Ekhidna

Ekhidna
Seekor Ular Kecil


__ADS_3

Dengan senyuman psycho, Xia Yang siap untuk menertawakan Xia long lue.


"Jujur saja yang mulia dan para tamu yang hadir pada festival ini. Sebenarnya saya hanyalah orang bodoh dan Karena itu saya hanya bisa memainkan beberapa lagu pahlawan disaat medang tempur. Saya takutnya jika saudari Xia Yang tidak cocok untuk tarian kakak nantinya"


"Adikku yang manis, jangan merendahkan dirimu. Musik dalam bentuk apapun yang kamu mainkan, dapat aku sesuaikan, jadi adik tenang saja"


"Aku sangat bersemangat. Saya bisa melihat penampilan dari mereka bersaudara di istana ini sekarang. Mereka benar-benar keluarga yang berbakat" ucap salah satu tamu yang hadir.


"Baiklah, karena kau akan menyesuaikan dengan musik yang aku bawakan, maka bersiaplah Xia Yang. Tentu saja kamu tidak akan menyangka jika aku dapat memainkan alat musik dan lagu yang akan kupersembahkan adalah lagu sihir yang dapat mempengaruhimu dalam tarian" lirih batin Xia long lue.


Pertunjukan pun dimulai, Xia long lue memainkan musik dan Xia Yang menari. Namun lama kelamaan Xia Yang merasa ada yang aneh terhadap dirinya. Tiba-tiba seluruh sekeliling Xia Yang menjadi gelap.


"Apa ini? Kemana semua orang? Kenapa disini terlihat sangat gelap?" ucap Xia Yang dengan pelan.


Tiba-tiba Xia Yang melihat darah disekelilingnya dan membuat dirinya menjadi takut dan bergetar. Saat berbalik pun ia melihat bayi yang tergeletak dengan penuh darah di tubuh bayi tersebut.


"Aaaa... Tidakkkk, apa yang kulihat ini! Tolong!!" teriak Xia Yang.


Semua mata pun tertuju pada Xia Yang yang terlihat panik dan ketakutan.


Xia long lue pun berhenti memainkan musiknya dan bergegas menuju ke arah Xia Yang.


"Waktunya pertunjukan dimulai" ucap Xia long lue dalam batin.


"Kakak ada apa? Kenapa kakak tiba-tiba berteriak histeris?"tanya Xia long lue.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia tiba-tiba berteriak seperti orang gila, selir pangeran Li Jiancheng telah memainkan musik yang indah, tapi kenapa dia tiba-tiba histeris? Bukankah dia wanita yang berbakat dalam menari?" bisik para tamu.


"Maafkan aku kakak, ini semua adalah salahku. Aku seharusnya tahu kalau kakak ini sangat lemah dan tidak pantas dengan lagu perjuangan yang aku mainkan tadi, maafkan aku membuatmu malu kak Xia Yang"


"Setahuku kau tidak pernah bermain musik, lalu dari mana kau tahu soal lagu ini?" tanya Xia Yang.


"Jangan fikirkan itu kakak, apakah kakak baik-baik saja?" ucap Xia long lue sambil menyuruh seekor ular kecil untuk bersembunyi dalam pakaian Xia Yang.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang Xia Yang kembali istirahat, dia baru saja sembuh dari penyakitnya kemarin" ucap sang Ratu membela Xia Yang agar tak malu.


"Dasar Ratu abal-abal, aku yakin dia sedang membantu Xia Yang agar tidak malu" ucap dalam batin Xia long lue.


"Tunggu dulu, aku sangat terpukau dengan musik yang dimainkan oleh jenderal kita ini, aku merasa jika musik tersebut adalah musik perjuangannya selama berperang dengan jutaan prajurit. Ini membuatku sangat kagum terhadap jenderal kita ini. Hari ini saya akan memberikan panah perakku untuk jenderal kita sebagai hadiah" ucap yang mulia Kaisar.


"Wow ini benar-benar keberuntungan jenderal. Panah itu adalah panah yang luar biasa dan terhebat milik yang mulia kaisar dan sekarang diberikannya untuk jenderal wanita kita" ucap hakim.


"Aku teringat tiga tahun lalu saat aku melihat yang mulia kaisar merusak panahnya ini. Dan sekarang dia memberikannya padaku. Mengingat masa lalu membuat ku sangat marah dan ingin menangis" ucap Xia long lue dengan pelan disertai mata yang tengah menahan air matanya terjatuh.


