ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Sebuah Keinginan


__ADS_3

Suasana mendung berubah jadi panas, tandanya tengah hari telah sampai.


Kembali lagi didalam kamar Ende.


Mereka berdua masih saja ngobrol, entah apakah yang diobrolkan mereka.


"Hah.. Aura hitam, jadi Syne memilikinya"? teriak Lema


"Aku tahu saat aku berlatih dengannya waktu itu..."


Ende menceritakan pada Lema kejadian pertama Syne menggunakan aura hitam.


Ditempat pelatihan klan crystal. Disini tempat dimana para klan beradu tanding sesamanya. itu juga bisa menjalin hubungan kekekuargaan.


Ibu Syne bernama Simenar Crystal sedang memasuki pelatihan adu tanding untuk mewakili anaknya. Lalu lawannya Ninar Crystal bersama anaknya Ende. Usia mereka berdua saat itu sekitar delapan tahun (ende) dan sembilan tahun (syne). Untuk menjalin hubungan yang nantinya akan menjadi masa depan yang baik untuk sesama klan. Ninar dan Simenar menyerahkan pelatihan tersebut kepada anak anak mereka.


Mereka bedua memasuki tempat pelatihan yang sekarang dilakukan mereka saling pandang. Tak lupa untuk saling berkenalan, soalnya baru bertemu. Dimulai dari Syne yang memperkenalkan dirinya.


"Kenalkan namaku Syne Crystal, salam kenal"


"Namaku Ende Crystal, salam kenal juga"


Setelah itu baru mereka memulainya dengan memasang kuda kuda masing masing. Ende mulai lebih dulu menyerang dengan jarum kristalnya lalu dilayani Syne dengan menggunakan hal yang sama. Adu jarum kristal pun terjadi.


Dari samping kesamping para sang ibu hanya melihat dengan penuh senyuman. Tentu pasti ada dukungan dalam hati untuk anak anaknya.


HUSS...


Syne melewati Ende dengan mode terbangnya hingga membuatnya terkejut


"Dia terbang.." risau Ende.


Mode terbang dalam klan crystal adalah suatu teknik dasar yang semua klan bisa lakukan. Tapi kebanyakan orang orang klan melatih mode ini baru bisa berusia sekitar sebelas atau dua belas tahunan. Syne sudah bisa menguasai mode terbang dalam usia sembilan tahun yang artinya anak ini jenius.


Ende kalah serangan dan hanya bisa menghindar karena Syne melayang diudara. Syne menghamburkan jarum jarum kristalnya kearah Ende. Beberapa jarum dapat Ende hindari dengan lompatan berputar, jarum berikutnya lompatan kesamping untuk menghindarinya, lalu selanjutnya terus berlari jangan sampai kena. Ende melompat kesamping kiri langsung dengan serangannya jarum kristal. Syne dapat menghindarinya dengan mudah, cukup geser sedikit dan seterusnya. Karena keuntungan menggunakan mode terbang ini dapat meringankan tubuh penggunanya.


Selanjutnya Ende membuka lebar kedua kakinya beserta lengannya dan terciptalah sebuah bentuk kristal tajam sebesar tubuhnya. Dengan mengendalikannya, dia menarik kristal tajam tersebut kebelakang menggunakan lengan kanannya, lalu pandangan fokus menuju sasaran HUSS... Serangan pun dilancarkannya lalu Syne menahannya dengan sebelah sayap kristalnya sebelah kiri setelah itu dikembalikan pada tuannya.


"Yang benar saja"!


KABOOM... Apa yang terjadi pada Ende? Ternyata dia berhasil menahan senjatanya sendiri kemudian dihilangkannya. Dia pun menghela nafas dengan mata terpejam.


"Huh hampir saja" dia kembali memandang Syne.


"Tak kusangka kau begitu kuat" ucap Ende pada lawannya.


"Kau juga" balas Syne


"Mau lanjut"? tanya Ende


"Boleh juga" jawab Syne senang.


Dan pertarungan pun terjadi lagi hingga melampaui batas pelatihan. Nafsu bertarung mereka semakin naik dan terus naik. Amarah yang tak dapat dikendalikan lagi. Mereka dikendalikan oleh amarah mereka sendiri hingga bisa berujung pada kematian.


Cerita Ende terhenti sejenak...


"Kami melanggar aturan pelatihan"


Lema hanya bisa terkejut mendengar cerita Ende.


