Emperor Online

Emperor Online
BAB 19: Pertempuran Pertahanan Terakhir


__ADS_3

Lawan yang dihadapi oleh Chao adalah Infanteri tombak, tingginya sekitar 1,8 meter yang mana hampir sama dengan manusia pada umumnya. Hanya saja disini tidak ada manusia. Tombak mereka diacungkan sebagai tanda bahwa musuh telah muncul di hadapan mereka. Chao melihat semua itu dari tempatnya sambil mengokang senjatanya, meski harus menunggu cooldown skill Laser Shoot. Tanpa banyak bicara, kedua pihak langsung melepaskan serangan. Chao menembak di tempatnya sambil menghindari lemparan tombak ke arahnya, musuhnya juga merangsek maju mendekati Chao agar tombak mereka bisa ditancapkan langsung pada tubuh Chao.


Sebagai seorang Enchanter kesempatan ini bisa digunakan untuk menahan serangan musuh. Terutama menyalin skill lawan.


"Touch Explosion." kali ini setiap tombak yang diarahkan padanya akan dia sentuh sebagai pembalasan


Musuh mengira Chao bersedia bunuh diri karena sengaja mendekati tombak yang mereka lemparkan. Namun ada beberapa Black Goblin yang menghentikan lemparan tombak mereka karena menyadari keanehan perubahan tindakan Chao. Mereka yang menyadari hal ini mundur dan mencoba memanggil operator Onager untuk membunuh Chao. Chao tentu saja menyadari ada yang mundur dari pertempuran, tampak mereka ingin mengubah strategi dalam melawannya yang mana berstatus sebagai musuh.


"Sudah cukup banyak ternyata. Explosion,"


Booom!


Puluhan tombak yang disentuh Chao menciptakan ledakan karena pola rune yang tertempel pada tombak tersebut. Dari hal ini saja sudah menyebabkan cedera yang cukup pada musuh karena diserang oleh senjatanya sendiri secara tak langsung. Chao melihat ada beberapa tombak yang gagal meledak, jadi dia mengubah pola runenya.


"Touch Explosion stop," pola rune di tombak musuh meredup dengan cepat


"Weapon Explosion." pola rune yang sebelumnya redup kembali bersinar terang dan menciptakan bentuk baru.


"Oke, Explosion!"


Booom! Booom!


Ledakan beruntun kembali terjadi dan memakan korban. Walaupun keadaan korbannya tidak sampai mati mereka tetap mengalami luka karena serangannya sangat dekat. Ini adalah Skill yang sangat berguna, kamu hanya perlu menyentuhnya dan yah bisa selesai dengan cepat. Chao mundur sejenak untuk memulihkan Mp miliknya. Kesempatan ini tidak disia-siakan, lontaran Ballista mengejar Chao untuk membunuh atau melumpuhkan pergerakannya.


"Double Shoot." kedua bahunya berubah, memunculkan meriam kecil serta melepaskan tembakan untuk memblokir serangan lawan.


Bang! Bang!


Ballista berhasil diblokir dan hancur setelah kontak langsung dengan peluru meriam bahu. Chao kembali berbalik badan setelah Mp nya penuh, dia mulai merasa bosan dengan daftar skill yang dia miliki, pendukung serta produksi. Tapi class produksi miliknya juga merupakan class tempur, jadi masih bisa digunakan. Meski serangannya tak sekuat class tempur asli.


"Battle Mode," seluruh tubuh Chao berubah, tubuhnya ditutupi logam putih. Kepalanya memakai helm putih sekarang, di bahunya meriam sudah siap serta Mana Rifle yang sudah habis cooldown skill Laser Shoot nya.

__ADS_1


"Defense Up, Enhanced Accuracy, Focus."


Chao tetap berdiri di tempatnya dan menatap musuhnya yang sudah siap pula untuk membasminya. Chao melepaskan tembakan meriam bahunya, mengenai senjata musuh serta beberapa bagian tubuh musuh. Tak pelak, balasan datang saat itu juga, tembakan Ballista semakin gencar menargetkannya. Akibat Chao datang ke sayap kiri musuh, konsentrasi serangan pada benteng kota beserta penghuninya berkurang dan digantikan dengan Chao sebagai target barunya.


