
30 Black Goblin mati setelah dihantam gelombang kejut tadi. Assasin tadi sudah pergi dari tempat awal, tentunya pergi lewat bawah tanah juga. Setelah sekian menit dia habiskan di bawah tanah akhirnya dia sampai di dekat Gerbang Barat, tanpa berlama-lama dia keluar dari lubang buatannya.
"Cepat juga tanggapan kalian," ucapnya setelah melihat bawahannya telah berada di tempat
Chao yang melihat hal aneh ini menjadi ragu istirahat disini, akhirnya dia pindah tempat ke arah utara. Berkat Agi miliknya yang sudah naik gerakannya jadi lebih cepat. Tidak butuh waktu lama dia sampai di sana, namun disini lebih banyak pasukan yang beristirahat. Ada Fighter serta komandan keempat Hafibaz, juga ada Spearman disini.
***
Berkat gangguan dari Assasin tadi pasukan Black Goblin dibagi dua, satu ke arah barat dan yang lain ke arah selatan. Timur sudah selesai pertempurannya, hanya bagian utara yang mungkin aman. Ke arah Gerbang Selatan dipimpin langsung oleh pemimpin utama yang berlevel 410. Jumlah pasukan Black Goblin sungguh banyak, kemarin sudah banyak yang mati namun masih banyak cadangannya.
Nampaknya musuh berniat menghancurkan kota ini atau setengahnya saja yang hancur. Berkat pertempuran sebelumnya pihak Npc Kota Vayoca menderita banyak kerugian baik secara finansial, pasukan serta bangunan. Tak kurang dari 800 prajurit Npc dan 50 Ranger Npc gugur. Prajurit sebagian besar masih berada di Gerbang Timur yakni 2.200 orang yang mana ditambah 2.000 orang dari Gerbang Selatan dan Gerbang Barat, berarti kedua gerbang tersebut hanya dijaga 100 Ranger.
***
Tulkenia menemui Iza dan melaporkan kerugian perang ini dimana sebagian besar pemain tewas. Dari 5.000 pemain hanya tersisa 1.700 pemain saja, 700 pemain itu berasal dari garis depan dan sisanya garis belakang.
Semua pemain yang tersisa dibawah komando dua pemain bergerak ke Gerbang Barat dengan tujuan beristirahat dan meminta imbalan misi. Mereka tidak sadar bahwa tugas berat lainnya sedang menanti disana.
***
"Sudah tiba," gumam Assasin tadi
Walaupun dia bilang musuh sudah tiba tak seorangpun yang melihat keberadaannya. Hal ini membuat wakilnya kebingungan.
"Apanya yang tiba kapten?" tanya wakilnya
"Ya siapa lagi kalau bukan musuh Enna," balasnya
"Tapi tidak ada apa-ap–" ucapannya terputus saat melihat debu di depan
"Nah itu dia," ucap kapten itu
Black Goblin terlihat di depan sana. Pasukan terdepannya berupa kavaleri Black Poison Chameleon. Kavaleri paling sulit dilawan adalah ini, kekuatan penunggangnya dan tunggangannya sama-sama kuat.
"Tanker bersiap!" perintah pimpinan keluar
100 pemain berbaris di depan dengan perisai, semua perisai diletakkan di depan untuk membendung kavaleri lawan. Kavaleri ini tidak kalah cepat dari kavaleri berkuda manusia atau lebih berbahaya. Semua pemanah melepaskan serangan setelah itu digantikan dengan tembakan Gunner secara bergantian. Semua Black Poison Chameleon menghantam perisai pemain, penunggangnya menyerang dengan kapak menuju kepala Tanker.
Tang!
Untungnya serangan tersebut ditahan dengan tombak rekannya. Tanker maju perlahan sambil menusuk lawannya dengan tombak pendek. Tak membiarkan kemajuan pemain, Black Goblin menambah kecepatan serangannya. Seorang Tanker terlempar ke udara setelah tubuhnya dililit lidah Black Poison Chameleon, belum sempat membalas sebuah tombak Ballista sudah menancap di kepalanya tanpa halangan apapun.
"Satu orang sudah gugur," komentar Enna
"Tidak semudah itu," ujar pimpinannya
"Soil Armor," tangannya terarah ke pasukan di depan
Seluruh pemain Tanker mengalami perubahan fisik. Tanah padat menyelimuti tubuh mereka layaknya zirah besi yang biasa dipakai Warrior. Pertahanan mereka meningkat dengan sendirinya.
