ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Shimera Crystal


__ADS_3

Ende langsung menerjang dengan menggunakan kakinya kepegangan pedang ungu.


TAK..


Pertahanan Tigra pecah lalu dengan cepat dia menghilangkan mode terbangnya jatuh hingga membuat dirinya lepas dari serangan pedang ungu Ende. Melihat orang yang menyerang itu adalah Ende, Tigra jadi kesal dan marah.


"Kau.. Bagaimana bisa lepas dari akar akar kristalku"? tanya Tigra penasaran.


HUP.. HUP.. HUP.. HUP.. Pedang Ende berputar putar melayang diudara dengan dipijak oleh tuannya.


".. Dengan pedang ini" jawabnya mengasih tau pedang yang dipijaknya.


"Apa yang kau inginkan"?


"Aku hanya ingin latihan bersama" jawab Ende senyum lalu dia turun perlahan menghadap Tigra. Kemudian pedang yang dipijaknya itu bergerak kearah tangan kanannya dengan dipegang erat.


"Kenapa wajahmu seperti itu(gelisah), bukankah tadi kau sangat menikmati latihannya, kenapa pergi"?


"Hari ini aku ada urusan penting, makanya aku pergi" jawab Tigra serius.


Ende tidak melihat ada kebohongan dari wajahnya, Tigra berkata jujur. Dia memang ada urusan penting tapi urusan apa?!


"Jadi begitu, baiklah kau boleh pergi" dengan memejamkan mata Ende membiarkan Tigra pergi dengan urusannya.


Dengan mode terbangnya, Tigra melayang diudara dan berkata


"Maaf untuk yang tadi dengan apa yang kukatakan juga"


"Tak masalah" jawab Ende singkat.


"Jika urusanku sudah selesai, bagaimana kalau kita bertarung dengan kekuatan penuh kita"? Ajak Tigra.


Ende menatap Tigra dengan tajam sebelum menjawab.


"Baiklah, kau tentukan lokasinya"?


"Bagaimana kalau dibukit batu"?


Dengan tahunya lokasi yang sudah ditentukan, Ende menghela nafas panjang. Dan Tigra pun akan segera pergi.


"Jadi itu pedang yang dibuat menggunakan auramu ya"? Tanya Tigra


"Ya, ini akan kugunakan disaat pertarungan nanti" jawab Ende penuh keyakinan.


"Baiklah, aku menantikannya..sampai jumpa"


HUSS.. Melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan Ende sendirian.


"Aku lihat dia sangat terburu buru sekali, sebenarnya urusan apa yang akan ditanganinya"?! bingung Ende.


Tigra begitu berkeringat seakan seperti ketakutan.


"Gawat, terlambat sedikit saja, aku bisa diomeli olehnya..kenapa dia harus datang hari ini"?!


Ende menghilangkan pedang ungunya lalu mengaktifkan mode terbangnya dan meluncur ingin pulang. Ingin diteruskan latihan sudah gak mood lagi. Ende pikir sudah cukup sampai disini saja latihannya, entar jika ada waktu luang lagi baru melakukannya secara penuh.


Saat santai santainya Ende terbang, dia teringat akan sesuatu tentang keluarga Tigra. Tigra mempunyai kedua orang tua yang masih hidup. Mereka tinggal bersama, ada ayah, ibu, kakak dan dirinya. Tapi akhir akhir ini kakaknya jarang terlihat, katanya sich pergi. Ende teringat dan menyadari akan sesuatu tersebut.


"Urusan penting yang dimaksudkan Tigra, apakah benar dia..kedatangannya. Satu satunya orang yang paling ditakuti dikeluarganya, yang dikatakan sangat mengerikan dan terkenal dengan kesadisannya, dia adalah kakaknya.. Shimera.."!


Sebelumnya saat Tigra masih di dalam ruangan pelatihan kristal, tiba tiba saja ibunya memanggil dirinya untuk pulang kerumah. Padahal dia baru akan memulai duelnya dengan rekan timnya. Dengan ajakan ibunya untuk menyuruhnya pulang, Tigra pun menurut dan penasaran kenapa ibunya menyuruh dirinya untuk pulang dengan keadaan gelisah dan panik.


Sesampainya dirumah..


"Apa..kenapa ibu bilang. Aduh.."? Kaget Tigra sambil memegang kepalanya.


