Emperor Online

Emperor Online
BAB 21: Tak Percaya


__ADS_3

Iza berdiri di atas tunggangan musuh nya sambil tersenyum lebar. Meski pedangnya hanya satu, dia tetap tenang. Ternyata kaki tunggangan musuh nya sudah putus, kedua kaki depan bunglon itu terputus dengan rapi, namun darahnya masih mengalir dengan deras. Hal itulah yang membuat tubuh Iza berdarah. Black Goblin itu baru menyadari tunggangannya terluka setelah bunglon itu tersungkur.


"Serang!" teriak Black Goblin pada rekannya yang lain


Serangan kapak dari berbagai arah berdatangan pada tubuh Iza, Iza hanya mengandalkan skill Circumvent miliknya untuk menghindar dari banyak serangan sambil menangkis beberapa serangan. Iza sedikit demi sedikit mundur ke belakang karena terdesak. Kemampuannya belum lah mumpuni untuk melawan banyak musuh, paling banyak hanya 2 VS 1 saja. Class lain milik Iza adalah Leader, class yang mengandalkan pasukan.


'Pasukan milik ku sedang bertarung di tempatnya masing-masing, jadi sulit memanggil mereka sebagai bantuan untukku.' Batin Iza gelisah


Karena kelengahan Iza, satu kapak Black Goblin berhasil melukai tubuhnya dengan cukup dalam. Lukanya mengalirkan darah dan sedikit menganga. Iza hanya mendengus saat merasakannya.


"Slash." Iza menebas kembali ke arah musuhnya.


Sayangnya semua musuhnya menangkis serangan tunggal tersebut, mendorong senjata mereka ke depan dan membuat Iza hampir jatuh.


"Puncture." Iza menusukkan pedangnya ke arah kepala Chameleon yang masih terdiam karena menahan rasa sakit dari serangan Iza tadi.


Chameleon tersebut bergerak tak karuan setelah ditusuk seperti itu, Iza segera mencabut pedangnya agar luka itu semakin parah. Black Goblin kembali menyerbu Iza agar dia cepat kalah atau bahkan mati. Tenda Iza masih kosong, tidak ada player class apapun di dalamnya.


"Semua pasukan! Terjang semua musuh sampai titik darah penghabisan!" Iza berteriak dengan lantang, ini adalah skill dari class Leader miliknya, sebuah skill persuasi.


Semua player yang berada di Gerbang Barat kelima menjadi semangat. Semua pasukan menggila, begitu juga dengan musuhnya yang melakukan tindakan yang sama. Lontaran sihir, desingan peluru, dan pola rune menghiasi pertempuran di dekat tenda. Keadaan pertempuran terlihat seimbang walaupun sebenarnya terdapat jarak yang cukup jauh dari level serta pengalaman kedua belah pihak. Poin Agi, Str serta kemampuan penyembuhan Support meningkat sebanyak 5% setelah Iza menggunakan skill nya.


Iza melihat salah satu musuhnya menjadi lemah setelah tunggangannya mati kehabisan darah, hal ini membuat level Iza naik menjadi 72. Tanpa banyak halangan, Iza langsung menebas musuhnya sampai sekarat.


"Triple Slash." Tiga tebasan berturut-turut membuat musuhnya terluka berat.


Iza sudah melepaskan batasannya agar ia cepat menang walaupun berkemungkinan mati.


"Dark Slash! " musuhnya bangkit, menebaskan kapaknya ke arah bahu Iza dengan kecepatan penuh.


Iza menghindar dengan cara melompat ke atas, saat berada di udara Iza kembali menyerang. Iza menendang kepala musuhnya dan mendarat kembali di atas tanah.


Iza memegang pedangnya dan berputar dengan kecepatan tinggi. Tebasan Iza menyerang musuhnya dengan sembarangan, musuhnya hanya beberapa kali berhasil menebas karena ditangkis oleh Iza. Putaran tubuh Iza membuat angin ke sekitarnya, angin tersebut bukanlah angin alami melainkan tebasan pedang berkecepatan tinggi. Black Goblin maju dan menebas langsung tubuh Iza, bayarannya tubuh Black Goblin juga terluka parah oleh serangan gila Iza.


Iza berhenti dari serangan berputarnya dan mengganti gaya tempurnya. Battle Mode miliknya diaktifkan, dua meriam bahu muncul dalam keadaan siap tembak karena sudah terdapat peluru di dalamnya. Pedang miliknya dilapisi mana dan seluruh tubuhnya sudah terlindungi oleh armor.

__ADS_1


"Fast Step, Quick Slash." Serangan cepat dilakukan oleh Iza terhadap keempat musuhnya.


Dengan langkahnya yang cepat dan tebasannya yang juga cepat membuat Iza mudah mendesak musuhnya. Sekarang kawanan Kavaleri itu dibuat seimbang dengan musuhnya, walaupun unggul dalam hal jumlah.


Boom! Boom!


Tembakan Iza yang meleset semakin melukai tunggangan musuh nya. Hanya tersisa tiga bunglon yang masih hidup. Iza kembali melompat dan menebas musuhnya dari udara dengan Quick Slash miliknya. Iza mengayunkan pedangnya sebagai serangan terakhir.


"Horizontal Slash!" Iza melakukannya dengan memusatkan seperempat Mp nya untuk serangan ini.


Tang!


Black Goblin masih bisa menangkisnya, namun tidak semuanya yang beruntung. Satu Black Goblin yang sudah sekarat telah tumbang. Iza menyarungkan pedangnya dan melakukan serangan penghabisan.