Pertahanan di depan sudah kokoh, para Spearman mempersiapkan tombaknya sambil maju perlahan mengikuti pergerakan Tanker di depan. Tanker menyerang dengan ganas pada pasukan terdepan musuh, menyebarkan darah pada sekitar.
Salah satunya Ucca, Tanker terdepan yang berjuang atas perintah pimpinannya. Bermodalkan Shortsword miliknya ia menusuk lawan dengan brutal.
"Haaa! Flame Stab!" tusukan pedangnya menancap dalam pada kaki Black Poison Chameleon
Penunggangnya marah, sebuah kapak bergerak menuju tangan Ucca. Dengan sigap rekannya memberikan perlindungan dengan Shield miliknya. Black Poison Chameleon tidak diam saja, makhluk itu melilit Tanker dan menahan tubuhnya di udara. Lidahnya sangat beracun, Tanker itu mengalami keracunan.
__ADS_1
Ucca tidak ingin temannya mati, sebagai pertolongan dia melempar pedangnya pada kepala Black Poison Chameleon. Tepat sasaran, pedang itu menancap pada kepalanya dan mengurangi Hp nya dengan cepat. Penunggangnya ingin mencabut pedang itu namun nahas dia mati tertembak para Gunner. Satu orang diselamatkan dan satu musuh mati.
Berkat serangan Ucca tadi banyak Tanker terinspirasi. Seratus pedang terbang pada lawan, menancap satu persatu pada berbagai arah. Kebanyakan menancap di tubuh Black Goblin, beberapa langsung jatuh dari tunggangannya dan menjadi sasaran Gunner. Pemanah menarik busurnya pada tingkat maksimal, ditambah dengan skill Arrow Rain jumlahnya menjadi mengerikan. Hujan panah terbang melewati Tanker dan jatuh bebas di area musuh. Karena musuh tidak memiliki perisai maka panah pun menghiasi tubuhnya di berbagai tempat.
Black Goblin menggila. Black Poison Chameleon menggunakan kemampuan High Camouflage, membuat dirinya serta penunggangnya menghilang. Tiba-tiba beberapa Tanker terangkat ke udara dan tubuhnya berlubang seperti diserang sesuatu. Gunner waspada, menggunakan skill Sense of Land mereka mengawasi keanehan lingkungan.
"Disana!" teriak salah seorang Gunner
Puluhan tembakan dilepaskan pada arah itu, tidak butuh waktu lama korbannya muncul dalam keadaan bersimbah darah.
"Masih hidup, tembakkan peluru khusus!" teriakan lainnya datang
Kali ini Gunner mengganti pelurunya dengan peluru hitam legam. Selesai isi ulang peluru ditembakkan. Ledakan peluru malah memperlihatkan musuh yang lain. Kemajuan pemain sangat sebentar, serangan tanpa wujud membunuh Archer serta Spearman. Kamuflase hilang, ribuan tombak terbang menuju pasukan pemain.
"Berlindung!"
"Earth Dome," tanah di sekitar menjulang ke atas membentuk kubah tanah yang melindungi pemain dari serangan musuh
Tombak itu tidak berhenti, semuanya menancap di kubah itu. Demi menghalangi jatuhnya tombak saat kubah dibuka, skill Barrier diaktifkan. Kubah tanah tadi terbuka lalu berubah menjadi debu. Walaupun serangannya terhenti musuh punya banyak cara. Hujan batu datang dari jauh bukan menghantam benteng melainkan jatuh di atas kepala Archer.
Boom!Boom!Boom!Boom!
Lewat hujan batu ini semua Archer tewas tanpa perlawanan. Tersisa ratusan pemain lain yang maju ke depan. Tak menyerah bola besi menghantam tembok kota kembali tanpa jeda. Kavaleri musuh bergerak cepat menebas kiri dan kanannya tanpa henti. Tanker terlempar ke segala arah dengan kecepatan tinggi, beberapa diantaranya malah dilempar ke bagian belakang pasukan musuh dan dibunuh secara keroyokan. Spearman tewas setelah dihantam kapak secara bersamaan dari berbagai arah.
"Bersiap," ucap salah satu Gunner
Kavaleri musuh maju, liur beracun menyebar ke berbagai arah mengancam siapapun yang menyentuhnya.
"One Shot!"
