
Ternyata Hp monster tadi sebenarnya 20.000 poin dan pertahanannya 100 Dp, jadi Str yang dia miliki adalah 1.000 poin. Jadi darimana 32.400 poin Hp yang lain? Menurut pengamatan Nela tadi, maka jawabannya ada pada kalung yang ia miliki dan mempunyai kemampuan menambah Hp. Meski ini hanya dugaan, tapi teori ini lebih baik daripada berputus asa. Mereka melihat status monster itu sebelum menyerang kembali.
[Black Goblin(☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆) Rare
Element: Wind
Lvl: 200
Hp: 7.000/20.000 (+32.400) Mp: 500/500]
"Benar dugaan Nela tadi,Hp aslinya tidaklah sebesar itu." kata Termia
"Sebentar, coba kalian lihat poin Hp yang dimilikinya tinggal 7.000 tapi bagaimana dengan 32 ribu poin di dalam tanda kurung itu? " tanya Chao
"Mungkin kalau kita buat poin Hpnya 0, maka Hpnya tinggal 32.400 poin. " tebak Fa
"Tapi. Poin Hpnya seharusnya kan tinggal 6.900 poin, darimana datangnya 100 poin tadi?" Hani juga ikut bertanya
"Nah, bisa jadi selain menambah poin Hp, kalung itu juga meregenerasi Hp dan Mpnya." jawab Nela
"Jelas bahwa Black Goblin yang kita lawan merupakan class Barbarian, itu terlihat dari cara dia menyerang dengan sembarangan." imbuh Nela
"Kalau kita bisa merebutnya, bisa dijual mahal itu. Sangat bagus bagi class tanker, warrior dan fighter." celetuk Chao
"Dasar mata duitan" sindir Termia
Setelah itu mereka sepakat untuk menyerbunya tanpa jeda. Nela mengeluarkan skill pamungkas yang ia miliki.
"Lava Land!"
Seluruh tanah yang berada di sekitar Black Goblin berubah menjadi kolam lava yang cukup luas. Nela adalah Mage elemen Api, wajar jika ia mengeluarkan skill ini. Skill ini memberikan damage tetap sebanyak 1.000 poin tiap detik. Karena Poin Dp Black Goblin hanya 100 poin maka ia ditakdirkan untuk mati oleh Party Orla.
"Laser Shoot!"
Mereka berlima menembakkan skill yang sama dari Mana Rifle. Damage yang ada saat ini adalah 10.500. Dan Hpnya tinggal 33.900. Mereka mencoba menguras Hp Black Goblin, sayangnya hal tersebut tidak bisa terjadi. Black Goblin lain menghalangi mereka dalam penyerangan. Seiring waktu poin Hp merekalah yang turun bukan lawannya, hal ini disebabkan oleh banyaknya gangguan.
"Dead Shot! Double Shoot!"
-9.000
-3.000
"Throw Giant Axe!"
-7.000
"Wind Bullet!"
-1.000
Booom! Booom!
-10.000!
-1.000 critical!
Semua anggota party Orla dalam keadaan sekarat, mereka mundur perlahan ke arah gerbang. Saat sampai di gerbang, mereka ditempatkan di atas menara pengawas gerbang. Sambil memulihkan poin Hp, rentetan serangan masih diluncurkan dari atas sana. Yang paling banyak berperan adalah Nela dan Hani, yang lain hanya menembak menggunakan Mana Rifle.
"Mode Handgun on! Double Shoot!"
-3.000
"Hah, sampai kapan ini akan berlangsung. Monster ini seperti tidak ada habisnya." keluh Termia, wajar ia seperti itu karena ia class garis depan bukan class garis belakang. Maka dari itu ia tidak nyaman berada di garis belakang.
"Daripada mengeluh, lebih baik kau bidik saja mereka." ucap Fa sambil mengarahkan meriam yang berada di pundaknya ke arah kerumunan monster.
"One Shoot Compression"
__ADS_1
-3.000
"Ini sedikit melemah damagenya bukan?" tanya Fa pada Chao
"Um, kurasa begitu." balasnya
"Coba aku enchant senjatanya sebentar, " saran Chao
"Oke," balas Fa sambil menyerahkan Mana Rifle miliknya
"Double Damage! Curse! Speed Up!" Damagenya telah meningkat, kecepatan pelurunya naik sedikit dan ada kemungkinan kutukan tambahan. Fa kembali mencobanya pada Black Goblin.
