh anak tersebut" ucap Xia Yang.
"Tidak jangan bunuh anakku" ucap Xia long lue dengan lemas.
"Letakkan kembali bayi itu ditempat awal ia berada" teriak Li Yuan.
"Tidak!!! Jangan sakiti anakku aku mohon yang mulia"
"Cepat lakukan" tegas Li Yuan.
"Baik yang mulia" ucap para pelayan.
Mereka mengambil bayi tersebut dan memaksakannya untuk masuk kembali didalam perut Xia long lue.
"Aaaa... Li Yuan! Xia Yang! Bagaimana kalian bisa melakukan ku seperti ini, aku tidak pernah membayangkan kalian berdua akan membunuhmu dengan cara seperti ini. Aku tidak akan melepaskan kalian berdua" ucap Xia long lue hingga ia pun tewas bersama anaknya.
***
Xia long lue perlahan membuka kedua matanya.
"Dimana aku?"
"Akhirnya kau bangun juga istriku tersayang"
Kedua mata Xia long lue melotot saat menatap orang yang didepannya adalah saudara Li Yuan.
"Pangeran ketujuh Li Jiancheng?! Bukankah dia sudah mati tiga tahun yang lalu? Bagaimana dia bisa berada didepan ku saat ini? Atau jangan-jangan aku telah mati dan akhirnya aku bertemu dengannya di alam bakal ini? Ini tidak masuk akal. Apa semua ini?"
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah aku terlihat tampan dan seksi? Tapi aku memang tampan dimata orang yang tepat"
__ADS_1
Xia long lue masih tertegun melihat saudara Li Yuan ini. Ia menatapnya dengan mulut terbuka.
"Tutuplah mulutmu itu istriku tersayang, jangan sampai lalat masuk dan membuatmu tersedak" ucap Li Jiancheng sambil memainkan ujung rambut Xia long lue.