ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Anak Kutukan


__ADS_3

Dirumah pimpinan klan crystal, keramaian masih berlanjut dan penyambutan untuk Zig terus diadakan.


"Kenapa dia lama sekali, tidak biasanya" khawatir Ninar. Zig mendekati Ninar yang cemas akan keadaan Ende.


"Ibu sepertinya tampak cemas, ada apa gerangan"? tanya Zig penasaran.


"Kakakmu belum datang juga. tidak biasanya dia selama ini. Dia selalu menyelesaikan misinya dengan cepat tanpa ada hambatan. Tapi hari ini ibu merasakan ada yang berbeda"


"Ibu tidak perlu khawatir, kakak kan orang yang hebat, siapa yang dapat menghalaunya. Tak seorang pun didunia ini yang dapat mengalahkannya, karena dia orang terkuat diklan crystal benarkan bu"?


" Oh Zig kamu selalu mendukung kakakmu ya. Nanti jika kamu sudah besar pasti sama bendelnya dengan kakakmu. Tapi kamu memang benar, dia adalah orang terkuat diklan crystal"


"Heee..." tertawa kecil sambil memegang kepala bagian belakang.


"Ayo..ayo..sekarang makan kuenya" Ninar cukup terhibur oleh Zig, tapi perasaan yang mendalam masih tersimpan kecemasan.


Hutan yang diselimuti kristal kristal yang berkilau terang, menyelimuti pohon pohon disekitar. Pohon pohon menjadi kristal sangat terang seperti permata. Tampak pria dan gadis muda bertatap muka satu sama lain.


"Aku bukanlah kakakmu" tegas Ende


"Tapi penampilanmu tidak beda jauh dengan kakakku, dari sifat dan fisik sama persis"


Semakin lama Luxinder memandang Ende, sampai dia puas, pada akhirnya dia berpaling melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ende setelah tahu bahwa Ende bukanlah kakaknya melainkan orang lain. Luxinder melihat dari perbedaan kakuatan mereka. Ende memiliki kekuatan kristal berwarna nila sedangkan kakak yang dia kenal memiliki kristal berwarna hitam kemerahan seperti dirinya.


"Tapi kenapa aku seperti merasakan hawa keberadaannya(kakak) didalan gadis itu" Ucapnya dalam hati lalu sekejap menghilang dari pandangan Ende.


Ende terheran heran dengan pria itu yang menganggap dirinya adalah kakaknya bukankah itu sangat aneh pikirnya. Dan Ende tidak ada melihat kebohongan dari wajah si pria itu. Ende sungguh penasaran tentang apa yang terjadi lalu wanita yang dilihatnya itu...memiliki tanduk sama halnya dengan pria barusan.


" Apa jangan jangan wanita itu..." ucap Ende seperti mengetahui sesuatu.


Hari ini berakhir sampai disini hingga menjelang malam. Dan Ende baru pulang kerumah setelah menyelesaikan misinya dengan keberhasilan. Sesuai pesanan yang diinginkan, dia akhirnya membawa kelinci iblis kristal dalam keadaan hidup. Kelinci iblis kristal itu dikurungnya didalam kristal ungu yang dibuatnya dengan bentuk sesuai dengan tubuh kelinci iblis kristal tersebut.


"Aku yakin ibu pasti.." menghentikan ucapannya lalu membuka pintu secara perlahan.


Didalam rumah rombongan keluarganya sudah menunggu dirinya begitu lama. Zig disana didekat meja sajian sedang menikmati rasa buah apel yang dia makan. Kini dia sudah memakan lima puluh lima buah apel.


"Kenyangnya" sambil mengelus perut.


Lalu ibunya Ninar mondar mandir tak karuan, tak tenang penuh rasa kecemasan menunggu.


TREET... Suara dari pintu, menandakan ada orang yang sedang membuka pintu. Mendengar suara itu, pandangan mereka semua terfokus pada pintu terutama Ninar. Ninar menghela nafasnya kemudian mendekati pintu sambil berkacak pinggang. Melototi Ende yang baru saja terlihat tampangnya.


