Ekhidna

Ekhidna
Gigitan Maut


__ADS_3

Xia long lue masih terus tertegun dengan apa yang ia lihat sekarang, baginya seperti sebuah mimpi.


"Bagaimana bisa aku berada disini?"


"Pertanyaan macam apa yang kau lontarkan itu?!"


"Pangeran Li Jiancheng! Bukannya kau sudah mati tiga tahun lalu? Apakah kau gentayangan dan sekarang mengganggu ku?"


"Berani sekali kau mengatakan aku sudah mati, kitakan telah menikah kemarin dan telah melakukan hal yang sesuai dengan apa yang dilakukan oleh pengantin baru"


"Menikah? Denganmu pangeran Li Jiancheng? Apa?" ucap Xia long lue dengan kagetnya.


"Kenapa? Apakah kau sudah lupa ingatan selirku?"


"Aku seorang selir?"


"Apakah kau keberatan menjadi selirku wahai jenderal kerajaan? Bagaimana kalau aku membantumu untuk mengingat semuanya, semua yang kita lakukan?" ucap pangeran Li Jiancheng sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Xia long lue.


"Ttu... Tunggu dulu_"


Xia long lue belum menyelesaikan perkataannya dan pangeran Li Jiancheng langsung saja mengecup bibir lembut Xia long lue. Bahkan Xia long lue tidak bisa bergerak saat pangeran Li Jiancheng memegang erat kedua tangannya.


"Apakah sekarang kau sudah mengingatnya selirku?"


"Perkataan selir ini membuat telingaku berdenging dan aku tidak menyukainya" lirih Xia long lue dalam batinnya.


Tiba-tiba pelayan masuk dan mendorong pintu sehingga melihat Xia long lue dan pangeran Li Jiancheng tengah saling menatap diatas ranjang.


"Nona bangunlah! Aww! Maafkan hamba paduka telah mengganggu kalian berdua, silahkan dilanjutkan"ucap pelayan tersebut yang tak lain adalah pelayan setia Xia long lue yaitu Fu Me sambil menutup wajahnya dan berlari kecil menjauh dari paviliun Xia long lue.


" Fu Me ada disini? Fu Me masih hidup"ucap Xia long lue sambil menangis terharu.


"Gadis ini benar-benar aneh"

__ADS_1


"Pangeran apakah yang kulihat ini adalah kebenarannya?"


"Apa maksudnya? Apakah kau sudah mulai gila karena telah menikah denganku? Apakah kamu gila karena aku harus memakai topeng sebelah untuk menutupi luka diwajahku ini?!" ucap Li Jiancheng.


"Bukan itu maksudku, aku cuman bahagia melihat Fu Me kembali" ucap Xia long lue sambil tersenyum.


"Nanti pelayan akan mengirimkan pakaian untukmu dan aku telah meminta beberapa orang untuk menyampaikan ke keluargamu bahwa malam pengantin kita ini berjalan dengan sangat baik"ucap Li Jiancheng dan pergi meninggalkan Xia long lue.


"Apa yang terjadi saat ini? Ini benar-benar persis seperti kejadian tiga tahun lalu dimana aku menikah dengan pangeran Li Jiancheng. Apakah mungkin aku kembali ke masa lalu?"


Seorang pelayan pun masuk dan membawakan pakaian untuk Xia long lue. Pelayan itu tak lain adalah Fu Me


"Tunggu, apakah sekarang ini kita berada di kediaman pangeran Li Jiancheng dan saat ini keluarga ku telah menerima beberapa harta dari Kerajaan karena aku telah menikah dengan pangeran Li Jiancheng?"


"Benar Nona, tapi ada apa denganmu nona? Kenapa kau menanyakan itu kepadaku?" ucap Fu Me yang terlihat bingung menatap kearah Xia long lue.


"Aku sangat beruntung dan aku telah diberkati oleh Tuhan! Tuhan tau apa yang terbaik untuk hambanya" ucap Xia long lue dalam batin.


"Nona baik-baik sajakan?" tanya Fu Me.


"Apakah sekarang Nona lapar? Ying fei telah membuatkan makanan didapur untuk Nona"


"Benar, Ying fei adalah pelayan pengkhianat itu dan telah bersekongkol dengan Xia Yang untuk membunuhku dan bayiku saat itu. Dialah yang telah memberikan ide itu kepada Xia Yang dan membuatku mati secara mengenaskan. Lihat saja apa yang aku akan lakukan padamu" tutur batin Xia long lue.


