
Keesokan paginya, ditaman istana, Xia long lue menatap ke arah langit dan Xia Yang pun melihat Xia long lue sendirian dan segera menghampiri Xia long lue.
"Apa yang kau lakukan adikku?"
Xia long lue hanya menatap Xia Yang tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku adikku tersayang, adik yang berpura-pura gila ini"
"Apakah aku akan membiarkan orang itu dengan seenaknya untuk menyakitiku dan mempermalukanku?"
"Apa maksudmu? Apakah kau mengancamku?"
"Apakah aku menyebut nama kakak?"
"Apa? Lalu pada siapa yang kau bicarakan itu?!"
"Aku hanya ingin mengatakannya saja, lagi pula ini mulutku dan aku bebas mau mengucapkan apapun" ucap Xia long lue dan pergi begitu saja meninggalkan Xia Yang.
"Dasar wanita tidak tau diri, kau pikir dirimu siapa yang berani berbicara padaku seperti itu. Lihat saja nanti malam, aku akan memberimu pelajaran yang berharga. Kau hanya seorang selir dari pangeran keempat sedangkan aku akan menjadi putri Mahkota" cetus Xia Yang.
Tak lama kemudian Xia Yang bertemu dengan selir kerajaan.
"Xia Yang, apa yang kau lakukan sendirian disini? Bagaimana dengan keadaan mu? Kudengar semalam kau merasa tidak enak badan" ucap selir kerajaan yaitu Selir Wang.
"Hormatku pada selir Wang" ucap Xia Yang sambil memberi hormat.
Xia Yang kemudian melihat kalung mutiara selir Wang, kalung itu adalah pemberian dari sang kaisar, ia pun berfikir untuk mencelakai Xia long lue dengan menggunakan kalung tersebut.
"Sepertinya malam nanti adalah malam yang paling seru. Kali ini Xia long lue akan malu dan jabatannya pun tentu saja akan dicabut" dalam batin Xia Yang.
***
Malam pun tiba, semuanya pun datang dan hadir untuk acara makan malam.
"Selirku dari mana saja? Seharian aku tak melihatmu selirku" ucap pangeran Li Jiancheng.
"Pangeran urus saja masalah pangeran sendiri. Aku bisa mengurusi diriku sendiri" balas Xia long lue.
"Aku hanya mengkhawatirkan mu, apakah aku tidak boleh mengkhawatirkan istriku sendiri?"
"Terserah pangeran saja, aku nggak urus!" jawab Xia long lue dengan cuek.
__ADS_1
Tiba-tiba saja seorang pelayan menabrak Xia long lue dan pelayan itupun terjatuh.
"Maafkan aku yang mulia, saya tidak sengaja. Maafkan kesalahan ku ini" ucap pelayan tersebut dengan penuh ketakutan.
"Hmm, sepertinya pelayan ini terlihat aneh. Dia juga terlihat sangat ketakutan. Lebih baik aku mengikuti permainannya saja dulu, lagi pula aku akan membalasnya jika ini adalah jebakan. Malam ini bukanlah malam yang tenang,akan tetapi malam yang penuh dengan drama" fikir Xia long lue.
"Yang mulia maafkan aku" ucap pelayan tersebut dengan memohon.
"Tidak apa-apa, bangunlah. Kau tidak perlu minta maaf, lagi pula aku ini lebih kuat darimu dan itu hanyalah benturan kecil bagiku. Namun lain kali kau harus lebih berhati-hati lagi"
"Baik, terimakasih yang mulia" ucap pelayan dan bergegas pergi.
Saat semuanya tengah makan malam bersama, tiba-tiba sang ratu menatap ada yang aneh pada diri selir Wang.
"Selir Wang, entah mengapa aku rasa ada yang aneh pada dirimu malam ini?!"
"Apa maksud yang mulia ratu?"
Mendengar hal tersebut, pelayan selir Wang menoleh dan betapa kagetnya dia saat mengetahui kalung mutiara selir Wang tak terlihat, padahal kalung tersebut adalah harta istimewa yang diberikan ol5yang mulia kaisar.
"Nyonya, kalung mutiara nyonya ada dimana? Bukankah nyonya memakainya malam ini?"
"Apa? Oh tidak kalung mutiara ku menghilang" ucap selir Wang yang sangat kaget dan marah.
