Emperor Online

Emperor Online
BAB 24 Menara Pengawas Terbakar


__ADS_3

BAB 24 || Menara Pengawas Terbakar


Saat ini Chao sedang menggigit daging bakar miliknya, warnanya coklat kehitaman.


"Rasa hangus serta berasap-nya cukup kuat, untungnya tidak hangus betulan," komentar Chao saat merasakan daging bakar miliknya.


Chao masih duduk di dekat api unggun miliknya, di bawah pohon. Gerbang desa masih di tutup. Saat Chao melihat ke arah gerbang, maka yang terlihat hanyalah gelap saja, tidak ada lampu. Penjaga gerbangnya serta pemanah di menara mereka, antara berjaga ataupun tertidur. Karena tempat itu rasanya terlalu gelap, bahkan api penerangan pun tidak terlihat.


Saat dagingnya habis, Chao berdiri untuk mengumpulkan ranting serta dahan lebih banyak. Ia mengambil satu dahan yang terbakar sebagai penerangan sementara. Chao berjalan ke sekitar pohon terdekat, ia berhasil menemukan banyak dahan dan dedaunan kering. Semuanya langsung ia masukkan ke dalam Inventory.


[Get Branches 15


Get Dry Leaf 250


+10 Exp]


Setelah itu Chao kembali ke tempat api unggun miliknya. Beberapa daun serta dahan ia keluarkan dari Inventory, kemudian semuanya ia jatuhkan ke atas api unggun, tujuannya langsung tercapai yakni api-nya langsung membesar setelah tadinya agak mengecil. Setelah api unggun nya besar, Chao memanjat pohon tempatnya duduk tadi. Ia akan tidur semalaman di atas pohon.


"Malam di dalam game indah juga ya," komentar Chao saat melihat bintang-bintang di langit


Setelahnya Chao pun tertidur. Api unggun miliknya masih hidup dan menimbulkan bunyi ranting serta dedaunan yang terbakar. Ia aman dari serangan hewan sekarang, tapi untuk yang lain beda cerita.


***


"Malam-malam begini disuruh mencari bahan, instrukturnya tidak waras," gerutu seseorang sambil berjalan di dalam hutan. Hutan di desa ini boleh dibilang cukup lengkap untuk bahan-bahan dasar Alchemist.


"Aku hanya perlu memetik dan mengumpulkan 10 lembar Violet Leaf dan 3 buah Luminous mushroom," lanjutnya sambil menghitung bahan untuk misi.


Setelah itu ia bergerak kembali ke dalam hutan sambil memegang obor untuk menerangi daerah sekitarnya. Setelah beberapa saat ia berhasil menemukan semua Violet Leaf dan tinggal mencari yang lain. Ia terus mencarinya sampai ia melihat suatu cahaya yang sangat terang.


"Terang sekali, jangan-jangan itu semua Luminous mushroom dalam jumlah banyak," gumam orang itu senang.


Ia mempercepat langkahnya, saat sampai wajahnya langsung berubah menjadi kecewa.


"Yah, cuma api unggun. Tidak sesuai harapan ... " gerutunya,


" ... siapa juga sih yang iseng membuat api unggun sebesar ini di dekat gerbang." lanjutnya saat menyadari di dekat tempat itu merupakan gerbang desa.


"Itu aku. Aku juga membuatnya karena butuh, bukan bahan iseng saja," jawab Chao saat menyadari adanya orang di bawah pohon.


"Siapa itu! Tunjukkan dirimu pengecut!" teriak orang itu di dekat api unggun.


"Hei bodoh! Kalau mengatai orang itu dipikir dulu, aku berada di atasmu bodoh!" balas Chao sambil duduk di atas dahan tempatnya tidur.


"Pembohong!" teriak orang itu sedikit takut.


Chao kemudian melompat ke bawah di dekat api unggunnya dan berkata,


"Aku tidak bohong bodoh! Lihat, aku baru saja turun dari atas,"


Orang itu membalas dengan nada jengkel,


"Dari atas? Maksudnya dari atas langit? Dasar pembohong,"


"Tolong jangan berhalusinasi, aku turun dari atas pohon bukannya dari langit. Mengerti bodoh," balas Chao tak kalah kesal.