Tak lama kemudian Ying fei pun masuk sambil membawakan sebuah soup untuk Xia long lue.


"Nona, makananmu telah siap dan soup ini sangat spesial yang kubuat untukmu Nona"


Disisi lain Li Jiancheng tengah berbicara dengan pengawal pribadinya.


"Yang Mulia, penyelidikanku yaitu Xia long lue telah lama memiliki hubungan dengan pangeran Li Yuan. Dia bersedia menikah dengan anda karena ia ingin memata-matai pergerakan pangeran" ucap Yi deng pelayan setia Li Jiancheng.


"Bagaimana jika kita membunuhnya nanti malam pangeran? Agar wanita itu tau rasa karena telah mempermainkan kita pangeran" ucap Yang Guo yang juga merupakan pelayan setia Li Jiancheng.

__ADS_1


"Tidak! Kita tidak boleh gegabah membunuhnya. Kita semua tau kalau dia adalah jenderal yang ditunjuk oleh Kaisar sendiri. Apa lagi Bibinya itu adalah seorang ratu saat ini. Membunuhnya sekarang adalah kematian kita juga"balas pangeran Li Jiancheng.


"Jadi sekarang kita tak bisa berbuat apa-apa untuknya? Wanita itu benar-benar beruntung" ucap Yang Guo.


"Tapi aku akan membuat wanita itu berada disisiku dan mendukungku. Kita manfaatkan dia sebaik mungkin" balas pangeran Li Jiancheng.


Tiba-tiba suara teriakan membuat pangeran Li Jiancheng dan pelayan setianya terkejut, karena teriakan tersebut berasal dari paviliun Xia long lue.


Merekapun bergegas berlari dan mengecek di paviliun Xia long lue, betapa kagetnya mereka saat melihat Xia long lue tengah menggigit telinga Ying fei hingga berdarah.


"Yang mulia tolong aku! Nona sepertinya menjadi gila! Tolong!" teriak Ying fei yang menjerit kesakitan dan membuat air matanya menetes.


"Apakah gadis ini benar-benar sekarang menjadi gila?" tutur batin Li Jiancheng sambil mata melotot.


"Ini pemandangan yang luar biasa, baru kali ini aku melihat gigitan maut dari seorang selir" ucap Yang Guo sambil berbisik pada Yi Deng.


"Diamlah, jika dia mendengrmu dan melompat kearahmu bagaimana? Bukankah dia akan juga memberimu gigitan maut" balas Yi Deng.


"Yang mulia tolong! Telingaku seperti mau lepas, tolong!!" rintihan Ying fei.


"Kalau kita menariknya, saya takut jika telinganya benar-benar akan terputus" Ucap Yang Guo.


"Kalau begitu kita lihat, sampai kapan gadis ini akan terus menggigit telinga pelayannya ini" balas pangeran Li Jiancheng.


"Hei Yi Deng apakah kau punya cemilan?"ucap Yang Guo.


"Situasi seperti ini kenapa kau hanya mencari cemilan?" balas Yi Deng.


"Ini tontonan yang sangat seru dan sangat cocok menontonnya sambil memakan cemilan"


"Wanita ini kenapa? Dia semakin liar. Apakah ini adalah triknya untuk menyingkirkan seseorang di kediamanku agar kediamanku ini dimiliki citra yang buruk diluar sana? Dia adalah seorang jenderal, kenapa dia harus menggigit telinga pelayannya itu? Ini membuatku semakin punya banyak pertanyaan untuknya, tapi dia pasti tidak akan menjawab dengan benar jika aku melontarkan pertanyaan kepadanya" dalam batin pangeran Li Jiancheng.


"Apa yang harus kita lakukan pangeran?" tanya Yi Deng

__ADS_1


"Tidak perlu melakukan apa-apa, lagi pula ini sangat seru" ucap Yang Guo sambil cengengesan.


"Diamlah kalian berdua, aku tengah berfikir tentang apa yang dilakukan oleh wanita itu? aku takut itu adalah triknya" cetus pangeran Li Jiancheng.


__ADS_2