
Xia Yang sangat puas dengan ide yang diberikan kepada Jiangsu.
"Hari ini akhirnya aku bisa mengalahkan Xia long lue, dia pantas mendapatkan itu. Aku sangat sangat bahagia" ucap Xia Yang.
"Aku juga ikut senang melihat sepupu bahagia. Kalau begitu aku pergi dulu, nanti kita bertemu lagi" ucap Jiangsu dan pergi.
Xia Yang yang tengah asik meminum tehnya, tanpa mengetahui bahwa dirinya telah dipantau oleh Xia long lue. Xia long lue pun memakai cadar agar wajahnya tak terlihat. Kemudian Xia long lue mengambil balok dan berjalan perlahan mendekati Xia Yang.
Xia Yang meneguk minumannya dan saat itu juga Xia long lue memukul Xia Yang hingga tak sadarkan diri.
"Kali ini giliranku. Kita lihat siapa yang akan malu, aku atau kau" ucap Xia long lue.
Xia Yang tak mengetahui jika teh yang dia minum juga diberi obat perangsang oleh Xia long lue. Tak lama pun terdengar suara pangeran Li Yuan memanggil nama Xia Yang. Xia long lue pun tersenyum dan langsung saja membalikkan badan dan juga memukul Li Yuan hingga tak sadarkan diri.
"Hanya Xia Yang yang sudah meminum obat, sepertinya aku harus memberikan juga obat pada pangeran Li Yuan biar adil" ucap Xia long lue sambil tersenyum.
Setelah selesai memberi keduanya obat perangsang, Xia long lue pun pergi.
***
Waktu perjamuan pun tiba. Sang Kaisar dan juga ratu serta tamu yang lainnya mulai berjalan menuju taman istana. Mereka terlihat bercerita dengan dipenuhi senyuman.
"Permaisuri, kenapa pangeran Li Yuan belum tiba juga? Bukankah ia akan ikut dalam perjamuan ini?"
"Mungkin pangeran Li Yuan ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkannya. Yang mulia tahu kalau pangeran Li Yuan sering mendatangi penasihat kerajaan untuk meminta saran" balas ratu.
Tiba-tiba seorang anak menteri kerajaan berlari terburu-buru dan bahkan tanpa sengaja ia menabrak pengawal kerajaan.
"Bukankah dia putra menteri kerajaan? Kenapa dia sangat terburu-buru? Dia seperti terlihat syok" ucap sang kaisar yang melihat anak menteri itu masih berlari.
Anak menteri itupun berhenti tepat di depan kaisar dan memberi penghormatan.
__ADS_1
"Apa yang membuatmu terlihat buru-buru? Apakah kau tidak melihat keberadaan kami?" ucap ratu dengan kesal.
"Yang mulia, hamba memohon maaf atas ketidaksopananku ini. Hamba kemari karena hamba melihat pangeran Li Yuan tengah berzinah dengan seseorang yang mulia!"
"Apa?" ucap sang kaisar dan juga ratu secara bersamaan.
"Kau tahu hukuman apa yang akan diberikan padamu jika laporan mu ini tidaklah benar? Apakah kau yakin dia adalah pangeran Li Yuan?"
"Hamba sangat yakin yang mulia"
Semuanya pun berjalan dengan langkah cepat menuju ke taman istana. Semuanya pun terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Astaga dia benar-benar pangeran Li Yuan! Aku tidak percaya jika mereka melakukan ini didalam istana" ucap tamu yang hadir.
"Wah, diakan Xia Yang, aku fikir dia adalah calon putri mahkota sekaligus calon istri putra mahkota Li Yui, tapi kenapa dia berhubungan dengan pangeran Li Yuan? Apa lagi mereka berdua belum menikah!" ucap tamu yang lainnya lagi.
Putra mahkota pun sudah tidak tahan lagi melihat kejadian tersebut. Dengan penuh amarah, putra mahkota berlari dan menghajar saudaranya yaitu Li Yuan.
Sang ratu pun akhirnya mengangkat tangan dan terjadilah tamparan dahsyat yang diberikan ratu untuk Xia Yang. Seketika Xia Yang sedikit tersadarkan.