Saat orang itu hendak membalas kembali Chao menyela nya,


"Apa tujuanmu ke sini? Kalau tidak ada lebih baik pergi dari sini sebelum aku lemparkan secara paksa,"


"Kamu mau ap–" ucapnya yang di sela kembali oleh Chao,


"Cepat katakan tujuanmu! Kebetulan letak gerbang dekat dari sini,"


"Aku ingin mencari Luminous mushroom," jawabnya menanggapi pertanyaan Chao


"Oh, seorang Alchemist ternyata," ujar Chao

__ADS_1


Orang itu mengangguk dan mengatakan akan pergi dari sana karena tidak menemukan apa yang ia cari. Chao tersenyum karena usahanya untuk menjauhkan Npc maupun Player berhasil, karena ia ingin sedikit ketenangan. Orang itu bergerak ke arah gerbang yang gelap di sana sembari mengayunkan obornya ke kanan dan kiri untuk menghilangkan rasa bosannya.


Chao kembali memanjat pohon dan tidur di atasnya. Ia sendiri akan bangun besok.


Akhirnya pagi pun datang, Chao membuka matanya dan menemukan api unggun miliknya sudah padam, hanya tersisa bara apinya saja. Chao melompat ke bawah dan membersihkan bajunya dari bekas dedaunan kering. Sekarang ia akan pergi ke gerbang untuk mendapatkan sesuatu.


Chao membereskan api unggunnya, menenteng pedangnya di tangan kirinya sambil berjalan ke arah gerbang. Saat sampai di gerbang Chao tidak menemukan satu pun penjaga.


"Tumben tak ada penjaga di sini, kemarin ada 4 orang menjaga gerbang," gumam Chao


Chao mengabaikan rasa penasarannya, ia masuk ke dalam setelah mendorong gerbang sedikit.


"Gerbangnya tak di tutup, teledor sekali," ucap Chao


Saat berhasil masuk ke dalam Chao menemukan jawabannya dalam versi singkat. Empat penjaga gerbang yang ditemuinya kemarin sudah terkapar di dekat pintu gerbang. Chao mendekati mereka, ia mengecek Inti Kehidupan salah satu penjaga,


"Syukurlah masih hidup," ucap Chao lega. Chao mengambil Hp Potion dan meminumkannya pada penjaga itu.


Bar Hp si penjaga terus pulih hingga berhenti di angka 60%, setidaknya itu berhasil menyelamatkan dirinya dari kematian. Hp Potion miliknya habis, botolnya Chao ambil kembali untuk ia simpan di Inventory. Chao lalu mengecek tiga orang penjaga yang lain, malangnya dua orang sudah tewas, hanya tersisa satu orang saja.


"Tolong ... selamatkan ... de ... sa kami," ucapnya terbata-bata, lalu tak lama setelahnya ia tewas di tempat. Nampaknya ia sudah sekarat sejak tadi.


Chao memperkuat pegangannya pada pedangnya dan mengajak penjaga yang tersisa untuk mengikutinya memeriksa daerah sekitar. Pertama, Chao naik ke atas menara pengawas yang seharusnya dihuni oleh Archer. Keadaannya tak jauh berbeda, dari empat orang hanya tersisa dua saja– dalam keadaan sehat dengan Hp 70% dan 80%. Chao mengajak kedua orang itu untuk turun ke bawah dan pergi mengecek menara pengawas yang berada di sebelahnya.


Chao menaiki menara pengawas melalui tangga yang berada di samping menara ; tangga vertikal. Saat sampai ia disambut dengan buruk.


Syu!


"Protection I." panah itu langsung memantul setelah menabrak perisai energi milik Chao.


Perisai energi– kubah energi ciptaan Chao langsung hancur setelah beberapa detik, waktunya pendek sekali. Chao naik kembali dan melihat siapa penyerangnya.


Chao berdiri di atas menara dan menatap empat orang Archer yang mengarahkan senjatanya pada Chao. Di belakang Chao terdapat tiga orang Ranger yang mengikutinya, satu pengguna tombak– Ranger tipe Spearman dan dua lagi Ranger tipe Archer. Sama dengan empat orang di depannya ini.


"Mari hentikan pertarungan ini dan bantu aku untuk memeriksa desa kalian. Juga aku sedikit penasaran atas keteledoran kalian yang tidak menutup gerbang masuk," ucap Chao pada empat orang itu, mencoba negosiasi.


Anehnya tak satupun dari mereka yang menjawab ataupun merespons ucapan Chao, tatapan mata mereka terlihat kosong. Tak lama setelahnya tatapan mereka pada Chao langsung berubah menjadi tatapan marah, seolah menganggap Chao musuh.


Syu!


Mereka langsung memanah Chao dari jarak dekat, empat anak panah sekaligus. Chao menggenggam pedangnya dan bergumam,


"Protection I, Slash."