"Ibu..." melihat ibunya dihadapan pintu, Ende langsung memalingkan wajahnya kesamping kanan.


"Bisakah kamu menjelaskan semuanya"? marah tapi senang.


Di atas meja panjang kristal sudah siap berbagai macam makanan enak. Zig yang masih santai duduk memakan buah apel terakhirnya langsung beranjak dari tempat duduknya saat melihat Ende sudah datang. Dia mendekat dan segera memeluk Ende penuh rasa senang. Ende terkejut tiba tiba ada orang yang memeluknya saat dilihatnya ternyata..


"Zig..kenapa kamu ada disini"? Tanya Ende

__ADS_1


"Aku ingin melihat kakak, rindu soalnya"


"Oh jadi begitu"! Endepun langsung menatap ibunya yang berada dekat disamping mereka berdua.


"Apa jangan jangan pesanan itu.."?


"Kamu benar untuknya(Zig)" jawab ibunya.


Ende tak habis pikir ternyata misi penangkapan kelinci iblis kristal itu untuk adiknya.


"Adikmu ingin sekali punya binatang peliharaan, jadi menurut ibu binatang itu sangat cocok untuknya"


"Tapi kan ada binatang yang lain. Binatang ini(kelinci iblis kristal) aku khawatirkan akan bahaya untuknya, karena binatang ini punya akal" jelas Ende


"Ehem..ehem..kamu menjelaskan kebenaran tentang kelinci iblis kristal pada ibu"?


Ende menundukan kepalanya sambil memejamkan mata.


"Ibu sudah tahu soal kelinci iblis kristal perbedaannya dengan binatang lain, lebih tahu dari dirimu"


Ende baru ingat bahwa ibunya punya pengalaman tinggi, lebih banyak mengetahui kebenaran daripada dirinya. Karena dulu ibunya adalah seorang pejuang yang dikenal dengan sebutan -KSATRIA KRISTAL-


"Ibu tahu binatang itu bahaya untuk Zig, tapi kenapa tetap bersikeras menyuruhku menangkapnya"?


"Itu semua adalah keinginan adikmu sendiri"


Mengetahui adiknya ingin sekali punya peliharaan kelinci iblis kristal, Ende terdiam dan mendengarkan penjelasan ibunya lebih lanjut. Sang ibu mengatakan alasan adiknya ingin sekali memelihara kelinci iblis kristal tak biasa itu daripada binatang lain.


Ninar dan Shinoba mengawasi Zig yang sedang duduk sendirian dikursi kayu panjang depan pohon besar. Jaraknya tidak jauh dari tempatnya tinggal, sekitar 8 meter. Cuaca hari itu sangat panas, hingga cukup untuk menggosongkan tubuh. Tapi Zig tidak mempermasalahkannya karena dilindungi oleh dedaunan lebat dari pohon tempatnya duduk dan udaranya pun sangat segar.


Entah kenapa Ninar sang ibu begitu kasihan melihat dirinya yang duduk sendirian tanpa ditemani siapapun. Mereka menggunakan kendaraan kristal untuk melakukan pengawasan. Kendaran yang bisa melayang didudara yang terbuat dari kekuatan kristal Ninar sendiri. Ninar langsung turun untuk menemuinya tapi berhenti ditengah tengah saat mendengar keluhannya.


"Apakah ada yang mau berteman denganku! Kenapa aku harus sendirian! Aku ingin punya teman!" air mata membasahi pipi Zig. Dia menundukan kepalanya sehingga tidak melihat kearah manapun. Tidak tahu disampingnya ada seorang yang memperhatikan dan mendengarkan keluhannya. Perlahan Ninar kearahnya kemudian langsung memeluk erat dirinya. Betapa kagetnya dia yang dipeluk erat oleh seorang yang bahkan dia tidak melihat wajah orang tersebut.