Di atas benteng Haytrea memerintahkan semua golemnya untuk membunuh semua Black Goblin yang tersisa di atas benteng. Tanker sudah memasang Barrier pada gerbang sehingga lubang yang ada pada gerbang tidak akan terlalu berpengaruh. Archer dengan sengaja menembakkan panah api ke bawah benteng yang mana sudah dijatuhkan minyak, memperpanjang garis pertahanan api. Setelah api membesar barulah panah api dilepaskan ke arah musuh seperti biasa, di sisi lain Gunner juga melanjutkan serangan beruntunnya ke arah artileri musuh yang jaraknya tidak terlalu jauh dari benteng.


Para Tanker mengubah Barrier dari yang biasa yakni menyerap damage menjadi memantulkan damage. Setiap Tanker menyumbang efektivitas skill sebanyak 0,5 persen ,dikarenakan jumlahnya 100 orang maka efektivitas skill nya menjadi 50%. Sehingga setengah dari jumlah damage yang diterima akan dipantulkan kembali kepada penyerangnya dan sisa setengahnya lagi baru diserap.


Haytrea menatap heran seorang player yang bertarung dengan trik bodoh di bawah sana, tepatnya bertarung di sisi sayap kiri musuh. Sendirian tanpa rekan, benar-benar mengandalkan kekuatan sendiri sampai batasnya.


"Orang bodoh." komentarnya saat melihat ke arah player tersebut


Chao merasa ada yang menghina nya, tapi dia sendiri tidak tahu siapa yang melakukannya. Mengesampingkan hal tersebut Chao kembali bertarung. Seandainya tidak ada misi melindungi kota ini, sudah pasti Chao akan pergi ke kota lain dan menikmati ketenangan bertarung sendirian. Black Goblin mengambil tombaknya kembali dari tanah, lalu melemparkan nya kembali ke arah Chao.


Chao segera menghindari serangan tersebut, namun jumlahnya tidak hanya satu. Di karenakan jumlahnya yang banyak beberapa serangan berhasil mendarat di tubuh Chao. Menghasilkan koleksi luka baru.


Haytrea memerintahkan golem nya untuk turun langsung ke medan perang. Tanpa banyak hambatan satu persatu dari mereka turun ke bawah, melompat dari atas benteng menuju garis depan di bawah sana. Senjata mereka beragam, ada yang memakai tombak, kapak perang, serta pedang besar atau Greatsword sebagai senjatanya. Uniknya golem-golem ini tidak terbakar oleh api di bawah sana, sama sekali tidak padahal jelas sekali mereka menginjakkan kaki di bagian api tersebut.


Tabrakan senjata terjadi, meskipun tombak Black Goblin menjadi tidak berguna di hadapan kapak perang yang mempunyai dua mata, mereka memiliki cara lain untuk mengatasi musuhnya. Saat kapak musuh hendak menghancurkan tombaknya, mereka akan memusatkan Mp pada senjata dan kakinya. Menarik tombaknya kembali serta melakukan tendangan berbentuk bulan sabit ke arah pinggang golem, membuatnya hilang fokus sementara. Ini memberi kesempatan Black Goblin dalam menghancurkan musuh di depan nya, dengan cara menghancurkan Inti mereka. Meskipun mereka memiliki perisai, mereka tak terlalu bergantung padanya.


Haytrea yang melihat ini tentu kesal, walaupun keunggulan berada di pihaknya yakni golem bersenjata Greatsword serta tombak, karena senjata ini jelas unggul terhadap tombak musuh yang tidak terlalu besar dibandingkan fisiknya. Oleh karena itu, Haytrea memerintahkan Gunner untuk mengubah target dari artileri menjadi Infanteri agar cepat selesainya.


Sementara itu, kelompok Spearman menghadapi perlawanan yang berat dari musuhnya. Mereka memblokir jalur masuk ke arah Menara Pengepungan, Black Goblin sudah menguasai daerah benteng yang dekat dengan Menara Pengepungan. Alhasil, semua Spearman terpaksa membereskan mereka terlebih dahulu, bom Api serta bom Mana tetap mereka simpan agar bisa menghancurkan Menara Pengepungan. Chao melompat kesana kemari agar terhindar dari serangan tombak musuh, meskipun lukanya sudah banyak namun Chao tidak merasakan rasa sakit karena terlalu bersemangat. Sembari menghindari serangan, Chao melepaskan berbagai tembakan, baik itu dari meriam bahunya ataupun Mana Rifle miliknya.


