Emperor Online

Emperor Online
BAB 14: Harapan Terakhir


__ADS_3

Tulkenia memperhatikan lawannya dengan waspada, berusaha agar perhatiannya tidak pecah. Black Goblin Commander memperhatikan penghalang di depannya, dengan enteng dia mengancam Tulkenia dengan mengarahkan pedang besarnya ke arah wajah lawannya.


"Minggir atau mati," ancamnya


"Tidak akan," ucap Tulkenia keras kepala


"Jadi kau memilih mati? Permintaanmu ku kabulkan," ucapnya tegas


Greatsword pun menghantam tubuh kecil Tulkenia, mengirimkan tubuhnya sejauh 3 meter. Tulkenia bangun dan melepaskan sihirnya agar bisa bertahan.


"Wind Shield," sebuah perisai transparan muncul di depan Tulkenia


Sebuah panah bermata besi meluncur dengan cepat ke arahnya, Wind Shield berpindah ke depan Tulkenia demi menghalangi serangan lawan. Perisainya dengan cepat retak dan hancur, Tulkenia terlambat mengelak dan panah pun menembus bahunya.


-1.000


Tulkenia mencabut panah tersebut dilanjutkan dengan meminum sebuah HP Potion. Tulkenia mengarahkan Staff nya dan membalas serangan.


"Wind Spear! Acceleration!" puluhan tombak yang terbuat dari angin meluncur ke depan


Serangan ini ditangkis dengan mudah oleh Black Goblin Commander dengan pedangnya lagi. Saat perhatian Black Goblin Commander teralihkan, Tulkenia sudah menghilang dari tempat awalnya. Tulkenia sudah berada di atas benteng, ralat tembok kota maksudnya. Dia membuat sebuah busur dari angin, tiga panah muncul dari busurnya yang juga terbuat dari angin.


"Kalau serangan jarak dekat tidak bisa maka serangan jarak jauh patut dicoba," gumam Tulkenia


"Air Bow: Three Arrow Wind Blast!" sebuah skill buatannya meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Black Goblin Commander


Black Goblin Commander mencoba menebas serangan tersebut dengan pedangnya, sebelum berhasil ditebas panahnya sudah meledak duluan. Tiga ledakan beruntun tercipta, menghasilkan debu yang cukup banyak.


"Dust Storm, Air Bow: Multiple Arrow!"


Dari debu tadi muncullah angin berkecepatan tinggi, menciptakan badai debu skala menengah. Tidak cukup sampai disitu, anak panah Tulkenia meluncur ke dalam badai, dari satu panah berubah menjadi ratusan panah. Apabila serangan ini ditebas maka jumlahnya akan berlipat 2 kali.


"Multiple Arrow: Air Chasing Arrow!"


Panah tadi berubah fungsinya dari panah biasa menjadi panah pengejar. Semua panah tersebut menargetkan Black Goblin Commander yang berada di tengah badai. Black Goblin Commander tidak diam saja dia melapisi seluruh bagian Greatsword dengan elemen Dark, menebaskan pedangnya ke arah badai debu.


"Dark Slash!" teriaknya


Gelombang kegelapan menyebar di dalam badai, menghempaskan semua debu yang menghalangi pandangannya. Sekarang tinggal panah Tulkenia saja yang tersisa. Panah tersebut menembus tubuh Black Goblin Commander dan menghasilkan banyak damage beruntun.


-100


-100


-100


-100

__ADS_1


...


"Kurang berefek ya? Wind Blast!"


Lingkaran hijau tercipta di ujung Staff, melepaskan serangan ke arah lawan dan ya ledakan terjadi seketika. Bagusnya Mp Tulkenia masih banyak. Sesuatu terlihat terbang dari dalam kepulan debu ledakan, itu seperti panah atau tombak.


Syuu! Braak!


Panah tersebut menghancurkan gerbang dalam sekali serangan. Ribuan Black Goblin yang tersisa maju ke dalam gerbang tanpa diperintah. Tulkenia tidak menyangka serangan itu. Tulkenia memilih menciptakan tornado di depan puing gerbang mencoba menghalangi arus masuk pasukan lawan. Sayangnya tornado itu pendek umur karena ditebas oleh Black Goblin Commander.


"Absolut Shield Wind!"


Sebuah perisai transparan berbentuk persegi terbentuk di seluruh bagian puing gerbang. Semua serangan Black Goblin dipantulkan kembali ke penyerangnya, menghasilkan banyak lubang di tanah sekitar gerbang. Semua serangan Black Goblin berlevel 200-an menjadi gagal di hadapan perisai ini. Mp Tulkenia terserap dengan cepat demi mempertahankan perisai tersebut.


Ranger melemparkan bom Mana dengan sangat banyak menuju lawan, semuanya meledak di tubuh Black Goblin. Luka bakar menghias tubuh pasukan lawan, tapi semangat gila mereka berhasil mengabaikan rasa sakit itu. Mereka menyerang semua bagian tembok keempat tanpa henti dengan batu ataupun meriam tersisa, beberapa langsung dengan senjata mereka.


Axeman dan Warrior maju dari belakang Black Goblin, menghabisi lawannya dengan mudah. Jumlah Black Goblin terus menyusut dengan cepat, hingga habis kecuali komandan mereka yang gigih mempertahankan hidupnya. Axeman menyerbu tubuhnya, berusaha memotong tangan atau melukai tubuhnya walaupun mereka sering dilempar ke berbagai arah. Warrior juga tidak kalah beringas, mereka berhasil mendaratkan serangan serta melukai tubuh lawan. Lewat serbuan ini Hp monster itu sekarang tersisa 50% dengan bayaran semua penyerbunya tewas.


