
Xia long lue terlihat duduk termenung, namun seketika ia dikagetkan oleh sosok yang membuatnya selama ini menderita. Ia adalah Li Yuan. Li Yuan mencoba mendekati Xia long lue.
"Xia long lue, sudah lama kita tidak pernah bertemu. Hari ini aku melihatmu dan jujur saja aku sangat merindukanmu" ucap Li Yuan yang mencoba menggoda Xia long lue.
Li Yuan melangkah maju dan mencoba untuk memeluk Xia long lue, namun Xia long lue segera mendorong pangeran Li Yuan.
"Tolong jangan sentuh aku pangeran kedua!" ucap Xia long lue.
"Apa maksud gadis ini yang mencoba mendorong ku untuk menjauh darinya?! Aku tidak boleh marah karena dia akan kujadikan pionku" fikir pangeran Li Yuan.
"Xia long lue, tahukah kau bahwa aku sangat mengkhawatirkan mu. Aku tahu kamu sangat menderita menikahi saudaraku, karena aku kamu terpaksa menikah dengannya, tapi kamu jangan khawatir Xia long lue aku pasti akan menjemput mu kembali saat aku nantinya menjadi kaisar"
"Apakah pangeran akan membuatku menjadi ratu mu juga?"
"Tentu saja, itu sudah pasti Xia long lue" balas pangeran Li Yuan.
"Dikehidupan ku yang lama, aku menjadi sangat bodoh! Hanya mendengar janji manismu aku rela membahayakan diriku sendiri hanya karena dirimu! Namun perjuanganku hanyalah sia-sia, yang kuterima hanyalah pengkhianatan darimu" tutur batin Xia long lue.
Tak lama kemudian pangeran Li Jiancheng menghampiri keduanya.
"Saudaraku Li Yuan, apa yang kau bicarakan dengan istriku ini? Kulihat kau mencoba untuk mendekatinya!" ucap pangeran Li Jiancheng.
"Pangeran ketiga tidak perlu khawatir, aku dan istrimu ini hanya membicarakan masa lalu kami sewaktu kami masih bersama" ucap pangeran Li Yuan sambil menepuk pundak Xia long lue.
"Pangeran kedua, anda salah. Sekarang ini aku adalah istri dari pangeran ketiga dan aku ini adalah adik iparmu. Walaupun dulu kita sering bersama, akan tetapi kita tahu bahwa laki-laki dan wanita bertemu berduaan itu tidak pantas dan sangat tidak tahu malu jika laki-laki mendekati seorang wanita. Apa lagi aku ini sekarang istri adikmu dan mohon lupakan masa lalu dan jangan mendekati ku lagi pangeran kedua" balas Xia long lue sambil menepis tangan pangeran Li Yuan yang berada di bahu Xia long lue.
"Ada apa dengan wanita ini? Bukankah dia tergila-gila padaku dan sangat menurut dengan apa yang ku katakan dulu?" tutur batin pangeran Li Yuan sambil mengerutkan keningnya.
"Karena pestanya telah berakhir, jadi kami berdua akan pamit. Semoga malammu menyenangkan pangeran kedua" ucap pangeran Li Jiancheng dan menarik lengan Xia long lue dan pergi meninggalkan pangeran Li Yuan.
"Apakah mereka meremehkanku? Terutama Xia long lue dia sangat mencintai ku, lalu kenapa dia tiba-tiba berubah?" cetus pangeran Li Yuan.
***
__ADS_1
Dalam kereta kuda, Xia long lue terlibat bengong dan tengah memikirkan sesuatu. Sesekali pangeran Li Jiancheng memperhatikannya.
"Aku telah terlahir kembali, namun aku tidak dapat menghapus keberadaan Li Yuan. Ini sangat menggangguku, karena saat melihatnya aku ingin membunuhnya dan merobeh tubuhnya agar dia merasakan sakitnya" fikir Xia long lue sambil meremuk ujung pakaiannya.
Tiba-tiba Xia long lue memiliki rencana untuk mengajak pangeran Li Jiancheng untuk bekerjasama.
"Pangeran, bagaimana kalau kita bekerjasama saja"
"Wah, aku melihatmu terdiam dan tiba-tiba membuka mulut untuk mengajakku bekerjasama, sepertinya aku salah dengar dengan perkataan mu ini?" bisik pangeran Li Jiancheng pada Xia long lue.