Panah yang datang langsung memantul. Saat kubah pecah Chao sudah hilang dari sana, Chao langsung menebas bahu salah satu Archer agar tak memanah-nya lagi.


Archer yang tersisa segera mundur ke ujung menara dan terus memanah Chao. Belasan anak panah langsung menghujani dirinya, Chao menerima semua serangan itu dengan tenang dan kembali bergumam,


"Inverted I,"


Semua panah yang berada di sekitarnya langsung berhenti, damage-nya yang rendah tak mengganggu Hp Chao karena diserap oleh Dp miliknya. Panah tersebut langsung terbang kembali ke pemiliknya setelah Chao mengucapkan,


"Reversal Effect,"


-1050


-200


Tubuh Archer tersebut langsung berlubang dimana-mana karena pengembalian damage serta panahnya sendiri. Dp Chao lumayan besar sehingga bisa memantulkan damage yang lebih kuat. Namun, sorot mata para Archer masih sama, yakni kosong. Chao tak habis pikir tentang perilaku mereka, masih semangat menyerangnya kembali dengan susah payah.


Kali ini setiap panah yang terbang langsung membelah diri menjadi tiga panah, membuatnya menjadi puluhan anak panah sekaligus. Serbuan panah tersebut tidak kunjung berhenti dan membuat Chao menjadi jengkel.


Chao memberi Enchant Burn I pada pedangnya dan bersiap membalas mereka, agar semuanya cepat usai. Ranger yang berada di belakang Chao juga ikut bersiap setelah melihat rekan mereka menjadi tampak gila. Dua Archer menarik panah mereka dan bersiap menembak, yang satu lagi sudah berdiri di samping Chao.


"Protection I ... " gumam Chao


" ... Increase Protection I," lanjut Chao

__ADS_1


Kubah milik Chao terus aktif selama 6 detik dan memantulkan semua anak panah musuh– ya sekarang Chao sudah menganggap mereka musuh. Sekarang pertempuran kecil sudah terjadi di atas menara, pertempuran satu pihak yang terpecah belah.


"Tembak sekarang," perintah Chao


Kedua Ranger itu pun memanah Ranger yang lain, Chao memperkuat serangan mereka dengan Enchant Double Damage I. Beberapa panah telah berhasil menancap di tubuh targetnya, hanya panah biasa. Tubuh keempat Ranger itu sudah terluka parah, namun mereka tetap memanah tanpa henti. Setelah empat gelombang panah dari pihak Chao dilepaskan, Chao mengangkat tangan sebagai tanda berhenti.


Ranger di pihak Chao juga terluka, tapi tidak terlalu buruk. Luka mereka dengan cepat menutup kembali, lalu Hp serta Mp mereka pulih dengan cepat. Ternyata salah satu dari mereka adalah seorang Support, yang tentunya seorang Ranger tipe Archer.


"Baguslah kalau begitu," gumam Chao saat melihat fakta terbaru di hadapannya.


Saat Chao lengah, sebuah anak panah raksasa diarahkan padanya. Panah seukuran tombak.


Syuu!


"Awas!" teriak Ranger pada Chao


"Protection I." Untungnya Chao sempat memblokir serangan musuh berkat peringatan tadi.


Panah raksasa itu tertahan di udara selama 3 detik, Chao menggeser tubuhnya sedikit sebagai tindakan agar tidak terkena serangan.


Ternyata ada tiga panah tambahan yang siap dilepaskan dengan target Chao dan pihaknya. Chao langsung melompat ke arah mereka dan menebas mereka dengan pedangnya yang masih diselimuti api, menciptakan kobaran api kecil di pakaian musuh dan sisanya membakar panah musuh yang sudah tercecer setelah serangan terakhir.


Anehnya para Ranger tersebut tidak merasa kesakitan sedikitpun, meskipun tubuhnya sudah terluka parah. Dan sekarang tubuh mereka sedang terbakar. Panah raksasa tetap dilepaskan dari senjatanya, melesat cepat di jarak dekat menuju tiga Ranger sekaligus.


Ranger tipe Spearman maju dan menghadang tiga panah sekaligus, karena ukurannya besar dia jadi mudah memotongnya menjadi beberapa bagian. Pecahan panah tersebut langsung meledak dan menghempaskan si Ranger ke belakang. Dia tidak terluka, namun tempat ini sudah disulut oleh api.


"Water Ball." Bola air seukuran bola sepak muncul dan pecah di atas api, memadamkannya seketika.


Empat Ranger yang sudah terluka tersebut terjatuh ke bawah, tepatnya di atas menara ini. Tubuh mereka sudah rusak dan hangus di beberapa bagian, dan sekarang mereka entah sedang sekarat atau sudah mati. Chao maju, hendak memeriksanya. Tetapi, seseorang tiba-tiba muncul di di dekat mereka.


