
Besok adalah hari pertunangan Kim Zien dengan putra mahkota..
di kediaman mawar ..banyak pelayan mondar-mandir menyiapkan serta merias Zien
tetapi disaat kesibukan itu berlangsung masih ada orang yang masih ada di alam mimpinya..
"xi'er!!! cepat bangun!! kereta kudanya sudah siap!!' teriak Mei lan sambil mengguncang-guncang tubuh Xiang..
"emnh 5 menit lagi" kata Xiang malas..
"ayo tak ada waktu lagi!!' kata Mei lan segera menyiapkan hanfu Xiang..
Xiang yang masih menutup matanya malas, menginjakan kakinya ke kamar mandi lalu mandi..
setelah itu xiang memakai hanfu yang disiapkan tetapi tak memakai cadar karena cepat-cepat mengejar kereta kuda..
Sesampainya di kerajaan Wang....
Xiang langsung bersemangat ketika dia turun dari kereta kuda dia langsung disambut pelukan hangat dari Yanlei ..
beberapa pemuda disitu iri dengan pangeran ketiga karena mendapatkan wanita cantik sebagai istrinya..
para wanita juga memandang iri kecantikan Xiang..
Xiang melepas pelukan itu lalu menggandeng tangan Yanlei masuk ke aula tempat pesta akan diadakan..
"heii red aku kan bilang , 25% saja tapi kenapa orang-orang mengatakan aku cantik??!" telepati Xiang kepada red..
"emnn nona 25% itu cukup banyak ,jadi kecantikanmu saat ini saja bisa mengahncurkan satu kerajaan kecil" telepati red'..
"what?! seharusnya gue bilang 3% aja!' batin Xiang memutar matanya malas .
"istriku?? apa kau baik-baik saja?' kata Yanlei membuyarkan lamunan Xiang..
"haha iya Zhi-zi aku tak apa hanya sedikit lelah' bantah Xiang..
__ADS_1
"kalau begitu kita duduk saja di taman ,acaranya masih belum mulai!" kata Yanlei langsung menarik Xiang ke taman yang terdapat teras kecil yang bisa digunakan untuk bersantai..
"wuahh infak sekali taman ini Zhi-zi!!" kata Xiang sambil duduk di sebelah Yanlei..
"hehe kalau begitu aku akan membuatkan taman di kediamanku agar bisa melihatmu senang setiap hari!' kata Yanlei bersungguh-sungguh menatap Xiang
Xiang yang merasa gemas langsung mencubit kecil pipi Yanlei lalu mereka tertawa-tawa sambil menikmati hidangan kecil yang disiapkan
"wahh² siapa ini, bukankah ini pangeran bodoh!' ucap salah satu pangeran kerajaan kecil
"haha benar lihat mereka sangat tak pantas ,bagaimana kalau nona menikahimu saja?" ucap genit pangeran lainnya sambil mengedipkan mata kepada Xiang
"apakah matamu katarak sampai mengedip-ngedip seperti itu?" jawab Xiang santai sambil menyenderkan kepalanya di bahu Yanlei..
"haha nona, apa kau bercanda*? ayo menikah saja dengan saudaraku ini!" kata pangeran yang satunya tadi sambil menahan kesal
"hehe kalau kau menikah denganku akan ku balas kau haha' batin saudara pangeran tadi..
"maaf siapa kalian?" kata Yanlei menatap tajam kedua pangeran itu, sebenarnya dia sudah menahan kesal dari tadi ingin mencongkel keempat mata itu..
"haha benar kak dia sangat bodoh tak mengenali kita!!" kata saudara yang ternyata adik pangeran itu..
"heyy masih banyak orang yang lebih dari kalian untuk apa kami mengingat mu?" jawab Xiang santai sambil menyuapi Yanlei meredakan amarah suaminya itu..
"Kau!!!!" pangeran itu melayangkan tangannya ke arah Xiang lalu ditangkap oleh Yanlei yang sudah menahan amarahnya sejak tadi..
Kretek!!
*Ahhh!! kau apakan tanganku!?' jawab adik pangeran itu menahan sakit ditangannya yang sepertinya sudah patah..
"ups sepertinya tanganmu akan cacat" sungguh lemah' kata Xiang langsung mendorong kedua pangeran itu..
pangeran itu langsung ambruk terpental dengan sekali sentilan kecil Xiang
mereka lalu berusaha bangun sambil melarikan diri..
__ADS_1
saat Xiang menoleh ke Yanlei.. wajah menyeramkan tadi di ganti dengan wajah imut tak berdosa..
"haih seharusnya Zhi-zi tak keras-keras " kata Xiang sambil memeluk Yanlei..
"mana mungkin a..aku tak keras-keras dianya saja yang lemah.." Rajuk Yanlei menggembungkan pipinya kesal..
"haha sudahlah ayo kita kembali!" kata Xiang sambil menarik tangan Yanlei menuju aula istana..
"ohh kerajaan xi itu yaa" batin Yanlei sambil tersenyum devil..
sesampainya disitu mereka semua menunggu pengantin pria dan wanita sambil memakan hidangan, menari-nari kecil, juga berbincang-bincang..
"Yang mulia raja Wang memasuki ruangan!"
"Yang mulia permaisuri memasuki ruangan"
"yang terhormat selir serta pangeran memasuki ruangan!"
Teriak Kasim itu seketika semuanya membungkuk Xiang hanya sedikit menunduk di saat permaisuri lewat sambil tersenyum tipis pada Xiang..
-
-
-
-
-
-
Bersambung
jangan lupa like, Coment juga vote karya author 💕✨
__ADS_1