ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Akhir Yang Pedih


__ADS_3

Peperangan yang berakhir dengan kepedihan, dengan adanya jantung kristal cahaya yang menjadi sumber kekuatan seluruh bangsa iblis kristal telah berada ditangan raja iblis merah dan mereka pun dapat ditaklukannya. Permohonan ampun mereka sia sia, dalam peperangan ataupun perebutan kekuasaan tidak ada belas kasih. Lored raja iblis merah telah menghancurkan jantung kristal cahaya, setelah itu seluruh pasukan mereka dibantai habis habisan oleh Affectia kecuali ratu dan tiga jenderal yang kemungkinan dapat diberikan harapan tinggi. Seterlia sangat marah atas perbuatan yang Lored lakukan pada bangsa mereka.


"Bedebah, kau harus mati" mencoba menyerang Lored tanpa kekuatan.

__ADS_1


Peringatan Endera padanya untuk tidak bertindak ceroboh tak didengarnya, lalu Lored meminta bantuan Affectia untuk merenggut nyawanya (Seterlia). SRAK..HUWAK..darah keluar dari mulut Seterlia. Affectia memukul dengan sekuat tenaga jantungnya hingga hancur dan diapun tiada. Kejadian yang sadis itupun disaksikan oleh dua jenderal Mogiri dan Kiramen beserta Endera juga.


"Sepertinya tidak ada harapan untuk kita tetap hidup, walaupun ada, aku tidak bisa menerimanya hidup ditangan para iblis brengsek ini" Mogiri mengatakan itu sambil menatap Affectia dengan amarah membakar.

__ADS_1


Endera tidak bisa berkata apa apa lagi, dia sudah kehilangan semuanya, dia hanya bisa tertunduk dan tak ingin melihat kepedihan itu lagi, setelah apa yang mereka lakukan pada Seterlia. Sekali lagi satu persatu jenderalnya tewas dihadapan Affectia. Lalu berikutnya Kiramen yang lebih memilih bunuh diri daripada harus dibunuh oleh mereka (iblis merah). Sekarang yang tersisa hanyalah ratu Endera, yang tak bisa berbuat apa apa lagi, mungkin hidupnya akan berakhir sama seperti yang lain (para iblis kristal).


Endera hanya terdiam membisu, memikirkan ketidakbergunaannya sebagai pemimpin. Lored mengangkat tangannya keatas dengan kepalan, lalu kepalan tersebut dibukanya dan muncul lah sebuah dimensi ruang berwarna merah dari atas tepatnya diatas Endera berada. Dimensi itu bergerak dengan sendirinya menuju Endera yang masih tertunduk.

__ADS_1


"Sekarang waktu merenungkan kesalahanmu tak lama lagi, dimensi ini akan membawamu ketempat lebih baik. Jadi kuucapkan selamat tinggal Endera" setelah mengatakan itu Lored, Affectia dan para pasukannya pergi meninggalkan dirinya (Endera) sendiri.


"Maafkan aku..." ucap Endera dengan air mata yang bercucuran membasahi permukaan dunia bawah. Kemudian dia menghilang ditempat.

__ADS_1


__ADS_2