Jiangsu segera berlari dan menutup tubuh Xia Yang dan membantu Xia Yang untuk mengenakan pakaiannya kembali.
"Ada apa ini?" ucap Xia Yang dengan bingung.
Xia Yang pun melihat putra mahkota tengah memukuli pangeran Li Yuan dan seketika ia menatap tubuhnya yang berantakan.
"Astagaaaaa... Apakah aku melakukan kesalahan dengan pangeran Li Yuan?" fikir Xia Yuan dengan mata melotot dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Berhenti!! Aku ingin semuanya diam!" cetus sang kaisar.
Seketika semuanya menjadi diam hingga taman pun menjadi hening.
__ADS_1
"Li Yuan, jelaskan semuanya padaku! Aku ingin kau jujur sekarang juga!" ucap sang kaisar dengan emosi.
"Aku harus mengatakan apa? Aku bahkan tidak tau bagaimana bisa aku menjadi seperti ini? Aku tidak mengingat apapun! Aku tidak ingin dihukum berat oleh Kaisar karena menodai calon putri mahkota. Aku harus mengatakan apa sekarang pada kaisar?" tutur batin Li Yuan.
Tiba-tiba Li Yuan mendengar suara transmisi.
"Pangeran Li Yuan katakan saja jika kalian berdua sudah lama berjanji untuk menikah. Kalian berdua lebih dulu saling mengenal hingga kalian berdua saling mencintai. Hal ini pun juga menguntungkan pangeran, yaitu mendapatkan Xia Yang dan hukuman mati pun tak akan diberikan padamu" ucap dari suara transmisi tersebut.
Tanpa berfikir lagi, pangeran Li Yuan pun mengatakan pada sang kaisar sesuai dengan apa yang diucapkan oleh suara transmisi tersebut. Sang kaisar pun terkejut mendengar pengakuan pangeran Li Yuan.
"Xia Yang, apakah yang dikatakan pangeran Li Yuan?"
Sebelum Xia Yang mengatakan tidak, ratu pun lebih dulu membisik Xia Yang bahwa dia harus membenarkan perkataan pangeran Li Yuan agar nyawanya tidak terancam. Namun gelar putri mahkota tentu saja bukan lagi miliknya.
Dengan berat hati Xia Yang menganggukkan kepalanya secara perlahan dengan kedua tangannya di kepalkan.
"Dia terlihat seperti wanita murahan! Aku benar-benar tidak menyangka disiang bolong begini mereka seperti itu" bisik tamu yang hadir namun masih terdengar ditelinga Xia Yang.
"Bagaimana ini terjadi kepadaku? Aku bukan lagi calon putri MahkotaMahkota! Aku tidak bisa menerima ini semua" ucap Xia Yang dalam batinnya.
"Xia Yang, sekali lagi aku bertanya kepadamu, apakah benar bahwa kau dan pangeran memng saling berjanji untuk menikah?"
"Itu benar yang mulia, semua yang dikatakan pangeran Li Yuan benar semua" ucap Xia Yang sambil meneteskan air mata.
"Baiklah, sekarang aku mengerti dan dalam seminggu lagi pernikahan mu dan pangeran Li Yuan akan dilaksanakan" ucap sang kaisar dan pergi.
Xia long lue yang berdiri di keramaian tamu tersenyum melihat Xia Yang menangis.
"Rasa kasihanku sudah tidak ada lagi untukmu. Hari ini pun aku sangat beruntung berkat kedatangan pangeran Li Yuan di taman. Awalnya aku ingin membawamu kerumah bordil, tapi melihat pangeran Li Yuan, tiba-tiba ideku muncul seketika dan juga ini sangat seru. Xia Yang selamat karena kau batal menjadi putri mahkota" fikir Xia long lue dengan tersenyum kemenangan.
Xia long lue pun pergi beserta rombongan para tamu lainnya, dari keluar istana hingga ia sampai dikediaman pangeran Li Jiancheng ia masih tersenyum atas kemenangannya.
__ADS_1