Emperor Online

Emperor Online
BAB 18: Tipuan


__ADS_3

Black Goblin Commander kembali berdiri tegak setelah kakinya diganggu oleh ranjau, kapaknya retak karena serangan Laser Beam milik Enna tadi. Tiba-tiba seluruh armor di tubuhnya yang rusak kembali pulih seperti sediakala, begitu pula dengan senjatanya yang kembali utuh berkat elemen Soil.


Haytrea terkejut bukan main, seluruh usahanya untuk melemahkan musuh tadi berbuah kesia-siaan. Dilihatnya kembali keadaan terbaru musuhnya, armor lengkap dengan senjata masih berupa kapak tanpa perubahan apapun secara fisik. Haytrea yakin ada perubahan pada status lawannya. Hasilnya mengejutkan.


[Black Goblin Vice Commander (☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆) Elite


Element: Soil


Lvl: 300


Hp: 14.000/14.000 Mp: 5.000/5.000


Mini Boss]


"Mini Boss?! Hp nya setebal itu, sangat berbeda dari yang tadi. Di tambah levelnya yang rendah itu bisa menahan serangan golem ku yang levelnya 500,"


"Tunggu, kalau bukan dia yang berlevel 410, pemimpin utamanya di-" ucapan Haytrea terputus dengan mata melotot sempurna


"Itu berarti dia di gerbang selatan, sial gerbang selatan tanpa pengamanan sama sekali!" teriak Haytrea panik saat menyadarinya


Haytrea segera mengirimkan pesan pada wakilnya untuk membatalkan bantuan pasukan disini, mereka berencana pindah ke gerbang selatan. Untuk sementara area ini nantinya akan diurus Iza dan kawan-kawan.


Sebelum perpindahan daerah pertempuran dilakukan, Haytrea berniat membunuh musuh di depannya ini. Musuh yang sudah berhasil menipunya. Level musuhnya rendah, namun kekuatannya sanggup mengimbangi golem Haytrea yang berlevel 500-an. Hal ini patut diwaspadai darimana sumber kekuatannya.


Tanpa peringatan, musuhnya langsung maju. Satu serangan telak berhasil bersarang di pinggang golem, Haytrea langsung sadar setelah golemnya mulai jatuh perlahan. Haytrea berusaha memperbaiki kerusakannya, namun serangan susulan datang.


Tang!


Untungnya Haytrea berhasil menahan serangan dengan menggerakkan kedua tangan golemnya. Posisi ini harus diubah, karena dia bisa mati dengan cepat. Haytrea mendapatkan cara, sebuah tendangan diluncurkan ke arah perut musuhnya. Namun serangannya mudah dibaca, kaki golem ditangkap. Setelahnya golem Haytrea dibanting dengan sekuat tenaga.


-4.000!


"Uhk-" Haytrea yang berada di dalam golem menyemburkan darah dari mulutnya setelah di impit bagian dada golem yang hampir saja meremukkan lengannya.


Haytrea memilih keluar dari golem agar lukanya mudah disembuhkan. Ia berjalan sempoyongan, kepalanya sedikit pusing. Demi menghindari perhatian musuh dia menggunakan skill Stealth. Setelah menjauh, ia meminum 1 botol Hp Basic 3. Golemnya kembali bangun walaupun didalamnya tanpa pemilik. Haytrea sudah sedikit pulih, golemnya berhasil diperbaiki pada bagian pinggangnya.


"Soil Greatsword."


Senjata palu perang milik golemnya diganti dengan pedang besar agar mudah menghabisi musuhnya. Golem raksasa kembali bergerak menuju Black Goblin Vice Commander. Musuhnya kembali menantang, dua senjata di adu menimbulkan angin di sekitarnya. Musuhnya masih menyangka Haytrea masih di dalam, sebuah tinjuan dilepaskan ke arah dada golem.

__ADS_1


Baamm!


Dada golem retak besar. Haytrea masih penasaran darimana sumber kekuatan musuhnya, seharusnya di atas 2.000 Str. Golemnya masih berdiri tegak, saat musuhnya lengah Greatsword miliknya berhasil membuat luka besar pada tangan musuhnya. Darah hitam mengucur deras.


Tapi musuhnya tetap tersenyum, aneh sekali.


Kapaknya berputar-putar seakan menantang Haytrea untuk membunuhnya. Kesal, Haytrea berniat menggunakan setengah Mp nya untuk memusnahkan penipu ini. Golemnya maju dengan kecepatan tinggi, unggul dalam kecepatan bukan kekuatan. Layaknya bukan golem, serangan demi serangan dilepaskan. Golemnya berhasil menghancurkan kapak musuh yang digunakan untuk menahan serangkaian serangan golem Haytrea.


