Emissary Of The Night Shadow

Emissary Of The Night Shadow
kedatangan pihak kekaisaran.


__ADS_3

Rito, Ballut, dan Alesha langsung pergi menuju Ghetto dengan membawa seorang gadis besama mereka. Sepanjang perjalanan Rito selalu bersyukur karena misi beakhir dengan baik. Namun perkataan Ballut tentang membuat keadilan selalu terngiang dalam kepalanya. Rito seolah mengerti tapi juga seolah tidak mengerti maksud dari kalimat itu.


"Ada apa? Wajahmu terlihat tidak tenang." Alesha yang sedang berada di punggung Ballut berusaha untuk membuka percakapan. Rito menghela napas pelan, menggelengkan kepala.


"Tidak, bukan apa-apa. Memang ada yang sedang aku pikikan, tapi aku harus mencari tahu jawabannya sendiri." Rito menunduk menatap pijakan kakinya saat ini dengan sendu.


"Begitukah? Jika memang kamu sudah memutuskan seperti itu, maka aku sudah tidak punya hak lagi untuk bertanya." Alesha menghela napas, tersenyum tipis di wajahnya.


Mereka berjalan tanpa percakapan apapun setelah itu dan sampai di kediaman ketika hari sudah mulai menjelang pagi. Anggota Ghetto selalu menjalankan misi ketika malam tiba, sehingga mereka mendapatkan julukan sebagai "Night Shadow" atau bayangan malam. Bergerak dengan gesit seperti bayangan di malam hari.


Kedatangan mereka disambut oleh semua anggota Ghetto yang berada di sana, terutama Lexy yang berada di paling depan berpisah dengan kelompok selayaknya seorang pemimpin.


"Selamat datang kembali." Lexy menyambut mereka dengan senyum lebar.


Rito, Ballut, dan Alesha juga ikut tersenyum melihat sambutan itu. Meski hanya sedehana, namun mereka merasa senang mengetahui bahwa masih ada yang menunggu kedatangan mereka.


Disisi lain, di dalam sebuah kerajaan kekaisaran.


"Kaisar Muda, kita harus segera melakukan tindakan terhadap Night Shadow dengan segera. Sudah berulang kali mereka menyusup masuk ke dunia atas dan bahkan sampai membunuh beberapa bagsawan. Jika hal ini terus dibiarkan, kekaisran bisa jatuh pada tangan mereka." Seorang pria yang berusia kisaran lima puluh tahun membungkukan badan pada seorang anak lelaki yang tengah duduk di singgasana kekaisaran.


Anak lelaki itu sepeti sedang berpikir sebelum menanggapi ucapan yang dilontarkan padanya barusan. Dia adalah satu-satunya anak dari kaisar sebelumnya sehingga dia menjadi pewaris tunggal di usianya yang masih sangat muda.


Ketika dia baru menginjak usia tiga belas tahun, kedua orang tuanya ditemukan meninggal karena keracunan makanan. Dia terpaksa harus menyandang gelar sebagai kaisar karena dia merupakan anak tunggal.


"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan sebagai permulaan, Paman ed?" Kaisar muda melontarkan pertanyaan pada Edward, pria yang sama dengan yang melontarkan saran pada Kaisar Muda dan sudah dianggap sebagai seorang paman.

__ADS_1


Edward berdeham pelan, sambil mencoba mencari kalimat yang pas dan nyaman untuk dicerna oleh anak seusianya.


"Bagaimana dengan sebuah gertakan dan ancaman? Saya memiliki ide yang sangat luar biasa tentang itu." Edward menyunggingkan senyum licik di wajahnya.


"Baiklah, jelaskan padaku! Aku akan mendengarkannya terlebih dahulu."


Kaisar muda yang masih polos dengan antusias ingin mendengarkan rencana dari paman Ed.


"Kaisar Muda, Bagaimana jika kita mengirim Lucas kesana untuk memberi mereka sedikit peringatan? Kita tidak perlu mengirim banyak orang sehingga hal itu tidak akan terlalu mengundang keributan." Edward dengan segala hormat memberi saran kepada kaisar muda.


"Maksudmu Jenderal Lucas dari pasukan ketiga? Baiklah, kirim dia kesana." Kaisar Muda mengangguk, dengan mudah menyetujui saran dari Edward.


