ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL

ENDE CRYSTAL END: CRYSTAL DEVIL
Aura Hitam


__ADS_3

Desa MAJEBO, tempat para rakyat miskin yang tentunya ingin sekali mendapatkan uang. Disini berbagai cara mereka lakukan demi uang. Bahkan mereka rela memberikan salah satu bagian keluarga sebagai tumbal. Hal ini terjadi setahun yang lalu saat kepala desa diganti dengan orang asing yang baru masuk desa. Mereka percaya pada orang asing tersebut lalu mendukungnya untuk menduduki tempat kepala desa. Dan orang asing itu berhasil. Dengan dibawah pimpinannya para rakyat mulai gila harta dan uang. Yang dulunya makmur, tentram dan damai saat dipimpin oleh kepala desa dulu, kini berubah drastis. Dan ada rumor mengatakan kepala desa dulu telah dibunuh oleh orang asing tersebut, dengan bantuan yang diminta pada orang orang yang berpengalaman tentu membuahkan hasil yang sempurna. Kepala desa dulu terbunuh tanpa perlawanan. Orang asing yang menjadi kepala desa Majebo yang sering dipanggil namanya, ROAROARAI DUM dan juga dia dikenal dengan kesadisannya.


"Kita harus memulainya darimana Syne"?


Tiba tiba saja Syne berhenti seketika dengan sekejap menghilangkan sayap kristalnya singgah di salah seorang penduduk. Dia mulai menanyai penduduk tersebut. Kisaka tidak tau arah tujuan hanya bisa mengikutinya.


"Apa pernah terjadi sesuatu ditempat ini"? tanya Syne lalu kemudian disambung Kisaka.


"Mmm.. Maksudnya pembunuhan apa pernah terjadi"?


Pertanyaan mereka pada salah satu penduduk tidak membuahkan hasil.


"Syne bagaimana kalau kita berpencar untuk menanyai mereka semua" saran Kisaka.


Namun...


"Itu hanya akan membuang buang waktu saja" balasnya keras.


"Lalu bagaimana"?


"Aku akan merasakan auranya"! yakin Syne.


Kisaka menepuk telapak tangan dengan sekali tepukan dan baru menyadari sesuatu.


"Benar juga, kenapa tidak kita gunakan dari tadi, kekuatan aura hitammu itu"


Kisaka baru menyadari selama dia menjalankan misi bersama Syne. Syne selalu menggunakan aura perasanya (hitam) untuk mengetahui semua kejahatan dan sampai saat ini tak pernah gagal. Kisaka juga tahu diseluruh tim klan crystal, satu satunya orang yang bisa merasakan aura kejahatan hanyalah dia seorang yaitu Syne.


"Kau tunggu saja disini, lalu kuberikan aba aba setelah kutemukan aura jahatnya. Aku akan terbang keatas untuk merasakannya"


Tanpa pikir panjang Kisaka langsung bilang kata IYA.


KRAK..


Dua sayap krisyal terbentuk lagi dipunggung Syne. Kini dia terbang berdiam diketinggian 100 meter dari atas kebawah.


BRASS..


Aura hitam muncul menyelubungi tubuhnya dan diapun mulai merasakan keberadaan aura jahat. Dia membuat penghalang kristal pada bagian atas desa dengan aura hitamnya. Tinggal mengkat kedua tangannya penghalang kristal hitam pun tercipta. Tinggal menunggu hasilnya. Penghalang kristal hitam milik Syne bisa melihat aura jahat, saat aura jahat berada tepat dibawah penghalang tersebut, maka cahaya merah akan terangkat keatas mengenai penghalang kristas hitam tersebut. Dan lokasinya pun akan ketahuan. Setelah tahu baru mereka akan melakukan aksi.


"Sial, ternyata ini(penghalang) menguras setengah dari aura penuhku. Apa aku terlalu berlebihan menggunakannya?!" nampak penghalang kristal hitam yang dibuat Syne begitu besar hingga dapat mengimbangi luasnya desa tersebut.


