
Pangeran Li Jiancheng mendekatkan wajahnya pada Xia long lue. Sementara Xia long lue hanya menelan ludah.
"Kau sangat konyol! Kau mengajakku kerjasama dan ingin membantuku menaklukkan dunia? Tanpa bantuan darimu pun aku bisa melakukan semuanya"
"Fiuhhh, syukur dia tak membahas tamparan tadi"
"Kenapa kau hanya diam saja, aku ingin dengar alasanmu mengajakku untuk bekerjasama"
"Pangeran, anda tahu bahwa putra mahkota sekarang adalah Li Yui dan didukung oleh yang mulia ratu dan juga ayahku. Akan tetapi pangeran kedua yaitu Li Yuan memiliki kota Roam yang berjarak ratusan mil dari ibukota. Itu adalah kota kecil, namun sebenarnya itu adalah markas untuk melatih pasukan tentara pangeran kedua Li Yuan"
Mendengar penjelasan Xia long lue, pangeran Li Jiancheng terkejut dan tatapannya berubah pada Xia long lue.
"Xia long lue, kamu tahu kan dengan apa yang kamu bicara ini, jika kamu berani menipuku aku akan langsung saja membunuhmu"
"Pangeran bisa mengirim orang kepercayaan untuk menyelidiki semua itu. Aku akan tetap disini dan tidak akan lari kemana pun"
Pangeran Li Jiancheng pun bergegas pergi untuk menyuruh orang kepercayaan menyelidiki semua perkataan Xia long lue apakah benar atau tidak.
***
Keesokan paginya, Ying Fei tengah menyisir rambut Xia long lue sambil menatap heran pada Xia long lue.
"Kenapa dia terlihat baik-baik saja? Aku pikir nyonya Xia Yang akan mempermalukannya di festival, tapi kenapa dia kembali dalam keadaan baik-baik saja?"
Tiba-tiba Fu Me mengagetkan Ying Fei.
"Kenapa kau diam saja Ying Fei?"
Ying Fei hanya tersenyum pahit pada Fu Me dan Fu Me pun tak menghiraukan nya.
"Nona, bagaiamana perjamuan festival? Apakah sangat seru dan menakjubkan?" tanya Fu Me yang penasaran dengan kejadian di festival. Sementara Ying Fei bersiap untuk mendengar cerita Xia long lue.
"Fu Me, asal kau tahu kalau kakakku mengira diriku ini gila. Dan dia ingin mempermalukan ku. Apakah menurutmu menarik?"
Tiba-tiba Ying Fei terkejut mendengar ucapan Xia long lue. Ia sangat gugup dan bahkan menjatuhkan sisir yang ada di genggamannya.
"Ying Fei ada apa denganmu? Fokuslah dan jangan banyak melamun. Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Fu Me.
Sebelum Ying Fei menjawab pertanyaan Fu Me tiba-tiba pangeran Li Jiancheng masuk dan menghampiri Xia long lue.
"Istriku, aku dengar kau mengundang saudarimu kesini di istana kita? Apakah benar?"
"Benar suamiku. Apakah tidak boleh aku mengundang saudariku sendiri?"
__ADS_1
"Tentu saja boleh, lagi pula kau adalah nyonya di istanaku ini. Karena kau telah mengundang saudarimu itu maka aku akan ikut bersamamu untuk menyambutnya"
"Pangeran Li Jiancheng sepertinya mengetahui niatku dan sepertinya dia akan membantu ku" fikir Xia long lue yang tampak tersenyum melihat pangeran Li Jiancheng.
"Apa yang mereka akan lakukan? Kenapa dia mengundang nyonya Xia Yang kemari?" tutur batin Xia Yang yang sangat gugup.
"Ying Fei tidak tahu bahwa pertemuan kali ini untuk dirinya. Hari ini adalah akhir untukmu Ying Fei karena telah berani mengkhianati ku dan juga berani menyakitiku" fikir Xia long lue sambil melirik kearah Ying Fei.
"Ying Fei kau baik-baik saja kan? Kau terlihat sangat pucat" ucap Fu Me.