\*\*\*\*\*


Dua pekan sudah berlalu dengan cepat setelah misi pertama Rito, dua hari Rito habiskan memulihkan tubuhnya dan hari sisanya Rito gunakan untuk berlatih dengan Damond serta membaca buku martial art dan berlatih mana diwaktu luangnya.


Lalu di hari berikutnya ketika matahari baru naik sepenggalah, sebuah ketukan pintu yang terdengar sangat keras berhasil membangunkan Rito yang sedang tertidur di kasur empuknya.


"Siapa di sana?"


"Ini aku, Alesha." Suara seorang gadis menjawab pertanyaan Rito dari balik pintu dengan nada yang lembut. Rito beranjak turun dari kasur, membukakan pintu untuk Alesha.


"Ada urusan apa kamu datang kesini?" Rito langsung melontarkan pertanyaan pada Alesha ketika dia dengan sempurna membuka pintu.


"Huh!" Alesha terkejut melihat perubahan pada penampilan Rito yang cukup drastis. Padahal sebelumnya Rito tampak kurus, namun sekarang dia terlihat dengan tubuh yang gagah. Alesha juga terkejut dengan pancaran mana yang meluap-luap dari tubuh Rito saat ini.

__ADS_1


"Kenapa?" Rito bingung melihat tatapan Alesha yang menyapu tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Waw! Apa kamu benar-benar Rito yang aku kenal? hanya dalam dua pekan kamu bisa berubah sebanyak ini?" Dengan wajah terkejut dan tidak percaya Alesha kembali memperhatikan seluruh tubuh Rito.


"Tentu saja! Ini aku dapatkan karena aku berlatih mati-matian selama dua pekan saat kamu dan Ballut berada di rumah sakit." Rito meletakan dua telapak tangannya di pinggang, membuat raut wajah yang seolah membanggakan dirinya sendiri.


"Jadi, ada perlu apa?" Rito kembali pada topik utama, mengulang pertanyaan yang sama ketika dia baru saja membukakan pintu.


"Ah iya! Hampir saja aku lupa. Kakak Lexy memintamu untuk datang ke ruang pertemuan, tampaknya ada tamu penting disana." Alesha menggerakan bola matanya ke arah ruang petemuan berada.


"Baiklah." Rito mengangguk pelan, kemudian langsung bergegas menuju ruang pertemuan.


Sesampainya Rito di ruang pertemuan Rito langsung disambut dengan aura mencekam dari tamu yang tampak seperti kesatria kekaisaran.


"Hei, kamu harus tahu posisimu sekarang! Kamu sedang menginjakan kaki diwilayah siapa, huh?!" Dengan nada suara yang dingin Lexy mengancam ksatia itu dengan aura membunuhnya.


"Haha aku hanya ingin mengetes bocah itu. Jadi santai saja." ksatia itu menjawab dengan sedikit keringat diwajahnya.


"Duduklah!" Lexy mengisyaratkan pada Rito untuk duduk di kusi yang masih kosong. Rito menganguk, dengan cepat menarik sebuah kursi tidak jauh dari Lexy berada.


"Baiklah, dia sudah datang. Sekarang katakan tujuanmu datang ke wilayahku! Seingatku kekaisaran dan aku sudah sepakat untuk tidak mengusik satu sama lain, bukan?" Lexy melipat tangan di dada, menaikkan kedua kakinya pada meja panjang pertemuan.


"Sebelum itu, biarkan aku memperkenalkan diri karena masih ada anggota dalam perundingan ini yang belum mengenaliku." Ksatia itu berdeham pelan sembari melemparkan sebuah senyuman pada Rito.


"Aku adalah Jenderal dari pasukan ketiga, Lucas Etrezia. Senang bisa mengenalmu, anggota baru." Lucas membungkukkan badannya, memberikan sedikit hormat pada Rito.

__ADS_1


"Salam kenal namaku Rito, sebuah kehormatan bisa berjumpa dengan jendral pasukan ketiga kekaisaran." Rito beranjak berdiri dari kursinya dan membungkuk pada Lucas.


"Cukup basa-basinya! Jelaskan maksud dari kedatanganmu kesini." Lexy dengan nada mengancam dan tatapan mata yang sinis bertanya kepada Lucas.


__ADS_2