Haytrea membiarkan pasukan Spearman mengatasi musuh yang banyak itu, meskipun dia lebih dari mampu untuk membantu mereka. Haytrea memperhatikan pertempuran di bawah sana, sulit untuk menang apabila hanya bertahan. Haytrea mengendalikan semua Golem agar mereka bisa bertarung dalam formasi yang tetap. Sekarang semua golem berbaris dalam kesatuan nya masing-masing, memberikan tampilan yang unik. Black Goblin tidak mengizinkan musuhnya berbenah hingga sempurna, mereka menyerbu ke depan seperti pasukan yang putus asa. Hal ini wajar karena Black Goblin adalah makhluk hidup sedangkan lawan mereka adalah sebuah benda tak hidup yang bisa bertarung tanpa henti. Setelah pertarungan intens semua Black Goblin mengalami kelelahan ekstrim karena terlalu lama bertarung.


Sekarang Black Goblin lah yang mengambil strategi bertahan. Satu-satunya yang tidak mengalami kelelahan adalah pasukan Black Goblin yang menghadapi Chao, mereka seimbang walaupun secara kuantitas berbeda. Chao sudah mengamati pergerakan musuh, jadi tak akan ada kesulitan berarti baginya saat ini. Haytrea berharap pasukannya tiba secepatnya agar pertempuran ini selesai.


Black Goblin Commander mengetahui hal ini, jadi dia memerintahkan serangan masif artileri. Dengan barisan kokoh yang didukung ribuan Black Goblin, Black Goblin Commander percaya mereka bisa memenangkan pertempuran. Chao melihat dengan matanya sendiri belasan hingga puluhan batu berapi lewat di atas kepalanya,semuanya menuju tembok kota dan gerbangnya. Haytrea memerintahkan Tanker untuk menaikkan ketebalan Barrier dengan fungsi yang sama dengan sebelumnya.


"Menyebalkan." gumam Haytrea, dia merasakan kelelahan luar biasa dari kegigihan musuh menyerang pasukannya.

__ADS_1


Black Goblin yang berada di atas benteng juga menaikkan skala pertempuran. Hanya dengan tambahan pasukan yang berhasil naik dengan Menara Pengepungan saja sudah menambah kemajuan yang signifikan dibanding pasukan Spearman yang jumlahnya terbatas. Tentu saja Regu Spearman kewalahan dengan penambahan musuh yang banyak ini. Dengan jumlah seratus orang serta pembagian yang cukup kecil dibanding musuh yakni 20 Player Spearman melawan ribuan musuh, Haytrea saja mungkin tidak mampu mengatasinya apabila dia mengambil Class Spearman. Kecuali mereka, yakni Spearman bersatu menjadi satu kesatuan yakni 100 orang, namun mereka tak akan mencobanya karena itu sama saja dengan melawan perintah Haytrea.


Chao beralih antara menatap serangan musuh dan perjuangan regu Spearman dalam melawan musuh, suatu hal yang mustahil untuk Player biasa seperti mereka.


"Siapa sih pemimpin mereka? Perintah yang dia berikan dapat dikatakan mustahil. Dasar pemimpin bodoh, kalau dapat ia harus segera dilengserkan dari jabatannya, terlepas dari kontribusinya." gumam Chao setelah memperhatikan regu Spearman.


Haytrea merasa ada orang yang menghinanya tapi dia tidak tahu siapa, kemungkinan besar itu adalah orang yang dia hina sebelumnya. Dentuman batu berapi terdengar berkali-kali saat menyentuh tembok kota, itu bukanlah hal yang harus dikhawatirkan karena terbuat dari besi, namun masalahnya terletak pada daya tahan Tanker serta gerbang kota yang mana terbuat dari kayu. Batu berapi itu juga menghantam Barrier yang melindungi gerbang.


Sekarang ada hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut, daya tahan sebagian besar kedua pasukan sudah di ambang batas. Ini hanyalah masalah waktu, siapa yang bertahan dialah yang menang. Tak peduli sehebat apa kemampuan kedua pasukan, apabila fisik serta mentalnya lelah akan percuma saja, anehnya kedua pemimpin mereka tidak mengistirahatkan pasukannya sedikitpun. Keputusan pemimpin mereka layak untuk dipertanyakan, mereka hanya ada di garis belakang, tidak merasakan kelelahan yang diderita bawahannya. Sementara itu Haytrea masih optimis akan kemenangan pasukannya karena adanya harapan pasukan tambahan dari Divisi 10 yang dipimpinnya.