"Maksudmu dasar dari pelatihan"?


"Ya, karena dalam pelatihan adu tanding perwakilan kedua belah pihak melakukan perundingan terlebih dahulu yang nantinya akan membuat pelatihan tetap terjaga, aman dan terkendali. Saat itu kedua ibu kami melarang penggunaan aura dalam pelatihan, dan malah berakhir sebaliknya" jelas Ende.


Lalu cerita pun kembali lagi dengan akhir yang begitu mengkhawatirkan.


Ende berhasil melukai Syne dengan kristal tajamnya, dibagian mata kirinya sebab dia tidak terima kekalahan.


Saat itu Ende berhasil ditumbangkan oleh Syne, dia tertunduk dengan kekalahan.


"Ternyata anakmu sangat hebat ya" puji Ninar


"Anakmu juga" balas Simenar.


Tiba tiba...


Saat Syne mendekati Ende dengan bantuan yang diberikannya, mengulurkan tangannya untuk membantu Ende bangkit malah ternyata...


"Ini belum berakhir.." ucap Ende dengan memegang senjata tajam kristal lalu diarahkannya pada Syne. Tanpa dia ketahui ternyata Ende melukai mata kririnya yang membuat dia berteriak kesakitan.


"Aaa..." terduduk dengan kedua tangan memegang mata yang terkena. Melihat itu Ende ketakutan sebab darah banyak mengalir keluar dari matanya. Tapi amarah Ende masih mengendalikan dirinya. Dia mendekati Syne yang terluka parah untuk menyerangnya lagi dengan aura ungu yang dikeluarkannya membentuk sebuah pedang besar melayang diatas kepalanya. Memandang Syne penuh amarah dia langsung memainkan pedangnya.


"Ende hentikan.."? Teriak ibunya.


Syne yang terduduk sambil menjerit kesakitan hanya bisa memandang dengan sebelah mata. Kedua ibu secepat mungkin menghentikan mereka tapi sayangnya...


Aura hitam muncul menyelubungi tubuh Syne dengan mata merah menyala. Pembentukan yang dibuatnya telapak raksasa kristal hitam menggenggam pedang besar milik Ende.


KRAK... Hancur dan Endepun terpelanting jauh dari pandangannya. Untunglah dia sempat ditangkap oleh ibunya Ninar. Lalu Simenar khawatir dengan anaknya yang terluka parah.


Ninar terhengan memandang Syne.


"Aura hitam.."!


Dengan sesegera mungkin Simenar membawa anaknya ke medis kepercayaan klan crystal.


Rumah medis crystal..


Syne telah dibaringkan ditempatnya untuk diperiksa. Seorang medis tua bernama Ordean menyuruh Simenar untuk keluar sebentar. Sebenarnya Simenar tidak ingin keluar dan mencoba untuk tetap menunggu putrinya, tapi apa boleh buat, jika tidak pemeriksaan pun tidak akan dilanjutkan.


Simenar keluar sangat lesu ditambah dengan kegelisahan. Melihat kesamping kanan ternyata Ninar juga datang menjenguk tapi seorang diri. Dikarena Ende terbaring dikasur empuknya tepatnya dirumah dan dia juga ditemani oleh pengawal kepercayaan ibunya, Shinoba.


"Kau harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh anakmu"?bentak Simenar.


"Ya, aku akan bertanggung jawab soal apa yang terjadi" jawab Ninar dengan rasa penuh bersalah.


Dalam beberapa waktu Ordean telah selesai melakukan pekerjaannya. Dan mereka pun akan segera tahu hasil dari pemeriksaan Syne. Setelah tahu hasilnya, Simenar terluka hati dan sangat sedih karena anaknya mengalami kebutaan. Simenar melihat kondisi anaknya yang mata kirinya dibalutkan dengan helaian putih terbaring disebuah kasur tunggal. Air matanya tak dapat dia tampungi, begitu juga Ninar sangat sedih melihat kondisinya.

__ADS_1


Syne perlahan sadar dan memandang ibunya.


"Ibu.."!


Sang ibu memegang lengan anaknya dengan erat agar hatinya tetap teguh dan kuat. Ninar melangkahkan kakinya mendekati Syne seperti ada yang ingin dibicarakannya.


"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh anak ku padamu. Aku akan memberikan bayaran yang sama padanya" yakin Ninar.


