ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Latihan


__ADS_3

Malam hari, bulan tak berbintang, langit yang diterangi tanpa awan.


Dirumah pemimpin klan..


Didalam kamar, Ende terbaring dengan pakaian tidurnya, ditutupi selimut setengah tubuhnya, lampu kristal menerangi sebagian kamarnya. Wajahnya yang dibasahi keringat seperti sedang bermimpi.


"Ada dimana aku..."? Ende terkejut duduk disebuah disinggasana.


Dia bangkit dari singgasana melihat keadaannya.


"Besar sekali tempat ini, seperti istana"


Dia memulai langkah menuju keluar istana. Tak lama berhenti lalu memandang disekitar


"Apa apaan ini" begitu takutnya dia saat melihat jasad jasad berserakan didepan istana tersebut. Hanya satu orang yang berdiri ditumpukan jasad jasad tersebut, dapat dia lihat dengan jelas. Orang itu menggeserkan sedikit badannya menatap setengah tatapan.


Mata Ende terbelalak lebar melihat wajah orang itu.


"Kenapa kau ada disini.. Apa yang sudah kau lakukan Amare.."?? ucap Ende, lalu orang itu sirna seketika begitu juga dengan mimpinya.


"Hah.." langsung terduduk dari tempat tidur. Keringat diwajahnya menetes diseluruh selimut.


"Itu hanya mimpi, tidak mungkin Amare melakukan semua itu, karena dia adalah seorang pejuang"


Ende memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Kenapa aku lagi lagi mimpi buruk, hah lupakan, sekarang jam berapa"! Mengambil jam duduknya yang berada di samping bantalnya.


Menandakan jam pukul 02:15..


"Baru jam dua, hah kenapa kepalaku terasa sakit" memegang kepalanya lagi.


Ende kembali merebahkan kepalanya tepat kebantal yang empuk. Hanya rebahan tidak tidur, matanya pun masih terbuka. Memikirkan sesuatu mengenai saingannya.


"Lama tidak bertemu dengannya, sekarang sekuat apakah dia. Dia pasti selalu bertemu dengan musuh musuh yang tangguh, jadi iri. Andai aku dulu jadi pejuang, pasti akan melakukan hal yang sama dengannya. Tapi aku tidak menyesalinya, karena orang yang menggantikan aku berasal dari klan crystal juga. Aku percayakan padanya" Ende jadi teringat masa masa dulu.


"Terakhirku bertemu dengannya disaat pertarungan itu.."


Kembali mengingat masa lalu, dia saat Ende bertarung dengan Amare direruntuhan menara batu.


"Ini adalah duel pribadi kita, jadi tidak ada yang akan mengganggu"! ucap Ende serius dengan mata yang menatap tajam, lalu pedang yang dipegangnya itu sungguh berkilau.


"Ya, ini adalah penentuan siapa yang paling kuat diantara kita" akhir kata Amare.


Pertarungan pun terjadi.. Lintasan beserta aura aura yang keluar dari mereka berdua tak dapat dihentikan, kecuali salah satu diantara mereka ada yang mati.


Mereka beradu serangan diudara. Melayang dan terbang seperti burung Ende mode terbang kristal. Lalu Amare melayang dan terbang seperti iblis mode terbang juga. Mereka berdua sama sama melayang diudara.


Ende menebas nebas Amare dengan pedang yang dubuatnya melalui aura ungu. Namun tak juga mengenai Amare. Dengan kecepatan merahnya, Amare dengan mudah menghindari semua serangan Ende. Kecepatan merahnya melesat kedepan Ende lalu kebelakang dengan mengepal tangan kanannya, memukul Ende hingga terjatuh.


BOAR.. Menyebabkan dampak yang begitu besar. Menghancurkan bebatuan yang ada. Tapi Ende masih belum tumbang, dia bangkit dengan amarahnya membebaskan pedangnnya dengan kuda kuda yang dipasangnya ingin menembak Amare dengan pedang yang berputar putar seperti bor.


HUSS..


Amare tidak berdiam diri, dia malah menghadapi serangan tersebut. Dengan menggeserkan sedikit tubuh kesamping kanan, Amare dapat menghalau bor tersebut. Siap dengan pukulan kewajah Ende, namun Ende memberikan jebakan pada Amare, mengristalkan lengan kanannya menjadi bongkahan kristal. Kini dia tak dapat mengerakkan lengan kanannya. Mengingat serangan bor tadi yang dapat dikendalikan seperti remote control mengarah pada Amare.


