
Chao melihat ke depan, ke tempat pasukan yang tiba-tiba menyerangnya. Mereka sudah menyerang dirinya dengan banyak anak panah dari busur silang. Chao sendiri merasa heran, dia sudah jujur pada mereka dan inilah balasannya. Tanpa berpikir panjang Chao juga membalas mereka, ini juga bertujuan untuk membuat dirinya selamat dari serangan mereka.
"Hah ... Battle Mode," dua meriam bahu kembali muncul untuk ke sekian kalinya.
"One Shoot." Salah satu meriam bahu Chao menembakkan proyektil pada pasukan di depannya.
Boom!
Beberapa player terdorong ke belakang karena terkena langsung serangan dari Chao. Sebagai balasan, pasukan itu menarik lebih banyak panah untuk ditembakkan pada Chao. Kedua belah pihak nampaknya tidak ingin melakukan Player Killing sedikitpun, itu terbukti dari sedikitnya jumlah serangan yang diberikan.
Namun, Chao berubah pikiran. Chao berniat melakukan serangan lebih kuat pada pasukan di depannya.
"Double Shoot, Double Damage." Kedua serangan yang akan diluncurkan sudah diberi enchant terlebih dahulu oleh Chao.
Boom! Boom!
Pasukan itu terdorong ke belakang kembali, kali ini jumlahnya lebih banyak. Chao mengambil pedangnya dari inventory dan bersiap melakukan serangan berikutnya.
"Slash." Chao menebas orang terdepan dari pasukan tersebut, hanya satu tebasan. Damagenya tentu sudah ditingkatkan.
-400
"Agility Up!" Chao berlari ke dalam pasukan player itu dan menebas dengan cepat sebelum enchant miliknya habis.
-400
-400
-400
Banyak rentetan notifikasi damage muncul di hadapan layar masing-masing player. Chao sudah kesal karena dianggap berbohong, padahal dia jujur.
"Curse Slash!" Chao menebaskan pedangnya dengan salah satu skill andalannya.
[Efek Bleeding terpicu! Memberikan damage sebanyak 50 poin/detik pada target.]
Sebanyak 7 orang berhasil ditebas Chao dengan skill Curse Slash miliknya, padahal sebelumnya dia tidak berniat akan melakukan itu. Tiba-tiba sebuah teriakan nyaring terdengar di sekitar mereka.
"Berhenti! Apa yang dia ucapkan itu benar. Jangan bertarung lagi!" teriak orang itu.
"Curse purification," seorang wanita dengan sebuah staff muncul dan membatalkan kutukan dari pedang Chao. Orang itu adalah Enna, Gunner sekaligus Support.
Dan yang berteriak tadi adalah Haytrea yang sudah pulih dari kelelahannya, Mp nya sudah penuh dan mentalnya sudah sehat kembali setelah beristirahat sejenak.
"Oh, jadi pasukan otak dengkul ini merupakan pasukan mu yah. Tidak heran mengapa mereka bodoh dalam menilai orang, karena pemimpinnya sendiri tak kalah bodoh dalam membuat sebuah keputusan," celetuk Chao setelah melihat siapa yang datang.
Alis Haytrea berkerut setelah mendengar ucapan Chao, sedangkan pasukannya sudah mengangkat senjatanya kembali.
"Bisa berbicara dengan baik sekarang," ucap Haytrea dengan nada dingin seraya melirik tajam ke arah Chao.
"Aku tidak bersalah, pasukan mu yang menyerang lebih dahulu bodoh!" teriak Chao, ia tak terima dilirik dengan tajam oleh Haytrea.
Belum sempat Haytrea berbicara, Chao sudah berbicara kembali.
"Sekarang minggir! Aku ingin ke stasiun sekarang," ucap Chao sembari menyimpan pedangnya kembali ke inventory.
"Battle Mode off," Chao menonaktifkan kemampuannya setelah melihat tidak adanya serangan.
Haytrea terpaksa minggir daripada berdebat dengan Chao. Pasukan Haytrea juga bergerak ke kiri dan kanan setelah melihat pimpinannya bergerak. Chao berhasil melewati gerbang ketiga dengan aman. Setelah agak jauh, Chao berhasil sampai di stasiun terdekat. Chao melihat banyak kereta Mana berlalu lalang, namun ada beberapa tempat yang diisi dengan banyak kereta Mana yang berhenti.
