Emissary Of The Night Shadow

Emissary Of The Night Shadow
deklarasi perang.


__ADS_3

"Aku adalah Jenderal dari pasukan ketiga, Lucas Etrezia. Senang bisa mengenalmu, anggota baru." Lucas membungkukkan badannya, memberikan sedikit hormat pada Rito.


"Kedatanganku disini atas perintah Kaisar Muda untuk membacakan titah dari kekaisaran." Lucas berbicara sembari berdiri dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang terlihat mewah dari dalam pakaiannya.


Setelah Lucas mengeluarkan gulungan kertas mewah itu yang ternyata merupakan sebuah gulungan berisi titah kekaisaran, Lucas langsung membacakan isi dari titah tersebut.


"Kaisar menghimbaukan Lexy, pemimpin dari Night Shadow di Ghetto, untuk tidak semena-mena keluar masuk dunia atas dan tidak seenak hati membunuh bangsawan tidak peduli alasan apapun yang menjadi motif dibaliknya. Jika ada yang berani melanggar, maka Lexy sebagai Pemimpin Ghetto dan bawahannya akan dijatuhi hukuman yang berat." Lucas menutup kertas itu setelah selesai membacanya dan langsung bergegas untuk duduk kembali.


"Sial, ini jadi semakin merepotkan." Lexy berdecak keras tanpa berusaha menyembunyikan raut kesalnya di hadapan ksatria kekaisaran.


"Hanya itu saja. Tapi beraninya kalian tidak berlutut di hadapan titah kekaisaran?" Lucas mulai naik darah. Dia tidak bisa marah ketika sedang membacakan titah dari kekaisaran, arena hal itu sama saja dengan menghina kaisar.


"Berlutut? Untuk apa kami berlutut pada sebuah gulungan berisi tulisan?" Lexy mendengus pelan, membuang muka seolah meremehkan kekaisaran.


"Ini adalah penghinaan! Aku menangkapmu atas penghinaanmu pada Kaisar!" Lucas beranjak berdiri dari kursinya dengan kasar. Tangannya meraih pedang dan mengeluarkannya dari sarung pedang, mengacungkan ujung pedang pada Lexy.


"Apa yang kamu maksud dengan penghinaan, huh? Aku tidak pernah menghina Kaisar atau berkata buruk tentang itu. Lalu darimana kamu mengatakan bahwa itu adalah sebuah penghinaan?" Lexy mengangkat sebelah alisnya, menatap remeh pada Lucas.


"Dasar wanita sialan! berlutut di depan titah Kaisar adalah sebuah kewajiban!"


"Benarkah? Kalau begitu bawa padaku bukti bahwa itu adalah sebuah kewajiban!"


"Dasar keparat!" Lucas mengeraskan rahang. Urat di dahinya mulai mencuat dari balik kulit.

__ADS_1


Lucas merasa kesal karena dia tidak bisa memberikan bukti yang diminta oleh wanita tomboi di depannya. Peraturan yang mewajibkan berlutut di hadapan titah Kaisar merupakan peraturan tidak tertulis, sehingga tidak ada bukti nyata yang bisa ditunjukkan olehnya.


"Jadi langsung saja ke intinya. Jangan membuang banyak waktuku yang beharga." Lexy mulai mengisap rokoknya, membuat Lucas menjadi semakin kesal dan ingin cepat keluar dari situasi ini.


Lucas menghempaskan punggung pada sandaran kursi. Dia beberapa kali menghela napas panjang untuk menenangkan diri.


"Aku menemukan bukti dari kamera yang terpasang dalam kediaman seorang bangsawan bernama Yanoa Reylo bahwa tiga anggota dari Ghetto, maksudku tiga anggota Night Shadow melakukan penyusupan tadi malam dan membunuh beberapa penjaga serta pemilik kediaman alias bangsawan itu sendiri."