Air keringat keluar melalui topeng indahnya membasahi pipi lalu jatuh ketanah perdesaan.


Kisaka memandang Syne penuh kegelisahan.


"Ini baru pertama kalinya aku melihat dia seperti itu" ucap Kisaka dalam hati.


Cahaya merah mulai terlihat sekarang, waktunya untuk tim pencakar langit kristal beraksi.


"Aku tidak ingin membuang aura lebih banyak lagi"


Aba aba sudah siap untuk Kisaka. Kisaka langsung maju dengan kecepatan terbangnya mengikuti bongkahan kristal milik Syne, yang akan membawanya ke lokasi penjahat tersebut.


"Kisaka aku akan menyusul setelahnya"?


Kisaka menatap Syne lalu mengangguk.


Syne turun perlahan kemudian menghilangkan kedua sayap kristalnya.


"Dua kristal yang tak terkalahkan akan segera datang. Tunggu saja kau penjahat" ucap Kisaka yang terus maju..


WUSS...

__ADS_1


Roaroarai Dum sedang asik berpesta pora bersama teman temannya. Dia sedang duduk dikursi paling empuk dan besar dari yang lain. Dimeja penuh dengan makanan super duper enak. Roaroarai sedan bersulang bersama empat temannya.


Kepala desa macam apa itu yang dalam pikirannya hanyalah kesenangan. Tentu bukan seperti kan!


"Jangan pernah sia siakan hidupmu didunia ini. Bersenang senanglah selagi masih hidup hahahaha..." tawanya yang sangat keras hingga terdengar jelas dirumah sebelah.


HUSS... Hembusan angin kepakan sayap kristal Kisaka membuat udara semakin terasa. Dia telah berada didepan pintu rumah kepala desa Roaroarai. Untungnya suara hembusan tersebut tidak terlalu keras jadi tidak mengganggu aktivitas mereka. Walaupun Kisaka sudah berada didepan pintu, dia tidak langsung masuk, melainkan mencoba untuk mendengar obrolan mereka yang lagi mabuk.


"Aku ingin mengetahui lebih rinci lagi mengenai perbuatannya"


Kisaka membuat lubang kecil pada pintu hingga sesuai dengan bola mata agar dapat mengintip sekaligus menguping dengan jelas.


"Hahahaha... Berkat bantuan kalian berempat, aku dapat menguasai desa Majebo ini. Mereka semua sekarang dalam genggamanku"


"Soal itu tidak perlu dipermasalahkan, lagiankan upahnya sesuai" jawab salah seorang temannya.


"Benar. Jika kau memerlukan bantuan lagi tinggal bilang saja pada kami" tambah omongan temannya yang lain.


"Jadi ayo kita bersenang senang..."


"Hahahaha... Kalian memang teman yang bisa diandalkan. Salut untuk kalian" puji Roaroarai pada teman dengan mengasih puluhan juta uang yang terbungkus dengan kertas kekuning kuningan.


"Prilaku semua penduduk desa disini sudah berubah drastis berkat serbuk perusak itu" ungkap teman Roaroarai.


"Hahahaha... Bagus bagus, itulah yang aku inginkan. Mengacaukan pikiran mereka adalah hal yang baik kan"?! jawab Roaroarai dengan tenangnya.


Kisaka kaget mendengarnya dan tahu penyebab semua penduduk berprilaku aneh.


"Jadi semua itu disebabkan oleh serbuk yang namanya perusak itu ya. Akan kusingkirkan"


Roaroarai masih saja berbincang bincang dengan temannya tentang masalah kejahatan. Dan kini mereka ingin merencanakan hal yang baru. Pasti hal yang buruk. Tapi semua itu sudah didengar oleh Kisaka. Rencana buruk mereka tidak akan berjalan dengan mulus.


BRAK... BRUK... Mereka yang ada didalam sangat terkejut, terutama Roaroarai yang sedang asik asiknya meminum minuman keras diganggu begitu saja. Tentu saja dia sangat marah. Tapi sebelum itu dia ingin menanyakan maksud kedatangan gadis muda yang sudah berani menghancurkan pintu rumahnya.