Dari dalam kereta, keluar banyak orang dengan seragam militer serta senjata. Semua itu merupakan pasukan yang di mobilisasi oleh Kota Vayoca dari wilayah bawahannya. Dari beberapa kereta terdapat pasukan yang berbeda seragam nya, ini menandakan identitas wilayah. Chao tidak menghiraukan keberadaan pasukan itu, ia memilih mencari kereta yang kosong. Chao bergerak ke arah Utara dan berhasil menemukan sebuah kereta yang sedang berhenti. Chao mendekat dan menyapa petugas yang berada di dekat kereta itu.
"Hai pak, kereta ini akan menuju kemana pak?" tanya Chao
__ADS_1
"Kereta ini akan menuju Desa Zuwa," jawab petugas itu.
"Hanya 40 Brass saja," lanjut petugas tersebut seperti mengharapkan Chao agar naik kereta itu.
"Oke, ini uangnya," Chao mengeluarkan uangnya dari inventory dan langsung membayarnya.
Tanpa berpikir panjang akan biaya kereta tersebut, Chao langsung naik ke kereta. Sepi, hanya itu yang Chao lihat dari kereta tersebut. Nyaris tak ada penumpang, hanya ada beberapa orang disini, itu pun kebanyakan Npc berusia 40 tahun lebih. Jadi, Chao harus menunggu terlebih dahulu agar kereta ini bergerak ke tujuannya.
Sementara itu stasiun terlihat sangat ramai karena keadaan perang, berbagai macam pasukan keluar dari kereta. Masing-masing pasukan ini bergerak menuju gerbang ketiga dari Gerbang Selatan, ini adalah bantuan langsung untuk pasukan Haytrea. Semua ini bukan pasukan Haytrea, melainkan pasukan yang dibawa atas perintah Viscount Edward. Kebanyakan dari pasukan ini adalah Infanteri, baik jarak jauh maupun jarak dekat. Tidak ada Artileri ataupun Kavaleri, ini sesuai dengan sarana transportasi mereka.
Salah satu gerombolan pasukan bergerak lebih cepat dari yang lain, mereka bergegas ke gerbang Selatan. Semua anggota pasukan ini adalah pasukan jarak jauh, yakni pemanah busur silang. Di pinggang mereka terdapat beberapa botol kaca yang berisi minyak, mereka juga membawa selusin Mage elemen Api. Mereka ini adalah pasukan dari Desa Zuwa, pakaian mereka tampak mirip dengan penduduk normal. Namun, mereka ini bukan penduduk yang dipersenjatai, melainkan pasukan militer desa mereka. Pasukan militer jarak dekat serta jenis pasukan lainnya tetap berada di desa, untuk keamanan desa mereka.
Beberapa pasukan yang lain juga mengikuti mereka ke Gerbang Selatan. Saat mereka hampir sampai, mereka bertemu dengan pasukan Haytrea yang menunggu musuh di gerbang ketiga. Meskipun hari masih malam, di sini terlihat terang karena banyaknya lampu di sekitar gerbang dan tiang lampu jalan yang cukup banyak. Maklum, ada stasiun disini, juga daerah sipil pertama berada disini. Daerah full militer berada di gerbang keempat dan kelima.
•••
Avker dan Ranger lainnya sudah berhenti dan berhadapan langsung dengan musuh mereka. Meski jumlah pasukannya lebih sedikit, Avker tetap percaya diri akan kemenangannya.
"Bentuk Formasi I," perintah Avker pada Ranger di sekitarnya.
Semua Ranger bergerak dan membentuk suatu barisan horizontal yang menghadap langsung ke arah musuhnya. Avker sendiri berdiri di depan pasukan itu, mengangkat tombaknya sebagai tanda serangan.
"Assault!" Semua Ranger menembak saat itu juga dengan Mana Rifle.
Avker menunggu tembakan selesai agar ia bisa maju. Setelah tembakan pertama selesai, Avker maju sembari mengacungkan tombaknya ke atas.
"Battle Mode!" Avker dan Ranger lainnya mengaktifkan kemampuan mereka.
Bentrokan kedua pasukan langsung terjadi. Black Goblin yang ditembak terlebih dahulu maju dengan beringas. Ranger disini tidaklah lemah, karena adanya buff dari Avker.
