Emperor Online

Emperor Online
BAB 25: Keanehan


__ADS_3

BAB 25 || Keanehan


Chao menyimpan pedangnya kembali dan menelusuri desa yang tampaknya telah berubah dalam semalam. Hp dan Mp miliknya sudah penuh kembali, di belakangnya terdapat tiga orang yang mengikuti dirinya. Chao sudah sampai di kedai makanan, tempat ia membeli daging rusa kemarin dan tempat itu sangat sepi, tidak ada satu pun aktivitas pelanggan maupun pegawainya.


"Sebaiknya kita berpencar," usul Chao pada Ranger yang mengikutinya


"Kalau ada apa-apa segera beri tanda. Kalian berdua bisa menggunakan Water Ball sebagai tandanya dan kamu ... " ucap Chao


"Aku bisa menggunakan pilar tanah sebagai tandanya," ucapnya menyambung ucapan Chao


" ... baiklah, itu saja dulu," lanjut Chao


Chao tetap bergerak lurus ke depan, sementara yang lain berpencar menuju tiga arah yang berlainan. Chao berhenti sejenak untuk istirahat lalu ia menemukan hal yang mencurigakan. Orang asing terlihat di sudut salah satu rumah, menghilang setelah Chao melihat dirinya.


"Petunjuk lainnya," gumam Chao


Chao melompat ke atas atap, ia melihat ke segala arah walaupun tidak terlalu jauh. Di arah Selatan terdapat sekumpulan orang bersenjata dan berpakaian aneh. Tidak tampak seperti penduduk desa ini sedikitpun, selain itu mereka terlihat menjaga gerbang Selatan.


"Focus." Chao memperhatikan tempat itu lebih detail dan menemukan apa yang ia inginkan.


Orang-orang itu menggunakan pakaian berwarna hijau gelap, membawa busur dan quiver di punggungnya serta membawa Bite Bomb di sabuk senjatanya. Tidak ada satupun Ranger yang menjaga gerbang tersebut, bahkan menara pengawas diisi oleh orang asing. Semua bangunan terlihat utuh di sekitarnya.


"Mereka tampak seperti Player," gumam Chao sambil mengangguk


"Apalagi gaya pakaiannya sangat narsistik," komentar Chao saat melihat warna pakaian mereka


Chao melompat ke bawah, mengambil Mana Rifle dan menembak ke atas.


Door!


Tembakan itu sangat mencolok dan menarik perhatian banyak orang. Ranger lain yang mengikuti Chao tadi melihat tanda itu dan segera bergegas. Tiga orang Ranger itu sudah memperkenalkan dirinya pada Chao. Ranger tipe Spearman namanya Arto, Ranger tipe Archer sekaligus Support namanya Faplo, dan yang terakhir namanya Farza.


Arto sampai lebih dulu daripada yang lain, ia mendarat di tanah setelah melompat dari atap sebuah penginapan kecil. Ia menanyakan alasan Chao memberi tanda unik tadi.


"Ada sekelompok orang asing yang menjaga dan mengisi semua tempat penjagaan di Gerbang Selatan. Tak ada satupun Ranger di sana," Chao menjawab pertanyaannya


Arto terkejut mendengar pernyataan Chao tersebut. Ia bersiap berlari ke arah selatan, tetapi Chao menahannya dan berujar,


"Tunggu yang lain, baru kita urus mereka. Jumlah mereka sekitar satu peleton,"


"20 orang maksudmu?" tanya Arto memastikan


"Lebih kurang," Chao mengangguk


Arto berdiri dan menunggu yang lain datang. Faplo dan Farza tiba tak lama kemudian, tanpa diberitahu mereka langsung tahu alasannya. Karena mereka berdua baru saja dari sana. Tak butuh waktu lama, anak panah menyerbu mereka berempat.


"Protection I." kubah energi menghadang serbuan itu dan memantulkannya kembali


"Soil Spike." tanah tajam melonjak ke atas dalam radius 5 m. Ini memberi jarak yang cukup untuk musuh dan dirinya.


"Double Arrow." panah ganda menyerbu mereka kembali dengan intensif. Chao menahan semua serangan dengan skill Protection I miliknya.


"Water Ball." bola air meluncur ke depan lalu menghantam tubuh musuh hingga basah kuyup. Musuh tertawa karena tidak merasakan sakit sama sekali.


Beberapa Water Ball kembali diluncurkan lalu pecah di udara sebelum sampai kepada musuh. Musuh melemparkan Bite Bomb dan ditahan Arto.


