Ekhidna

Ekhidna
Drama Malam Hari


__ADS_3

Dikediaman pangeran Li Jiancheng, Xia long lue kini terlihat memanggil Zhou untuk mengetesnya apakah dia akan memberikan ide yang menarik.


"Zhou, saudarimu mengatakan jika kau itu pintar, jadi aku ingin mendengar ide apa yang akan kau berikan kepadaku ini? Jadi bersiaplah Zhou"


"Siap nyonya"


"Kamu panggil aku saja nona"


"Baik nona"


"Zhou, jika ada seseorang yang sudah melakukan kesalahan atau sebuah dosa, dan akupun menyadari bahwa akupun tidak bisa membunuhnya, menurutmu apa yang harus aku lakukan pada orang seperti. Aku ingin memberinya hukuman, tapi aku tidak tahu hukuman apa yang cocok untuknya" ucap Xia long lue.


"Jika orang itu melakukan dosa yang besar, maka tentunya dia pasti akan sangat ketakutan untuk membayarnya suatu saat nanti, jadi menurutku hukuman yang pantasnya untuknya itu_" ucap Zhou.


"Hukuman apa?"


Zhou kemudian membisikkan ide tersebut pada Xia long lue. Xia long lue pun bereaksi gembira dengan ide yang diberikan oleh Zhou.


"Ini ide yang sangat luar biasa Zhou, baiklah nanti malam kita akan melakukan drama yang besar. Terimakasih Zhou atas idemu ini"


"Saya senang karena bisa membantu nona" ucap Zhou sambil tersenyum.


***


Malam hari, dikediaman putra mahkota, ia dan Xia Yang tengah berduaan dalam ruangan. Bahkan lilin pun menjadi padam semuanya.


Keduanya melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan sebelum menikah.


"Xia Yang, aromamu sangat wangi dan membuatku semakin ingin mendekap dalam pelukanmu ini"


"Aku senang jika yang mulia menyukainya, yang mulia tidak akan meninggalkan akukan? Aku telah menyerahkan semuanya pada yang mulia" ucap Xia Yang.


"Kau adalah wanita yang aku cintai, aku tidak mungkin meninggalkan mu" ucap putra mahkota dan lanjut mencium bibir Xia Yang dan juga melakukan adegan panas di atas ranjang.


Tak lama pun keduanya akhirnya tertidur, namun Xia Yang tiba-tiba terbangun karena merasa haus. Saat beranjak dari ranjang, ia pun menoleh kearah jendela. Saat itu juga ia melihat sosok hantu dan kemudian berteriak.

__ADS_1


"Hantu!" teriak Xia Yang sambil berlari menuju ke atas ranjang dan mengambil selimut untuk menutupi dirinya.


Putra mahkota pun terbangun akibat teriakan Xia Yang.


"Sayang ada apa? Kenapa kau berteriak ditengah malam ini?" tanya putra mahkota dengan heran.


"Yang mulia, aku melihat hantu. Hantunya itu sangat mirip dengan Ying Fei. Apa jangan-jangan dia memang Ying Fei dan menggangguku!"


"Mungkin yang kau lihat itu hanyalah halusinasimu!"


"Aku sangat takut yang mulia"


"Baiklah aku akan memeriksanya dan kau tunggu disini, jangan kemana-mana" ucap putra mahkota dan segera mengeceknya diluar.


"Ying Fei jangan ganggu aku, aku mohon padamu. Lagipula bukan aku yang membunuh mu tapi Xia long lue. Lebih baik kau mendatangi Xia long lue bukan aku!"bisik Xia Yang.


Tiba-tiba muncullah hantu tersebut dari bawah ranjang, hantu itu penuh dengan darah diwajahnya, bahkan ia memanggil nama Xia Yang.


Xia Yang pun akhirnya berlari keluar dengan pakaian dalam tanpa memikirkan apapun. Ia hanya perlu berlari menjauh dari hantu tersebut. Xia Yang terus meminta tolong tanpa mengetahui bahwa diluar banyak pengawal dan juga putra mahkota dan ratu tengah berbicara.


" Xia Yang, ada apa denganmu? Apakah kau tidak sadar jika kau keluar dengan penampilan seperti ini? Kau adalah calon putri Mahkota harusnya kau perhatikan baik-baik sebelum kau berlari keluar"cetus ratu.