"Maafkan ibu, ibu lupa memberitahukannya padamu" jawab ibunya yang serasa sangat bersalah karena baru bilang bahwa hari ini kakaknya akan pulang.


"Bagaimana ini ibu.. Aa..lokasinya dimana"?


Mengetahui lokasinya Tigra langsung segera pergi menemui kakaknya yang mungkin sedang menunggu dirinya.


Waktu ini..


Tigra masih menuju ke lokasi yang sudah ditentukan.


"Jembatan kristal akhir ya, tinggal sebentar lagi"


HUSS.. HUSS.. Menambah kecepatan terbangnya.


Akhirnya sampai juga dia kelokasi tersebut.

__ADS_1


Dia menatap seluruh area jembatan, dan bingung karena tak ada seorang pun dijembatan. Apalagi kakaknya, batang hidungnya pun tak kelihatan. Yang tadinya ekspresi Tigra begitu ketakutan berubah drastis menjadi gembira dan senang, yang artinya dia tidak terlambat.


"Heee..untung saja kakak masih belum sampai, jadi tenang rasanya"! Menghela nafas sangat panjang.


Karena kakaknya belum muncul, dengan sangat terpaksa dia harus menunggu di jembatan tersebut. Lebih baik menunggu daripada kakaknya yang menunggu, bisa bisa diomeli terus dikasih hukuman yang begitu menyakitkan.


"Kalau mengingat kejadian dulu, disaat kakak menghukumku. Ah..rasanya aku tidak mau mendapatkan hukuman itu lagi" takut Tigra dengan merapatkan kedua tangannya ketubuh ditambah bulu kuduknya merinding.


Bermenit menit sudah berlalu kemudian berjam jam sudah terlewati, kakaknya belum nongol juga.


"Apa kakak memang benar datang hari ini, gak mungkin kan ibu berbohong"!! Pikir Tigra.


Dia terus menunggu sambil ngelakuin sesuatu. Kebawah jembatan bermain air.


Dibawah jembatan kristal akhir, dibawahnya terdapat air mengalir bersih dan jernih. Airnya sangat segar apabila diminum. Cocok untuk perjalanan jauh atau yang kelelahan habis beraktivitas. Tigra mencoba untuk mengurung ikan ikan yang berlompatan disungai dengan menggunakan kristalnya. Jari telunjuk dimainkannya untuk membidik ikan ikan berlompatan tersebut.


SRAK.. Satu kena lalu ditarik kehadapannya. Dia memandangkan ikan yang dikurung sampai segitunya dekat banget.


"Ah lucunya.." gemas Tigra.


Terpampang dari raut wajahnya dia sangat suka sekali dengan ikan sungai yang mungil dan lucu. Lalu selanjutnya dia melakukan pengurungan lagi pada ikan ikan disungai hingga sampai bosan. 101 ikan disungai yang berhasil dikurungnya kedalam kristal. Dan tidak lupa dikasih air didalamnya agar ikan ikan tersebut dapat bernafas bergerak dengan sangat leluasa. Dengan berpikir sejenak dengan pandangan tertuju kearah ikan ikan yang terkurung.


"Mau di apakan ya ikan ikan ini, tapi kasihan juga melihat mereka dikurung seperti ini, itu sama saja aku mengambil kebebasan mereka. Lepas saja ah"


Karena merasa tak tega dan kasihan melihat ikan ikan yang terkurung didalam kristal tanpa udara, Tigra akhirnya memutuskan untuk melepaskan mereka semua kesungai.


BYUUUR..


Ikan ikan melompat kearah sungai dengan ramainya. Tigra duduk santai sambil tersenyum memandang semua ikan yang berceburan. Lalu setelah itu dia naik ke jembatan.


"Kenapa lama ya, tidak mungkinkan dia selama ini. Dia bisa saja menggunakan mode terbang biar cepat tapi kenapa.." bingung Tigra memikirkan kakaknya yang belum datang datang juga dari tadi. Dia merasa agak pusing dan mengistirahatkan dirinya dipinggir jembatan dengan menggunakan kristalnya, membuat seluncuran terbang yang menjadi kasurnya kemudian atap atapnya dibuat melalui kristal menjadi pelindungnya agar tak kena panas matahari. Jadilah tempat peristirahatan melayang kristal.


Didalam rumahnya..suara keramaian terdengar.