Tanpa memikirkan apapun lagi Haytrea melepaskan sebagian besar kekuatannya. 8 Golem keluar dari dalam tanah, memakai jubah cokelat dan bersenjatakan rantai yang panjangnya belasan meter. Semua golem mengepung Black Goblin Vice Commander, menjerat tubuhnya dengan rantai kemudian menariknya kembali untuk menguatkan rantai nya. Golem pertama tadi, si pengguna Greatsword melompat dan berdiri di depan musuhnya.


"Ritual of 8 Butchers of Souls: Withdrawal of Souls, Ritual of 8 Butchers of Souls: Execution of Sinners." ucap Haytrea dengan suara berat yang bercampur kekesalan


Hal ini dilakukan Haytrea bukan tanpa alasan, kecemasannya akan serangan pada Gerbang Selatan menjadi prioritasnya saat ini. Sementara musuh di depannya berniat mengulur waktu selama mungkin. Terpaksalah ia menggunakan skill andalannya yang diciptakannya sendiri, memakan banyak mana dengan persentase keberhasilan yang rendah juga karena baru mendapatkannya.


Delapan golem tadi mulai mengeluarkan tongkat yang sebelumnya tersembunyi di balik jubahnya, sebuah Staff Butchers of Souls. Staff itu berwarna cokelat tanah, dihiasi dengan garis-garis hitam yang berputar layaknya ular yang melilit tongkat itu, di ujung Staff terdapat sebuah bola tanah yang kekuatannya berguna untuk mengendalikan rantai tadi. Lantunan mantra diucapkan secara bersamaan, Haytrea juga ikut membacanya. Huruf-huruf aneh mulai keluar dari ujung masing-masing Staff, menjalar dari pangkal rantai menuju targetnya.


Sementara targetnya mulai memberontak setelah menyadari bahaya huruf aneh tersebut seperti menarik jiwa dari tubuhnya. Sialnya kapak miliknya hancur, dia berusaha menggigit rantai tersebut. Bukannya hancur rantai tersebut semakin menguat menjerat seluruh bagian tubuhnya, dua rantai telah berhasil mengirimkan huruf aneh tersebut. Black Goblin Vice Commander merasa Mp yang dia miliki terhisap ke dalam rantai tersebut, semakin beringas lah dia menyadari hidupnya tak akan lama lagi.


Namun kenginan hidupnya harus berakhir hari ini juga, di tangan Sang Penjagal Jiwa. Namanya telah berkibar di semua ingatan Black Goblin yang pernah menghadapinya, baik yang mati maupun yang masih hidup. Tak salah jika dirinya mendapat gelar Black Goblin Killer. Satu-satunya pemain yang berhasil membantai ras ini dengan mudahnya, sekarang Black Goblin Vice Commander sadar bahwa yang dihadapinya adalah sosok berbahaya yang mengancam rasnya, levelnya yang rendah telah mengecoh banyak musuhnya dan semuanya berakhir buruk.


Rantai yang lain berhasil mengalirkan huruf aneh tersebut, benar-benar menghisap kekuatan lawannya. Selain Mp lawan yang dihisap, kekuatan fisiknya juga diserap sehingga tubuhnya berubah kurus serta hanya tersisa kulit pembalut tulang. Lawannya sekarang lebih lemah dari Black Goblin biasa sekalipun. Golem yang berdiri di tengah tadi bersiap mengeksekusi target di hadapannya. Dengan keadaan tubuh melemah tanpa Mp sedikitpun dan fisik yang lemah maka perlawanannya hanya menambah penderitaannya saja.


"Sekarang."


Karena Mp miliknya sudah berkurang banyak, Haytrea mundur dari pertempuran. Seluruh pasukannya ditarik ke dalam kota dan akan melanjutkan perjalanan ke Gerbang Selatan. Setelah penarikan pasukan selesai, Ranger menutup kembali Gerbang Barat dengan erat. Untuk sementara Ranger akan menggunakan persenjataan seadanya untuk bertahan dari gempuran makhluk yang bernama Black Goblin itu.


Muntahan peluru Mp mengurangi sedikit demi sedikit pasukan Black Goblin yang berusaha menghancurkan gerbang, Ranger agak kesulitan menahan serangan beruntun ini. Para Ranger berharap musuh tidak membawa tangga pengepungan, walau pada kenyataannya musuh hanya memiliki pasukan penyerang baik jauh maupun dekat. Musuh terdiri atas Kavaleri, Artileri dan Infanteri tombak.