"Dasar pion tidak berguna," hardiknya pada keempat Ranger tersebut.


"Fire Bomb," ucapnya saat melemparkan sebuah item sekali pakai ke arah lantai menara.


"Sampai jumpa lagi," ucap orang itu, ia melompat dari atas menara dan menghilang saat itu juga.


"Protection I." Chao mengaktifkan sebuah buff pertahanan.


Duuaar!


Api menyebar ke seluruh arah menara, membakar apa saja yang dilewatinya. Api ini lebih besar dari panah peledak tadi. Dengan cepat semua api ini mencoba membakar mayat empat Ranger– Chao sudah memastikan mereka adalah mayat dari perkataan orang asing tadi.


"Water Ball," ucap seorang Ranger, tiga bola air berukuran sedang muncul dan membasahi area sekitar mayat empat Ranger tadi, sehingga tidak akan terbakar.


Beberapa bola air dilepaskan untuk membuka jalan bagi mereka yang ingin mengevakuasi rekan mereka. Saat sudah sampai, mereka langsung memapahnya, termasuk Chao. Mereka mencoba turun dari tangga, tapi tidak bisa karena tangga ini sendiri sudah terbakar pula. Tak lama lagi menara ini akan roboh dengan sendirinya.


" Increase Slow Falling I," ucap Chao, lingkaran sihir yang cukup lebar menampung mereka berempat– delapan kalau mayat-mayat itu dihitung.


Chao melompat lebih dulu, diikuti oleh Ranger yang lain. Mereka jatuh dengan cepat, lalu saat beberapa meter dari permukaan tanah mereka melayang, tak lama setelahnya mendarat dengan selamat. Chao melihat keadaan sekitar, lalu melihat ke belakang, tampak kebakaran menghiasi semua bagian menara. Pandangan mata Chao beralih ke bagian lain, dari menara ke gerbang ada jarak sekitar 5 meter. Namun, tinggi menara ini sekitar 8-12 meter, tentu apabila jatuh akan menimpa gerbang lalu membakar semuanya. Karena gerbang dan dua menara lainnya letaknya berdekatan, apabila jatuh dengan sebab apapun maka efeknya akan berantai.


"Apa kalian bisa memadamkan api di menara?" tanya Chao, berharap jawabannya adalah kata "iya, bisa"


"Tidak terlalu besar pengaruhnya, kami hanya bisa memperlambatnya," jawab salah satu Ranger


"Tak apa, cobalah untuk memadamkannya. Karena menara itu tampaknya akan jatuh ke arah gerbang, besar sekali risikonya," ujar Chao


Bunyi retih api semakin keras, menara itu telah terbakar hebat. Chao menarik mayat yang ia papah lalu berdiri agak jauh dari Ranger yang lain. Tiga mayat lainnya juga ditarik oleh Chao dengan benang Mp, ia membawa mereka menjauh sembari menunggu.


Hanya ada dua Ranger yang mampu memakai kemampuan Mage, yang satu lagi hanya ahli dalam berbagai skill pertarungan jarak dekat, termasuk skill Swordsman dan Warrior.


" Water Wall." Sebuah dinding air transparan tercipta, tingginya sama dengan menara tersebut.


Mereka berdua mengendalikan sihir tersebut dan mendorongnya hingga menyentuh bagian-bagian menara. Dalam sekejap menara padam dari api, tampilannya sangatlah buruk karena baru saja terbakar hebat. Asap dari sisa api yang padam mengangkasa ke langit.


Chao bernapas lega karena kekhawatiran -nya sudah hilang. Mereka berempat bergerak menuju pemakaman terdekat lalu menguburkan semua mayat tersebut. Setelahnya Chao pergi ke bagian lain desa.


Apabila kalian ingin memberi kritik atau saran yang membangun, harap disampaikan di dalam kolom komentar. Terima kasih. Daah! Sampai jumpa di bab berikutnya di masa yang akan datang.

__ADS_1


Maaf, terlalu lama tidak update. Karena, paket internet baru saja saya beli setelah 30 hari lebih. Mungkin setelah update ini, aku akan hiatus dulu untuk mengumpulkan chapter baru–maksudku membuat chapter baru, sambil menunggu pembelian paket baru berikutnya.


Mohon Dukungannya dan juga Kritik serta Sarannya. Waktunya hanya 3 hari saja, karena paket internet saya akan habis lagi durasinya. Dah ....


__ADS_2