
Xia long lue dan pangeran Li Jiancheng memasuki ruangan berduaan. Tapi kali ini mereka berdua tidak bermesraan melainkan membahas pembahasan yang penting.
"Sekarang pangeran ingin mengatakan sesuatu penting seperti apa?" tanya Xia long lue.
"Aku sudah menerima kabar dari mata-mataku dan apa yang kamu katakan padaku sebelumnya benar adanya, tapi ini baru tes pertama untuk bekerjasama denganku selirku" jawab pangeran Li Jiancheng.
Xia long lue pun hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun.
"Tapi sepertinya ini ada yang aneh, Xia long lue, dari mana kamu tahu soal markas Li Yuan? Dia adalah pangeran yang sangat hati-hati dan tidak akan membiarkan siapapun untuk mengetahui tempat rahasianya. Tidak mungkin ia mengatakan tempat rahasianya padamu kan? Walaupun kau mencoba mengikutinya itu tidak mungkin kau mengetahui secepatnya?"
"Aku mengetahuinya karena dikehidupan ku sebelumnya, pangeran Li Yuan menyerangku dengan pasukan rahasianya hingga aku dan pasukan menerima kekalahan yang besar dan saat itu juga ia menjadi kaisar dan mengkhianati ku" fikir Xia long lue dengan mata yang berkaca-kaca.
"Melihatmu sekarang seperti ini membuatku menjadi kasihan terhadap mu. Apakah sekarang kau memikirkan Li Yuan karena tak menikah dengannya, tapi justru menikah denganku?"
"Dulu aku memang memiliki hubungan dengannya, tapi yang namanya manusia pasti tentunya berubah dan saat orang itu berubah itu artinya kau bukan siapa-siapa lagi untuknya. Sekarang aku hanya memiliki rasa benci terhadapnya!" cetus Xia long lue.
Pangeran Li Jiancheng kemudian menepuk-nepuk pundak Xia long lue.
"Lagi pula suatu saat aku pasti akan mengarahkan panah yang diberikan kaisar padaku untuk menembakkannya pada Li Yuan. Akulah yang pantas membunuhnya bukan dirimu pangeran Li Jiancheng. Rasa benci ku lebih besar dibandingkan rasa bencimu terhadapnya!" ucap Xia long lue sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kau tenang saja istriku, untuk urusan membunuh Li Yuan aku serahkan padamu saja, aku juga tidak tertarik untuk membunuh Li Yuan. Aku harap apa yang kamu ucapkan tadi akan segera terjadi. Tapi mengenai soal kota Roam, apakah kau memiliki ide untuk membereskannya?"
"Kalau pangeran ingin mendengarkan ide ku, kita akan mendapat bahan dan material dari kota Roam. Kita juga bisa membuat putra mahkota dan pangeran Li Yuan saling membenci satu sama lain!"
"Kalau begitu katakan sekarang agar aku bisa segera menyelesaikan markas itu! Jangan membuang-buang waktu lagi!"
"Tapi sebelum itu, pangeran harus tahu jika yang mulia ratu telah menyusupkan banyak mata-mata untukmu pangeran. Kita harus melakukan rencana ini dengan mulus dan bersih dan juga teliti" bisik Xia long lue dan melanjutkan dengan rencananya.
***
__ADS_1
Malam pun tiba dan pangeran Li Jiancheng pun melaksanakan rencananya.
"Pangeran, sesuai rencana hamba telah memasukkan ramuan pelumpuh pada sumur kota Roam sesuai dengan yang mulia perintahkan"
"Bagus, tetap laksanakan sesuai rencana selanjutnya, paham!"
"Baik, saya paham yang mulia"
"Oh iya, aku mau kau mengirim surat ini pada pangeran Li Yuan jika semua rencana kita selesai. Aku juga ingin kau mengawasi Xia long lue, dia wanita yang cukup berbahaya. Saya takut jika dia akan mengkhianati ku"
Orang suruhan Li Jiancheng pun bergegas sesuai apa yang di perintahkan oleh pangeran Li Jiancheng. Sementara Xia long lue tengah asik meminum teh manis buatan Fu Me sambil melihat ke arah jendela. Tak lama pun sebuah kembang api terlihat.