TAK.. ZING..


Suara putaran bor tak henti hentinya sebab Amare menahan bor tersebut menggunakan lengan kirinya.


"Masih belum.." Ende datang menghentakan kedua lengannya ketanah, menimbulkan akar akar kristal yang akan menyerang Amare. Dia pun terdesak, terpaksa dia harus terkena oleh bor tersebut dari pada harus terkena delapan akar yang akan menancap keperutnya. Pasti sangat gawat.


Amare terpental menabrak bebatuan besar. Serangan lagi masih ada yang akan dilancarkan Ende. Delapan akar kristal melaju kearah Amare. Dia bangkit lalu menggunakan kecepatan merahnya menghindari akar akar tersebut, hingga berada tepat dihadapan Ende. Kepalannya mulai lagi begitu juga Ende tidak ingin kalah. Dia membentuk sarung tangan kristal untuk menyaingi pukulan Amare.


BRAK..


Ingatan masa lalupun diakhiri.


"Dia memang kuat, tapi kekalahanku itu memberikan pelajaran penting, bahwa kekuatan pada diri seseorang terbangun atas usaha sendiri. Itu kata terakhir yang dia katakan padaku sebelum pergi" ucap Ende senang.


Dikejauhan...


Ditempat yang dipenuhi pohon pohon beranting alias mati, seorang gadis bermantel hitam sobek sobek sedang melangkah kan kakinya tanpa kenal lelah. Angin yang berhembus kencang pada malam itu membuka tudung kepalanya. Rambutnya hitam sebatas bahu bergerak gerak seperti alunan nada. Paras wajahnya terlihat jelas terkena sinaran bulan, cantik dan indah. Dia adalah saingan terberat Ende, namanya Amare.. Sang Iblis Merah.


Dia kembali menutup tudung kepala mantelnya yang terbuka, lalu melanjutkan lagi perjalanannya dengan tenang.


Diperumahan klan crystal yang nampak berderetan.


Sesosok makhluk transparan sedang mengawasi rumah rumah klan tersebut. Rumah siapa yang kira di awasinya?, sepertinya tubuhnya mulai nampak. Ternyata dia seorang manusia, tubuhnya berwarna hijau tapi bukan hulk. Pipinya bersebelahan ada garis merah. Tubuhnya cukup kekar karena seorang pria. Dan dia hanya mengenakan ****** ***** panjang ketat. Sungguh sangat aneh.


"Ternyata dia anak dari seorang pemimpin klan, ini akan menjadi kabar yang baik" senyumnya lalu tubuhnya jadi transparan lagi kemudian langsung pergi meninggalkan tempat klan crystal tersebut.


Masih di klan crystal, rumah Syne.


Syne terbangun dari tempat tidurnya. Dia melihat diluar jendela dekat tempat tidurnya, yang dipasang kristal transparan terang seperti layaknya kaca, agar dapat melihat keadaan dimalam atau disiang hari.

__ADS_1


"Entah kenapa aura hitamku aktif dengan sendirinya..semoga tidak terjadi apa apa"!! lalu dia membaringkan tubuhnya lagi untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.


Keesokan harinya, hari ini adalah hari libur untuk misi. Tidak tahu juga kenapa diliburkan, hanya pemimpin klan saja yang tahu alasannya.


Mumpung libur Ende pagi pagi sekali kehutan bergelantungan kepohon kepohon lainnya, untuk melakukan latihan. Seorang diri sich. Impiannya yang ingin menjadi yang terkuat diklannya harus dapat diwujudkannya. Satu satunya cara dengan usaha. Berakhir singgah ditangkai pohon yang besar.


"Aku tidak akan menyia nyiakan hari ini"


Ende melompat kebawah lalu berlari dengan sekencang mungkin mengitari jalan yang ditumbuhi banyak perpohonan.


HUP..HUP..HUP..HUP.. HUP.. HUP.. HUP.. HUP..


Dia mencoba mnghindari pohon pohon yang menghalangi jalannya,


Kemudian..