"Hanya dua orang pelayanku yang berani menyentuh barang-barangku, dimana dia sekarang? Panggilkan mereka berdua sekarang juga" teriak selir Wang.
Penjaga istana pun membawa kedua pelayan selir Wang.
"Kalian berdua dimana menyimpan kalung mutiara saya?"
"Nyonya saya tidak tahu apa-apa, saya hanya melakukan riasan pada wajah nyonya, sedangkan untuk aksesoris nyonya yang bertanggung jawab adalah pelayan 2" ucap pelayan 1 dengan yakin.
"Nyonya hamba memohon maaf" ucap pelayan 2 sambil bersujud dihadapan selir Wang.
"Kembalikan kalung mutiaraku sekarang juga, jika tidak aku akan menghukum kamu dengan menyuruh penjGa istana untuk membunuhmu karena telah mencuri kalung mutiara pemberian kaisar"
"Ampun nyonya, saya tidak berani melakukan hal tersebut. Saya hanya_"
"Hanya apa? Cepat katakan!"
"Hanya saja saya diancam oleh selir Xia long lue, dia mengancam saya akan membunuhku jika tidak mengikuti kemauannya"
__ADS_1
Xia long lue pun bangkit sambil tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata.
"Kau tersenyum disaat seperti ini adik?" ucap Xia Yang.
"Apakah kau punya bukti jika aku yang mencuri kalung milik selir Wang?" tanya Xia long lue sambil menatap kearah pelayan 2.
"Aku melihatnya dengan mataku sendiri jika selir Xia long lue mengambilnya"
"Karena adik hamba tidak mengakui kesalahannya, bagaimana jika selir kerajaan Wang menyuruh kedua pelayan selir untuk memeriksa Xia long lue?" ucap Xia Yang.
"Cepat periksa Xia long lue sekarang juga" teriak selir Wang.
Kedua pelayan itupun menggeledah Xia long lue, namun hasilnya nihil. Mereka berdua tak menemukan kalung mutiara tersebut. Sementara Xia Yang menunggu kedua pelayan itu untuk mengambil kalung mutiara dalam kantong Xia long lue.
"Kenapa kedua pelayan itu belum menemukan kalung itu? Seharusnya kan kalung itu ada dalam kantongan Xia long lue, tapi kenapa belum ditemukan juga?"fikir Xia Yang.
Pangeran Li Jiancheng bangkit sambil memukul meja.
"Bagaimana bisa kalian menuduh istriku sebagai seorang pencuri, bukankah kalian telah merusak nama baikku juga?!"
"Karena diri saya tidak terbukti bersalah, maka saya mohon kepada selir Wang untuk memeriksa semua orang tanpa terkecuali"
"Kau boleh memeriksa ku juga jika kau masih mencurigai istriku" cetus Li Jiancheng.
Setelah Xia long lue dan Li Jiancheng diperiksa, kini giliran Xia Yang untuk diperiksa.
Saat diperiksa, kedua pelayan selir Wang pun menemukan kalung mutiara selir Wang dalam saku Xia Yang.
"Mustahil, bagaimana mungkin kalung mutiara selir Wang berada dalam kantongan ku? Ini tidak benar! Saya dijebak selir Wang!"
"Saya melihat dengan bukti dan saya tetap akan menghukum orang itu walaupun orang tersebut adalah keponakan dari yang mulia ratu sendiri"
"Apa? Tapi bukan saya yang mencurinya selir kerajaan Wang" ucap Xia Yang.
Penjaga istana akhirnya menarik Xia Yang, namun tiba-tiba sang ratu berbisik pada pelayan 2.
"Jika kau tidak mengaku bahwa kau adalah pencurinya maka semua keluargamu akan saya bunuh"
Dengan berat hati pelayan 2 harus mengaku jika dirinyalah yang menjebak Xia Yang agar semua keluarganya terselamatkan.
"Tunggu nyonya! Sebenarnya sayalah yang mencuri kalung nyonya, namun karena rasa takut hamba terpaksa menjebak nona Xia Yang" ucap pelayan 2 sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Xia Yang wanita licik, kali ini dia diselamatkan lagi oleh yang mulia ratu. Sepertinya Xia Yang sangat penting untuk yang mulia ratu, ini akan susah untuk membunuhnya secepatnya" fikir Xia long lue sambil menatap ke arah yang mulia ratu.