Xia long lue pun menerima panah tersebut dan berterima kasih pada yang mulia kaisar. Mungkin di masa lalu Xia long lue melihat panah tersebut tengah dirusaki yang mulia karena dirinya dan hari ini ia diberinya karena demi dirinya juga sebagai seorang jenderal.


Namun apapun yang berubah dimasa depan, aku akan tetap memberi pelajaran pada orang-orang yang menyakitiku.


Tiba-tiba Xia Yang kembali histeris dan berlarian di sekitar pejabat hingga akhirnya pakaiannya tersangkut dan robek.


"Wah, lihat kulitnya" ucap salah satu pejabat sambil menunjuk ke arah paha Xia Yang yang terlihat akibat pakaiannya rusak.


"Hahahaha, saya seperti melihat paha ayam"


"Ini semua karena seeokor ular yang mulia" ucap Xia Yang.


"Ular? Bagaimana mungkin ada ular di ruangan ini? Mungkin kau hanya berkhayal" ucap kaisar.


"Hamba tidak berbohong yang mulia, hamba mohon untuk yang mulia memeriksa tempat ini" balas Xia Yang.


"Baiklah kalau begitu, tapi kamu silahkan pergi dan istirahat saja sekarang"


"Terimakasih yang mulia" ucap Xia Yang dan pergi diantar oleh dayang-dayangnya.


"Malam ini tentu saja akan membuatmu malam yang tak terlupakan dan ini belum berakhir untukmu Xia Yang" ucap Xia long lue dalam batin.


Saat semuanya tengah asik minum anggur, Xia long lue pun bergerak menuju kearah paviliun Xia Yang. Ia kemudian kembali mengeluarkan seekor ular dan menyuruh ular tersebut untuk menakuti Xia Yang.

__ADS_1


Sementara Xia Yang tengah terduduk sambil memarahi pelayannya. Bahkan Xia Yang menyirami pelayan tersebut dengan segelas teh panas. Tiba-tiba seeokor ular kecil pun masuk dan mengejutkan Xia Yang.


"Dasar ular yang menjijikkan, lihat pembalasanku malam ini"


Xia Yang pun mengambil sebuah pisau dan siap untuk melukai ular tesebut, akan tetapi ular kecil tersebut dengan gesitnya mengarah ke Xia Yang dan mematok kaki Xia Yang.


"Oh tidak, ular kecil itu pasti berbisa. Pelayan cepat panggilkan tabib kemari" teriak Xia Yang.


Tak menghitung menit, Xia Yang pun terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Malam ini aku tidak akan membunuhmu, karena aku harus menyiksamu secara perlahan. Dimasa lalu kau telah membunuh anakku dan sekarang aku hanya memberimu gigitan kecil. Ular yang kuberikan malam ini tidaklah beracun, akan tetapi kedepannya akan kuberikan bisa yang mematikan untukmu" ucap Xia long lue yang bersembunyi dari balik pohon.


Tanpa sadar Xia long lue tengah diperhatikan oleh Pangeran Li Jiancheng dan menghampiri Xia long lue.


"Malam-malam begini apa yang selirku lakukan dibawah pohon? Apakah kau tengah mengintip seseorang?"


"Pangeran jangan pedulikan aku, nikmati saja pestanya"


"Aku semakin curiga jika kau tengah mengintip seseorang! Apakah dia seorang laki-laki?"


"Aku tidaklah mata keranjang pangeran, jadi berhenti berfikir aku tengah mengintip laki-laki. Jika ada yang mendengar perkataan yang mulia pangeran bukankah itu juga akan merusak citramu yang mulia?"


"Lalu kau sedang apa disini sendirian?"


"Aku cari burung yang mulia"


"Untuk apa kau cari sementara kau sudah memilikinya"


"Maksud pangeran?"


Pangeran Li Jiancheng hanya tersenyum sambil menatap Xia long lue.


"Wah.... Pangeran berfikir kotor ternyata"

__ADS_1


"Lagi pula kau ini adalah istriku, jadi aku tidak setuju kamu memelihara apapun itu karena aku tidak mau kasih sayangmu itu terbagi dan teralihkan saat bersamaku nanti"


"Fiuh, terserah pangeran" ucap Xia long lue dan pergi.


__ADS_2