Ekhidna

Ekhidna
Topeng Dan Pelayan Baru


__ADS_3

Xia long lue akhirnya membantu Li Jiancheng dan ia pun sangat terkejut saat melihat topeng di wajah Li Jiancheng terlepas.


"Pangeran anda tidak apa-apakan? Apakah pangeran pingsan? Dia bahkan tidak sadar topengnya terlepas" ucap Xia long lue sambil menggoyangkan tubuh pangeran Li Jiancheng yang terlihat tengkurap.


Xia long lue pun perlahan membalikkan tubuh pangeran Li Jiancheng, Lagi-lagi Xia long lue syok dan tak menyangka jika wajah pangeran Li tak memiliki luka sedikitpun.


"Bukankah wajah pangeran memiliki bekas luka? Tapi kenapa tidak ada? Atau jangan-jangan pangeran Li Jiancheng selama ini hanyalah berpura-pura menjadi jelek agar tak ada wanita yang berani mendekatinya?" fikir Xia long lue.


Sebelum sadar, Xia long lue segera memakaikan kembali topeng pangeran Li Jiancheng ke wajahnya. Setelah selesai, Tiba-tiba pangeran Li Jiancheng menarik tangan Xia long lue dan menindihnya.


"Apakah kau baru saja melihat wajahku? Cepat katakan atau kubunuh kau sekarang juga" ucap pangeran Li Jiancheng dengan kesal.


"Tidak, saat kau pingsan aku mencoba menggoyangkan tubuhmu dan saat itu juga kau sadarkan diri. Aku benar-benar tidak melihat wajahmu itu pangeran" ucap Xia long lue.


"Aku tidak ingin kau melihat wajahku yang mengerikan ini. Aku takut kau akan lari saat melihatnya"


"Pangeran tidak erlu takut. Baik jelek ataupun tampan aku tetap akan berada di sisi pangeran. Pangeran adalah suamiku baik pnampilan dan kekayaan aku tetap akan disisi pangeran dan tetap akan mendukung pangeran sampai kapanpun"


"Apakah dia menyatakan cintanya kepadaku?" tutur pangeran Li Jiancheng dalam batinnya.


"Ternyata selama ini kau memiliki rasa terhadapku. Aku sedikit terkejut hari ini mendengar pengakuan cintamu ini" ucap pangeran Li Jiancheng sambil mencubit pipi Xia long lue.


Pangeran Li Jiancheng yang menatap Xia long lue tiba-tiba merasa aneh dan panas. Kemudian pangeran Li Jiancheng menarik ikatan baju Xia long lue.


"Eh pangeran apa yang kau lakukan? Jangan sekarang, kita berada di tempat terbuka jadi jangan disini. Dirumah saja yah" ucap Xia long lue.


Namun pangeran Li Jiancheng tak menghiraukan perkataan Xia long lue. Pangeran perlahan membuka pakaian Xia long lue dan melakukannya. Tak perlu pejelasan sedetail mungkin, kita pasti tau apa yang dilakukan suami istri saat berduaan.


"Pangeran, nanti orang lain melihat kita. Dirumah saja"


"Tidak akan ada yang melihat kita, percaya padaku. Lagi pula kita ini suami istri"

__ADS_1


"Tapi pangeran_"


"Aku sangat mencintaimu istriku. Perkataan ku ini jujur" ucap pangeran Li Jiancheng dan kembali mengecup lembut bibir Xia long lue.


***


Ditengah pasar, pangeran Li Jiancheng terlihat bersiul sambil menatap istrinya memegang makanan ditangannya.


"Tadi di bukit dia manis sekali, tapi kenapa sekarang dia terlihat cuek lagi? Wanita memang seperti cuaca, cepat berubah-ubah" fikir pangeran Li Jiancheng.


"Xia long lue!"


"Ada apa lagi pangeran?" ucap Xia long lue sambil mengunyah makanan.


"Kenapa kau sangat dingin kepadaku. Padahalkan kita berdua baru saat tidur bersama" ucap pangeran Li Jiancheng secara terang terangan.


"Pangeran, kita sedang di tempat yang ramai, kenapa pangeran mengatakan hal seperti itu?" ucap Xia long lue dengan wajah merona.