"Aku baik-baik saja, cuman aku sedikit tidak enak badan"
"Kalian berdua kembali bekerja" cetus Xia long lue.
"Nona bisakah saya mengantar Ying Fei ke kamarnya? Dia terlihat tidak baik-baik saja"
"Baiklah Fu Me, aku ingin kau merawat Ying Fei sampai sembuh"
"Terimakasih nona" ucap Fu Me sambil membantu Ying Fei menuju ke kamarnya.
Sesampai di kamar Ying Fei, tiba-tiba Fu Me melihat seekor kecoa dan sontak saja ia melompat dan menarik rambut Ying Fei.
"Fu Me lepaskan rambutku, dasar gila"
"Ying Fei ada kecoa disana. Bersihkan tempatmu agar tak ada kecoa yang masuk"
"Tidak mau, aku akan merawatmu sampai sembuh" ucap Fu Me dan pergi menuju ke dapur untuk membuatkan teh hangat pada Ying Fei.
"Ying Fei, cobalah teh hangat ini. Aku membuatnya dengan penuh cinta agar kau cepat sembuh"
"Orang sakit itu minum obat bukannya cinta yang menyembuhkannya Fu Me"
"Cobalah dulu teh buatanku"
"Baiklah"
Saat mencoba teh buatan Fu Me tiba-tiba Ying Fei menyemprotkan air teh dari mulutnya.
"Ada apa? Apakah tehnya telalu panas?"
"Kau ingin membunuhku yah Fu Me. Bagaimana bisa ini dikatakan teh manis sedangkan rasanya sangat asin"
"Astaga sepertinya aku mengira garam itu adalah gula. Kalau begitu aku akan membuatkan yang baru untukmu"
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku perlu istirahat jadi kau pergilah darisini"
"Ying Fei aku tidak tega untuk meninggalkan kamu sendirian. Aku akan menemanimu istirahat"
Saat Fu Me sibuk memainkan patung kecil yang ada dalam kamar Ying Fei, tiba-tiba Fu Me memutar sebuah bola kecil dan terlepas ditangannya hingga tepat mengenai Ying Fei.
"Ying Fei, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja"
Mata Fu Me melotot saat melihat Ying Fei mengeluarkan darah di hidungnya.
"Ying Fei, ingus merahmu keluar. Kau sangat unik, bagaimana bisa ingus kamu berwarna merah yah"
"Fu Me kau ini bodoh atau bagaimana. Hidungku mengeluarkan darah ini karena kau yang melemparkan bola itu ke arahku"
"Ih jadi itu bukan ingus merah yah?"
"Ini namanya mimisan Fu Me dan bukan ingus merah. Kau paham!"
"Iya aku paham. Maafkan aku Ying Fei"
"Sekarang pergilah dan jangan ganggu aku"
"Tidak mau"
"Kau mau apa lagi? Bisakah kau membiarkan ku tenang"
"Aku hanya ingin merawatmu Ying Fei"
"Aku tidak perlu dirawat oleh orang sepertimu" ucap Ying Fei dan mendorong Fu Me.
"Kenapa kau mendorong ku Ying Fei? Akukan sudah meminta maaf"
"Aku mau kau pergi sekarang dan lebih baik kau membuatkan teh manis untuk selir Xia long lue"
"Kenapa kau memanggilnya selir, bukankah sudah sepatutnya kita memanggilnya nona?"
"Itu terserah saya. Lagi pula aku tidak berharap dia menjadi nyonya ku"
"Lalu kau berharap siapa untuk menjadi nyonyamu?"
"Yang mulia Xia Yang yang pantas menjadi nyonya ku"
Ying Fei tak tahu jika ucapannya telah didengar oleh Xia long lue.
__ADS_1
"Selama ini aku terlalu meremehkanmu Ying Fei. Kali ini aku tidak akan membiarkan kamu bebas. Aku ingin lihat, apakah nyonyamu itu dapat membantumu dikediaman ku ini? Aku akan membantumu agar kau dapat membuka mulut" cetus Xia long lue yang berada di balik ruangan yang dekat pada kamar Ying Fei.
Xia long lue pun pergi dan bersiap untuk menyambut kedatangan saudarinya Xia Yang.