"Siapa kau dan apa urusanmu datang kemari"?? tanya Roaroarai. Lalu keempat temannya agak ketakutan.


Roaroarai hanya tertawa...


"Hahahaha... Oh jadi kamu dari klan crystal itu ya. Sungguh menyedihkan karena kau akan mati disini"


Aura Roaroarai muncul menyelubungi tubuhnya. Warna keabu abuan. Menimbulkan senjata berupa palu yang seukuran dengan tubuh besar dan kekarnya. Melihat Roaroarai seperti itu, keempat temannya itu kabur meninggalkan dirinya.


"Mau kemana kalian berempat. Bukankah kalian akan melakukan apa saja untukku. Sekarang bunuh gadis itu"??? Pinta Roaroarai. Karena merasa takut tidak ada pilihan lain terpaksa keempat temannya itu mematuhi perintahnya untuk membunuh gadis kristal tersebut.


Penyerangan keempat teman Roaroarai tidak membuat Kisaka bergeming sedikit pun. Dia mengurung mereka berempat ke kurungan kristalnya.


"Kalian benar benar menyedihkan" ucap Roaroarai pada temannya. Lalu Kisaka memulai penyerangan terlebih dahulu dengan mencoba sekaligus mengurung Roaroarai kedalam kristal seperti hal yang dilakukannya pada keempat temannya tersebut. Namun gagal total. Walaupun dia dapat terkurung tapi tak dapat bertahan lama karena dia dapat menghancurkan kurungan kristal tersebut dengan mudah. Dengan tingkat tubuh Roaroarai yang besar seperti itu, tentu akan memberikan kekuatan yang besar pula.


"Haa..." teriak Roaroarai sampai menghancurkan sekaligus rumahnya sendiri.


Kini mereka sekarang berada diluar desa. Saling bertatap muka.


HUSS...


Kisaka langsung mengaktifkan mode terbangnya lalu mengeluarkan jarum jarum kristal dari sayap tersebut. Tepatnya mengarah pada Roaroarai.


DRAK.. Jarum jarum kristal tersebut melayang kesana kemari karena hempasan palu besar milik Roaroarai.


"Berpikir serangan kecil seperti itu bisa mengenaiku, jangan bercanda" remeh Roaroarai. Remehan Roaroarai pada Kisaka tidak mengganggu ketenangannya, dia tetap fokus dan berpikir agar sampai ketujuannya


Dengan mode terbangnya, Kisaka mengelilingi Roaroarai sambil melancarkan jarum jarum kristalnya. Melihat Roaroarai yang hanya berdiri tegak ditengah jarum jarum kristal tersebut, tidak ada satu jarum pun yang melukainya karena dia menggunakan mode besi. Tubuhnya menjadi besi keabu abuan hingga dapat merapuhkan jarum jarum kristal Kisaka.


"Hah.. Apa hanya ini yang bisa klan crystal lakukan, pemimpin bodoh macam apa yang mengirim para badut menjalankan misi penyelamatan"?? Lagi lagi Roaroarai meremehkan.

__ADS_1


Tiba tiba saja hal yang tak terduga muncul.


Telapak besar hitam muncul tiba tiba diatas Roaroarai membuatnya sangat terkejut. Dia menahan telapak raksasa hitam tersebut dengan palu besarnya. Ukurannya sangat berbeda jauh, telapak hitam ini lebih besar dari tubuh Roaroarai hingga membuatnya mulai terhentak.


"Darimana asalnya telapak ini dan kakuatan besar macam apa ini"?!!


Bingung Roaroarai dan ditambah dengan kekesalannya. Roaroarai mengira serangan Kisaka, dilihatnya Kisaka hanya berdiam diri tanpa melakukan pergerakan dan wajahnya itu mengekspresikan senyuman.


"Apa yang sebenarnya terjadi"?


