Emperor Online

Emperor Online
BAB 17: Keberhasilan yang Membingungkan


__ADS_3

Haytrea dan Enna memandangi daerah ledakan. Gunner masih sibuk menghalau Kavaleri Black Goblin dari gerbang kota, sementara itu puluhan batu dan bola besi masih meluncur bebas menuju tembok kota. Kunci membereskan lawan disini ialah menghancurkan kavaleri dan membunuh pimpinannya yang mana sampai sekarang belum terwujud. Pasukan di belakang Kavaleri ini mudah diatasi Haytrea, terutama apabila pasukan milik Haytrea datang secara lengkap.


Enna merasakan krisis mendekat dia memberitahu Haytrea agar merespon cepat.


"Soil Wall!" tanah di depan naik dengan cepat menghalangi apapun yang akan datang.


Boom!


Dinding tanah itu hancur dengan mudah. Black Goblin Commander terlihat setelahnya dalam keadaan sehat. Hal ini membuat Haytrea terkejut, menurutnya musuh paling tidak mengalami luka bakar berat. Kapaknya mengayun ke atas dan ke bawah secara berulang menimbulkan ancaman bagi Haytrea.


Wuush


"Soil Armor!"


Haytrea terdorong mundur saat menahan kapak lawan dengan paksa. Tangannya mengalami pendarahan saat armor tanah miliknya hancur. Kekuatan ini diluar dugaan Haytrea, memang kalau mengandalkan golem hasilnya akan berbeda tapi kali ini tanpa golem. Sebelum Haytrea mundur kapak itu berubah haluan, menuju bahu Haytrea.


"!"


Door!


"Fuah, akhirnya tepat sasaran," ucap Chao lega


Peluru Chao membelokkan arah serangan Black Goblin Commander menjadi ke samping kiri, menyelamatkan bahu Haytrea dari bahaya. Tanpa membuang waktu Haytrea melompat mundur sambil melepaskan serangan balasan.


"Soil Ball, Soil Spike Throw,"


Puluhan bola tanah dan paku tanah dilempar secara bersamaan ke satu target. Black Goblin Commander menangkisnya dengan mudah.


"Soil Wall," dinding tanah setinggi 6,5 kaki muncul menghalangi serangan Haytrea.


"Belum ... Hand Golem,"


Dua tangan tanah muncul pada dinding itu dan menghancurkannya dengan mudah. Tangan itu keluar dari tanah dan terciptalah sebuah golem bersenjatakan kapak dan perisai. Nampaknya Haytrea sangat bergantung pada golem.


"Hajar dia!"


Golem itu maju dan berhadapan dengan Black Goblin Commander. Tidak seperti sebelumnya ia sudah siap akan serangan golem, tubuhnya tiba-tiba muncul zirah tanah yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata. Dia seorang Axeman yang sekarang berpenampilan seperti Warrior karena zirahnya. Tanpa suara Black Goblin Commander maju dan menghantam tubuh golem dengan telak, kapaknya lebih cepat dari perisai golem dan menghasilkan luka pada lengan si golem.


"Aku tidak akan dikalahkan dengan cara yang sama untuk kedua kalinya," ucap Black Goblin Commander sambil mengepalkan tangannya.


Booom!


Golem itu terbang jauh karena pukulan tunggal. Chao yang melihat hal itu terlihat tenang saja, dia membuat sebuah peluru dari pedang yang terjatuh dari mayat Kavaleri musuh. Mengubah bentuk logam dari kapak menjadi peluru adalah hal yang mudah bagi seorang Build Weapon. Mana Rifle berubah fungsinya dari senjata serbu menjadi senapan runduk karena Chao menembak menggunakan skill Focus.


Door!


Peluru meluncur cepat menuju target baru. Kepala Black Goblin kavaleri ditembak, sayangnya peluru itu kembali memantul.


"Ah, Weapon Explosion,"


Booom!


Peluru yang terjatuh di antara kerumunan kavaleri itu meledak dengan kuat, walaupun tidak mati namun cukup efektif mengganggu formasi pasukan. Gunner melihat kesempatan itu, tembakan diintensifkan, ratusan peluru


dimuntahkan. Berkat kemampuan mereka banyak musuh dijatuhkan, membuka jalur bagi Spearman dan Tanker untuk maju ke bagian belakang pasukan musuh. Archer menarik busurnya dan melepaskan hujan panah yang gila pada kavaleri yang sedang sibuk merapikan formasinya.


