
Ying Fei kembali memanggil Xia Yang untuk meminta pertolongan. Namun Xia Yang tak menghiraukan nya. Namun Ying Fei tetap dengan kekehnya memanggil Xia Yang hingga membuat Xia Yang gugup.
"Sepertinya pelayan ini telah kehilangan akal, apakah pikiran mu itu hilang akibat dipukul?" ucap Xia Yang sambil menunjuk kepada Ying Fei.
"Apa maksud nyonya, kenapa dia tiba-tiba berubah dan sangat berbeda! Kalau begitu jangan salahkan aku untuk mengatakan yang sebenarnya!" fikir Ying Fei.
"Nona, jujur saja hamba dihasut oleh seseorang untuk mengkhianati nona"
"Siapa yang menghasutmu Ying Fei?" tanya Xia long lue.
"Dia adalah Nona Xia Yang, dialah yang merencanakan ini semua Nona!"
"Itu tidaklah benar. Kamu pelayan hina berani menuduhku?! Pukul dia sampai mati sekarang!" cetus Xia Yang agar tak dicurigai.
"Nona Xia Yang adalah dalang ini semua Nona, bahkan dulu nona Xia Yang lah yang membunuh adik Nona, karena ia iri dengan kecantikan adik Nona! Aku melihat dengan kepalaku sendiri jika nona Xia Yang mendorongnya hingga jatuh tenggelam kedalam sungai!"
Xia long lue terbelalak mendengar pengakuan Ying Fei.
"Ternyata yang membunuh adik adalah Xia Yang! Hati wanita ini sebenarnya terbuat apa? Kenapa dia sangat berani melakukan hal yang keji ini. Dia seperti berhati iblis" fikir Xia long lue sambil melirik Xia Yang.
Karena pengakuan Ying Fei membuat semuanya tertegun, Xia Yang pun mencoba untuk mengambil perhatian putra mahkota agar tuduhan tersebut tidaklah benar.
"Putra mahkota, pelayan hina itu berbohong, dia memfitnah ku putra mahkota!"ucap Xia Yang sambil menangis dan memegang tangan putra mahkota.
"Wow, air mata buayanya membuatku mau muntah" fikir Xia long lue sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Xia Yang, jangan menangis. Aku ada disini dan aku tentunya akan mendukung mu, aku tidak akan membiarkan pelayan ini menjebak mu!" ucap putra mahkota sambil mengelus rambut Xia Yang.
"Xia Yang benar-benar wanita penggoda. Kucing jika diberikan ikan pasti dimakan, seperti itulah yang aku lihat sekarang ini" fikir Xia long lue sambil memutar bola matanya.
"Pengakuan aku ini adalah kebenaran yang sebenarnya! Nona Xia Yang ini adalah wanita yang kejam dan dia selalu ingin membunuhmu..." ucap Ying Fei.
Xia long lue pun merebut kayu yang di genggam Yang Guo. Dengan sekuat tenaga, hanya sekali pukulan dan tepat mengenai kepala Ying Fei hingga akhirnya Ying Fei mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
"Kematian sudah ada didepannya, dan dia masih berani ingin menghancurkan hubungan kami!" cetus Xia long lue.
"Benar adik, pelayan hina ini pasti sedang ingin memperselisih hubungan diantara kita berdua. Lebih baik pukul dia sampai mati!!" ucap Xia Yang sambil keringat dingin.
"Hahaha, nona Xia Yang pasti akan menerima karmanya cepat ataupun lambat! Dengarkan baik-baik, nona Xia Yang aku akan menunggumu di neraka" ucap Ying Fei dan akhirnya tewas di tempat.
Xia Yang pun akhirnya juga tak sadarkan diri karena melihat Ying Fei tewas didepan matanya. Sementara putra mahkota terlihat panik dan segera membantu Xia Yang.
"Hm, ini baru permulaan untukmu Xia Yang. Tunggu hadiahku selanjutnya, aku yakin kamu akan lebih suka" fikir Xia long lue sambil menatap Xia Yang yang tak sadarkan diri.