"One Shoot Compression!" Iza mengarahkan serangannya ke bawah yang mana dia dan lawan-lawan nya berada dalam jarak dekat.


Booom!


Hasil dari serangan itu membuat musuhnya terpental sejauh 3 meter lebih dan menghancurkan lingkungan sekitarnya. Tenda Iza dan beberapa tenda lain yang berada di dekatnya terbakar hebat oleh si jago merah. Iza sendiri masih berdiri di tempatnya dengan keadaan masih sehat, hanya Mp nya saja yang berkurang. Bunglon musuhnya juga terbakar hidup-hidup dan sulit melarikan diri. Iza meminum Mp Potion dan Hp Potion agar ia kembali prima.


"Masih ternyata," gumam Iza setelah melihat musuhnya kembali berdiri di depan sana.


Iza mencabut kembali pedangnya seraya membentuk kuda-kuda bersiap menahan serangan musuh. Sayangnya senjata Iza hanya sebuah pedang, tak ada senjata lain seperti busur atau belati ataupun tombak. 3 Black Goblin terlihat berdiri dan masing-masing dari mereka memegang kapak miliknya. Meskipun tubuhnya besar, namun kecepatannya tidak dapat dianggap remeh. Sekarang mereka berlari ke arah Iza.


"Double Shoot." Dua peluru sihir tercipta dan meluncur ke arah targetnya.


Boom!


Meski mereka terluka, musuhnya tetap maju ke arah Iza. Saat mereka bertemu dengan tunggangannya, mereka langsung naik. Sekarang mereka memiliki kekuatan penuh, tunggangan mereka sudah sembuh setelah diberi Potion hitam yang tak jelas jenis dan bahannya.


"Hyaa!" Iza maju dengan cepat menyusul musuhnya


Ctrang!


•••

__ADS_1


Chao sudah sampai di gerbang keempat dari Gerbang Selatan dengan tubuh yang pulih 50%. Dia tidak berniat bertarung lagi. Kebetulan juga class miliknya hanyalah class produksi dan class pendukung, bukan class tempur. Mungkin dia akan mengambil class tempur nanti, kebetulan levelnya sudah mencukupi untuk mengambil satu class sekunder dari total 4 class sekunder.


Dia berniat naik kereta ke kota lain, setidaknya dia ingin bebas dari pertempuran yang tidak nampak ujungnya ini. Misinya tentu saja akan gagal, tapi Chao sudah tidak peduli. Dari gerbang keempat ini Chao merasa ada yang aneh, semuanya sepi. Chao melihat ke belakang dan menyadari suatu hal.


"Mengapa mereka juga kesini?!" teriak Chao terkejut sekaligus bingung.


Black Goblin yang berasal dari Gerbang Selatan kelima datang kesini, di belakangnya ada Avker dan pasukannya yang mengejar Black Goblin. Black Goblin yang datang kesini semuanya Infanteri dan bersenjata lengkap, yakni kapak perang dan armor yang masih terlihat utuh.


Chao langsung merapal enchant peningkatan Agi dan berlari dengan sekuat tenaga. Dia tidak ingin jadi korban salah sasaran ataupun target mudah bagi Black Goblin. Chao terus berlari sampai ia kelelahan, saat ia lelah ia baru saja sampai di dekat gerbang ketiga. Stasiun terdekat ada di gerbang ketiga di Gerbang Selatan ini, kesempatan yang baik. Chao duduk sebentar untuk memulihkan Hp dan Mp nya sampai penuh sebelum melanjutkan perjalanan. Ia sudah muak dengan misi terpaksa itu.


Setelah Hp dan Mp-nya penuh, Chao bergerak kembali. Saat Chao sudah sampai di dekat gerbang, ternyata ada pasukan di sana. Ada beberapa senjata perang disini. Saat melihat Chao mereka langsung mengarahkan senjata padanya sembari bertanya.


"Bagaimana keadaan sekarang di Gerbang Selatan kelima?" tanya salah satu dari mereka.


Chao merasa risih harus menjawab dalam keadaan diancam seperti ini. Tapi, dia tidak punya pilihan, mereka banyak sedangkan ia sendirian.


"Aku tak tahu keadaannya sekarang," jawab Chao


"Jangan bercanda pada kami, katakan yang sesungguhnya atau kau akan kami bunuh disini," ancam orang itu


"Kalau tak percaya, pergi dan lihat sendiri. Jangan halangi aku, aku ingin pergi ke kota lain," ucap Chao kesal


Karena kedua belah pihak keras kepala, maka perseteruan pasti terjadi. Pasukan itu menarik senjatanya dan mengarahkan pada Chao. Senjata yang mereka arahkan adalah busur silang.


"Aku sudah jujur. Saat pertempuran berlangsung aku sudah pergi dari sana. Paham!" ucap Chao yang kemudian di akhir kata dia berteriak langsung di hadapan orang yang mengancamnya tadi.


"Kalau kau tidak mau jujur, maka rasakan lah akibatnya. Sekarang!"


Syuu!


'Pasukan otak dengkul.' pikir Chao kesal


Bersambung ...


Copyrights. 2 Februari 2023, hari Kamis. Jam 11:49 WIB.

__ADS_1


Apabila kalian ingin memberi kritik atau saran yang membangun, harap disampaikan di dalam kolom komentar. Terima kasih. Daah! Sampai jumpa di bab berikutnya di masa yang akan datang.


__ADS_2