Kavaleri Black Goblin berusaha merapatkan formasi demi melindungi pasukan di belakangnya. Spearman menusuk musuh kiri dan kanan, sementara di belakangnya Tanker maju menghalau serangan yang tidak berhasil ditahan Spearman. Kalau ini berhasil maka pasukan Black Goblin yang berada di belakang sana akan mati. Ballista yang masih beroperasi menargetkan Ranger dan Archer di tembok kota, berusaha membunuh walau sulit, ini disebabkan Archer memberi perlawanan yang gila.

__ADS_1


Enna berusaha memanggil pasukan miliknya yang berada di dalam kota, jumlah yang tersisa masih banyak sehingga diharapkan mampu membalikkan keadaan disini. Enna sebenarnya masih kesal terhadap Haytrea yang membawa pasukan dengan jumlah sangat sedikit, alasannya memperkuat kemampuan mereka. Namun yang terlihat mereka malah tersudut.


Chao masih senang berdiri di Gerbang Barat, dia baru saja kembali ke sini setelah melihat Gerbang Selatan yang penuh dengan monster, anehnya tidak ada satupun pasukan pemain di sana. Jadi berdasarkan pengamatan Chao pasukan pemain berada di Gerbang Barat dan Utara, area Timur kosong dan Selatan tanpa pemain sedikitpun. Jadi pasukan pemain di utara akan bisa bersantai lebih lama bila dibanding dengan Gerbang Barat.


Chao masih sakit hati setelah dikeluarkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dari Party Orla oleh Fa, Chao berharap saat bertemu dia akan minta maaf. Mengesampingkan masalah sebelumnya, Chao membidik kembali.


"Focus, Acceleration, Double Damage,"


Door!


Sayangnya senjata ini tidak mempunyai peredam suara, masih untung bisa diubah fungsinya dari otomatis menjadi semi otomatis, serta pelurunya sungguhan bukan dari Mp. Peluru itu bergerak lebih cepat dari sebelumnya, berusaha mengenai satu target.


Tang!


Peluru itu kembali memantul dari targetnya, kali ini karena zirahnya. Chao berharap dia tidak akan melihat ke sini, alasannya target itu adalah Black Goblin Commander yang sedang menghajar golem milik Haytrea. Black Goblin Commander dengan bebas meninju dan melempar golem dengan sekuat tenaga, terlempar sejauh 5 meter dalam sekali serang.


"Hah ... Kalau begini bisa panik aku, oke tenang ... tenang ... ten–" tiba-tiba golemnya kembali terlempar, sekarang golem itu akan mendarat di tempatnya saat ini.


"Soil Hand!" tangan tanah muncul kembali untuk menangkap golem, sialnya setelah tertangkap tangan itu langsung hancur, memang tidak mengenai dirinya tapi kekuatan serangannya sangat jelas bahayanya.


"Huh, lebih baik aku masuk dan mengendalikan langsung," ucap Haytrea


"Summon Soil Golem, Soil Armored, Soil Shield, Soil Warhammer," Haytrea mengucapkan banyak skill sekaligus


"terakhir, Controller Summoner!"


Golem yang terjatuh tadi menggabungkan diri dengan Golem hasil Summon Haytrea. Tubuh golem sudah banyak tambahannya seperti zirah, perisai bulat dan sebuah palu. Sekarang tercipta golem raksasa setinggi 16,5 kaki yang mana sebelumnya hanya 13,1 kaki saja. Levelnya juga naik menjadi 500, karena golem yang bergabung tadi berlevel 400-an.


Haytrea berada di dada golem agar bisa mengendalikan dengan mudah, lawan tidak bisa melihatnya karena terhalang oleh zirah, tapi Haytrea bisa melihat dengan leluasa melalui mata golemnya.


"Oke bergerak." perintah Haytrea


"Enna sekarang!"


"Siap ketua, Laser Beam!"


Seberkas cahaya biru melesat menuju bahu Black Goblin Commander, berhasil membuat konsentrasinya pecah kembali. Dia berusaha menangkis laser itu, Haytrea mundur sedikit lalu memukul sekuat tenaga pada musuh.


"Siapa yang bilang aku pengecut hah?! "


Golem melompat ke udara lalu jatuh dengan palu di bawah. Laser berhasil ditangkis, namun serangan telak golem membuatnya mundur.


"Shockwave Warhammer!"


Booom!!


Karena menggunakan palu yang berbeda maka hasilnya pun lebih gila. Black Goblin Commander bersusah payah menahan gelombang kejut dan daya serang palu itu.


"Earthquake!" Haytrea berusaha menggoyahkan keseimbangan lawannya


Tanah di sekitar mereka mulai bergetar kuat, retakan muncul di sekitar kaki Black Goblin Commander. Tahu bahwa dirinya terancam, Black Goblin Commander membalas.