"Ini pasti ada seseorang yang merencanakan untuk menakuti Xia Yang. Pengawal cepat cari sekarang juga dan langsung saja bunuh saat kalian menemukannya!" perintah putra mahkota.


Sementara dikediaman pangeran Li Jiancheng, Xia long lue tertawa dengan puasnya. Ia sangat merasa bahagia dan lucu.


"Malam ini sangat seru. Berkat ide cemerlang Zhou ini Xia Yang menjadi ketakutan. Bukan hanya itu saja, ia juga akan sangat malu karena keluar dengan penampilan yang sangat kacau. Ini benar-benar sangat seru dan aku menikmatinya" ucap Xia long lue sambil membuka wig dan juga membersihkan wajahnya dari noda merah.


"Aku justru sangat terkejut nona, karena nyatanya putra mahkota dan Xia Yang saudari nona melakukan hal yang tak sepatutnya mereka lakukan sebelum menikah. Ini benar-benar menodai nama keluarga nona" ucap Zhou.


"Aku tidak perduli dengan nama keluarga ku lagi, tak ada yang menyayangiku disana. Sebenarnya Xia Yang adalah wanita yang bermuka tebal dan hanya mau menang sendiri"


Tiba-tiba pangeran Li Jiancheng pun datang. Zhou pun akhirnya keluar dari ruangan.


"Sepertinya istriku sangat bahagia malam ini! Istriku, jika kau melakukan sesuatu harus perlu berhati-hati" ucap pangeran Li Jiancheng sambil melemparkan batu giok pada Xia long lue.

__ADS_1


"Ini adalah batu giokku bagaimana bisa ada ditangan pangeran?"


"Kau melakukan aksi yang sangat seru di kerajaan dan kau tak menyadari telah menjatuhkan batu giokmu disana. Untungnya aku mengikutimu dan segera mengambil batu giok ini kembali, jika tidak kamu mungkin sudah dibunuh oleh putra mahkota"


"Pangeran ternyata diam-diam membantuku. Aku ucapkan terimakasih karena telah menokongku"ucap Xia long lue.


Pangeran Li Jiancheng mendekati Xia long lue sambil memegang pinggang Xia long lue.


"Apakah istriku ini tidak ingin memberiku sebuah hadiah sebagai ucapan terimakasih?"


"Pangeran lebih baik kembali ke ruangan pangeran sekarang juga, lagi pula ini sudah tengah malam. Apa lagi besok harus menghadiri perjamuan pagi-pagi. Jadi lebih baik sekarang pangeran silahkan keluar"


"Baiklah aku akan pergi. Kali ini kau berhutang kepadaku. Lain kali aku akan menagih mu" ucap pangeran Li Jiancheng sambil mencium ujung rambut Xia long lue.


"Bisakah pangeran tidak melakukan hal ini? Aku deg-degan karena tingkahnya padaku. Aku harus tenang" fikir Xia long lue.


"Aku akan pergi, semoga kau tidur dengan nyenyak istriku" ucap pangeran Li Jiancheng dan pergi meninggalkan Xia long lue.


"Fiuh, akhirnya pangeran pergi juga. Ada apa denganku? Kenapa aku merasa benar-benar mulai menyukai pangeran Li Jiancheng. Aaaa....aku jadi bingung!" ucap Xia long lue sambil garuk-garuk kepala.


Fu Me kemudian kembali masuk ke ruangan dan melihat tingkah aneh Xia long lue.


"Nona kenapa? Apakah nona lapar?" tanya Fu Me.


"Tidak, aku sudah kenyang" ucap Xia long lue sambil berjalan bolak balik.


"Nona sekarang tidurlah, besok adalah perjamuan di taman kerajaan. Apa lagi itu adalah perjamuan bunga krisan" ucap Fu Me sambil tersenyum manis.


"Hm, kalau gitu aku tidur sekarang, kau padamkan lilin"


"Baik nona"


"Aku harus tetap fokus, dan tidak boleh memikirkan apapun juga" fikir Xia long lue


Terkadang rasa suka yang tak kita sadari membuat kita terus menerus memikirkannya.

__ADS_1


__ADS_2