***
Di paviliun Xia long lue, ia tengah asik tertidur dibawah pohon yang rindang dan ditemani oleh pelayan setianya Fu Me.
"Aku sangat syok dan tak menyangka jika Ying Fei ternyata selama ini mengkhianati Nona. Padahal kita semua memperlakukannya seperti saudara kandung. Aku jadi sedih" ucap polos Fu Me.
"Kau tidak perlu bersedih untuk orang seperti Ying Fei. Aku akan mencari saudara yang bisa menggantikan posisi Ying Fei. Aku yakin kamu akan menyukainya dan juga akan menganggapnya seperti saudara kandung sendiri" ucap Xia long lue.
Tak lama pun pangeran Li Jiancheng pun datang dan memberi kode pada Fu Me untuk menjauh.
"Bangun! Aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu!"ucap pangeran Li Jiancheng.
"Pangeran katakan saja, aku tidak bisa bangun, dan aku hanya ingin berbaring. Memangnya pangeran ingin mengatakan sesuatu penting seperti apa? Aku sudah nyaman berbaring seperti ini" balas Xia long lue.
"Kamu benar-benar sudah lancang dan berani terhadapku" ucap pangeran Li Jiancheng sambil menatap serius Xia long lue.
Xia long lue hanya cuek dan tetap menikmati berbaring di bawah pohon. Pangeran Li Jiancheng tidak tinggal diam, ia mendekat dan langsung saja mencium dengan lembut bibir Xia long lue. Sontak saja Xia long lue terbangun dengan mata melotot.
"Pangeran, apa yang kau lakukan ini?"
"Tentu saja yang aku lakukan ini hanya ingin membuatmu terbangun dan mendengarkan perkataan ku"
Wajah Xia long lue memerah dan tertegun melihat pangeran Li Jiancheng.
__ADS_1
"Kamu ternyata hanya patuh disaat kamu dihukum seperti ini"
Xia long lue mengepalkan kedua tangannya.
"Dasar pangeran mesum"teriak Xia long lue.
Pangeran Li Jiancheng pun berlari karena melihat Xia long lue siap untuk memukulnya.
"Jangan coba lari pangeran! Aku akan memberimu pelajaran"
"Apakah kau berani menyerang seorang pangeran?" ucap pangeran Li Jiancheng sambil berlari.
"Bagaimana aku tidak ingin memukul pangeran, barusan pangeran menciumku tanpa meminta izin dariku"
Sementara pengawal yang melihat Xia long lue dan Pangeran Li Jiancheng tengah lari-larian dan mendengar ucapan mereka berdua membuat semuanya menganga dan merasa sangat terharu.
"Ini pertama kalinya aku mendengar seseorang memanggil pangeran mesum" ucap Yang Guo.
"Ya Tuhan, selama 20 tahun ini, akhirnya pangeran mendapat pencerahan! Ini membuatku sangat terharu" ucap pengawal lainnya sehingga yang lainnya ikut menangis terharu terutama Yang Guo.
"Aku sangat bersyukur akhirnya aku tahu bahwa pangeranku masih menjadi laki-laki normal. Ini benar-benar sebuah keajaiban yang aku lihat" ucap Yang Guo sambil berlutut.
"Sudah-sudah, lebih baik kita rayakan saja atas pangeran telah mendapat pencerahan" ucap Yi Deng.
"Aku sangat setuju, tunggu apa lagi ayo jalan" ucap Yang Guo dengan penuh semangat.
semuanya pun mengikuti langkah Yang Guo sambil menghapus air mata di pipinya.
"Eh, apa nggak apa-apa kalau kita merayakan ini tanpa pangeran?" tanya Yang Guo.
"Santai saja, aku rasa pangeran bersyukur karena kita semua melihatnya mendapat pencerahan" balas Yi Deng.
Semuanya pun menganggukkan kepala sambil tersenyum puas.
__ADS_1