Dia memegang palu golemnya Haytrea dan berusaha menariknya ke bawah. Niatnya mengubur Haytrea saat jatuh nanti. Haytrea tahu tujuan lawannya.


"Increase Earthquake!"


Retakan tanah semakin besar, berusaha menarik Black Goblin Commander kedalamnya. Haytrea menggerakkan golemnya untuk menjauh dengan cara melompat ke belakang sejauh 5 kaki. Celah tanah terbuka lebar, lawannya berhasil ditarik ke dalam. Haytrea berniat membunuhnya sekarang juga.

__ADS_1


Sayangnya tidak semudah itu. Bagian paling belakang pasukan ternyata pengguna tombak. Mereka memburu Golem Haytrea karena sebelumnya mereka tidak bertugas, mereka hanya berjaga-jaga dari ancaman serangan kejut dari belakang. Fisik mereka yang terbilang tinggi cukup untuk mengganggu mobilitas golemnya. Enna masih berusaha memanggil bantuan secepat mungkin. Gunner sudah kelelahan, bukan karena Mp yang habis tapi karena mental mereka yang lelah menghadapi Kavaleri susah mati ini.


Kavaleri musuh sudah merapatkan formasinya dan itu membuat Spearman terjepit di depan, Tanker berusaha memecah kembali formasi lawan. Gunner masih menembak walau jumlahnya semakin berkurang akibat kelelahan, kebanyakan dari mereka merupakan Gunner tanpa class Enchanter sehingga melakukan hal yang sama seperti Chao adalah mustahil kecuali mereka naik level dan mengambil class itu sebagai class sekunder.


Chao tahu bahwa diperlukannya suatu tindakan dalam membebaskan Spearman dari kepungan musuh. Namun, Chao tidak melakukannya karena kehabisan peluru, apabila memakai Mp bisa terancam kehabisan Mp berikut dengan potionnya. Spearman tahu bahwa mereka harus melakukan pertarungan bunuh diri agar terbebas dari sana walau levelnya bisa turun. Pertarungan gila akhirnya terpaksa dilakukan, jumlahnya yang sedikit ternyata mampu memberikan guncangan pada lawan. Kaki Chameleon diputus secara brutal oleh beberapa Spearman agar mampu membunuh penunggangnya, dua Spearman naik dan mengeroyok penunggangnya walaupun mendapat perlawanan.


"Fire Puncture!"


"Wind Spear Rotation!"


Dua serangan berturut-turut mendarat di tubuh Black Goblin. Menghasilkan luka bakar yang diperparah dengan luka hasil goresan tombak yang dipertajam dengan elemen angin. Sebagai perlawanan, Black Goblin memerintahkan tunggangannya untuk meracuni kedua pengganggu tersebut sembari melancarkan serangan kapaknya. Satu orang terkena sabetan kapak di pergelangan dan satunya lagi tewas setelah tubuhnya terbelah menjadi dua melalui pinggangnya dan tombaknya yang menahan tadi patah dua serta berhasil diracuni melalui lidah yang menyentuh kakinya.


"Kau mau mati ya?" tanya pemain yang rekannya mati tadi dengan penekanan


"Kalian yang mengeroyok duluan," balasnya


Kapaknya kembali mengincar area vital, kali ini area dada yang merupakan area paling vital bagi Ras Robotics Origin. Kapaknya ditahan dengan sekuat tenaga oleh pemain itu, matanya mengobarkan cahaya merah membara.


"Barbarian Skill: Fire Shadow." tombaknya dibaluti api merah yang menyala kuat, tubuhnya sudah menyatu dengan bayangan kakinya merah gelap.


Duel siapa paling cepat mati terjadi di atasnya, terjadi peningkatan kekuatan serangan dan pertahanan Spearman tersebut. Bunglon yang menjadi arena juga tidak tinggal diam saat majikannya diserang, lidahnya bergerak liar mencoba melilit pemain yang sudah lepas kendali itu. Saat berhasil disentuh racun di lidahnya malah menguap dan lidahnya seketika terbakar hebat, ia berusaha mematikan api tersebut dengan cara menambah dosis racun di lidahnya, akan tetapi gagal entah karena apa. Tusukan dan tebasan dua senjata saling mengisi, melukai lawannya dengan parah baik karena racun ataupun luka bakar yang semakin menjadi. Gunner yang melihat hal itu menjadi semangat karena tindakan rekannya, mereka akhirnya menggunakan skill pamungkas mereka walaupun terancam kehabisan Mp.


"First Akhalia!"