"Lalu apa? Bukankah dalam perjanjian mengatakan bahwa kekaisaran tidak akan campur tangan dengan setiap urusan yang dilakukan oleh keluargaku? Lalu sebaliknya, aku juga tidak akan melakukan campur tangan pada setiap urusan kekaisaran."


"Masalahnya adalah anak itu." Lucas menunjuk Rito yang duduk tidak jauh dari Lexy, membuat wanita itu menoleh seketika.


"Apa masalahnya dengan anak ini?" Lexy mengernyitkan dahi menatap Lucas. Terlihat sangat jelas bahwa raut wajahnya sangat haus akan penjelasan.


Lexy yang mendengarnya juga ikut terkejut. Pandangan wanita itu langsung menangkap ekspresi wajah Rito yang menakutkan dengan tatapan penuh nafsu balas dendam kebencian.


"Lihat? Sepertinya anak itu memiliki hubungan dengan anjing gila itu. Keberadaannya bisa saja mengundang Joseph untuk membuat onar, entah itu di dunia atas maupun dunia bawah."


"Tunggu sebentar! Apa yang sedang kamu bicarakan saat ini?"


"Dalam rekaman lain memperlihatkan anak itu sedang melakukan percakapan panjang dengan Joseph. Sayangnya aku tidak bisa mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan. Namun dilihat dari ekspresinya, sepertinya mereka sudah seperti saling mengenal."


"Hei, bocah! Kenapa kamu memasang ekspresi sepeti itu?" Tanya Lexy dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Tidak, bukan apa-apa." Spontan Rito membuang wajahnya yang terlihat marah seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lalu kalau begitu, apa yang kamu bicarakan dengan si Joseph itu?" Lexy menatap mata Rito dan kembali bertanya kepada Rito dengan wajah serius.


"Dia hanya tertarik dengan pedangku saja." Rito berbicara dengan suara yang bergetar dan mata yang menghindari tatapan dari Lexy.


"Tertarik dengan pedangmu? Benarkah? Anak muda, jangan berani encoba untuk berbohong di hadapan utusan langsung Sang Kaisar!" Lucas mengeraskan rahangnya karena merasa kesal.


"Baiklah, kamu bisa keluar sekarang." Setelah melontarkan beberapa pertanyaan, lexy meminta Rito untuk keluar dari ruangan itu.


Lexy sebenarnya tahu betul bahwa Rito berbohong kepadanya namun melihat Rito merahasiakan faktanya membuat Lexy beranggapan bahwa Rito memiliki masalah pribadinya tersendiri.


Sedangkan Rito yang tiba-tiba diusir dari ruangan merasa sangat kebingungan. Dia memutuskan untuk menuju lapangan pelatihan karena mempunyai jadwal latihan dengan Damond.


"Apa maksudnya ini? Kenapa kamu membiarkan anak itu keluar? Aku masih belum selesai dengannya!" Lucas meninggikan suara, menatap jengkel pada Lexy yang berbuat seenaknya.


"Sudah cukup! Anggota keluarga baruku merasa sangat terganggu dengan kehadiranmu. Segeralah angkat kaki dari wilayahku!" Lexy melayangkan tatapan tajam yang mengintimidasi. Dia mengeluarkan sedikit aura membunuh yang membuat Lucas berkeringat dingin.


"Baiklah, aku akan pergi! Lagi pula aku sudah selesai dengan urusanku untuk menyampaikan titah dari kekaisaran." Lucas beranjak berdiri, sejenak membetulkan pakaian yang dikenakannya.


"Dan mengenai titah sialan itu, katakan pada bocah sok tahu yang naik tahta sebelum waktunya, bahwa seluruh keluarga Ghetto alias Night Shadow tidak akan pernah mengikutinya." Lexy tersenyum remeh pada Lucas.


"Berarti kamu sudah mendeklarasikan perang dengan kekaisaran."

__ADS_1


"Yah, yah, teserah saja. Sekarang pergi dari sini, anjing kaisar."


__ADS_2