ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Pengorbanan Tak Sia Sia


__ADS_3

Getaran getaran menghambat pertarungan yang ada, tatapan pun jadi berpaling kearah yang lebih menarik perhatian mereka. Dengan berkumpulnya kepingan kepingan kristal milik Seterlia menjadikan satu bentuk kristal yang sangat besar yaitu sebuah panah yang sedang dikendalikannya ini, namanya KRISTAL BIG BANG. Lalu Kiramen mengumpulkan kristalnya dengan menambahkan dan memperbesar ukuran kapak kristalnya. Sekarang dia memegang dua kapak kristal dengan pemegangnya yang panjang serta mata kapak berukuran besar dan bagian belakang mata kapaknya bertanduk.


"Ini kekuatan yang sangat besar, hei kawan bersiaplah" ucap Torgire pada temannya disekitar.


Mereka bertiga berencana ingin menghentikan serangan yang akan dilancarkan oleh Seterlia. Dua petarung (Endera dan Affectia) ini berhenti sejenak gara gara panah kristal big bang mencuri perhatian mereka.


"Tak kusangka kau memiliki bawahan sekuat ini, kalian memang tidak layak untuk diremehkan" ucap Affectia.


"Panah kristal big bang miliknya bisa mengkristalkan apapun bahkan sebuah negeri sekalipun dapat dikristalkannya. Diantara tiga jenderal yang kumiliki dialah yang paling kuat dan kejam" kata Endera menatap dengan tajam

__ADS_1


BANG..seranganpun dilancarkan oleh Seterlia. Anak panah yang meluncur mengkristalkan area disekitar anak panah. Mereka bertiga tidak tinggal diam, Imare dan Ordil memukul anak panah yang besar tersebut lalu Torgire melakukannya dengan tendangan. Mereka melakukan serangan secara bersamaan dan persainganpun terjadi. Mereka bertiga menahan anak panah tersebut tapi tak dapat bertahan lama, karena serangan Seterlia sangat kuat. Seluruh pasukan bangsa iblis merah mengkristal tak bergerak. Kini yang tersisa hanya mereka bertiga yang masih berjuang ditambah dengan Affectia.


Kekuatan yang sungguh mengerikan dapat menguncangkan dunia bawah. Karena daya serang yang begitu kuat membuat mereka jatuh kebawah dan anak panah itupun tak dapat berhenti untuk menyerang mereka. Serangan yang tak dapat dihindari membuat mereka bertiga terus berjuang sampai akhir. Tanah dunia bawah diarea mereka berperang mengkristal begitu dengan mereka bertiga yang mengkristal secara perlahan, dimulai dari kaki dan terus bergerak naik.


"Apakah ini akhir dari kita..." ucap Imare dilanjut Torgire


"Sebuah pengorbanan selalu ada dalam meraih impian, walaupun kita berakhir disini tapi kemenangan milik kita, jangan lupakan itu rencana yang dipikirkan tuan Lored" ucap Ordil sambil tersenyum


"Kau benar, setidaknya pengorbanan kita tidak sia sia" jawab Imare tersenyum begitu juga Torgire.

__ADS_1


Tubuh mereka mengkristal sampai batas leher dan selanjutnya adalah akhir dari hidup mereka.


"Teruslah berjuang Affectia.." ucap Imare dalam hati dengan mata yang perlahan terpejam.


KRAK..pengkristalan selesai. Seluruh pasukan bangsa iblis merah dapat dihentikan kecuali Affectia yang masih bertarung dengan sang ratu iblis kristal.


Didalam singgasana iblis kristal, ruangan rahasia, seorang misterius sedang memasuki ruangan tersebut


"Betapa bodohnya kalian, sampai melupakan sesuatu yang penting ini.." memegang sebuah benda yang baru diambilnya. Benda itu seperti kristal kecil yang didalamnya ada cahaya merah bersinar.

__ADS_1


__ADS_2