"Kamu tidak sendirian..ibu ada untukmu"


"Hah..ibu.." Zig langsung mengusap air matanya setelah tahu itu adalah ibunya. Pipi Zig memerah dan diapun merasa malu karena keluhan yang diucapkannya tadi didengar oleh ibunya.


"Jangan pedulikan apa yang dikatakan orang orang padamu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri dan yakinlah akan kepercayaanmu. Itulah dalam hidup. Takdir terus berjalan, sampai saatnya tiba apa yang menjadi keinginanmu akan terwujud. Pastinya kamu akan banyak punya teman" senyum Ninar.


"Siap, aku akan selalu mengingat apa yang dikatakan ibu" menjawab dengan penuh semangat dan energik.


Sembilan meter dari jarak kursi mereka berdua duduk dengan Shinoba.


"Dia sungguh menyayangi anak anaknya ya. Memang sepertilah sifat seorang ibu sejati" ucap Shinoba yang dari tadi memperhatikan kasih sayang Ninar pada Zig. Dengan berdiri santai, dia tidak lepas dari pengawasan yang menjadi tugasnya sebagai pengawal pemimpin klan crystal. Dia mengawasi kesetiap area, siapa tahu saja ada sesuatu yang mencurigakan.


Pada saat Zig ditemukan digunung surga, dia dibawa oleh Ninar pulang lalu ditempatkan dikeluarganya dan diasuh. Hingga berusia sepuluh tahun baru Zig ditempatkan disebuah rumah tempat tinggal nenek Ner berada. Dirumah itu dia diajarkan banyak hal oleh nenek Ner. Pengetahuan serta cara bertarungpun dia ajarkan. Walaupun Zig tidak bisa mengendalikan kristal secara alami tapi dengan cara lain dia bisa. Karena didunia ini ada banyak cara, gagal yang satu masih ada yang dua begitu seterusnya. Hanya orang yang berasal dari klan crystal saja yang dapat mengendalikan kristal murni tanpa harus menggunakan aura. Sedangkan Zig hanya dapat mengendalikan kristal melalui auranya, itupun sudah cukup syarat untuk menjadi keluarga klan crystal.


Satu bulan lebih dia baru bisa menguasai pengendalian kristal. Kebahagiaan dan rasa senangpun tertera pada wajahnya. Dengan bisanya dia mengendalikan kristal, hinaan keluar dari mulut orang orang yang membuat kesedihan dihati kecilnya. Waktu itu dia sedang memikirkan apa yang akan dilakukannya. Didepan halaman rumah tempatnya tinggal, dia memikirkan untuk membuat rumah rumahan kecil dari kristal. Melihat terbentuknya rumahan rumahan kecil tersebut dari kristal, anak anak, orang dewasa, bahkan orang tua sekalipun berbondong bondong mengerumuninya. Memperhatikan sesuatu yang dibuatnya. Zig bingung melihat ada banyak orang orang yang sedang memperhatikan seni buatannya. Kiranya seperti itu senanglah wajahnya. Tak tahunya pandangan orang orang mulai beralih kedirinya.

__ADS_1


"Anak monster" teriak salah satu orang dewasa dan diikuti hinaan hinaan yang lain.


"Siluman"


"Dia benar benar aneh"


"Sepertinya dia bukan manusia"


"Lihat dia, sungguh berbeda dari yang lain"