Bersebelahan tangannya melemparkan dua kristal tajam kecil yang selalu menghampirinya itu. Jumlah kristal tajam kecil yang menghampiri dirinya itu ada enam kristal. Itulah yang membuatnya dapat dengan mudah mengendalikan kristal. Semua orang klan memilikinya. Kristal tajam kecil yang dilemparnya itu berubah menjadi akar kristal sesuai keinginannya. Akar keras menembus semua perpohonan yang ada, dan Ende pun menaiki akar kristal tersebut dengan melanjutkan pelariannya.


Hingga sampai manakah, belum tahu.


Melompat lompat sambil berlari mengikuti akar kristal yang dibuatnya. Tiba tiba dihadapannya berdiri sebuah pohon sangat besar hingga menutup penglihatan selanjutnya. Ende memutar tubuhnya lalu mengurung dirinya kedalam bola kristal yang siap menabrak pohon besar tersebut.


BUNG... Pohon besar itu berlubang ditengah tengah tanpa tumbang. Sungguh teknik yang mengagumkan. Selanjutnya dia membebaskan diri dan kembali berlari dengan cara biasa karena jalannya tak ada halangan. Dia terus saja berlarian dengan keringat yang berjatuhan.


"Kalau begitu lebih baik memakai ini.."


Membuat selancaran dari kristal, melaju dengan cepat tanpa hambatan. Selanjutnya mode terbang.


Tiba tiba saja muncul pengganggu latihan. Serangan dadakan tombak kristal mengarah pada Ende, untung refleksnya cepat. Dengan sayap kristalnya, dia menahan tombak kristal tersebut.


"Maaf sudah mengganggu latihanmu"?


"Tigra.."! ucap Ende kaget.


"Mumpung hari ini libur misi, bagaimana kalau kita latihan bersama"? ajak Tigra santai.


Ende menegakkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku layani" jawab Ende dengan tatapan tajam.


Mereka berdua saling bertatapan dengan seriusnya ditambah aura keduanya yang saling bertabrakan. Sepertinya ini serius. Tigra dengan aura birunya lalu Ende dengan aura ungunya. Mereka akan memulai duel dan duel pun dimulai.


"Aku pikir duel ini akan mengasah gaya bertarungku, ternyata.." wajah Ende tak bersemangat.


"Bukankah ini menyenangkan"? tanya Tigra dengan wajah senang sambil berlari.


"Ya begitulah"! jawab Ende dengan mengalihkan pandangan kesamping.


"Awas didepanmu"? Teriak Tigra


BUNG...


Tigra senang melihatnya, karena Ende melubangi pohon yang tadinya akan ditabrak.


Saat ini Tigra lebih unggul.


"Kamu tadi kan latihan lari, coba buktikan padaku bahwa latihanmu itu bukan main main" pancing Tigra.


"Sepertinya dia meremehkan aku" kesal Ende dalam hati.


"Baiklah.."


Ende langsung menggunakan akar kristalnya, dengan itu dia mendahului Tigra.


"Jadi kamu menggunakan itu untuk pijakan ya, boleh juga"


Tigra pun tak kalah juga, dia membuat dua lengan cakar kristal ditambah dengan selancaran kristal untuk menambah kecepatannya.


BRAK..BRAK..BRAK.. BRAK..


Tigra menghantam semua pohon yang menjadi hambatan baginya. Mencakar cakar seperti harimau. Kecepatan pun berpihak pada Tigra.


"Jadi dia menggunakan itu, bagaimana kalau ini.."


Bosan berlarian akhirnya Ende memutuskan untuk terbang.


HUSS.. Melaju seperti pesawat. Tigra pun jauh tertinggal olehnya.


Serangan dadakan tiba tiba muncul dari bawah menyerang Ende yang diatas.


HUSS..HUSS.. HUSS.. Namun Ende dapat menghindari semua serangan tersebut.


"Ternyata dia ingin main curang, akan kubalas"


Serangan juga dilancarkan Ende ke Tigra, membuat serangan yang turun, Tigra membuat pertahanan kristal, mengurung dirinya kemudian melepaskannya lagi dan balas menyerang.

__ADS_1


Ende terkejut dengan serangan balasan yang dilancarkan Tigra.


KABOOM..


Dirumah pimpinan klan,


Zig sedang menanyakan keberadaan kakaknya yang pergi tanpa sepemberitahuan dirinya.


