Ekhidna

Ekhidna
Takdir Naga Yang Disandingkan Burung Phoenix


__ADS_3

Semua yang hadir di pernikahan Xia Yang dan pangeran Li Yuan mejadi kaget dan tak pernah menyangka jika Xia Yang hari ini hanyalah seorang selir.


"Ini untuk pertama kalinya seorang selir dari keluarga istana sendiri"


"Xia Yang benar-benar sangat kasihan!"


Semua yang hadir saling berbisik dan menatap kearah Xia Yang.


"Aaa... Tidak mungkin, ini semua mustahil. Aku tidak mau menjadi selir! Pangeran tolong jelaskan pada kaisar bahwa aku ini adalah istri mu dan akan menjadi putri, bukan menjadi selir"ucap Xia Yang sambil membujuk pangeran Li Yuan.


" Xia Yang membuat keributan lagi, ini benar-benar memalukan"fikir sang kaisar.


"Baiklah, Xia Yang akan memasuki istana dari pintu samping sebagai selir"ucap sang kaisar.


Xia Yang hanya menangis menatap kenyataan pahitnya. Sementara para tamu mulai mencicipi makanan dan minuman yang disediakan pelayan istana.


"Penasihat kerajaan, aku ingin tahu mengapa kau membuat Xia Yang menjadi selirku, aku fikir dia akan membantuku dan akan saling menguntungkan jika dia menjadi permaisuri ku, tapi hal apa yang membuat Penasihat tiba-tiba berubah fikiran?" tanya pangeran Li Yuan pada Penasihat kerajaan.


"Pangeran, jujur saja hal ini juga membuat ku sangat terkejut. Saat melihat Xia long lue tadi tiba-tiba auranya terlihat sangat kuat dan sekilas aku melihat auranya menjadi naga dan disandingkan dengan burung Phoenix. Ini pertama kalinya aku melihat takdir yang luar biasa"


"Apa? Lalu kita harus bagaimana Penasihat? Xia long lue telah menikah dengan Li Jiancheng!"


"Kita harus membuat Xia long lue berada di piak kita. Bukankah sebelumnya pangeran memberitahuku bahwa Xia long lue mencintai pangeran?"


"Dulu dia sangat menyukaiku, tapi entah kenapa dia tiba-tiba berubah. Dia sangat dingin dan menjauhiku"


"Maka pangeran harus membuat Xia long lue kembali mencintai pangeran. Jika pangeran menikah dengan Xia long lue maka pangeran dapat menaklukkan dunia ini!"


"Tapi menikahi Xia Yang juga tidak ada salahnya, ayahnya adalah Panglima Besar dan memiliki pasukan militer yang sangat besar"


"Pangeran harus ingat bahwa Xia Yang pernah bersama Putra Mahkota, kita tidak boleh lengah terhadapnya. Jangan sampai dia menjadi mata-mata Putra Mahkota untuk melihat gerak gerik pangeran"

__ADS_1


Pangeran Li Yuan pun melanjutkan meminum anggur higga akhirnya dia menjadi mabuk berat. Karena mabuk akhirnya pangeran Li Yuan diantar menuju kediamannya. Sementara itu Xia Yang telah berada dalam ruangan menunggu kedatangan pangeran Li Yuan.


Saat memasuki ruangan, pangeran Li Yuan menyuruh pelayan serta pengawal untuk pergi. Kini tinggal merka berdua dalam ruangan. Tiba-tiba pangeran Li Yuan mendorong Xia Yang dan menindihnya.


"Pangeran, apakah anda mabuk? Kenapa anda meminum begitu banyak anggur?"


"Kau wanita murahan, katakan dengan jujur kepadaku sekarang ua, kau adalah mata-mata putra mahkota kan? Jika kau berani membohongi ku maka sekarang juga aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!!"


"Pa.. Pangeran tenanglah dulu"


"Kau ingin aku tenang seperti apa ha?! Lagi pula aku masih bisa menikahi Xia long lue untuk menjadikannya permaisuri ku"


"Pangeran harus sadar dan buka lebar-lebar mata pangeran, aku ini lebih baik dibandingkan dengan Xia long lue!"


"Memangnya siapa dirimu itu? Asal kau tau saja, Xia long lue memiliki takdir naga yang disandingkan dengan burung Phoenix"


Xia Yang pun sangat terkejut dan tak menyangka jika Xia long lue memiliki takdir yang luar biasa.