Iza dan pasukan di bawah komandonya sudah sampai di tempat, pasukannya kebanyakan penyerang jarak jauh. Jadi setelah pasukan Haytrea berangkat posisi Archer masih ada, serta Gunner juga datang. Yang baru dari bantuan ini adalah adanya Mage dan Writer, penyerang jarak jauh berkekuatan besar. Dan harapan hidup pasukan dapat terjamin karena adanya Support. Segera pertempuran di gerbang barat berkobar kembali, meski tanpa Bomber dan Spearman mereka tetap tangguh karena menyerang dari atas benteng. Jaloky dikabarkan kembali pada tugas aslinya, begitu pun pasukan Bomber miliknya, setelah mendapat imbalan Quest mereka bubar dan kembali pada pekerjaan asli mereka.


Di antara banyaknya pasukan musuh yang berguguran terdapat satu orang yang berusaha pergi dari sini sambil mengumpulkan barang menarik. Chao, dia mengumpulkan semua drop item atau item pemain yang jatuh, memasukkan semuanya ke dalam inventory tanpa peduli apa yang dia ambil. Setelah ini dia berniat pindah tempat lagi.


***


Gerbang Selatan


Seperempat dari jumlah total Ranger sudah tewas setelah menerima puluhan anak panah di tubuhnya, pintu gerbang sedikit berlubang karena hantaman batu dari pelontarnya. Beberapa Ranger setelah menembak bersembunyi sebentar di sela-sela kecil dinding benteng untuk menghindari tombak Ballista. Mereka harus bertahan hidup agar kota ini tidak mengalami kejatuhan lagi berkat masalah yang sama. Keadaan disini sungguh buruk, persenjataan Ranger hanyalah Mana Rifle dan sedikit Bom Mana, sisanya masih di Gerbang Timur. Padahal Peluncur Roket Mana sangat dibutuhkan disini.


Pemimpin musuh yang asli berada di sini, berdiri di garis paling belakang mengomandoi semua pasukannya. Operator Ballista masih banyak jumlahnya dan terus menembak ke arah benteng tanpa henti. Di tempat ini tidak ada Kavaleri, sebagai gantinya Infanteri dan Artileri jumlahnya sungguh banyak. Infanteri terdiri atas pasukan bersenjatakan tombak dan perisai. Sialnya di belakang Infanteri terdapat tangga pengepungan dalam jumlah puluhan. Di beberapa titik terdapat Menara Pengepungan yang bergerak ke arah benteng, di atasnya terdapat pemanah yang menggunakan busur silang.

__ADS_1


Setelah merasa serbuan Ballista berkurang Ranger kembali keluar untuk menembak kembali. Sasarannya adalah Infanteri yang melindungi Artileri. Apabila berkurang maka serbuan Ballista bisa ditahan sementara waktu. Yang menjadi masalah sekarang adalah Menara Pengepungan yang terus mendekat tanpa ada yang menghentikannya. Selagi masih ada kesempatan, pasukan cadangan musuh berlari dengan cepat menuju benteng sambil membawa tangga. Sekelompok Ranger mengeluarkan Bom Mana yang akan dilempar pada Menara Pengepungan, tanpa banyak berpikir semuanya dilempar dengan sekuat tenaga.


Booom!


Kebanyakan hanya ledakan biasa yang merusak beberapa struktur dari menara sehingga membuatnya miring sedikit. Beberapa berhasil menimbulkan percikan api yang membakar kayu pada Menara. Api inilah yang para Ranger nantikan, dengan harapan semuanya terbakar tanpa ada yang berhasil mendekat pada benteng.


Tanpa diduga beberapa Black Goblin merupakan Mage elemen Air, mereka memadamkan api yang muncul pada Menara Pengepungan sehingga harapan para Ranger hilang seketika. Di beberapa titik tangga berhasil dipasang, Black Goblin berusaha naik. Beberapa Ranger seketika panik, mereka menjadi ragu yang mana yang harus ditahan. Paling ujung kanan benteng sudah mendekat sebuah Menara Pengepungan yang mana akan mengirimkan banyak sekali pasukan. Gerbang masuk digempur habis-habisan dengan lontaran batu dari pelontarnya, tembakan tombak Ballista semakin gencar dan akurat dalam mengambil nyawa musuhnya.


"Tahan Menara Pengepungan!" perintah komandan Gerbang Selatan, Avker


Dari tujuh puluh lima Ranger yang masih hidup, 50 diantaranya masih di dekat gerbang. 25 orang itu dikirimkan untuk menahan masalah berat itu. Semua tenaga di keluarkan demi mengejar musuh agar tidak memasuki kota. Menara sudah menempel pada dinding tembok, seketika itu juga pasukan yang berada di belakangnya naik. Berusaha untuk naik walaupun ada ancaman dari Ranger yang berusaha menahan mereka.


"Tembak!" perintah salah satu orang yang berlari tersebut pada rekannya.