Mendengar perkataan itu Syne hanya tersenyum dengan pandangan satu mata. Syne menggelengkan kepalanya..


"Tidak perlu, yang berlalu biarlah berlalu. Itu hanya sebuah kecelakaan tanpa disengaja" balas Syne.


"Tapi kan.. Aku merasa tidak enak dengan ibumu, apalagi padamu. Karena kesalahan anak ku kamu harus menanggung penderitaan ini"


"Lagian kan aku baik baik saja, hanya satu mata yang hilang masih ada satu lagi" jawab Syne seolah itu hanya permainan. Sang ibu hanya tercengang mendengarnya, tak tahu harus berkata apa. Simenar sebenarnya tak terima anaknya seperti itu, tapi ada hal yang lebih penting lagi baginya yaitu kebahagiaan anaknya. Apapun keputusan anaknya selama dia bahagia itulah hal yang menjadi pilihannya.


"Sungguh kamu sangat baik Syne, aku akan menghargai keputusanmu"


Cerita Ende pun berakhir.


Masih didalam kamar.


"Saat aku sadar, semuanya seperti sedia kala dan ibu ku pun bersikap normal padaku, seolah tak terjadi apa apa. Dan disaat kejadian itu, aku tak pernah lagi dekat dengan Syne, apalagi menyapanya"


"Jadi begitu, mungkin ada sesuatu dibalik semua itu yang membuat keadaannya kembali normal" pikir Lema.


"Entahlah, bahkan ibuku tak mengatakan apapun setelah kejadian itu"


"Oh iya, hari inikan hari keberhasilan mereka, bagaimana kalau kita melihatnya"?


"Apa mereka sudah kembali"?


"Sepertinya.."


Perbincangan mereka pun berakhir. Mereka keluar dari kamar ingin melihat keberhasilan masing masing tim. Saat Ende ingin membuka pintu untuk keluar, Lema bertanya sesuatu.


"Kamu kan dari kecil sudah mengenal Syne. Mmm... Sebenarnya tampangnya seperti apa sich. Soalnya kan selama ini dia selalu make topeng mulu"? tanya Lema.


"Karena dia seorang gadis, tentu saja cantik" jawab Ende sambil membuka pintu lalu melangkah keluar.


Kening Lema mengerut mendengar jawaban Ende.


"Jawaban macam apa itu seperti tidak ada keyakinanannya" ucap Lema dalam hati.


Lema masih kurang yakin dengan jawaban Ende menganggap Syne cantik. Dia mengejarnya dikawali dengan pertanyaan lagi.


"Apa kamu yakin dia cantik"?


Menghentikan langkahnya lalu Ende memandang Lema.


"Aku pernah melihatnya, dia sangat cantik, bahkan dapat mengalahkan kecantikan semua ratu yang ada didunia ini. Apa kau sudah puas"?


"Heee..." Lema tertawa kecil.


Dia tidak mau melanjutkan pertanyaannya lagi, karena ada kemungkinan jika dia bertanya lagi, Ende akan marah.


Ende dan Lema baru nongol, lalu berhenti dipinggir teras yang sudah disiapkan kursi. Didekat mereka juga ada tim lain yang duduk.


"Bagaimana kabarmu Ende"? tanya salah satu tim Harimau Biru Kristal.


"Aku baik baik saja" jawab Ende dengan santai.


"Boleh aku duduk didekatmu"?


Mata Lema menyeret.


"Am.. Kenapa tidak, silahkan"!


Namanya TIGRA CRYSTAL, salah satu orang yang berada didalam tim harimau biru kristal.


Kabarnya dia adalah yang terkuat ditimnya.


"Hari ini, hari keberhasilan ya, untuk satu tim"


"Ya"


"Kamu pasti tahu kan siapa timnya"?


"Pencakar langit kristal" jawab Ende dengan pandangan tertuju pada tim yang baru datang.


"Itu mereka datang" teriak Lema sambil menunjuk.


"Baru diomongin sudah muncul"


HUSS..


Kendaraan burung mendarat ditengah tengah tempat perkumpulan. Bersamaan dengan hilangnya kendaraan kristal mereka melompat. Nampak mereka tim pencakar langit kristal dengan jelas terlihat, sepertinya ingin segera mendengar komentar dari pemimpin klan crystal. Melihat salah satu tim muncul, Ninar menyudahi perdiskusiannya. Lalu disana Simenar sang ibu dari Syne tersenyum melihat anaknya berdiri dengan tenang bersama rekan seperjuangannya.