Tembakan berwarna hitam dalam jumlah banyak meluncur deras, setiap tembakan menghabiskan 80% Mp dan menghasilkan damage 300% dalam sekali merilis skill. Hasilnya mengejutkan, puluhan Kavaleri mati berikut dengan tunggangannya. Setelahnya, Gunner mundur secara teratur dengan cara memanjat tembok kota yang dibantu oleh Archer dari atas. Tanker yang berada di bawah mundur dan menjaga gerbang kota. Gunner kembali mengisi Mp hingga penuh dan melepaskan First Akhalia sekitar 2 kali, Archer melepaskan hujan panah yang melengkung ke arah tengah pasukan musuh yakni operator artileri yang menyusahkan mereka sebelumnya.


Kavaleri berhasil dimusnahkan dengan akibat Gunner diistirahatkan selama beberapa jam dan mengisi ulang Mp Potion. Spearman berhasil menewaskan beberapa kavaleri yang tersisa dan merangsek maju dengan niat menghabisi operator Ballista dan meriam. Black Goblin yang berduel tadi sudah mati terbakar, setengah tubuhnya sudah menjadi abu, lawannya sudah mati juga karena menanggung damage berat serta efek Skill Fire Shadow yang mana memang menghisap Hp dan Mp sebagai bayarannya.


Black Goblin Spearman tidak sadar bahwa artilerinya dalam bahaya. Mereka masih terlena dalam mengganggu Haytrea yang melawan pimpinan mereka. Black Goblin Commander yang terjebak masih berusaha keluar dengan menjadikan kapaknya sebagai tumpuan.


Enna merasa hal ini adalah timbal balik yang sayang untuk dilewatkan, dia membidik Black Goblin Commander agar gagal keluar.


"Laser Beam!" seberkas sinar biru meluncur dan menghantam kapaknya, menyebabkan tanah di sekitarnya runtuh.


Haytrea menghempaskan palunya ke berbagai arah, demi melepaskan gangguan ini. Tak menyerah, puluhan tombak dilemparkan demi menahan kaki golem Haytrea. Kesal, Haytrea menciptakan perangkap tanah di sekitar operator Meriam.


"Pergi tidak! Four Soil Wall, Soil Pinch."


Empat dinding tanah raksasa muncul, Spearman yang melihat itu mundur sesegera mungkin dari area pertempuran karena tahu ini adalah kabar baik. Empat dinding tersebut bergerak sangat cepat ke depan, menjepit operator meriam dan membuatnya mati beserta hancurnya artileri jenis meriam mereka dalam jumlah banyak.


Kebanyakan dari mereka akhirnya sadar ada hal yang penting telah mereka abaikan. Setengahnya mundur demi melindungi yang tersisa. Haytrea kembali berlari mencoba mengubur musuhnya hidup-hidup dan memastikannya mati secepatnya.


Black Goblin Commander melihat hal itu tersenyum diam-diam. Dengan rencana yang matang dari pimpinannya menipu Haytrea akan sangat mudah. Dia berharap yang lain sudah menghancurkan target, di sini dia akan menahan Haytrea agar tidak sadar akan sesuatu hal yang fatal.


Golem Haytrea mendarat dengan bunyi gemuruh yang memekakkan telinga. Palu


Haytrea menyasar kepala musuhnya, tak diduga musuhnya dengan mudah melompat keluar dari retakan yang ia buat sebelumnya. Tapi, musuhnya lupa menangkis serangan sehingga palu Haytrea mengenai kepalanya dengan telak. Meski tidak terlempar, tubuhnya bergeser sedikit dengan kepala yang mengucurkan darah hitam segar. Kapaknya kembali terangkat, dia bergeser ke kanan yang kemudian dilanjutkan dengan tebasan kapak secara menyamping ke arah pinggang golem.


"Tidak semudah itu. Soil Mine!"


Beberapa bola tanah muncul dan menghilang kembali. Tidak lama setelahnya ledakan kembali terjadi.


BOOM!


Meski hanya beberapa namun efektivitas ranjaunya terbukti berhasil. Ledakan terjadi akibat kaki musuhnya yang menginjaknya secara langsung. Sialnya Black Goblin Commander tidak kunjung mati. Hp miliknya tidak terlalu tebal, tapi susah mati. Haytrea menyesal telah meremehkan kekuatan dan level musuhnya.


Bersambung...

__ADS_1


Sebelumnya maaf karena tidak update dua bulan lebih. Ini disebabkan saya harus menghadapi PR selama 2 minggu lebih, bahkan termasuk hari minggu juga, berasa sekolah full day school. PR yang selesai memang banyak namun penambahannya juga nggak kalah banyak. Ditambah dengan persiapan ujian mid semester 1 yang agak makan waktu dan pikiran. Untungnya ujiannya sudah selesai. Maaf curhat :(


Sabtu, 8 Oktober 2022.


__ADS_2