ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Tim Pilihan


__ADS_3

Pagi ini misi baru akan diumumkan.


Ninar sang pemimpin klan duduk tinggi diatas mereka dengan kursi besar kristal yang dia buat. Dia mengatakan pada mereka untuk orang yang cocok menjalankan misi hari ini. Dibawah masing masing tim berkumpul menunggu misi yang akan diberikan. Satu tim hanya berjumlah dua orang. Dan disini yang seharusnya berkumpul delapan tim, yang artinya berjumlah enam belas orang, kini hanya lima belas orang sebab Ende tak dapat menghadiri perkumpulan tim.


Mengingat saat Ende baru sadar.


"Besok ada misi penyelamatan, akan lebih bagus jika kamu tidak ikut" ucap ibunya.


"Kenapa"? jawab Ende.


"Dengan kondisimu sekarang ini, kamu lebih baik istirahat dulu"


"Tapi bu, aku baik baik saja"


Dengan semangatnya yang memukau, Ende berdiri diatas ranjang untuk mengasih tahu ibunya kalau dia baik baik saja. Zig hanya tertawa melihat tingkah laku kakaknya yang penuh semangat itu.


Tapi nyatanya...


"Auu..." Ende memegang kepalanya lalu kembali duduk.


Ibunya merasa khawatir kembali.


"Sudah ibu katakan, hari ini kamu lebih baik istirahat saja"


"Tapi bu, bagaimana dengan..."


Belum selesai ngomong ibunya sudah main jawab aja.


"Soal itu biar ibu bilang padanya"


Wajah sedih pun tertera diwajah Ende. Padahal dia ingin sekali menjalankan misi penyelamatan itu. Tapi apalah daya, memang keadaannya yang tidak memungkinkan.


Ingatan pun berakhir.


Kini kembali ketempat para tim misi.


Ninar memandang gadis yang berdiri sendiri tanpa rekan.


"Lema, kau hari ini dibebastugaskan"


"Maksud anda"?


"Kau bebas melakukan aktivitas apapun selain misi"


Mendengar penuturan Ninar, Lema hanya menundukan kepalanya dengan raut wajah sedih pastinya.


Orang orang diklan crystal berebut akan penyelesaian misi ini, karena siapa yang paling banyak menyelesaikan misi penyelamatan ini dia akan masuk peringkat teratas dan akan dikenal diseluruh klan. Bisa masuk lima besar sudah membanggakan. Tidak hanya itu, orang yang paling banyak menyelesaikan misi ini, keinginannya akan diwujudkan oleh sang pemimpin klan yaitu Ninar Crystal. Tentu akan sedih bagi orang yang tidak ikut misi ini, karena hanya bisa ditemui setahun sekali dan juga kebanyakan impian orang diklan crystal ingin terkenal.


Lema meninggalkan tempat perkumpulan terlebih dahulu karena sudah tahu tidak akan mendapatkan misi. Yang tersisa sekarang ini hanya tujuh tim dan tujuh tim itupun akan dipilih lagi, yang boleh main hanya tiga tim. Lema sebenarnya tahu alasan kenapa dia dibebastugaskan, karena kurangnya rekan, sehingga tak dapat ikut serta dalam misi. Dia ingin pulang kerumah, lalu terpikir sesuatu tentang rekannya Ende.


"Bagaimana kalau aku melihat keadaan Ende saja. Ya mumpung tak ada kerjaan"


Lema pun memutuskan untuk mengunjungi rekannya. Lagian rumah para masing masing klan berdekatan sih, jadi tak perlu risau untuk berkunjung.


Ditempat perkumpulan Ninar mengumumkan tim yang akan bertugas hari ini.


"Tim Mawar Kristal (tiga), Mata Dua Kristal (lima), dan Pencakar Langit Kristal (satu). Dengan semua yang sudah dipilih misipun dimulai"


Sebelum ketiga tim berangkat, Shinoba pengawal Ninar memberikan selembaran kertas yang bergambarkan peta. Disitu mereka dapat melakukan tugas mereka tanpa tersesat. Misi penyelamatan di tiga tempat sepertinya tidak mudah.