Sementara itu pertempuran di Gerbang Barat hampir mencapai puncaknya. Dengan serbuan musuh yang awalnya sekitar 5.000-an yang mana setengahnya dipangkas alias dibunuh sampai mati oleh Haytrea. Setengahnya saja jumlah musuh tidak akan terlalu sulit melawannya, apalagi pasukan yang hancur adalah artileri serta pemimpin pasukan musuh sudah tewas di tangan Haytrea pula. Lawan mereka tidak akan terlalu mengancam saat ini, karena mereka tidak bisa menghancurkan benteng, menghancurkan gerbang masih memungkinkan. Mereka hanya Kavaleri dan Infanteri saja, tidak lebih. Ini menjadi hal yang unik, karena pihak Iza diisi dengan penyerang jarak jauh. Yakni Gunner, Archer, Mage, Writer serta pasukan Support yang dapat disebut versi terendah dari Healer.


Gunner disini kemampuannya sudah pasti di bawah kemampuan Gunner bawahan langsung Haytrea, namun jumlahnya patut diperhitungkan. Pasukan Iza masih segar bugar dan tidak banyak perubahan pada fisik serta mental mereka, hal ini dikarenakan mereka bertempur dari atas benteng yang mana tidak menghabiskan tenaga terlalu banyak dibanding berhadapan langsung dengan musuh. Hal ini berbanding terbalik dengan pasukan Haytrea yang bertarung secara langsung dengan musuhnya, walaupun beberapa merupakan penyerang jarak jauh tetap saja beban mereka lebih banyak.


Masih di Gerbang Barat. Infanteri Black Goblin maju ke depan, tampak ingin memanjat atau menghantam gerbang. Kavaleri musuh mundur dari front pertempuran, menghilang dari pandangan semua orang ke arah hutan. Memang hal ini patut dipertanyakan mengapa kavaleri mereka terlihat menyerah, penyebab paling sederhana adalah mereka mengalami kelelahan ekstrem.


Iza bersama Tulkenia mengamati gerak-gerik musuh dari atas benteng bersama pasukannya. Ranger sudah berhenti menembak karena kelelahan, karena senjata yang mereka pakai adalah Mana Rifle yang tentunya menguras Mp mereka. Archer masih aktif menyerang dibanding yang lain, karena yang mereka perlukan adalah stamina tinggi dan tidak mengonsumsi Mp maupun Hp kecuali skill khusus.


Infanteri Black Goblin mendekati gerbang, mereka tidak membawa tangga pengepungan satu pun. Seorang Gunner berteriak dengan panik setelah menyadari sesuatu.


"Hentikan mereka segera! Mereka membawa peledak!"


Iza terkesiap mendengar teriakan tersebut. Tanpa koordinasi dari siapapun Writer dan Mage bergerak menahan musuh. Barrier tipis muncul di dekat gerbang yang dibuat oleh Writer. Mage berusaha menyerang musuh dengan skill mereka, puluhan Wind Blade turun ke bawah untuk menahan mereka sebelum musuh melakukan serangan bunuh diri. Akhirnya musuh sampai di dekat gerbang dengan darah serta luka yang menghiasi tubuhnya sebagai akibat dari melewati serbuan serangan Mage. Semua peledak di tubuh mereka diikat dengan tali di bahu mereka, itu terlihat seperti Fire Bomb namun yang ini lebih gelap, jadi ada kemungkinan itu Dark Bomb.


Satu Black Goblin melepaskan sihir elemen Dark miliknya saat dekat dengan gerbang kota, tepatnya di depan Barrier tipis tadi. Sesuai dugaan itu adalah Dark Bomb, sesuai dengan cara aktivasi nya.


BOOM!


Satu ledakan terpicu, disusul dengan ledakan lainnya saat satu persatu Black Goblin mendekati Barrier. Setelah setengahnya lewat, Barrier akhirnya pecah. Writer buru-buru menulis pola rune Barrier yang lebih kuat saat Mp nya cukup di Grimoire miliknya. Barrier baru tercipta tapi terlambat.


BOOOM!

__ADS_1


Ledakan bunuh diri Black Goblin ternyata lebih cepat. Gerbang kota langsung berlubang besar, nyaris hancur karena ledakannya tepat berada di tengah gerbang. Barrier sudah selesai dibuat walaupun gerbang sudah hancur, jadi agak aneh penampakannya. Mage memilih membakar sisa mayat musuh di bawah sana sambil berharap musuh sudah habis. Setelah beberapa saat menunggu memang tak ada pasukan musuh yang datang ke arah Gerbang Barat. Pasukan Iza bersorak-sorai dengan suara yang gegap gempita seakan mereka telah melewati banyak peperangan yang menguras tenaga dan mental mereka. Namun sebaliknya Iza malah berpikiran negatif terhadap situasi saat ini yang dinilainya agak ganjil.


__ADS_2