Rentetan tembakan dilepaskan menuju musuh yang sudah naik dan hendak menyentuh bagian atas benteng. Tak ketinggalan, para pemanah yang berada di atasnya merespons serangan tersebut dengan serangan panah api yang banyak. Meski tidak banyak berpengaruh pada benteng, namun panah tersebut bisa menyiksa targetnya. Tahu ini akan sulit Ranger memilih melompat langsung pada Menara agar yang lain tidak masuk ke kota, tembakan yang diluncurkan berhasil mendorong mundur musuh agar gagal naik. Sekitar 3 orang Ranger berhasil mendarat pada Menara, menarik pin pada Bom Mana dan meledakkannya saat itu juga. Meski terlihat seperti bunuh diri nyatanya mereka melompat mundur ke benteng saat bom akan meledak, momentum yang berbahaya.


"Tumpahkan minyak!"


Beberapa Ranger yang kembali mengambil minyak tadi sudah menuangkan minyak ke bawah, bersiap membuat batas. Api yang muncul akibat ledakan Bom Mana di Menara Pengepungan menjalar pada minyak dan akan susah dihentikan, bahkan oleh Mage elemen Air sekalipun. Di tempat lain pada saat yang sama beberapa gerombolan Black Goblin berhasil naik dan membantai Ranger yang berada di dekatnya, Ballista sudah menancap pada targetnya dan menyulitkan pergerakan Ranger yang mana dijadikan kesempatan bagi Black Goblin untuk membunuh mereka.


Akhir nya pasukan bantuan Haytrea tiba, para Tanker langsung menahan gerbang agar tidak diterobos begitu saja, terutama karena gerbangnya yang sudah berlubang. Bagian lain pasukan Haytrea naik ke atas untuk memusnahkan Black Goblin dari benteng. Pasukan tambahan Haytrea belum lengkap karena yang lain masih dalam perjalanan karena mereka membawa persenjataan berat. Untuk sementara mereka yang ada harus menahan serbuan ini, terutama karena Ranger yang berkurang drastis. Garis api harus diperpanjang agar musuh tidak masuk kota, Haytrea menciptakan golem ukuran sedang dalam jumlah belasan untuk melempar keluar para Black Goblin dari atas benteng.


Sayang musuh mereka bukan makhluk bodoh, dia memerintahkan anak buahnya untuk menambah kekuatan lontaran batu dengan api. Tujuannya jelas, hancurkan gerbang. Nasib kota ini bergantung pada keadaan gerbang, apabila gagal dipertahankan maka tamatlah kota ini dalam semalam.


Pasukan musuh bergerak semakin dekat, Menara Pengepungan pertama berhasil dibakar namun yang lain malah berhasil mendarat dengan mulus di atas benteng. Area gerbang diduduki oleh Haytrea dan wakilnya bersama Ranger agar tidak dijatuhkan oleh musuh dengan cara membuka gerbang dari dalam. Tiga sampai empat Menara Pengepungan mendarat di ujung paling kiri benteng yang segera diisi ratusan prajurit Black Goblin Infanteri Tombak. Semua pelontar batu dipusatkan pada gerbang, termasuk Catapult.


"Serang!" perintah Haytrea


Hujan panah turun ke bawah menuju sasarannya masing-masing. Gunner menembak secara bergantian dengan dua barisan di atas benteng yang masih aman. Player Spearman membagi grup menjadi 5 kelompok, setiap kelompok berisikan 20 player. Player Spearman ditugaskan untuk menjatuhkan dan membakar Menara Pengepungan musuh.


Lewat tugas ini mereka dibekali dengan banyak bom dari Haytrea, di antaranya bom Mana dan bom Api.


Tiba-tiba Chao muncul di dekat gerbang Selatan tanpa mengalihkan perhatian kedua pihak yang sedang bertempur. Kali ini dia ingin mencoba menanam Ranjau.


Dia melihat banyaknya artileri musuh yang beroperasi menyerbu benteng di belakangnya, tanpa basa-basi dia menembakkan Laser Shoot pada Catapult dan Ballista. Hasilnya sebuah ledakan tercipta dan menimbulkan kobaran api di pihak musuh.


Chao mundur dan berpindah tempat menuju sayap kiri musuh yang cukup sedikit pasukannya, sebagian besar terkonsentrasi pada area tengah dan sayap kanan karena berhadapan langsung dengan benteng kota serta sasaran mereka.


Bersambung...

__ADS_1


Note's:


Maaf karena terlalu lambat updatenya. Sebenarnya bab ini sudah cukup lama hampir selesai dan itu sekitar dua minggu yang lalu. Kelupaan menambah serta menyempurnakan bab ini setelah berhadapan dengan PR. PR selesai ide hilang, ya batal deh jadinya mengedit bab ini. Sekali lagi mohon maaf.


__ADS_2