Tiga tim masing masing membuat kendaraan terbang mereka dari kristal. Bentuknya pun berbeda beda sesuai ciri khas masing masing. Dengan cepat mereka berangkat keberbagai arah.


TOK..TOK..TOK.. Suara ketukan tepatnya dirumah tinggal Ende. Zig mendengar ketukan itu setelah keluar dari kamar Ende.


"Siapa ya, apa ibu"?! Pikirnya lalu membuka pintu.


Melihat wajah Lema Zig pun mengingat sesuatu, soalnya dia tidak ingat.


"Mmm..kak Lema ya"?


"Ah iya benar"


"Ada apa kak"?


"Hanya ingin bertemu dengan kakakmu, apa dia ada"?


"Mmm.. Dikamarnya" tunjuk Zig.


Lema langsung pergi kekamarnya Ende dan Zig masih berdiri kebingungan dengan apa yang dia ingatkan.


"Apa dia memang benar kak Lema atau kak Syne atau Suw...itu orang orang yang aku ingat" meletakan jari telunjuk kedagu.


Lema mengetuk dengan tiga kali ketukan lagi dikamar Ende.


"Ya masuk"


Lema membuka pintu perlahan.


"Lema"? kaget Ende


"Bagaimana dengan keadaanmu"?


"Sudah mendingan, maaf"

__ADS_1


Belum selesai ngomong Lema langsung menjawabnya


"Sudahlah jangan dipikirkan, ibumu sudah memberitahukannya padaku"


"Soal"?


"Misi penyelamatan itu"


"Sayang sekali kita tidak ikut, padahal misi itu setahun sekali baru ada"


"Misi pendapatan poin"!


"Tapi tak apalah, mungkin lain kali kita akan mendapatkannya"


"Kamu benar"


Ende memanggil Zig untuk mengambil segelas air untuk tamu yang baru datang. Dengan super cepat Zig segera membawakan segelas air lengkap dengan buah buahan segar kemudian ditambah dengan kue kering.


"Seharusnya tak usah repot repot begini, aku cuma ingin melihat keadaanmu kok"


"Mmm...bagaimana juga kan tamu tetaplah tamu, harus mendapatkan kenyamanan sepantasnya"


"Ngomong ngomomg adikmu sangat baik, seusia begini dia sudah bisa menyediakan hindangan untuk tamu"


"Zig sini"? Lema menyuruh Zig mendekatinya. Lema mulai mengelus ngelus rambutnya, kemudian mencubit cubit pipinya. Dia merasa geregetan dengan keimutan Zig.


Ende melihat pun merasa malu. Lalu memegang kepala kemudian menghela nafas panjang.


Lema sedang asik asiknya bermain dengan Zig lalu Ende menyuruh Zig untuk keluar.


"Baik kak..."!


Lema jadi bingung kenapa Ende mengusir Zig. Lema jadi penasaran pengen tau alasannya.


"Kenapa.."? Belum selesai bertanya Ende sudah...


"Ehem..ehem.."


Lema menatap Ende.


"Okelah kita lanjut ke topik yang baru.. Tentang tim mawar kristal"


Tim mawar kristal sedang dalam perjalanan terbang dengan tungganggan seperti permadani tapi berbentuk mawar. Mereka berdua duduk dengan santai.


"Mawa apa masih lama"? Tanya rekannya bernama Delia


"Sepertinya" jawab Mawa dengan wajah kurang yakin.


"Bisakah kamu menjelaskan kata dan ekspresimu itu"


"Tanda merah yang ada dipeta menunjukkan disini, kita berhenti disini"


Dengan menimbulkan akar pada kendaraannya yang menjalar kebawah, dengan cepat kendaraan mawar terbuat dari kristal melaju turun tanpa aba aba.


HUSS...


Lalu kendaraannya pun menjadi serpihan serpihan kecil. Deliapun merasakan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang dengan lumuran keringat manja.