Duaar!


"Soil Wall." Tembok tanah menjulang ke atas lalu memblokir serangan musuh.


Faplo dan Farza mengangguk lalu bergumam,


"Frosting." Suhu udara langsung turun drastis yang diikuti dengan munculnya embun yang membeku di udara.


Tubuh musuh langsung menggigil kedinginan karena sebelumnya sudah basah dan terkena debuff Wet. Faplo dan Farza kembali bergumam,


"Freezing." Sebagian tubuh musuh membeku dengan sangat cepat, hanya beberapa yang masih normal.


"Throw Soil Spike." tanah tajam tadi terangkat ke atas lalu terbang ke arah musuh secara bersamaan.


Tubuh musuh langsung ditusuk banyak serangan. Hanya beberapa yang mampu menghindar dan memanah Arto. Chao menahan serangan musuh dan mengambil Mana Rifle.


"Assault."


Belasan sinar biru meluncur, menembus tubuh musuh tanpa henti. Chao menyerang sambil terus maju dan diikuti rekannya. Faplo dan Farza mengambil busur mereka lalu memanah musuh yang masih bebas.


"Explosives Arrow."


Syu!


Duaar!


Panah duo Archer itu terus melesat dan meledak saat sampai di tempat targetnya. Musuh kebingungan karena Chao juga membidik mereka dengan skill Assault. Tubuh musuh perlahan mencair kembali dan mereka bergerak dengan bebas, namun luka di tubuh mereka masih ada dan membatasi beberapa hal.


"Heal." cahaya hijau masuk ke tubuh mereka dan menyembuhkan luka di tubuhnya.


Arto berlari ke depan, diiringi munculnya Soil Spike di sekitar tubuhnya dalam radius 3 m. Tombaknya digenggam dengan erat. Musuh menanggapi kedatangan Arto dengan busur berisi panah yang siap ditarik.


"Wood Arrow." panah melesat lebih dulu daripada kedatangan Arto.


Arto melompat ke atas untuk menghindar lalu mendarat di depan musuh. Ia menusuk lawannya di perut, lalu tombak itu ia putar searah jarum jam.


"Throw Soil Spike: All Directions." seluruh tanah yang mengikuti Arto terangkat lalu terlempar ke berbagai arah. Karena ia berada di dekat musuh, maka serangannya melukai musuh dengan intensif.

__ADS_1


Arto melanjutkan untuk menusuk musuh satu-persatu hingga mati. Saat mereka mati, tidak ada mayat satupun, semuanya berubah menjadi partikel putih di udara. Arto menyerang musuh dengan aman karena tanah tajam terus tercipta dan berterbangan di sekitar tubuhnya lalu terlempar ke berbagai arah. Arto berhasil menumpas 10 orang Archer sendirian.


Faplo dan Farza mengejar musuh di atas atap, duo itu terus memanah hingga meledakkan berbagai tempat dalam skala kecil. Chao menyimpan Mana Rifle dan mengganti senjatanya menjadi tombak raksasa yang sempat ia buat di kota Vayoca.


"Triple Arrow!" seruan keras terdengar dan setelahnya hujan panah secara harfiah muncul.


Faplo dan Farza sudah tidak terlihat, mereka sudah jauh. Hanya ada Chao dan Arto di sini. Padahal duo itu sangat berguna.


"Protection I ... Increase Protection I,"


Chao berusaha melindungi dirinya dan rekannya agar tidak mati konyol. Semua panah ditahan di udara, Chao mundur ke belakang.


"Weapon Explosion, Reversal Effect I,"


Panah tersebut dikembalikan ke pemiliknya oleh Chao–semuanya tanpa kecuali. Sebagai tambahan, Chao menyiapkan peledak di sana.


Syu!


Boom!


Sayangnya, musuh sudah sadar, jadi mereka menghindar tepat waktu sesaat setelah panah itu membombardir lokasi mereka sebelumnya. Musuh tidak terlihat sama sekali, padahal jelas sekali mereka tadinya memanah dari atap penginapan.


"Dust Wave," Arto mengubah Soil Spike miliknya menjadi debu lalu menyebarkannya ke segala arah untuk mendeteksi musuh.


"Explosive Arrow,"


Boom!


Dari arah tenggara, anak panah melesat.


"Blast Arrow," anak panah juga muncul dari arah utara, ujungnya diikat dengan Bite Bomb.


Boom!


