
Pangeran Li Jiancheng dan Xia long lue pun duduk sambil meminum teh dan menunggu kedatangan Xia Yang.
"Apakah kamu yakin saudarimu akan datang? Apalagi saat perjamuan festival kau mempermalukannya"
"Pangeran, aku sangat yakin kalau dia akan datang, dia itu suka lebih unggul dari yang lain. Jadi, aku sangat yakin seratus persen dia akan datang. Aku sangat mengetahui karakternya dan dia tidak akan datang sendiri, dia akan membawa seseorang untuk mendukungnya!"
Baru saja Xia long lue mengucapkannya dan Xia Yang pun sudah datang dan benar adanya bahwa dia tidak datang sendiri.
"Ternyata dia membawa orang yang susah ditantang, tapi jangan khawatir kita akan tetap menang" ucap pangeran Li Jiancheng.
Xia Yang pun berjalan sambil menggandeng lengan Putra Mahkota.
"Adikku, kamu tidak keberatankan kalau kakak mengajak Putra Mahkota datang bersamaku? Lagi pula kapan lagi perjamuan mu ini dihadiri oleh Putra Mahkota"
"Santai saja kakak, lagi pula kita ini adalah satu keluarga!"
"Putra Mahkota Li Yui ini sangat mencintai Xia Yang di kehidupan sebelumnya dan dia naik takhta pada saat itu, namun aku membantu pangeran kedua untuk menyerangnya hingga dia tewas. Sekarang aku tidak akan membiarkan hal itu lagi. Aku tidak akan membuat kalian semua berjaya" fikir Xia long lue.
Tiba-tiba seorang pelayan datang berteriak dan mengagetkan semuanya.
"Selir... Selir... Selir ada yang tidak beres!"
"Kenapa sangat ribut, kau tidak melihat kami semua? Benar benar tidak sopan"
"Selir ini sangat penting! Selir harus mengetahuinya"
Pelayan itupun berjalan menghampiri Xia long lue dan memberikan selembar kertas sambil membisikkan sesuatu ke telinga Xia long lue.
"Apa? Berani sekali dia berbuat seperti itu! Cepat bawa dia kemari da aku akan menginterogasinya sekarang juga!" ucap Xia long lue dengan meledak.
Pengawal pun muncul sambil membawa Ying Fei yang tengah terikat. Xia Yang yang melihat hal tersebut terkejut karena Ying Fei adalah mata-matanya.
__ADS_1
"Nona, kenapa anda memperlakukan ku seperti ini? Hamba tidak tau apapun nona, hamba tidak tau apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kau masih berpura-pura Ying Fei, selama ini saya telah memperlakukanmu dengan baik, akan tetapi aku baru tahu bahwa selama ini kau telah mengkhianati ku! Apakah kau masih pantas untuk hidup? Sekarang kau telah tertangkap dengan hasil curian mu. Dan kamu masih berani membuat alasan! Kali ini aku tidak akan mengampunimu"
"Yang Guo pukul dia sekarang! Jangan pernah berhenti memukulnya tanpa ada perintah dariku" ucap pangeran Li Jiancheng.
"Jangan nona, hamba mohon. Saya mengakui kesalahan ku jadi hamba mohon ampun. Berbelas kasihlah padaku nona"
Ucapan Ying Fei tak dihiraukan, sementara Yang Guo terus memukulnya hingga Ying Fei memuntahkan darah.
Xia Yang kini terlihat pucat dan ketakutan, bahkan seluruh tubuhnya pun terasa bergetar akibat panik.
"Apakah Xia long lue telah mengetahui bahwa Ying Fei adalah mata-mata yang aku kirim untuknya? Apakah sekarang ini adalah pertanda bahwa dia sedang mengancamku?" tutur batin Xia Yang.
"Kakak, apakah kau baik-baik saja? Kau sangat pucat dan terlihat sangat panik"
"Adikku, bukankah ini terlalu kejam? Bagaimana jika nantinya ini semua adalah kesalahpahaman. Ini akan membuat kediaman mu penuh dengan gosip yang buruk"
"Xia Yang benar-benar gadis yang sangat baik. Namun saya sependapat dengan apa yang dilakukan jenderal. Ini semua sudah benar. Dia patut dihukum bahkan matipun ini tidak akan dianggap serius"
"Nyonya Xia Yang tolong, tolong hamba nyonya! Hanya kau yang bisa menolong ku nyonya" ucap Ying Fei yang penuh air mata dan darah.