Trakk!
Avker menahan tiga kapak musuh sekaligus dengan tombaknya, selanjutnya ia menarik tombaknya dengan cepat dan melakukan serangan tusukan. Jaraknya dengan musuh sekitar 2 meter, itu jarak yang cukup untuk tombaknya. Avker melompat langsung ke dalam pasukan musuh, ia memegang tombaknya dengan erat sebelum mendarat.
"Mana Blast!"
Avker dengan sengaja menembak terlebih dahulu agar ada jarak antara ia dan musuhnya. Saat mendarat, Avker memutar tombaknya dengan cepat sembari bergerak mengejar musuh. Serangan Avker berhasil menghancurkan beberapa buah perisai musuh dengan tombaknya, selanjutnya Avker mengejar musuh dan langsung menusuknya di tempat. Kekuatan Avker seperti meningkat tajam di tempat terbuka, padahal sebelumnya tidak. Setelah Black Goblin itu ditusuk, Avker menariknya hingga ke udara lalu menghempaskan nya sehingga Black Goblin itu terlempar ke belakang. Ranger yang lain juga sama, mereka menembak musuh sekaligus menghempaskan mereka dengan tembakan dari meriam bahu mereka.
Avker kembali melompat ke atas, namun Black Goblin sudah mengantisipasi serangan tersebut, jadi mereka menanti Avker di bawah dengan kapak mereka.
"Ini tidak sama. One Shoot Compression,"
Booomm!
Serangan yang lebih kuat dari Mana Blast dilepaskan oleh Avker. Black Goblin yang menanti dirinya di bawah kembali terhempas ke berbagai arah, sulit sekali bagi Black Goblin melawan musuh tipe Spearman yang satu ini. Lompatan Avker mencapai 10 meter, sekarang ia akan mendarat sekali lagi. Avker melapisi tombaknya dengan mana agar serangannya semakin kuat. Avker mengarahkan mata tombaknya ke bawah agar menghasilkan damage yang lebih baik.
"Puncture of soil." Avker akhirnya menjatuhkan dirinya ke bawah
Semua Black Goblin yang berada di bawah mengangkat perisai mereka dengan serentak, mereka agak takut dengan serangan Avker.
Booomm!
Banyak perisai Black Goblin langsung hancur setelah kontak langsung dengan tombak Avker. Avker terus menekan tombaknya ke bawah dan menambah serangannya.
"Mana Blast!" lagi, Avker menggunakannya.
Duuaar!
Pertahanan Black Goblin dihancurkan oleh Avker dengan mudah. Avker mengangkat tombaknya kembali setelah berhasil mendarat dengan aman di atas tanah, Black Goblin yang ada terlempar secara acak karena serangan tadi. Black Goblin pun kembali bergerak merapatkan barisan. Setelahnya semua Black Goblin langsung maju dengan tombak serta perisai nya, Avker memberi perintah berikutnya.
"Laser Shoot!"
Belasan cahaya biru terbang ke depan dan menghantam Black Goblin.
__ADS_1
Booomm!
Black Goblin terhempas ke belakang, seperempat dari jumlah mereka langsung tewas di tempat. Lawan Black Goblin kali ini tidak mudah, mereka hanya Npc bukan player, namun kemampuan mereka lebih kuat dari player yang ada di kota ini. Avker dan Ranger lainnya tetap bisa melihat di tempat yang gelap karena mereka mempunyai skill Night Vision.
"Maju! Habisi mereka semua!" Avker berteriak memberi perintah pada pasukannya.
Avker menarik kembali tombaknya dari tanah. Sekarang ia berniat membunuh banyak Black Goblin sekaligus. Avker menusuk lawannya dan menghempaskannya ke udara hingga jatuh kembali. Avker menghancurkan perisai musuh dan mengambil kapak musuhnya. Avker semakin beringas dalam membunuh musuhnya, tangannya seperti tidak kenal lelah. Tangan kanan digunakan untuk memegang kapak ,sedangkan yang lain digunakan untuk tombak. Avker melakukan serangan putaran dengan dua senjata yang berbeda dan keduanya dilapisi dengan mana.
"Rotation Spear and Axe!"