Kisaka melihat kesana kemari kesemua orang dan kesal sambil mengaruk garuk kepala.


"Aduh, kenapa dihari penting seperti ini ibu tidak datang, dasar tukang sibuk"!!


Lain halnya dengan Syne yang memandang ibunya dengan topeng kristal tanpa mata itu. Orang lain memang tidak dapat melihat matanya, tapi dia bisa melihatnya dengan jelas. Kemudian pandangannya dialihkan keseseorang yaitu Ende yang sedang duduk bersama temannya.


"Menurut kalian, apa dia sedang melihat kearah sini(kita)"? agak bingung Lema.


Matanya memang tidak tahu melihat kearah mana tapi kenyataannya mengarah tepat kearah mereka bertiga berada. Mungkin salah satu diantara mereka bertiga ada yang dilihatnya.


"Entahlah" jawab Tigra.


Lalu Lema dan Tigra memandang Ende yang matanya fokus pada Syne. Menunggu jawaban dari Ende tentang pandangan Syne, Lema dan Tigra cemberut muka.


Tigra memutuskan jawaban Ende.


"Sepertinya tidak tahu, gitu katanya mungkin"


Lema protes..

__ADS_1


"Tidak mungkin dia bicara seperti itu, biasanya dia bilang *Sepertinya* gitu" sok tahu Lema.


Ende baru berhenti menatap Syne dan melihat keadaannya. Tigra dan Lema memalingkan muka kearah samping saat Ende melihat mereka.


Seperti merajo..


Namun disana Syne masih memandang Ende dengan senyuman.


"Tunggu saja Ende, kau akan jatuh dalam genggamanku" ucap Syne dalam hati.


Pemimpin klan siap dengan posisinya, mulai bicara.


"Selamat untuk tim satu. Kalian telah berhasil menyelesaikan misi penyelamatan dengan baik. Ini hadiah penghargaan untuk kalian"


Sebuah kalung kristal berwarna merah melayang diudara dekat Ninar.


"Dua kalung ini untuk kalian"


Kalung kristal merah itu melayang dengan sendirinya menuju kearah Syne dan Kisaka, setelah itu terpasang dileher mereka secara bersamaan. Mereka berdua hanya bisa melihat dengan bingung tentang guna kalung kristal merah tersebut.


Ninar menjelaskan kegunaan kalung tersebut pada mereka berdua yang terlihat tidak tahu apa apa.


"Itu kalung kristal merah, walaupun hanya dapat digunakan sekali tapi sangat berguna. Serangan apapun tidak dapat mengenai kalian saat kalian menggunakannya persis seperti jirah pelindung kristal. Kekuatannya pun sangat berbeda jauh. Bisa dikatakan kekuatan dari kalung kristal merah 5x lipat dibandingkan jirah kristal pada umumnya".


Mendengar penjelasan dari Ninar mengenai kehebatan kalung tersebut. Orang orang pun yang melihat dan mendengar jadi heboh.


"Lihat Ende, ibumu memberikan kalung superkuat itu pada mereka, mereka menjadi tak terkalahkan" ucap Lema.


"Aku tidak mengandalkan benda kecil seperti itu, bagiku mendapatkan kekuatan membutuhkan perjuangan" jawab Ende serius.


Mulut para tim pun keluar.


"Andai aku mendapatkan kalung itu, aku akan menjadi ratu tak terkalahkan hahaha..." ucap salah satu tim.


"Jika aku mendapatkannya, akan kugunakan untuk melawan musuh yang tangguh" sahut salah satu tim lagi dan tim tim pun melantunkan kejujuran hati mereka apabila dapat kalung tersebut.


"Aku ingin jadi raja"


"Akan kutundukan raja iblis"


"Lalu aku akan menginjak para semut semut"


Ucapan terakhir itu menghentikan omongan para tim mengenai kalung kristal merah. Pandangan para tim pun tertuju pada orang yang mengatakan hal terakhir. Dia seorang gadis pemalu, juga salah satu tim. Menutup wajahnya menggunakan kristal yang dia buat. Saking malunya ditatap karena keinginannya tersebut.