Saat itu juga mata-mata pangeran Li Jiancheng mendengar perkataan pangeran Li Yuan dan segera melaporkannya pada pangeran Li Jiancheng.


"Iya pangeran, hamba mendengar sendiri pangeran Li Yuan mengatakannya pada selir Xia Yang"


"Baiklah, kau boleh pergi"


Mata-mata itupun pergi dan raut wajah pangeran Li Jiancheng terlihat sangat bahagia mendengar hal tersebut.


"Istriku tidak memberitahuku soal ini. Kenapa dia tidak lansung mengatakannya yah? Istriku ini benar-benar sangat menarik"


Sementara di sisi lain Xia long lue tiba-tiba bersin.


"Kenapa aku tiba-tiba bersin? Jangan-jangan ada yang membicarakan ku. Gara-gara bersin tadi tanganku tersiram teh panas. Aku harus mengoleskan nya dengan obat" ucap Xia long lue sambil membuka botol obat.

__ADS_1


Tiba-tiba pangeran Li Jiancheng masuk dan mengagetkan Xia long lue.


"Ya ampun pangeran, inikan sudah tengah malam. Kenapa pangeran datang kesini? Pangeran bisa menunggu esok pagi untuk kesini. Apakah ada hal yang mendesak? Tanya Xia long lue dan menatap aneh pangeran Li Jiancheng.


"Kau adalah istriku, jadi aku tidak perlu ijin siapapun untuk kemari. Aku kesini hanya ingin melihat istriku tercinta yang memiliki takdir naga yang disandingkan dengan burung Phoenix. Maka dari itu aku takut kau akan kabur dariku"


"Dari mana pangeran Li Jiancheng mengetahui itu. Aku tidak pernah mengatakan oleh siapapun soal ini" fikir Xia long lue.


Pangeran Li Jiancheng pun meraih tangan Xia long lue yang terlihat merah akibat teh panas yang mengenainya. Kemudian pangeran Li Jiancheng mengoleskan obat pada tangan Xia long lue yang terluka.


"Pangeran tidak perlu repot-repot. Aku bisa sendiri mengobatinya" ucap Xia long lue sambil menarik kembali tangannya yang dipegang oleh pangeran Li Jiancheng.


Pangeran Li Jiancheng pun kembali meraih tangan Xia long lue dan kembali mengobatinya.


"Obat yang kugunakan ini adalah obat buatanku. Obat ini sangat manjur dengan luka seperti ini" ucap pangeran Li Jiancheng yang mengoleskan obat tersebut.


Xia long lue pun hanya terdiam.


"Istriku tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?"


"Yah pangeran katakan memang benar, lalu bagaimana dengan pangeran?"


"Apa maksud mu istriku?"


"Aku penasaran pada lukamu pangeran, aku fikir saat kecelakaan pasti memiliki beberapa luka seperti dikaki atau ditangan, tapi kenapa hanya pada diwajahmu pangeran?"


"Mengapa kau mengatakan hal seperti itu?"


"Pangeran mengetahui rahasia yaitu memiliki takdir yang luar biasa. Kenapa aku juga tidak boleh boleh mengetahui rahasia pangeran? Dalam pernikahan kita ini, kita telah melalui banyak hal dan saling membantu.Apakah pangeran masih mengira kalau aku adalah seorang mata-mata? Aku bahkan melihat pangeran selalu mencurigai ku"


Pangeran Li Jiancheng pun bangkit dan perlahan lahan ia menghela nafas. Pangeran kemudian menutup kedua matanya sambil berfikir jernih. Kemudian pangeran Li Jiancheng lagi-lagi menghela nafas.

__ADS_1


"Xia long lue, jangan pernah kamu berfikir untuk mengkhianati ku, aku juga ingin saling percaya padamu"


Pangeran Li Jiancheng dan Xia long lue pun saling menatap. Bahkan tatapan pangeran kali ini berbeda pada Xia long lue. Tatapannya terlihat sangat lembut namun juga terlihat kasihan. Seketika Xia long lue bangkit dan perlahan-lahan mendekati pangeran Li Jiancheng. Kedua mata Xia long lue pun tak teralihkan, ia tetap menatap kedua mata pangeran Li Jiancheng.


__ADS_2