Seperti orang orang yang tertawa atau sedang bercanda tawa.


"Benarkah, sungguh lucu" kata ibu Tigra sambil tertawa begitu juga dengan suami yang begitu girang.


"Awalnya keadaannya baik baik saja, saat aku masuk kedalamnya semuanya jadi berantakan. Tidak tahu kenapa" jelas wanita cantik yang duduk menghadap ayah dan ibu Tigra.


Siapa gerangan wanita ini? Apa bagian keluarga? Atau..


"Mungkin mereka sangat takut padamu" yakin ibu Tigra.


Ayah Tigra ambil bicara.


"Mengingat dirimu yang terkenal, hingga tersebar keseluruh penjuru dunia, siapa yang tak takut"


"Dan juga kamu sahabat dari almarhum Nedir, pasti orang sangat mengenal dirimu" lanjut ibu Tigra.


Wanita itu terdiam sejenak, mengingat seseorang..


"Ibu, besok aku akan pergi kemakam Nedir. Jadi teringat padanya"


"Apa ingin ditemani"?


"Tidak bu, biar aku sendiri saja"


"Baiklah jika kamu maunya begitu"


Ternyata wanita cantik itu adalah kakaknya Tigra, Shimera..


Dia sudah tiba dirumah tiga menit yang lalu, lalu apa yang dilakukan orang ini(Tigra)..


Dia masih rebahan diatas kasur melayang, tertidur lagi. Dia tidak tahu hari sudah gelap dan juga tidak tahu kakaknya sudah ada dirumah.


Tigra membuka matanya secara perlahan melihat dunia yang begitu gelap, kagetlah dia.


"Apa.." langsung duduk lalu turun menghilangkan peristirahatan melayangnya.


"Aku ketiduran, apa jangan jangan kakak sudah lewat. Tidak mungkin, jika dia lewat sini pasti dia akan berhenti. Melihat peristirahatan melayang kristal yang sangat jelas, tidak mungkin dia mengabaikannya. Aku tahu dia, diakan orangnya penuh rasa penasaran, pasti dia akan memeriksa orang yang berada diperistirahatan melayang tersebut" pikir keras Tigra.


Berjalan kesana kemari, dia mulai gelisah dengan kepulangan kakaknya. Bingung karena tak muncul muncul juga.


"20 menit lagi.. Jika masih tak ada, aku akan pulang"


Dirumahnya..


Dengan pakaian tidur polos, halus dan lembut, dia berbaring ditempat tidurnya yang empuk. Sepertinya dia agak kesal.


"Sialan, kenapa harus besok liburannya, kenapa tidak tadi saja. Kan besok ada misi, bagaimana caraku bilang padanya, dia pasti akan kecewa" menggaruk garuk kepala, kedua kaki yang digoyang goyang serta berbaring guling guling.

__ADS_1


Nama gadis ini TROKOPELLA CRYSTAL. berambut hitam sebahu dengan dua gunciran sepanjang pinggang. Dia dari tim harimau biru kristal, rekan seperjuangan Tigra.


"Ah..daripada menjadi beban pikiran lebih baik aku menemuinya. Jika berkata dengan jujur dia pasti bisa mengerti"


Pella langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui Tigra. Dia ingin bilang bahwa besok tak dapat menjalankan misi sebab orang tuanya ingin mengajak dirinya pergi liburan kerumah neneknya. Soalnya sudah lama tak main kesana. Dia berharap Tigra mau memberikan izin untuk liburannya.


Pella berjalan dengan tergesa gesa menuju rumah Tigra. Tadi sempat saat dia keluar rumah, ibunya tanya ingin kemana? Cari angin katanya. Ibunya kebingungan yang katanya cari angin tapi terlihat tergesa gesa, seperti ingin menemui sesuatu.


Tak terasa waktu yang dihabiskan begitu cepat, sekarang pukul 19:05...


TOK.. TOK.. TOK.. Suara ketukan pintu dirumah Tigra. Mendengar ketukan itu ibu Tigra langsung membuka pintu.


"Malam tante"? Sapa pella sambil tersenyum.


"Eh Pella, ada apa ya"?


"Tigranya ada"?


"Dari pagi tadi dia belum balik. Aku kira dia ada dirumahmu"


"Dari pagi tadi.. Belum balik.."??


Ibu Tigra mengangguk.


"Kemana dia ya"! pikir pella sejenak dengan memegang dagu.