"Apa ibu melihat kakak"?


"Ya, dia tadi pagi pagi sekali pergi kehutan katanya" jawab ibunya.


"Ngapain"?


"Tidak tahu, soalnya dia tadi hanya bilang pergi kehutan, lalu langsung pergi. Kenapa emangnya"?


"Aku hanya ingin memberitahukan ini.."


Zig sedang memegang kelinci iblis kristal. Sekarang ini dia sudah berhasil menjinakkannya dan berteman baik padanya. Ibunya pun sangat senang.


"Wah kamu hebat, tidak salah aku menyarankan binatang ini untukmu"


"Mmm.."


"Karena hari ini hari libur, palingan kakakmu latihan. Hanya itu yang dia lakukan saat saat libur" yakin ibunya.


"Oh, nanti jika dia sudah pulang, kasih tau aku ya bu, aku ingin bermain dengan RAQQI dulu. Dah ibu"?! Zig langsung pergi katanya ingin bermain lalu siapa yang dia panggil Raqqi.


Ibunya bingung sejenak lalu tersenyum.


"Dia tidak hanya berhasil berteman dengan kelinci iblis kristal, dia bahkan telah memberikan namanya. Sungguh hebat" puji ibunya.


Perlindungan sayap kristal sangat berguna untuk menahan serangan dadakan.


BLAR.. Membentangkan sayapnya. Habis terkena serangan. Ende langsung melesatkan dirinya menuju Tigra. Dia melihat tidak ada apapun.


"Apa jangan jangan dia sudah pergi jauh, ini gawat"


Saat Ende ingin bergegas menyusul ketertinggalannya, tiba tiba akar akar kristal muncul mengikat ke dua pergelangan tangan dan kakinya. Ende sangat kesal.


"Dia menjebak ku.."


HUP.. Menggunakan mode terbangnya, Tigra muncul di hadapan Ende dengan wajah senang.


"Tak kusangka kamu gampang sekali dijebak, sungguh menyedihkan"!


"Oh.. Jadi ini bukanlah perlombaan melainkan pertarungan sebenarnya" jawab Ende kesal.


"Jika menurutmu seperti itu.." akhir kata dari Tigra langsung meninggalkan Ende yang masih terjerat.


HUSS.. Melaju dengan kecepatan penuh.


BUARRR.. Aura ungu Ende meluap keluar menyelimuti tubuhnya. Dia sangat marah karena telah menipu dirinya. Yang dia inginkan perlombaan adil dan jujur malah ternyata hanya kecurangan yang ada.


"Jangan harap kau bisa pergi semudah itu karena sudah mempermainkan diriku"


KLING..KLING..KLING..KLING.. KLING..


Pedang yang berkelipan muncul diatas kepala Ende dengan putarannya yang sangat kencang.


Pedang itu otomatis bergerak sesuai pikiran Ende.


TAK..TAK.. TAK.. TAK..


Akar akar kristal yang menjeratnya pun terputus. Kini pun dia bebas dan akan melakukan tindakan selanjutnya.


Dengan pedang yang berputar cepat di hadapannya, Ende merentangkan kedua lengannya ingin mendorong pedang tersebut menggunakan satu lengan kanannya.


BUNG.. Meluncurlah pedang tersebut.


Perpohonan yang menghalangi arah laju pedang tersebut semuanya tumbang roboh lalu hancur. Dengan jarak yang sangat jauh, pedang tersebut menuju kearah seseorang. Tigra yang sedang santainya terbang merasakan sesuatu ketidakenakan.


"Perasaan apa ini..seperti ada aura yang menikam.." ucap Tigra langsung menoleh kebelakang.


TAK..


Tiba tiba pedang Ende langsung menyerang Tigra, untung dia cepat menahannya menggunakan tameng kristal, jika tidak berakhirlah.


"Pedang ungu siapa yang memberikan serangan ini.. Sungguh tepikal seorang pengecut yang menyerang dari belakang" kesal Tigra.


KRAK.. Lama kelamaan tameng kristal milik Tigra retak.


"Sepertinya pedang jni dibuat melalui aura, apa jangan jangan orang yang melakukannya.."


Tigra teringat seseorang..

__ADS_1


__ADS_2