Mendengar hinaan hinaan tersebut Zig tertunduk sangat sedih, air matanya pun menetes. Kemudian semua orang meninggalkan dirinya. Mengenai aura, aura adalah energi yang dapat membangkitkan kekuatan terpendam pada diri masing masing orang. Walaupun didunia ini semua orang memilikinya tapi tidak semua orang yang dapat membangkitkannya. Karena melakukannya hal itu butuh kepercayaan diri yang tinggi. Jadi orang orang menganggap Zig adalah sesuatu yang berbeda dari mereka sebab dia bisa membangkitkan kekuatannya melalui aura. Sedangkan orang orang yang menghinanya itu tidak. Bisa dikatakan Zig bukan manusia normal dimata orang orang padahal sama saja daripada manusia biasa yang memerlukan usaha untuk menggapai sesuatu. Mengetahui Zig memiliki kemampuan pengendali kristal, orang orang ketakutan dan berpikir untuk tidak mendekatinya. Dia dijauhi, diabaikan setiap langkahnya bahkan tatapan orang orang yang begitu membenci dirinya. Dari situlah awal dari kesendiriannya. Hari hari dia lalui tanpa seorang teman, kerjaannya hanya membuat bermacam macam bentuk benda dari kristalnya. Melakukan pekerjaan seorang diri tentu bosan baginya. Walaupun dengan hari harinya seperti itu, dia tidak berpatah semangat karena masih ada orang yang peduli padanya. orang ini sangat menyayangi dirinya melebihi apapun selain ibunya, kakaknya berserta seluruh klan crystal. Dia sering dipanggil nenek Ner, Orang yang menjadi kepercayaannya dan motivasinya.


"Sebenci bencinya orang padamu tetap saja seorang teman akan selalu hadir dikehidupanmu"


Kata kata bijak dari nenek Ner itu tidak pernah Zig lupakan, yang membuatnya harus tetap bangkit walau terjatuh. Dia terus berusaha dengan harapan suatu saat nanti akan punya banyak teman.


Zig dan sang ibu masih duduk santai sambil mendengar cerita dari Zig.


"Lalu apa selanjutnya yang dikatakan nenek Ner kepadamu" tanya ibu penasaran


"Dia bilang..." Zig memberitahukan kebenaran tentang neneknya pada sang ibu.


"Aku dulu sama sepertimu" ucap nenek Ner dengan memasang wajah sedih. Mendengar itupun Zig kaget dan ingin tahu lebih detilnya lagi mengenai masa lalu nenek Ner. Nenek Ner menghela nafas panjang. Mau tidak mau dia menceritakannya, karena Zig memohon padanya dengan linangan air mata. Mereka berdua duduk berhadapan tatap menatap. Dimeja sudah sedia dua cangkir teh hangat. Zig duduk manis ingin segera mendengar cerita tersebut. Ceritapun langsung dimulai nenek Ner.


Dulu ada seorang gadis berusia dua belas tahun dengan rambut terurai panjang hingga menyentuh tanah, matanya agak ngantuk, wajahnya tak berselera sama sekali menjalani hidup. Namanya NER VOBIAN. Waktu bayi Ner dirawat oleh seorang nenek tua yang menemukannya di sungai saat nenek tua itu sedang mengambil air untuk diminum. Nenek tua itu membawa wadah penyimpanan air dibelakangnya. Wadah penyimpanan airnya cukup besar, hingga mampu memuat satu orang anak kecil berusia empat tahun. Perlahan satu persatu dia memuat air menggunakan botol ukuran tanggung. Yang setelah itu dimasukannya ke dalam wadah penyimpanan tersebut. Seusai dengan semua botol yang sudah dimuat ke dalam wadah penyimpanan, tiba tiba dia melihat ada sesuatu disungai. Diletakkannya wadah penyimpanan, langsung segera dia kearah sesuatu tersebut. Betapa kagetnya saat dia melihat sesuatu tersebut, yang tidak lain adalah seorang bayi mungil berselimutkan kain halus lembut berwadah telur anti air.


"Kenapa ada bayi disini"?!ucap nenek tua dengan wajah sedih


Tak banyak pikir panjang akhirnya dia memutuskan untuk membawa sibayi dengan meninggalkan beberapa botol. Tepatnya ada dua botol tanggung yang tersisa tambah dengan sibayi yang dimuatinya kedalam wadah penyimpanan air lalu pergi segera.