"Adakah yang ingin membeli seorang pelayan, aku sangat membutuhkan uang untuk pengobatan anak dan istriku. Aku hanya bisa menjual pelayanku ini. Adakah yang berminat untuk membelinya?" ucap laki-laki tersebut.


Xia long lue mengangkat tangannya dan bersiap untuk membeli kedua pelayan tersebut. Namun tiba-tiba seorang pejabat yang tua, berambut putih begitu juga dengan janggutnya dan juga gemuk, juga berkeinginan untuk membeli pelayan tersebut.


"Aku yang berhak membeli pelayan ini. Aku adalah pemimpin di daerah ini dan juga orang yang harus di hormati di daerah ini" ucap lelaki tua dengan sombongnya.


"Kau memang pemimpin daerah, akan tetapi aku adalah seorang jenderal di kerajaan. Bukankah aku yang lebih pantas untuk membeli kedua pelayan ini?"


Mendengar ucapan Xia long lue, Tiba-tiba laki-laki tua tersebut tertawa.


"Kau wanita yang tidak sopan. Haruskah kau berbohong dengan perkataan itu? Aku akan mengajarimu sopan santun dengan baik, kemarilah" ucap pengawal lelaki tua itu dan mulai menarik tangan Xia long lue.


Untungnya pangeran Li Jiancheng menahan dan menangkis tangan pengawal tersebut.

__ADS_1


"Siapa kau yang berani ingin menyentuh istriku. Apakah kau tidak takut aku akan memberimu hukuman? Kau juga sangat berani melawan jenderal kerajaan, sepertinya kau tidak takut dengan hukuman apapun?"


"Aku bisa sendiri memberi mereka hukuman. Pangeran tidak perlu turun tangan dengan masalah kecil seperti ini"


"Anda adalah pangeran Li Jiancheng?" ucap pengawal tersebut sambil melangkah mundur dan gemeteran karena takut.


"Jika dia pangeran Li Jiancheng, itu artinya wanita itu istrinya yang tak lain jenderal kerajaan?" bisik lelaki tua itu.


"Karena kalian telah melakukan kesalahan dengan istriku, maka berlututlah dan meminta ampun kepadanya"ucap pangeran Li Jiancheng.


Kedua lelaki itupun melakukan sesuai dengan yang diperintahkan oleh pangeran Li Jiancheng.


"Kami memohon ampun putri, kami tidak akan melakukannya lagi. Kedua pelayan itu sekarang menjadi milik putri" ucap lelaki tua sambil bersujud.


"Pergilah, aku tidak ingin melihat kalian berdua lagi! Cepat pergi dari sini sekarang juga!" cetus Xia long lue.


Kedua pelayan itupun maju dan berterima kasih pada Xia long lue dan juga pangeran Li Jiancheng. Kedua pelayan itu juga berjanji akan menjadi pelayan yang setia Xia long lue dan pangeran Li Jiancheng.


"Apakah kalian berdua bisa menjadi pelayan kami? Aku sudah memiliki pelayan yang setia dan juga lemah lembut. Aku ingin seorang pelayan yang bisa membantuku dalam hal apapun"ucap Xia long lue.


"Yang mulia, hamba adalah Olan dan hamba bisa bela diri. Hamba bisa melindungi yang mulia dan yang mulia tida perlu takut akan hal fisik. Sedangkan dia adalah adikku Ozhu, dia sangat cerdik dan dapat membantu yang mulia jika yang mulia kesusahan menemukan ide" ucap Olan.


"Aku sangat bahagia melihat kalian berdua lagi" fikir Xia long lue smail tersenyum.


"Istriku, seperti kau sangat menyukai mereka berdua?" bisik pangeran Li Jiancheng.


"Yang pangeran katakan itu sangat benar. Aku menyukai kedua pelayan ini dan aku akan membawanya pulang. Pangeran tidak keberatan kan?" jawab Xia long lue dengan berbisik balik pada pangeran Li Jiancheng.


"Jika istriku sangat menyukainya, maka aku juga akan sangat setuju dengan keputusan istriku ini" ucap pangeran Li Jiancheng yang melangkah maju mendekati Xia long lue.


"Pangeran jangan melakukan hal apapun disini. Sekarang kita pulang! Aku ingin mengatakan sesuatu pada pelayan ini saat dirumah nanti" ucap Xia long lue dan melangkah pergi dan diikuti oleh Olan dan Ozhu.

__ADS_1


__ADS_2