Padahal tak perlu kalung itu, juga bisa menginjak para semut. Soalnya gadis itu takut sama semut, pantas saja musuh terbesarnya para komplotan semut. Para tim yang lainnya pun tertawa ria. Meramaikan suasana.


Lanjut ke pemimpin klan crystal.


"Kalian sudah mencapai 100 poin, tentu kalian bisa mengatakan keinginan kalian. Tapi sebelum itu ku harap menunggu tim yang lain datang" akhir kata Ninar.


Mereka berdua beralih tempat dari tengah tempat perkumpulan menuju kemana saja. Selagi menunggu dua tim datang. Dari situ Syne terpisah sebentar dengan Kisaka, sebab Syne ingin menemui ibunya kalau Kisaka tidak tahu kemana arahnya. Mungkin sedang makan.


"Kenapa ibu tidak datang" kesalnya sambil menguyah makanan yang banyak dimulut. Pipi pun jadi kembung. Ternyata dia berada di warung makan yang letaknya tidak jauh dari tempat klan, namanya warung makan bu INAX. Lagian dia menggunakan mode terbang sich biar cepat.


Syne dan ibunya sedang bicara empat mata diruang pelatihan sambil rebahan dikasur yang telah tersedia di ruang pelatihan. Kasur tersebut untuk para pelatihan setelah selesai latihan panas.


Saat ini Syne tidak mengenakan topengnya alias dilepasnya, karena hanya ada ibunya.


"Ibu pasti tahukan yang akan menjadi keinginanku nanti"?


"Ibu sarankan sebaiknya kamu menghentikan keinginan itu dan mencari keinginan lain untuk masa depanmu"?


"Aku tidak menginginakan yang lain ibu, aku hanya ingin bertarung dengannya" jawab Syne serius.


Apa daya sang ibu yang hanya bisa menghela nafas, ingin agar anaknya bahagia dengan pilihannya.


"Ibu akan selalu mendukungmu"


Syne langsung memeluk ibunya dengan erat.


"Terima kasih ibu"


Setelah itu dua tim yang tersisa juga berhasil menyelesaikan misinya dan telah hadir ditempat perkumpulan. Entah apa yang terjadi pada mereka dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Tim tiga Mawa dan Delia mendapatkan kotoran lelumpur pada wajah. Apa mereka main lempar tanah. Lalu tim lima Auran dan Noda tapi kenapa kepala mereka benjolan, sungguh membingungkan.


Sebenarnya mereka serius menjalankan misi atau hanya bermain, tidak tahu juga. Tapi syukurlah mereka baik baik saja. Kedua tim kembali ketempat duduk dipinggir teras.


Dipanggilah tim pertama Syne dan Kisaka.


Telah hadir..


"Untuk keinginan kalian, tolong katakan dumulai dari Kisaka"?


Kisaka sudah memikirkan apa yang menjadi keinginannya.


"Aku ingin dikenal oleh seluruh penjuru dunia" teriak Kisaka dengan pipi merahnya.


"Oh disetujui, dalam hitungan hari kau akan dikenal oleh banyak orang didunia ini" jawab Ninar yakin.


"Jadi dia hanya ingin dikenal ya" ucap Tigra


"Semua orang mempunyai keinginan masing masing dan ada alasan dibalik keinginan tersebut. Jadi itu adalah hal yang baik baginya" senyum Ende.


Selanjutnya giliran Syne, yang keinginannya dinanti nanti oleh setiap orang.


"Syne tolong sebutkan keinginanmu"?


"Aku tidak perlu menyebutnya, seperti sesuai janjimu dulu"


Jawaban Syne membingungkan semua orang, Ninar mengingat janjinya dulu pada Syne. Kemudian memejamkan mata lalu mengucapkan.


"Baiklah jika itu menjadi keinginanmu.. Hari ini semua keinginan telah diucapkan. Puas atau tidak itu semua keputusan kalian. Jika ingin mengubahnya lagi maka jadilah kuat"


Itu semua mengakhiri perkumpulan. Walaupun orang orang masih bingung dengan keinginan Syne, tapi tak masalah yang penting bahagia saja dengan apa yang didapat.


"Apa maksud dengan keinginannya dan juga ibumu oke oke saja.."? Bingung Lema.


"Mungkin ada sebuah rahasia dibalik itu semua yang masih belum kita ketahui" jawab Ende dengan mata menyepit.

__ADS_1


__ADS_2