Dirumah obrak abrikan, serta lubang lubang besar, nenek tua itu tinggal. Saat sampai dirumah, nenek tua meletakkan sibayi mungil tersebut disebuah kasur jelek dan sobek.


"Eee..." entah kenapa sibayi tersenyum memandang nenek tua itu sambil memegang erat jari telunjuk nenek tua. Melihat itupun tentu nenek tua sangat senang sampai lupa dengan apa yang akan dikerjakannya. Nenek tua memberikan kasih sayangnya pada sibayi. Bahkan saat dia menangis dengan segera dia memberi ASI-nya pada sibayi walaupun tak ada airnya. Meski begitu sibayi tetap senang dan sangat menikmatinya. Ini pertama kali baginya, karena dia dulu belum pernah merasakan pacaran apalagi menikah. Dia adalah wanita perawan tua yang hidupnya selalu sendirian. Keberadaannya pun tak dianggap sama halnya dengan sibayi itu.


"Mulai hari ini namamu Ner Vobian"


Dua hari berlalu setelah menemukan sibayi, nama itu terukir dan akan selalu menjadi namanya. Vobian adalah nama nenek tua itu, dia memberikan nama belakangnya pada sibayi agar sibayi dapat meneruskan masa depan nenek tua melalui namanya.


"Walaupun nanti aku mati, aku akan terus mengawasimu dimana pun kamu berada"


Sepuluh tahun kedepan didesa Karian, dimana tempat nenek tua dan Ner tinggal. Nenek tua yang kini tambah tua, fisiknya pun sangat lemah ingin melakukan aktivitas biasa yang dia lakukan yaitu mengisi air. Tidak setiap hari juga, saat stok airnya sudah habis baru dia pergi kesungai. Ditempat mereka sangat sepi karena rumah rumah penduduk lain jaraknya sangat jauh dari rumah nenek tua.


"Ner apa kamu mau membantu ibu lagi"? Teriak nenek tua dari luar rumah. Tiga kali dia berteriak dengan kata kata serupa tidak ada jawaban dari dalam rumah. Ada apakah gerangan?


Semenjak Ner muncul dikehidupan nenek tua, hidupnya tidak ada perubahan sama sekali tetap sama seperti dulu, malah makin memburuk.Dia seperti seorang diri. Seluruh penduduk setempat mengenal nenek tua bahkan dengan anak angkatnya itu mereka tahu. Itu justru jadi bahan omongan orang orang. Melihat tingkah laku anak yang didapatkannya itu yang menurut mereka sangat aneh berbeda dengan anak anak lain pada umumnya. Tak merespon apapun yang dilakukan warga padnya, sering diam daripada bicara. Matanya pun jarang berkedip, sayu seperti kurang tidur dan juga sering melamun. Gadis bernama Ner itu membuat penderitaan pada nenek tua. Dia bahkan tidak pernah membantu nenek tua melakukan pekerjaannya. Seakan dimatanya nenek tua itu tidak ada. Tidak hanya itu saja, omongan nenek tua pun sering diabaikan. Dengan tingkah Ner yang seperti itu nenek tua tidak mempermasalahkannya, dia tetap menyayangi Ner selayaknya seorang anak.


Ditinggal sendiri oleh nenek tua, Ner beranjak dari kursinya lalu memegang kepalanya.


"Sakit..sakit..sakit"

__ADS_1


Dia seperti mengingat sesuatu, mungkin ingatannya dulu. Kalau dilihat dari keadaannya sekarang, dia seperti tidak mengingat apapun.


"Dasar anak kutukan, kehadiranmu membuat semua orang takut dan memberikan derita, maka dari itu pergilah dari dunia ini"! Ucap seorang wanita yang setelah itu membawa seorang bayi berselimutkan kain halus lembut dengan wadah seperti telur mendekati aliran sungai. Meletakkannya lalu kemudian bayi tersebut dibawa arus sungai sampai menghilang dari pandangan wanita tersebut.


__ADS_2