Monk dan Barbarian datang menyerang, serangan mereka lebih intens. Puluhan Kapak raksasa menghantamnya, serangan Greatsword lawan dengan mudah ditangkis oleh 5 Barbarian. Setiap tangkisan pedang dengan kapak menghasilkan celah bagi para Monk melancarkan serangan tinju mereka. Darah mengalir dari tubuh Black Goblin Commander yang dikeroyok tanpa henti. Tulkenia menambah kecepatan serangan Monk dan Barbarian dengan mengirimkan Buff kecepatan serangan dan kecepatan gerak. Tulkenia juga mengirimkan panah ke bahu lawan demi mengurangi kekuatan serangan lawan.


Saat Hp Black Goblin Commander tinggal 10% tubuhnya memancarkan gelombang gelap yang pekat ke seluruh arah, menewaskan semua penyerangnya sekali lagi. Tulkenia dan Jaloky maju mencoba memusnahkan musuh terakhir itu. Tapi apa yang mereka lihat sangat mengejutkan.


[Black Goblin Commander ( ☆☆☆☆☆☆☆☆☆) Epic


Element: Dark


Lvl: 390


Mini Boss


Condition: Berserk]


Padahal mereka telah melihat yang seperti ini tadi.


[Black Goblin Commander (☆☆☆☆☆☆☆☆☆) Epic


Element: Dark


Lvl: 390


Hp: 2.600/26.000 Mp: 5.200/13.000


Mini Boss]


"Apa! Hp dan Mp miliknya kembali penuh, apalagi semuanya telah meningkat sebanyak 25%. Ini hampir dapat dikatakan sebagai monster Epic puncak," ucap Jaloky terkejut


Para Bomber masih di daerah hutan tempat mereka melakukan pengeboman tadi. Sekarang mereka sedang istirahat. Fighter beserta Hafibaz kemungkinan sudah sampai di gerbang Utara. Spearman dan Javelin Thrower tidak diketahui nasibnya. Pasukan garis belakang masih tersisa 1.000 orang dengan rincian: 300 Mage, 200 Writer dan 500 Support/Healer.

__ADS_1


Black Goblin Commander melompat, saat mendarat Greatsword miliknya menghantam tanah, menghasilkan gelombang kejut. Perkiraan awal poin Str milik monster ini ada pada 1.300, sekarang mungkin sudah 1.625 poin.


-1.500


-1.200


-1.000


-700


Selain mendapatkan damage, Jaloky dan Tulkenia terdorong ke belakang sejauh 5 meter. Ini lebih kuat dari yang tadi dirasakan Tulkenia. Tulkenia mengarahkan Staff nya, melepaskan sihir terbaiknya.


"Air Army!" teriak Tulkenia


100 prajurit dari elemen Angin berbaris keluar dari sebuah lingkaran sihir di tanah. Mereka bersenjatakan busur dan pedang Claymore, dengan perbandingan dua jenis pasukan 50:50. Pasukan ini maju dengan cepat, puluhan panah angin berkekuatan ledakan terbang ke depan. Tanah di sekitar Black Goblin Commander berlubang karena dia tangkisan nya. Puluhan pedang menancap di tubuhnya, menghasilkan damage beruntun tanpa henti. Saat Black Goblin Commander melepaskan gelombang gelap ke seluruh arah semua pasukan mundur dan membentuk formasi persegi sambil memegang perisai ke depan.


"Maju! Bunuh dia!" teriak pemimpin pasukan


"Aaaa!" bentrokan kembali diulang


"Multiple Arrow Wind Blast!"


Panah ganda peledak kembali meluncur, menghujani lawan dengan ledakan beruntun yang mematikan. Di saat Hp kedua pihak turun dengan cepat Jaloky muncul di belakang Black Goblin Commander.


"Mana Bomb!" Jaloky menendang bola biru itu seperti bermain bola


Boom!


Bagusnya bom itu mendarat di kepala Black Goblin Commander.


-1.000 critical


"Yah tidak ada efek Bleeding," ucap Jaloky kecewa


"Controller: Mana Bomb," ucap Jaloky


Sepuluh Mana Bomb meluncur ke arah tubuh Black Goblin Commander, menghasilkan banyak ledakan di punggungnya. Pasukan milik Tulkenia masih mengambil aggro, hal ini menyebabkan Jaloky aman. Sekarang Jaloky menghubungi pasukan Bomber untuk membantunya. Sebagai jawaban ratusan Mana Bomb terbang sembarangan keluar dari hutan, ledakan bom menghasilkan banyak kekacauan pada pertarungan.


"Hadeh," Jaloky menepuk jidatnya atas akurasi serangan yang payah itu.


Pasukan Tulkenia mencapai batasnya, satu persatu musnah setelah bersentuhan dengan serangan Black Goblin Commander. Semua pasukan Tulkenia hilang, sedangkan Mp miliknya sudah di titik kritis, dua botol Mp Potion Basic 2 sudah habis diminumnya dan berhasil memulihkan 70% Mp nya. Tulkenia mundur ke belakang, sebuah meriam tercipta dari Staff nya.


"Air Canon: Wind Ball!"


Bola Angin berkecepatan tinggi meluncur dari meriam, seharusnya tidak secepat ini. Wind Ball menghantam perut Black Goblin Commander, mendorongnya sejauh 1 meter. Serangan terbukti efektif hanya perlu menambah damagenya saja. Seekor kuda muncul setelah Tulkenia memanggilnya, sekarang dia akan menggunakan kemampuan Classnya yang lain yakni Horseman.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2