
HUSS..lancaran banyaknya kristal dilakukan oleh Endera. Affectia yang menjadi lawannya menghindari seluruh kristal tersebut. Kekiri,kakanan,berputar putar, gerakan yang dilakukan Affectia sambil mendekati Endera yang berada didalam kristalnya. TAK..KRAK.. Affectia memukul pertahan kristal milik Endera hingga retak kemudian KABOOM..hancur lebur. Endera pun terpental dan jatuh kebawah diikuti Affectia yang ingin memukul lagi dengan jarak yang sangat dekat dari pandangan Endera. Tapi untungnya Endera sempat beralih menggantikan tubuhnya dengan sebuah kristal yang dia buat.
"Aku tidak menyangka harus berhadapan dengan orang yang sekuat dirimu, kau pasti seorang jenderal kan, siapa namamu"?
Affectia pun menjawab dengan kepalan amarah membara "Affectia, kau seorang ratu dari bangsamu, kemampuanmu tidak hanya ini kan"
Disisi lain para masing masing pasukan saling beradu jotos dengan seimbang lalu para jenderal juga. Mogiri melancarkan serangannya kristalnya namun disana dapat dipukul oleh Imare.
__ADS_1
"Heh, kau pikir serangan seperti itu bisa melukaiku, jangan bercanda" langsung mengeluarkan aura merahnya yang penuh amarah. SING..dengan sekejap mata jenderal iblis merah Imare berada dihadapan Mogiri dan langsung memukulnya dengan menggunakan kekuatan penuh. Aura merah yang menyelimuti lengannya sangat kuat sehingga Mogiri tak dapat berbuat apa apa. Untungnya Mogiri dapat bertahan walaupun mendapat luka yang lumayan parah. Dua jenderal dari bangsanya sangat mengkhawatirkan keadaannya. Melihat keadaan Mogiri seperti itu Seterlia pun sangat marah.
"Kalian tidak akan kumaafkan.." menarik panah kristalnya ke arah Imare. Kumpulan kristal menghampiri dirinya kemudian kristal tersebut berubah bentuk menjadi anak panah yang akan siap dilancarkannya. KRAS.. Puluhan anak panah mengarah ke Imare.
"Anak panah sebanyak ini, aku tidak akan sempat" ucap Imare dalam hati dengan keadaan yang terdesak.
"Apa kau baik baik saja"? tanya Ordil menyeret
__ADS_1
" Ya, aku baik baik saja" jawab Imare dengan memejamkan matanya.
"Ayo kita akhiri pertarungan ini" ucap Torgire pada teman seperjuangannya.
Melihat serangannya (Seterlia) yang tak berhasil melukai Imare membuat dirinya kesal dan diapun ingin melancarkan serangan berikutnya dengan diikuti Kiramen.
"Serangan ini berbeda dari serangan sebelumnya" membuat panah kristal yang melayang diudara, ukurannya sangat besar sekiranya 50 manusia berusia 20 tahunan lebar busurnya dan dia pun sedang mengendalikan panah kristal tersebut yang mengarah pada seluruh bangsa iblis merah.
__ADS_1
"Inilah akhir dari kalian semua.." ucap Seterlia penuh dengan keyakinan.