"Ini benar-benar sangat aneh, bagaimana bisa pelayanku memohon dan meminta pertolongan mu kakak?"
Gelas yang digenggam Xia Yang pun terjatuh hingga pecah, Xia Yang sangat pucat dan gemetar.
"A.. Aku tidak tau, aku bahkan baru melihatnya hari ini"
"Kalau begitu baiklah, Yang Guo teruskan pukulannya dan jangan beri ampun"
"Adik aku sangat kasihan melihatnya, bisakah kau berhenti menghukumnya? Beri dia satu kesempatan lagi"
__ADS_1
"Aku sudah memberinya kesempatan kakak, tapi dia tetap mengkhianati ku dan sudah sepantasnya dia menerima hukuman ini tanpa mengeluh"
"Aku tidak tega melihatnya adik"
"Xia Yang sangat lemah lembut, tapi yang dilakukan pelayan ini sudah tidak bisa diberi kesempatan lagi. Pelayan yang mengkhianati tuannya sudah sepatutnya diberi hukuman mati" ucap putra Mahkota.
"Apa? Hukuman ma... Mati?"
Xia Yang benar-benar syok dan sementara Xia long lue tersenyum melihat sangat kakak sangat pucat dan tak berdaya.
"Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu percaya ini sekaligus mata-mata mu aku beri pelajaran? Akan lebih bagus lagi jika kamu menemani pelayan mu ini, tetapi tidak untuk hari ini. Kau selamat karena saat ini kau tengah bersama dengan putra mahkota" fikir Xia long lue
Sementara pangeran Li Jiancheng hanya duduk santai sambil meminum tehnya.
"Pangeran Li Jiancheng, tidakkah yang istrimu ini lakukan sangat kejam? Kau tidak ingin menghentikannya?"
"Semua keputusan ada pada istriku karena yang mengkhianati dirinya adalah pelayannya sendiri. Aku tidak banyak ikut campur untuk urusan ini karena dia hanyalah seorang pelayan"
"Putra Mahkota aku sangat kasihan melihatnya, dia sudah penuh dengan darah dan aku sangat tidak bisa melihat darah yang mulia"
"Dasar wanita licik, dikediaman ku kau mencoba memperlihatkan bahwa kau telah menggoda putra mahkota. Aku sangat jijik melihatnya dan mendengarkan perkataannya itu"fikir Xia long lue.
"Aku harus menghentikan Xia long lue untuk menghukum Ying Fei, tanpa Ying Fei aku tidak tahu apa-apa saja yang akan dilakukan Xia long lue dan pangeran Li Jiancheng" tutur batin Xia Yang.
"Kakak kenapa sangat mencemaskan pelayanku, aku bahkan merasa jika pelayanku ini seperti sangat setia padamu. Jika kakak terus membelanya aku takut jika kakak yang bersekongkol bersamanya" ucap Xia long lue.
"Sialan, Xia long lue sepertinya berusaha menjebak ku" ucap Xia Yang dalam batinnya sambil menatap Xia long lue.
"Dia hanya seorang pelayan pengkhianat jadi kakak tidak perlu cemas. Lagi pula aku menghukum orang yang bersalah dan aku yakin jika putra mahkota tidak keberatan sama sekali, benarkan yang mulia?"
"Itu benar adik ipar sekaligus jenderal kerajaan"
__ADS_1
"Lebih baik kalian kembali menghabiskan teh kalian ini, kapan lagi kita berkumpul sambil meminum teh bersama, ditambah lagi selirku sudah menyiapkan tontonan yang sangat seru" ucap pangeran Li Jiancheng.
"Sepertinya kalian berdua terlihat akur, sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh orang luar bahwa adik ipar hanya terpaksa menikah dengan adikku ini dan hanya mencintai Li Yuan. Akan tetapi aku melihatnya secara langsung dan gosip itu ternyata tidak benar" ucap putra mahkota Li Yui.