Black Goblin pun melawan dengan sebisa mungkin agar tidak mati, Avker mengambil aggro yang banyak sehingga pasukannya bisa membombardir musuh dengan leluasa. Avker menghentikan serangannya, sebagai gantinya ia menebas musuh ke kiri dan kanan sembari maju ke depan untuk keluar dari kepungan musuh.
Avker tiba-tiba berhenti dan melakukan serangan terakhir.
"Soil Blast,"
Booomm!
"One Shoot Compression!"
Duuaar!
Tanah yang berada di bawah Black Goblin tiba-tiba meledak dan melemparkan Black Goblin ke atas, saat sampai di atas tubuhnya terbakar karena mana terkompresi dari skill One Shoot Compression.
Apa yang dilakukan Avker mirip dengan Mage pada skill pertama nya, karena memang itu lah keunggulan class Ranger. Avker memegang tombaknya dengan erat lalu melemparkannya dengan sekuat tenaga.
"Throw Lance!"
Brakk!
Tombak Avker melaju tanpa hambatan melewati tubuh Black Goblin dan menghancurkan perisai mereka. Tombak itu baru berhenti setelah menembus titik vital delapan Black Goblin. Avker berlari ke arah musuh untuk mengambil tombaknya, di sisi lain Ranger juga bertarung dengan musuh mereka. Kebanyakan dari Ranger menggunakan tombak sebagai senjata dan sisanya menggunakan kapak serta palu.
"Soil Hammer." Ranger yang menggunakan armor chain mail menggunakan skill nya lalu memukul musuhnya dengan cepat secara vertikal.
Tentu saja serangan itu mudah ditahan oleh Black Goblin, ia menahan serangan itu dengan perisai yang diangkat ke atas.
Buak!
Ranger itu menendang pinggang lawannya saat ia fokus bertahan dari palu miliknya. Black Goblin itu terpecah konsentrasinya karena rasa sakit di pinggangnya. Ranger itu mengangkat palu nya dan memukul kembali ke arah dada musuhnya, Black Goblin itu terdorong ke belakang sedikit. Black Goblin pun membalas, ia menebaskan kapaknya ke arah pinggang lawannya yang mana seharusnya cukup sulit untuk ditangkis oleh pengguna palu.
Tang!
"Iron Skin." Ranger itu menangkis kapak musuh dengan tangannya, ia sendiri belum mengaktifkan Battle Mode miliknya.
Setelah menangkisnya, Ranger itu memegang kapak musuhnya kemudian menariknya. Kemudian setelah tarikan itu, si Ranger mengangkat kakinya hingga sedikit melayang di atas tanah lalu mendorong kakinya sekuat tenaga ke arah kaki musuhnya. Saat Black Goblin terjatuh, Ranger itu memukul kembali, kali ini langsung ke kepala musuhnya. Tubuh Black Goblin masih ditahan dengan kuat oleh kakinya.
Baangg!
Brak!
Helm besi Black Goblin itu hancur, palu milik Ranger itu berhasil merusak sebagian kecil kepalanya. Ranger itu langsung menarik kapak musuhnya sehingga musuhnya tidak mempunyai senjata apapun. Black Goblin itu kembali berdiri, tangannya mengeluarkan cahaya hitam pekat, elemen kegelapan yang berada di dalamnya melepaskan aura tidak menyenangkan.
"Dark Aura!" Tubuhnya diselimuti aura gelap itu dari tangannya yang kemudian menyebar ke seluruh tubuhnya. Mp makhluk itu berkurang dengan cepat, Hp nya meningkat, kekuatan fisiknya meningkat tajam.
"Nampaknya kau berubah menjadi Fighter dadakan setelah senjata mu diambil ya," ujar Ranger itu pada lawannya.
Ranger itu juga bersiap, dia merendahkan tubuhnya untuk membentuk kuda-kuda rendah seraya menghunuskan palu dan kapaknya. Pertarungan langsung terjadi setelah kedua pihak selesai mempersiapkan diri.
Bersambung...
Copyrights: Jum'at, 10 Februari 2023. Jam 20:11 WIB.
Apabila kalian ingin memberi kritik atau saran yang membangun, harap disampaikan di dalam kolom komentar. Terima kasih. Daah! Sampai jumpa di bab berikutnya di masa yang akan datang.
__ADS_1