Hujan panah menyerbu mereka dari dua arah sekaligus. Chao tidak mampu menahannya sekaligus karena jumlahnya terlalu banyak. Arto menarik semua debu yang ia sebarkan lalu ia ubah kembali


" Sand Storm," badai pasir muncul lalu suhu udara di sekitar naik drastis, kebalikan dari sebelumnya.


Memang, anak panah itu tetap meledak. Tapi, tidak berhasil mencapai keduanya–Arto dan Chao. Sand Storm membelokkan arah gerak tiap panah sehingga tidak mencapai target mereka.


Chao mengangkat tombaknya lalu bergumam,


"Darkness Spear I,"


Tombaknya bersinar lalu berubah menjadi gelap. Tombak itu pun langsung dilemparkan Chao ke arah Utara. Ujung tombak tersebut sudah dipasang benang Mp oleh Chao. Jadi, mereka akan mencari tahu siapa yang menyerang mereka, setidaknya bisa membalas secara efisien.


"Aaah!" teriakan pilu terdengar di ujung sana


"Dust Wave," Arto mengulangi skillnya untuk mengecek keadaan sekitar


Masih terdapat banyak musuh di sekitar mereka. Musuh sudah melingkari keduanya, tidak dari utara atau tenggara lagi. Keduanya telah terkepung. Chao menarik kembali tombaknya, Arto juga melakukan hal yang sama.


Tanpa aba-aba, Arto langsung menerjang ke depan. Musuh menarik busurnya dan menghujani Arto. Arto melompat ke sana kemari untuk menghindar, kemudian ia melompat ke atap, tempat musuh memanahnya.


"Dust Wave ... " Debu berdatangan dan membentuk pusaran kecil di atap, membatasi jarak pandang musuh.


Arto menusuk musuh yang lengah karena berusaha melihat di antara kepulan debu. Akhirnya banyak yang mati tertusuk tombak Arto. Chao hanya berdiri di tempatnya, memperhatikan beberapa titik tak mencolok yang berisi musuh.


"Focus. Laser Shoot,"


Musuh di gedung terdekat langsung ditembak Chao, menghancurkan tempat persembunyiannya. Chao kembali melihat Cooldown senjatanya dan menggantinya dengan tombak aneh miliknya. Tombak itu menghisap Mp musuh. Chao melompat lalu mendarat di pintu gedung persembunyian musuh, sebuah penginapan kecil.


"Wood Arrow,"


Syu!


Chao tidak sempat menangkis serangan musuh, untungnya berhasil ditahan dengan Dp miliknya.


"Throw Knife,"


3 Pisau berdatangan dari arah tangga, Chao menghindar dengan cara melompat ke samping. Satu pisau berhasil menancap di baju Chao, Chao merasa ditarik oleh sesuatu dengan perantara pisau tadi. Skill serangan jarak jauh.


"Deep Stab,"


-100!


Leher Chao diserang dari belakang. Penyerangnya lebih dari satu ternyata. Tempat ini sepi, tidak ada kehadiran nyata siapapun.


"Ah, sarang Assassin," gumam Chao


Chao mencoba mencabut pisau di bajunya, tetapi serangan lain juga muncul.


"Knife Explosion,"


Darr!


Darr!


Dua pisau langsung meledakkan lantai di depan Chao, pisau di bajunya juga meledak sehingga mengurangi Hp milik Chao.


-50!


"Double Arrow,"

__ADS_1


Syu! Syu!


Gempuran panah datang bertubi-tubi dari depan, Chao hanya mengucapkan Inverted dan menatap ke depan dengan tenang.


-1050


Chao berjalan ke arah pintu dan masuk ke dalamnya. Di dalam sana, suasana juga sepi. Pintu yang Chao lewati sudah setengah hancur karena telah diserang oleh dirinya.


"Touch Explosion," Chao menyentuh lantai yang sudah hancur, setelahnya ia kembali menyentuh bagian lantai lain yang masih utuh.


Ia terus menyentuh berbagai tempat, mulai dari tangga pertama, meja resepsionis, pintu masuk, dan langit-langit ruangan dengan cara melompat dan menyentuhnya.


"Nah, begini lebih baik," ucap Chao puas


Chao mengeluarkan tombaknya dan memberinya Enchant Burn I, kemudian Chao berseru,


"Keluarlah para pengecut! Aku tahu kalian ada di sini, kalau tidak juga keluar akan ku bakar tubuh kalian satu persatu."


Beberapa menit menunggu tak ada respon apapun, Chao merasa sedikit kesal lalu berseru kembali,


"Baiklah kalau itu pilihan kalian."