"Kenapa wajahmu seperti itu, bukankah tadi lagakmu sangat sombong"??


"Bangsat.." jawab Roaroarai kesal.


Muncul lagi satu orang gadis didepan Kisaka.


"Darimana saja kamu Syne"? tanya Kisaka


"Aku tadi lagi memulihkan auraku, yang setengahnya terpakai karena mengaktifkan penghalang kristal hitam" jawab Syne.


"Jadi kalian berdua"?


Kisaka menjawab dengan senyuman.


"Lalu serangan besar ini"?


"Miliknya..." Kisaka menunjuk kearah Syne.


"Aku dengar kau tadi menyebut pemimpin kami bodoh"? Aura besar berwarna hitam keluar menyelimuti Syne dengan matanya yang menyala merah ditopeng kristal terlihat tampak.


"Kau berani memanggil pemimpin kami bodoh, kaulah yang bodoh" Syne mengangkat tangannya mulai menghentakan Roaroarai secara perlahan.


"Aura hitam ini... Apa jangan jangan kau"!


TAK..DRASS.. Semua rumah terkena dampak oleh serangan tersebut. Hancurnya tanah disekitar pertarungan seperti besarnya lapangan bola, berlubang hingga dapat diisi air untuk kolam.


Kisaka hanya bisa berpaling menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Siapa saja yang berani menghina pemimpin klan crystal akan ku hancurkan" ucap Syne dengan masih menyimpan amarah.


Roaroarai terbaring ditengah kedalaman lubang dan tewas ditempat. Darahnya mengalir kearea lubang.


Keadaan pun mulai berbalik...


Prilaku seluruh penduduk desa Majebo kembali normal. Wah gembira dan girangnya mereka dengan keadaan yang kembali normal. Serbuk perusak itupun rencananya ingin dibawa lalu dikasih pada pimpinan klan, eh malah hancur bersamaan dengan orangnya. Kecuali yang berempat masih didalam kurungan kristal. Pastinya masih utuh dan sehat wal'afiat.


"Untuk kalian berempat, kami akan membawa kalian ketempat yang pantas untuk kalian tempati. Hahahaha..." ucap Kisaka dengan tawanya.


Mereka berdua telah berhasil menyelesaikan misi penyelamatan dengan baik walaupun ada kerusakan yang diakibatkan. Tapi kata penduduk itu tak masalah. Kebetulan sekali mereka ingin membuat tempat untuk penguburan yang paling pasti untuk Roaroarai lalu harta dan bendanya yang tersisa. Kemudian untuk pengingat hal yang tak patut diikuti sosok Roaroarai. Sebuah penduduk desa Majebo sangat berterima kasih pada tim pencakar langit kristal karena telah menyelamatkan mereka dari keterpurukan dan kesengsaraan yang disebabkan oleh kepala desa Roaroarai.


Setelah tidak ada yang dikerjakan lagi, Syne dan Kisaka pamit untuk pergi. Mereka berdua sudah berada dikendaraan terbang burung kristal, siap ingin berangkat untuk pulang.


HUSS... Mereka pun meluncur.


Kisaka melambaikan tangannya pada seluruh penduduk desa.


"Sampai jumpa lagi semuanya" lambai Kisaka dua belah tangan sembari memejamkan mata.


Sebagian penduduk desa juga membalas lambaian tersebut .


"Sering sering datang kesini ya"? Ucap salah seorang penduduk. Lalu diikuti penduduk lain.


"Ternyata penduduk desa Majebo menyenangkan ya, aku ingin suatu saat nanti ingin mengunjungi mereka lagi"

__ADS_1


Kisaka mengucapkan itu sambil rebahan. Syne tidak memperdulikannya, dia hanya memandang kedepan tapi dia mendengar apa yang dikatakan rekannya.


Keberhasilan mereka akan mengejutkan orang orang klan crystal. Dan mereka pasti akan mendapatkan penghargaan lalu akan terkenal keseluruh penjuru dunia.


__ADS_2