"Wow, aku tidak akan tidur malam ini. Aku akan melihat tontonan ini secara langsung, pasti sangat seru!" ucap Xia long lue sambil melompat keluar dari jendela dan menuju ke kuda putihnya yang lincah dan sangat gesit.
Sesampainya di kota Roam, Xia long lue melompat dan memanjat di sebuah pohon untuk bersembunyi agar tak ketahuan. Xia long lue pun tersenyum puas saat melihat seluruh anak buah Li Yuan tidak sadarkan diri akibat meminum ramuan pelumpuh.
"Tidakkkk berani-beraninya pangeran Li Yuan menyerang markas ku dan mencuri semua alat senjataku. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi?" ucap pangeran Li Jiancheng sambil berpura-pura agar mata-mata yang mulia ratu mendengar dan segera melaporkan berita tersebut pada sangat ratu bahwa pangeran Li Yuan telah memiliki senjata pamungkas dari Li Jiancheng.
Kebenarannya pun mengatakan bahwa rencana pangeran Li Jiancheng dan Xia long lue berjalan mulus tanpa ada kesalahan.
"Pangeran Li Jiancheng sangat tidak sabaran, bahkan ia melakukan rencana besar ini dalam sekaligus tanpa ada kesalahan. Aku cukup salut terhadapnya" ucap Xia long lue dengan pelan.
Setelah pangeran Li Jiancheng selesai berakting, ia pun segera menyembunyikan senjata tersebut dan segera pergi meninggalkan kota Roam.
Sementara Xia long lue yang masih asik di atas pohon, tiba-tiba saja tangannya menyentuh sesuatu.
"Iiiuuuuu... Aku niatnya kesini buat nonton, tapi sekarang aku merasa aku kena batunya. Aku malah kena kotoran burung di sini. Kenapa harus aku sih yang kena kotoran ini, iiiuuuuu jijik, bau lagi" ucap Xia long lue dengan mengeluh.
Xia long lue pun turun dan kembali kepada kuda gesitnya menuju ke paviliunnya. Xia long lue pun merasakan bahwa ia telah di ikuti, namun dia tak menghiraukannya.
__ADS_1
Sesampainya di paviliun, Fu Me segera memberi air pada Xia long lue untuk membersihkan tangannya yang mengenai kotoran burung.
"Ini ceritanya bagaimana nona? Kenapa ada kotoran di tangan nona?"
"Ceritanya panjang Fu Me"
"Nona bisa menceritakannya pada Fu Me"
"Hm, aku nggak sengaja mengenai kotoran ini waktu aku memanjat pohon Fu Me"
"Manjat pohon? Nona manjat pohon?" ucap Fu Me dengan terkejut.
"Reaksimu sangat berlebihan. Apa ada yang salah jika aku memanjat pohon?"
"Bagiku ini benar-benar aneh dan tidak lucu nona"
"Siapa juga yang bilang kalau ini lucu Fu Me. Duh, kamu ini terlalu polos Fu Me"
"Tapi nona baik-baik saja kan? Nona tidak terluka kan?"
"Iya, aku sangat baik Fu Me. Aku tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Terimakasih juga kalau selama ini kamu tetap setia disini Fu Me"
"Aku jadi terharu mendengar perkataan nona" ucap Fu Me yang mulai berkaca-kaca.
"Nggak usah nangis, mending sekarang kamu buat teh untukku karena sekarang perasaan aku sangat bahagia"
"Siap nona, nona tenang saja" ucap Fu Me dan segera menuju ke dapur untuk membuat teh.
"Dikehidupan ku sebelumnya aku tidak bisa melindungi Fu Me, tapi sekarang aku tidak akan membiarkan orang-orangku disakiti oleh siapapun. Lagi pula balas dendam ku belum usai, aku akan menunggu rencana Xia Yang selanjutnya dan akan kubalas berkali kali lipat"
__ADS_1