"Aku bisa membantumu untuk menaklukkan dunia"
"Kau sangat percaya diri sekali istriku, bukankah kau ini adalah seorang mata-mata?"
"Mata-mata? Untuk aa aku memata matai suamiku sendiri, bukankah lebih bagus jika aku bekerjasama dengannya"
"Istriku sepertinya memiliki sesuatu yang sangat spesial, kalau tidak mana berani kamu mengajakku bekerjasama, bukan begitu istriku?"
"Membohongi ku itu sama saja mencari mati padaku"
Xia long lue pun terdiam dan pangeran Li Jiancheng mendekatkan dirinya pada Xia long lue.
"Apa yang terjadi denganmu istriku? Bukankah kau perlu mengatakan sesuatu lagi padaku?" ucap pangeran Li Jiancheng sambil memainkan ujung rambut Xia long lue.
"Aku tahu kalau pangeran ini sangat berhati-hati dan juga licik"
"Licik? Kau menyebut suamimu sendiri licik? Bukankah ini sangat kejam istriku?"
"Itu memang cocok untuk suami sepertimu" cetus Xia long lue.
Tiba-tiba pangeran Li Jiancheng menarik lengan Xia long lue hingga Xia long lue dengan reflek berada dipangkuan pangeran Li Jiancheng.
Melihat pangeran Li Jiancheng tersenyum tipis, Xia long lue pun mencoba untuk menjauh dari pangeran Li Jiancheng, akan tetapi Li Jiancheng menahan Xia long lue dan mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah mereka berdua hanya 1cm.
__ADS_1
"Sepertinya istriku ingin kabur jika aku tak mencegahnya tadi"
"Aku tidak pernah berniat untuk kabur darimu pangeran"
Xia long lue kemudian memanggil ularnya dan menyuruh ular tesebut untuk menuju ke istana kaisar. Sementara Xia long lue tetap duduk dalam pangkuan pangeran Li Jiancheng.
"Pokoknya aku harus berhasil bekerjasama dengan pangeran Li Jiancheng, ia adalah orang licik dan tentunya dia bisa membantuku untuk balas dendam pada pangeran Li Yuan, karena waktu itu pangeran Li Jiancheng meninggal karena aku dan para monster ku. Seandainya saat itu aku membantu pangeran Li Jiancheng mungkin akhirku tidak akan sesadis itu" batin Xia long lue sambil memegang erat bahu pangeran Li Jiancheng.
Pangeran Li Jiancheng pun menatap Xia long lue dan ia melihat kedua mata Xia long lue memerah bagaikan orang yang sangat menyimpan kemarahan dan emosi yang melimpah.
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya pangeran Li Jiancheng.
"Tidak ada"
"Jangan memendamnya sendiri, akan lebih baik jika kau menceritakan semuanya" balas pangeran Li Jiancheng.
"Apa maksud pangeran Li Jiancheng? Apa dia tahu semuanya tentangku? Itu tidak mungkin" fikir Xia long lue.
Tiba-tiba Xia long lue melihat seekor nyamuk di dahulu pangeran Li Jiancheng, sontak saja Xia long lue memukul nyamuk tersebut dengan keras hingga bekas telapak tangannya berbentuk di wajah pangeran Li Jiancheng.
"Astaga pangeran, aku tidak sengaja melakukannya"
"Apakah pangeran baik-baik saja? Aku mendengar suara yang sangat keras pangeran" ucap Yang Guo.
"Aku baik-baik saja, aku hanya perlu melihat istriku saja dan kalian semua diamlah" cetus pangeran Li Jiancheng.
"Gawat! Aku melakukan kesalahan" tutur batin Xia long lue dengan panik sambil menatap pangeran Li Jiancheng.
"Kau pasti sengaja melakukannya kan?" ucap pangeran Li Jiancheng dengan tatapan tajamnya.
"Tidak pangeran, aku melihat seekor nyamuk yang mencoba menciummu, jadi aku menyingkirkan nyamuk itu" bisik Xia long lue.
pangeran Li Jiancheng hanya terus menatap Xia long lue, seperti singa yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1