Chao melemparkan tombaknya ke arah tangga, dalam sekejap tangga itu terbakar. Chao berjalan menuju tombaknya lalu mengambilnya kembali. Ia kembali memutar tombaknya dan menusuk berbagai tempat dengan senjatanya itu, hasilnya setengah ruang lobi terbakar. Chao berniat akan membakar semua tempat di dalam gedung ini hingga para player Assasin itu keluar dengan sendirinya karena kehilangan tempat bersembunyi.


"Keluar dan bertarung lah denganku dasar pengecut! Atau kau mau memilih menjadi semacam Manusia atau Elf panggang? Ayo jawab pengecut!" teriak Chao


Sekali lagi tidak ada respon. Chao merasa bahwa musuhnya tidak keluar apapun ancamannya, jadi ia akan melakukan eksekusi selanjutnya.


"Explode," gumam Chao


Duuaar!


Tempat yang sebelumnya sudah ditandai oleh Chao langsung meledak dan menghancurkan berbagai tempat. Sekarang tempat itu bertambah buruk, hancur dan terbakar hebat dalam satu waktu. Chao kembali menyimpan tombaknya dan memperhatikan ruangan itu dengan saksama, setelah beberapa saat akhirnya ada pergerakan aneh di sudut ruangan yang kebetulan menjadi tempat api berkobar.


'Akhirnya keluar juga kalian,' gumam Chao di pikirannya


"Laser Shoot." Chao menembak tempat dengan pergerakan mencurigakan tadi dan hasilnya sesuatu keluar dari dalamnya. Cahaya putih muncul di udara.


"Nah, ternyata kalian harus keluar dengan cara kasar. Assault," ucap Chao puas


Chao menembak ke arah jam 1 hingga ke arah jam 5. Setiap tembakan menghancurkan satu titik menjadi lebih parah dari sebelumnya. Chao menyimpan kembali Mana Rifle setelah mengacaukan seisi ruangan. Dikeluarkannya kembali tombak tadi dan serangan dilanjutkan kembali.


"Darkness Spear I." Tombak dilemparkan ke arah jam 2 dan teriakan nyaring kembali terdengar,


"Aaah!" suara kesakitan yang sangat kentara menggema di antara suara kayu yang sedang terbakar.


"Bagus, ternyata di situ kau bersembunyi. Darkness Spear I, Weapon Explosion," ucap Chao, tombak baru dilemparkan dan tombak lama kembali ditarik paksa dengan benang Mp.


Boom!


"Aaah! Dasar sialan ... " teriakan nyaring kembali muncul dan dalam sekejap seseorang muncul di hadapan Chao,


" Stab!"


-100!


"Besar juga damage mu ternyata pengecut," ujar Chao kemudian terkekeh


"Ku kembalikan, Inverted," ucap Chao


-300


"Ugh!" Orang itu mundur dan memuntahkan darah dari mulutnya, ia mengambil Dagger miliknya dan melemparkannya pada Chao.


"Aku tak akan terkecoh dua kali, Reversal Effect I," ucap Chao


Dagger itu seharusnya dibalikkan kembali ke arah pemiliknya, tetapi semuanya tak sesuai dugaan. Dagger itu berbelok dan menusuk bahu Chao lalu meledak saat itu juga.


-200!


"Baiklah saatnya mencoba kombinasi skill baru," ucap Chao sambil menyeringai.


"Burn I ... " Tombak itu kembali terbakar


"Increase Burn I." Api di tombak itu berkobar lebih ganas, lidah apinya mencoba menjangkau berbagai hal di sekitarnya.


Chao mengejar orang itu, sontak saja ia kabur ke sisi lain ruangan.


"Kau tak akan bisa kabur, Touch Explosion!" seru Chao, ia kemudian menyentuh lantai yang terbakar dan merapalkan skill lain,


"Increase Touch Explosion," ucap Chao, pola di lantai semakin memanjang sampai mengejar kaki orang itu.


Chao melemparkan tombaknya hingga menembus perut orang itu.


"Yes, tepat sasaran. Explode," ucap Chao sekali lagi


Booom!


Lantai penginapan hancur total hingga membuat lubang besar yang didalamnya terdapat tanah yang masih terbakar. Kebakaran semakin menggila, entah sudah berapa Assasin yang terbakar hidup-hidup.


Bersambung


Apabila kalian ingin memberi kritik atau saran yang membangun, harap disampaikan di dalam kolom komentar. Terima kasih. Daah! Sampai jumpa di bab berikutnya di masa yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2