
Dia membuka sedikit celah di tanah dengan tujuan melihat apa yang terjadi di atas sana. Dan yang dilihatnya adalah akar pohon.
"Eh salah keluar," ucapnya sambil menepuk jidat
Dia keluar lagi di tempat lain, apa yang dilihatnya adalah pasukan besar Black Goblin yang bergerak menuju Kota Vayoca. Tanpa banyak basa-basi dia mengabarkan hal ini pada temannya yang lain di kota Vayoca. Balasan dari temannya membuat dia hampir berteriak kaget karena yang dia lihat sekarang adalah bagian belakang dari pasukan Black Goblin. Pasukan terdepan Black Goblin sudah sampai di Kota Vayoca dan melakukan pertempuran dengan pasukan pemain serta prajurit Npc.
Assasin yang berjaga di titik terdekat dengan kota Vayoca sudah dibunuh sebelum berhasil melapor, kecuali Assasin pemain yang masih bisa melapor. Black Goblin kali ini membawa senjata tempur tambahan berupa Onager dan Ballista serta meriam dan Battering Ram.
***
Puluhan batu terbang menuju tembok kota yang terbuat dari besi, membuatnya mengalami kerusakan kecil. Sekelompok Black Goblin mengisi ulang tombak pada Ballista, diarahkannya pada prajurit Npc yang sibuk menembak Black Goblin lain yang bertarung secara fisik dengan pemain. Satu tombak yang diluncurkan dari Ballista berhasil menembus kepala prajurit dan membuatnya mati saat itu juga. Selagi Ballista dan Onager dioperasikan mengurangi daya tahan tembok dan membunuh lawan, meriam diisi ulang amunisinya, pengisiannya cukup lama.
Di sisi lain prajurit Npc juga mengisi ulang meriam laser miliknya, prajurit lain mengarahkan Peluncur Roket Mana ke arah belakang pasukan musuh. Tidak butuh waktu lama dua pihak meluncurkan proyektil pada musuh. Ribuan laser menembus tubuh Black Goblin dan membunuh ratusan Black Goblin, meriam Black Goblin menghancurkan menara panah dan membunuh pemanah serta Mage Npc.
Meriam Black Goblin dilapisi dengan sihir Fire menyebabkan kebakaran di seluruh menara tak terkecuali menara tempat Party Orla. Party Orla bergegas turun ke bawah menuju gerbang pertama agar bisa maju ke depan nantinya. Sebuah roket biru meluncur jauh ke belakang pasukan musuh, menghasilkan ledakan yang membunuh banyak Black Goblin Archer.
Chao baru saja login setelah makan di dunia nyata, dia muncul di tengah kobaran api menara. Dia melepaskan Enchant Fire Resistance agar bisa turun dengan mudah. Komandan Iza memerintahkan Archer yang tersisa untuk berada di tengah barisan pemain agar bisa terlindungi. Tanker melepaskan skill Barrier agar bisa maju tanpa terkena serangan. Sambil maju sebuah kubah biru juga bergerak mengikuti pergerakan pasukan.
Chao berhasil bertemu dengan Party Orla setelah mencari ke banyak tempat. Nela memasang wajah kesal pada Chao akibat keterlambatannya, Chao bilang bahwa ia pergi makan tadi. Usai pertengkaran singkat Party Orla maju mengikuti pasukan pemain lain dengan kubah biru yang dibuat Fa dengan skill nya. Lontaran proyektil terus terjadi, setiap saat akan ada yang mati di kedua pihak. Black Goblin dengan cepat berkurang berkat meriam laser dan Roket Mana, prajurit pun juga cepat berkurang berkat serangan Ballista dan panah dari Archer Black Goblin yang menggunakan Crossbow.
Chao memberi Enchant pada setiap batu yang ditemuinya dengan Touch Explosion, dia sekarang di depan jauh dari Party Orla. Chao memegang pedang miliknya dengan erat dan waspada dengan sekitarnya. Gerbang tembok masih tertutup karena dijaga oleh Ranger Npc dengan sekuat tenaga. Batu yang sudah di enchant dia lempar ke arah Black Goblin dan menghasilkan ledakan kecil dalam jumlah banyak, hal ini sangat mengganggu konsentrasi pasukan musuh dalam menggempur tembok kota.