"Orang ini (Mawa) selalu saja mendadak" sambil menatap Mawa yang santai.


"Kenapa kau memandangku seperti itu, apa wajahku mengganggu pikiranmu"


"Heee..tidak apa apa" Delia langsung berpaling muka.


Mereka sekarang berada didepan sebuah desa.


"Kita akan memasuki desa ini"! Langsung melangkah. Lalu Delia melihat papan yang bertuliskan nama desa tersebut yang berada dekat disampingnya.


"Desa SOLRON...


diharap untuk tidak memasukinya.."


"Apa yang kau lakukan disana, cepat masuk"? Ajak Mawa


"Iya sebentar.." Delia melanjutkan membaca tulisan yang tertera dipapan.


"..ditakutkan nyawa kalian taruhannya" Delia langsung lari setelah mengakhiri bacaan yang ada dipapan. Dia ingin memberitahukan pada Mawa, tapi rasa percuma.


Saat dia memberitahukannya pada Mawa.


"Omong kosong apa itu, itu semua hanya karangan belaka jangan terlalu percaya dengan hal begituan"


Delia ternganga, lesu dan tak bersemangat , selera jadi hilang setelah mendengar ucapan Mawa.


"Sudah kuduga orang ini benar benar tak kenal takut" ucap Delia dalam hati dengan pandangan tertuju pada Mawa.


Cuaca hari ini sangat mendung, apa tanda hujan akan turun.


Saat ini mereka berdua sudah berada ditengah tengah area desa. Mawa menyepitkan matanya.


"Sudah kubilang kan disini bahaya, lebih baik kita kembali saja dan menyerahkan tugas ini pada tim lain" takut Delia.


BRAKK...

__ADS_1


Tanah hancur menjadi sebuah bongkahan diinjak Mawa.


"Apa kau sudah gila memberikan tugas ini pada tim lain. Apa yang akan dikatakan mereka pada kita. Kita akan dicela. Mereka tak masalah karena terlahir sebagai orang yang berada. Sedangkan kita..aku hanyalah orang tak mampu, keluargaku miskin. Aku ikut dalam tim ini bukan untuk menjadi terkenal melainkan perubahan hidup. Dengan menjadi peringkat pertama aku bisa meminta pemimpin klan untuk merubah kehidupan keluargaku. Hanya itu yang aku inginkan. Maka dari itu aku harus menyelesaikan misi ini tanpa kegagalan" Jelas Mawa dengan memandang Delia.


Mendengar penjelasan itu Delia sadar dan mengerti alasan kegigihan Mawa selama ini. Ternyata demi keluarganya. Delia tersenyum dan mulai memamerkan keberaniannya tapi sebenarnya dia sangat ketakutan.


Mereka berdua melanjutkan kembali misi yang sempat terhenti. Kini sekarang keberanian mereka meluap keluar seperti kobaran api, yang tak mudah padam.


Dikamar Ende...


"Jadi tim Mawa ya, mereka beruntung mendapatkan misi penyelamatan hari ini"! senyum Ende


"Ini yang kedua kalinya lo, jika mereka berhasil akan mendapatkan 20 poin. Karena setiap keberhasilan akan mendapatkan 10 poin kan"!


"Kamu benar, untuk mendapatkan keinginan itu harus mendapatkan 100 poin ya"


Ende mulai bingung sendiri.


"Ngomong ngomong kita sudah mendapatkan berapa poin"? Memejamkan mata sambil tersenyum karena lupa.


Lema memejamkan matanya dengan lengan diletakkan dikeningnya.


"Ya ampun kamu memang tidak mengingatnya ya. Soalnya kuperhatiin kamu tidak memperdulikan poinnya, melainkan misinya"


Ende hanya tersenyum mendengarnya.


"Untuk sekarang kita sudah mendapatkan 80 poin, tinggal 20 poin lagi untuk mendapatkan keinginan"


"Baru segitu ya"!