Tembakan pistol dan meriam bahu maju menyambut musuh, dengan level 110-an dan jumlah yang banyak mampu menahan laju kavaleri musuh. Ranger pun ikut menyerang dengan Mana Rifle dari belakang, menambah daya serang pada musuh.
"Terserah kau lah Haytrea," balas wakilnya
Haytrea masuk kedalam tanah. Bergerak di dalam tanah, saat sekiranya sudah pas dia melakukan manipulasi tanah pada sekitarnya.
"Earth Spike," ucapnya
Secara mengejutkan tanah runcing muncul di tengah musuh, menusuk dan membunuh operator Ballista dalam jumlah banyak. Tak cukup sampai disitu serangan lain ditambahkan.
"Earth Spike Explosion," lanjutnya
Paku tanah kembali bermunculan. Secara tak sengaja Black Goblin menyentuhnya dengan pedang miliknya.
Booom!Booom!Booom!Booom!Booom!Booom!
Semua paku tanah meledak, melemparkan Black Goblin ke berbagai arah. Tak menyia-nyiakan kesempatan Haytrea menambah paku tanah agar Black Goblin mati tertusuk saat mendarat. Haytrea merasakan bahaya saat sebuah tangan hitam menarik paksa dirinya dari dalam tanah, tak lama setelahnya tubuh kecil Haytrea dibanting ke tanah dengan keras.
Pemimpin Black Goblin lah yang menangkap Haytrea, hal ini mudah diketahui dari papan status miliknya.
[Black Goblin Commander (☆☆☆☆☆☆☆☆☆) Soldier
Element: Soil
Lvl: 410
Hp: 4.000/4.000 Mp: 1.000/1.000
__ADS_1
Boss]
"Sejak kapan monster Boss menjadi selemah ini?" Haytrea terkekeh memikirkan hal yang muncul di depannya
"Kau kira aku akan menyerah? Tembak!" secara tidak langsung Haytrea memberi perintah tersembunyi pada pasukannya
Gunner menembak dengan serempak menuju satu sasaran dengan harapan mengalihkan perhatiannya. Ratusan peluru meluncur, setiap peluru meledak di tubuh target setelah kontak langsung. Gunner masih waspada mengingat dia adalah Boss maka bisa saja dia tidak mati.
"Axe Shockwave!"
Boom! Traak!
Kapak Black Goblin Commander menyentuh tanah dan menyebabkan retakan ke segala arah. Tidak lupa gelombang kejut menyebar ke segala arah, beberapa Tanker yang baru bangkit terhempas kembali ke tanah. Gunner menembak sambil mundur teratur, mereka penyerang jarak jauh jadi semakin jauh semakin baik. Black Goblin Commander memandang Haytrea dengan tatapan tajam, menghunuskan kapaknya sebagai tanda pertarungan.
"Hmm? Kau menantangku? Summon Soil Golem," balas Haytrea sambil menghunuskan Dagger miliknya
"Camouflage," Haytrea menghilang atau tepatnya membaur dengan lingkungan sekitar
Tanah terbuka, menimbulkan retakan besar berbentuk lingkaran. Satu Soil Golem muncul dari dalamnya dalam keadaan memegang Palu Perang. Salah satu varian terbaik yang dimiliki Haytrea dalam bertempur. Golem maju, memukulkan palunya pada kapak Black Goblin Commander. Black Goblin Commander terpukul mundur sejauh 2 langkah sedangkan si Golem masih berada di tempatnya.
"Kau curang! Menggunakan makhluk panggilan sebagai lawan duel sungguh tindakan pengecut!" teriak Black Goblin Commander
"Kau yang salah, meminta duel pada seorang Summoner memang begini caranya. Lewat perwakilan tentunya, hehe .... "
Golem bergerak dengan cepat di tanah, meluncur menuju lawannya. Sebagai balasan Black Goblin Commander melapisi senjatanya dengan skill lalu menghantam balik. Bentrokan terjadi, dua senjata tertahan di udara.
"Tanker maju dan halangi kavaleri musuh agar bantuan segera tiba dan tembok kota aman dari terjangannya,"
"Baik!" Tanker maju kembali menghalangi Kavaleri, pemain yang berhasil bangkit kembali dari kematiannya kembali masuk ke dalam pertempuran.