"Tadi pagi aku menyuruhnya untuk menunggu kepulangan kakaknya, tahu tahunya dia tidak balik balik" jelas ibu Tigra.


"Hah.. Jadi kakaknya sudah pulang. Ada dimana"??


Pella memastikan kebenaran kakak Tigra pulang atau tidak. Itu sangat mengganggu pikirannya, karena dia dulu pernah dihukum oleh Shimera saat latihan bersama. Tingkahnya mulai aneh, dia memegang seluruh tubuhnya, ditambah dengan bulu kuduknya merinding. Didalam rumah, Shimera mendengar seperti ada yang ngomongin dia. Berbaring dikursi tebal membuat dia beranjak ingin memastikan sesuatu. Shimera mendekati ibunya dan Pella.


"Ini orangnya"! tunjuk ibunya ke Shimera yang baru muncul.


Melihat Shimera, Pella kaget lalu dengan cepat dia memalingkan tubuhnya. Ibu Tigra jadi bingung melihat sikap Pella jadi aneh saat melihat Shimera.


"Ada apa bu"? Tanya Shimera.


"Ini Pella, katanya ingin bertemu dengan adikmu yang sampai sekarang belum balik juga"


"Pella.."? Shimera memandang Pella yang berpaling badan. Dia seperti mengingat sesuatu mengenai Pella. Dia merasa Pella sangat tak asing baginya. Shimera penasaran dengan orang berpaling itu, lalu mencoba mendekatinya, ingin memegang bahu Pella.


"Tante malam sudah mengganggu malam mu, aku pergi dulu. Besok aku akan balik lagi" Pella berlari sangat cepat. Dia berlari sekencang mungkin meninggalkan rumah Tigra.


"Ya ampun, ternyata dia sudah kembali, ini gawat. Aku akan dibekukannya lagi" ucap Pella yang ngosngosan dengan tubuh serasa kedinginan.


Sekarang pukul 19:15...


Dengan tubuh lemah dan lesu, akhirnya Tigra memutuskan untuk pulang. Sesampai didepan pintu tak sepatahpun kata yang diucapkan. Dia langsung masuk tanpa sebuah ketukan. Rumah sendiri sich.


Masuk memandang keadaan rumah yang begitu sepi, seperti tak ada orang. Tigra pun bingung.


"Ibu.." panggilnya.


"Ayah.." lanjutnya.


Tak ada jawaban dari panggilan tersebut. Dia jadi heran dan tambah bingung karena tak ada yang menjawab panggilannya. Dengan keadaan yang seperti itu Tigra mulai khawatir.


"Apa jangan jangan.." duganya dengan depresi marah. Dia memulai tindakannya dengan mengecek seluruh bagian rumah. Pertama kamar orang tuanya.


"Aduh.. Ibu dan ayah pergi kemana sich"! Bingung Tigra.


Selanjutnya bagian rumah masak, dilihatnya cuma ada seekor kucing yang kelaparan ingin makan. Mau tidak mau Tigra menyediakan makanan untuk sikucing. Itu memang kucingnya, kucing kesayangan pula. Lalu setelah itu dia kembali memeriksa. Sekarang bagian atas. Dia menaiki tangga tergesa gesa langsung melihat seluruh area. Tak ada satupun batang hidung orang.


"Kemana mereka semua pergi.. Huh"?! Menghela nafas.


Dia memandang kamarnya sendiri belum diperiksa. Dia berpikir.


"Tidak mungkin kan ayah dan ibu ada dikamarku. Kalau ada ngapain coba.


Tigra sangat kesal, membuka pintu kamarnya sangat keras dengan memukulnya.


BRAK.. Pintu kamarnya hancur berkeping keping.


"Hah.." Tigra kaget dengan mulut terbuka. Mata terbelalak tanpa gerak. Melihat ada orang duduk santai ditempat tidurnya.


"Ayah, ibu.. Apa yang kalian.."


Omongannya pun terhenti saat melihat ada seorang gadis didekat ayah dan ibunya. Ditambah gadis itu menatap dirinya.


"Kkkkakak.."? ucap Tigra gugup.

__ADS_1


Orang yang dipanggilnya kakak itu terus menatap dirinya dengan serius. Bola kristal dimatanya berputar putar cepat, perlahan melambat kemudian berhenti.


__ADS_2