Chao berlari dengan cepat ke arah Onager lawan. Dia dihadang dua Black Goblin bersenjatakan Greatsword.
"Apa mau mu datang kesini?" tanyanya dengan wajah marah
__ADS_1
"Menghancurkan senjata yang kalian lindungi," jawab Chao enteng
"Lewati kami dulu," sahut Black Goblin disebelahnya
Greatsword terayun ke depan, Chao menghindar tepat saat senjata itu hampir membunuhnya. Sebuah garis panjang tercipta saat senjata itu menyentuh tanah. Belum selesai Chao menghela nafas Greatsword lain datang dari samping kanannya, tanpa sengaja tangannya menyentuh permukaan pedang itu.
"Curse," ucap Chao
[Efek Inverted terpicu! Semua serangan yang diterima dari senjata lawan akan dipantulkan kembali sebanyak 10%]
-500
Serangan tadi juga membuat luka besar di tangannya, untungnya efek Bleeding tidak terpicu. Chao segera meminum Health Potion untuk menyembuhkan lukanya. Chao menebaskan pedangnya ke Greatsword lain yang datang dari depan, karena kekuatan lawannya yang besar membuat Chao termundur 7 langkah.
"Arrghh!" teriak Chao kesakitan
[Efek Bleeding terpicu! Hp berkurang sebanyak 600/menit]
Hp miliknya sekarang tersisa sebanyak 78% yang mana akan terus berkurang selama pertempuran berlangsung. Chao meningkatkan pertahanannya dengan Defense Up, setelah itu dia melakukan gerakan berputar dengan kecepatan tinggi membentuk lingkaran demi mencegah serangan tersembunyi tadi.
Black Goblin melihat Chao menggerakkan pedangnya seperti itu. Mereka berdua melapisi pedangnya dengan mana elemen Dark, menebaskan Greatsword nya secara vertikal dan horizontal. Menghasilkan gelombang gelap berbentuk tanda tambah yang sangat berbahaya. Chao melihat hal itu dan mencoba menangkisnya dengan meriam bahu miliknya, tembakan terus terjadi dan serangan Black Goblin tetap maju tak bergeming.
Chao mencoba kabur ke arah kiri tapi ...
Jlebb! Jlebb!
__ADS_1
Dua buah tombak menancap di dada dan bahunya, sepertinya ini dari Ballista. Chao merasakan rasa sakit yang luar biasa, terutama di dadanya.
[Serangan fatal terjadi! Inti Kehidupan anda telah hancur]
[Anda mati]
Chao mati dalam keadaan serangan keroyokan. Hal wajar memang karena levelnya yang terpaut cukup jauh dengan lawan. Ini adalah kematian pertamanya di game ini.
[Anggota Party anda, Chaotic Knight telah mati!]
[Chao telah mati!]
Party Orla terkejut dengan pemberitahuan itu, terutama Nela. Nela berpikir bahwa ini adalah candaan atau bug semata namun saat dia mengecek nama Chao, dia sungguhan mati. Fa menggerutu dan mengatakan hal ini memang salah Chao karena pergi terlalu jauh, banyak juga yang setuju dengan hal ini.
Tiba-tiba langit menjadi gelap di atas Party Orla, Nela melihat ke atas.
"Awas!" teriak Nela
Hujan panah terjadi di atas area sekitar party Orla, ratusan tombak berterbangan ke arah tembok kota tempat banyak orang berdiri sambil bertempur. Puluhan orang tewas tertusuk setelah Inti Kehidupan mereka hancur. Komandan Iza terus mengarahkan para pemain mendekati artileri Black Goblin agar menghentikan serangan tembok kota.
Bola meriam meluncur mengarah ke Tanker yang bergerak maju, membuat mereka terdorong mundur dan mengakibatkan melemahnya Barrier. Sebagai tanggapan puluhan batu buatan Mage meluncur ke arah operator meriam Black Goblin. Sebelum batu mendarat puluhan Black Goblin mengangkat perisai mereka demi melindungi diri dan operator meriam mereka.
"Terus maju! Hancurkan semua musuh!" teriak Komandan Tulkenia
Bersambung...
__ADS_1
Note's:
Author ulang tahun loh bulan ini. Tanggal 16 tepatnya, dengan ini usia Author sudah 16 tahun🥳