Lema bingung dengan Ende yang dia bilang baru segitu, padahal menurut Lema itu sudah hebat.


Kembali lagi kemisi penyelamatan tim lima yang dipanggil dengan Dua Mata Kristal. Mereka mengendarai pedang kristal bersilang. Dua pria ini bersaudara. Didepan bagian kanan seorang adik bernama TRAN berdiri diujung kendaraan pedang. Lalu satunya yang sedang memperhatikan peta, seorang kakak namanya TREN sedang berdiri diujung bagian kiri pedang.


"Kita akan turun disini"? ucap sang kakak.


"Oke"


Sang adik menurunkan kendaraan tepat didepan desa. Mereka turun dengan lompatan kecil. Tran melihat ada tulisan nama desa tersebut.


"Desa GASORA..apa kakak pernah dengar"? melihat kearah kakaknya.


"Tidak pernah, sepertinya ini menjadi misi yang menyenangkan" senyum Tren.


Tim lima pun akan mulai menjalankan misinya lalu bagaimana dengan tim yang terakhir, tim satu. Tim yang sekarang ini menduduki peringkat pertama dengan nilai poin terbanyak 90 poin. Tinggal 10 poin lagi bagi mereka tercapainya keinginan.


Kembali kekamar Ende lagi..


Dengan meminum segelas air putih Lema mulai bicara.


"Aku tahu kenapa kamu menganggap nilai 80 poin masalah sepele karena mereka kan..mencapai poin tertinggi pertama yang tak diragukan lagi kehebatannya"


"Ya tim satu, Pencakar Langit Kristal" jawab Ende dengan mata menyepit.


Tim satu pencakar langit kristal sedang memasuki area tengah desa. Mereka ada diatas dengan sebuah tunggangan burung elang kristal.


"Hari ini akan menjadi kemenangan kita"! ucap seorang gadis bertopeng seperti kacamata. Lalu gadis satunya hanya terdiam membisu, dengan topeng miliknya setengah wajah gaya burung tanpa mata. Tentu terbuat dari kristal miliknya. Ekspresi satu ini sulit untuk diketahui.


Gadis topeng seperti kacamata berdiri injil dikendaraan siap ingin melompat begitu juga dengan gadis bertopeng burung. Dengan ketinggian jarak 500 meter mereka berdua melompat turun ketengah desa.


"Yahoo.." gadis bertopeng kacamata tampak senang dan gembira. Dan gadis yang satunya hanya diam, karena sifat dinginnya. Setengah meter hampir mengenai tanah, gadis bertopeng kacamata membuat kristalnya seperti sayap untuk terbang melintasi area desa. Begitu juga dengan gadis satunya. Mereka berdua melaju dengan kedua sayap kristal menyusuri area desa.


"Bagaimana menurutmu, bukankah ini sangat menyenangkan SYNE"? ucap gadis bertopeng kacamata.


"Sedikit" balas gadis bertopeng burung.


Gadis bertopeng kacamata cemberut karena Syne rekannya hanya mengatakan sepatah kata.


"Setidaknya panggil namaku biar orang tahu"


"Baiklah kalau begitu"


Beberapa menit berlalu..


"Hah kapan kamu akan memanggil namaku"?


"Mungkin nanti"


"Mungkin"! gadis bertopeng kacamata menghela nafas.


"Kisaka.."?


gadis bertopeng kaget dan sangat senang karena akhirnya namanya dipanggil.


"Ada apa"?


Lalu Syne kembali mengabaikannya.


"Orang ini memang dingin banget, susah sekali diajak bicara. Tapi bagaimanapun juga dia tetaplah rekan seperjuanganku" ucap Kisaka dalam hati.


Mereka berdua masih melintasi, meliuk liuk, kekanan kekiri menuju poin penting. Mereka berdua terbang berdekatan bersama.


"Ayo kita akhiri Syne"?

__ADS_1


"Ya Kisaka"!


HUSS... Meluncur dengan kecepatan penuh.


__ADS_2