Archer sudah berada di atas tembok kota bersama Ranger. Panah api dilepaskan, tembakan peluru Mana Rifle Ranger menyibukkan Kavaleri musuh. Gunner telah berada di depan gerbang, tembakan masih berlangsung terhadap musuh. Kavaleri musuh berkurang sedikit demi sedikit namun pasukan di belakangnya tidak.
"Spearman di posisi! Serang titik vital Kavaleri musuh, apabila selesai bereskan sisanya!" Perintah Haytrea
"Spear Throw!" Tombak meluncur kembali dari para pemiliknya yang telah bangkit dari kematian.
Sementara itu Haytrea masih dengan tenang mempertahankan kamuflasenya sambil mengomandoi pasukan dan golem miliknya. Setelah hantaman senjata Golem melakukan serangan berputar, dengan bantuan Haytrea berupa,
"Soil Bind!" tangan tanah mengikat Black Goblin Commander di posisinya dan terkena serangan telak Golem
Black Goblin Commander berhasil lepas dari gangguan, dia bergerak cepat menebas dada Golem. Golem terpukul mundur sejauh 10 langkah dan dadanya mengalami keretakan besar. Haytrea tenang saja akan hal itu dia malah memperbaiki kerusakan golemnya dan menambah senjata si Golem, yakni Palu Perang tambahan di tangan satunya lagi.
Black Goblin Commander maju menebas semua penghalangnya yakni pemain Tanker yang bertarung dengan kavaleri miliknya sehingga terlempar ke berbagai arah. Black Goblin Commander berhasil menghantam lengan si Golem, balasannya berupa dua palu menghantam dadanya dan kembali membuatnya terlempar. Haytrea kehabisan waktu skill Camouflage miliknya dan berhasil ditemukan oleh Black Goblin Commander. Kapak musuh terbang dan menghantam kepalanya, Hp nya berkurang drastis menjadi 80%. Black Goblin Commander maju dan mengambil kembali kapaknya yang dijatuhkan oleh Haytrea ke tanah.
Haytrea tersenyum sinis, tangannya terangkat ke atas dan melambai ke bawah. Golem miliknya bergerak kembali dan melakukan pertarungan kembali dengan lawannya, level Golem ini sebenarnya mengerikan yakni 480. Wajar kalau dia mendominasi pertarungan. Haytrea menambah persenjataan pada golemnya yakni meriam otomatis di pergelangan tangannya. Semua meriam menembak dengan brutal dan cepat ke arah Black Goblin Commander, menyebabkan konsentrasinya terpecah dua yakni menghindari peluru dan menangkis semua serangan dari golem di hadapannya. Peluru dari meriam ini terbuat dari elemen tanah atau Soil. Meski akurasinya tidaklah 100% tetap menyebalkan demi menghindarinya.
Menambah persenjataan pada Golem Tanah mudah bagi Haytrea karena ia seorang Mage elemen tanah yang mana cocok dengan si golem. Sebenarnya bisa lebih banyak variasi makhluk summonnya, akan tetapi Haytrea lebih suka yang cocok dengan elemennya. Haytrea meminum satu Health Potion Basic 2 agar kembali pulih. Dengan semangat yang tinggi Haytrea kembali melakukan pertarungan berat sebelah yang ia ciptakan.
"Stealth ... " Haytrea menghilang dari tempatnya
"Deep Stab!" tiba-tiba Haytrea muncul dari belakang Black Goblin Commander sambil melakukan serangkaian tusukan menggunakan Dagger
Black Goblin Commander menangkis serangan palu ganda dua arah dari golem namun serangan kejutan Haytrea berhasil masuk. Setelah mencabut kembali Dagger miliknya Haytrea menghilang kembali, Golem kembali memukul sekuat tenaga tanpa jeda pada lawannya. Semua bagian kapak Black Goblin Commander mengalami retak karena menahan dua palu itu.
Setelah puas Haytrea menyimpan kembali Golemnya dan membuat yang baru. Yang baru ini juga golem tapi lebih lambat gerakannya karena bukan summon tapi hasil manipulasi elemen, senjatanya hanya satu yakni tinjunya. Black Goblin Commander bergerak cepat karena mengira itu musuh yang mudah, kapaknya berhasil memotong lengan kanan si Golem namun suatu hal buruk terjadi.
"Bomb Plant," Golem itu berubah menjadi kubah besar yang mengurung Black Goblin Commander di dalamnya dengan cepat dan rapat.
__ADS_1
"Ctak!" Haytrea menjentikkan jarinya dan terjadilah ledakan di dalamnya.
Booom!