"One Shoot Compression!"
Syuu
Boom!
-6.000
[Efek Bleeding terpicu! Hp berkurang sebanyak 100/detik selama 30 detik.]
30 detik telah berlalu, damage yang Fa berikan adalah 9.000 poin.
"Assault!"
-500
-500
-500
"Cooldownnya sudah habis. Ayo kita tembakkan skill itu. " kata Termia
"Oke. Laser Shoot!"
"Laser Shoot!"
Akhirnya setelah perjuangan yang lama Black Goblin itu pergi ke dalam hutan. Korban dari kota Vayoca adalah 10 NPC Sipil, 30 NPC Prajurit, 300 player dengan level 10-45. Musuh terbunuh sebanyak 1.000, jadi yang kembali tadi 6.000 Black Goblin dengan kedua pemimpinnya. Baru lega sebentar mimpi buruk kembali datang. Sang ahli ilusi diantara goblin, Night Goblin telah datang. Ciri-ciri adalah tubuhnya setinggi Goblin dan berkulit ungu tua. Sebuah misi kembali terpicu.
[Mission
Membunuh Night Goblin sebanyak mungkin. Pertahankan Kota Vayoca.
Rank: I
Reward: 1 Silver , Fame 40
Time Limit: 1 Minggu
Hukuman: Fame-10, Kota Vayoca akan menderita kerusakan berat.
《Terima》]
[Seluruh Player yang berada di kota Vayoca wajib mengikuti Misi ini tanpa kecuali.]
[Player dengan Ras Robotics Origin dapat memakai senjata militer tanpa hukuman. Ini hanya berlaku selama misi berlangsung.]
"Ah... Lagi? Misi gila macam apa ini" keluh Chao yang diikuti dengan anggukan oleh anggota party Orla lainnya
[Anda menerima Ring Anti Illusion ]
[Ring Anti Illusion ( Uncommon Rank)
Required:Lvl 30,Str 10,Def 100,Agi 100, Int 10.
Skill Active 1
__ADS_1
Durability: 100]
[Skill Active
Anti Illusion
Menolak ilusi tingkat rendah sampai menengah.
Damage: 0
Duration: 4 menit
Mana cost: 300/ menit
Cooldown: 10 detik]
"Item bagus dengan tantangan mengerikan lainnya." ucap Nela
"Ya, betul sekali. Sebaiknya kita tetap di menara ini dan menutup pintu masuk menara." ucap Termia memberikan sebuah saran
"Memang siapa yang akan menutup pintu itu?" tanya Chao pada Nela
"Mungkin Chao atau Hani." Fa menimpali sambil menunjuk keduanya.
"Hani saja, aku tidak mau. Poin Agility milikku tidak terlalu tinggi." sahut Chao cepat
"Memang berapa Stat Agi milikmu? " tanya Fa balik
"100 poin." jawab Chao
"Kalau kamu Hani?" tanya Termia
"145 poin"" jawab Hani
"Kalau begitu sudah diputuskan bahwa Hani lah yang akan kebawah. " perintah Nela
"Oh oke. Tunggu disini." Hani turun kebawah melalui tangga kayu berputar.
Ia turun kebawah dengan cepat berharap musuh belum masuk disana. Banyak tangga yang telah ia lewati, sambil memegang kapak raksasanya dengan erat ia mempercepat larinya. Saat ini ia sudah hampir sampai dibawah, ia memakai Ring Anti Illusion di tangan kirinya. Ia mencoba mengintip keluar dan menemukan bahwa Night Goblin masih berkeliaran di dekat gerbang dan tidak dapat masuk kota karena gempuran prajurit Npc.
"Assault!"
Derrrr! Derrrr!
"Laser Shoot."
Syuu
Slash
Booom!
"Tembak terus, jangan berhenti sedikitpun."
"Tembakkan Turvua"
"Siap. Isi pelurunya dengan cepat, langsung tembak."
"Tembak!"
Booom! Booom! Booom! Booom! Booom!
Note's: Turvua adalah semacam meriam sandang yang serupa dengan bazoka.
"Wah pertempuran yang seru." celetuk Hani setelah menyaksikan pertempuran tadi.
Bersambung...
__ADS_1
©️ Copyright. 11 April 2022, 00.11 WIB
Bab selanjutnya masih serbuan Black Goblin dan Night Goblin. Komen 10 dan like 10 baru update lagi, hehehe. Saran dan kritikan saya terima.