
Di dalam Theater JKT48.
Freya :
Kak Chika nggak pp kan
Chika :
Aku nggak pp Freya, tapi kamu kok bisa punya kekuatan seperti tadi !
Zee :
(Melihat tangan Freya)
Shani :
Ada apa ini ?
Zee :
Kak Shani, Kak Jinan
Jinan :
Chika, kamu kenapa ?
Fiony :
Tadi Kak Chika hampir kejatuhan kardus itu Kak
Shani :
Apa, tapi kamu nggak pp kan Chika
Chika :
Iya Kak Shani aku nggak pp, karena Freya tadi nolongin aku menggunakan kekuatan magicnya
Shani :
Maksudnya gimana, Freya nolongin kamu menggunakan kekuatannya magicnya
Jinan :
Nggak mungkin dong kalau Freya punya kekuatan magic, apa ada hubungannya sama kalung ini yang mengeluarkan cahaya tadi (suara hati)
Christy :
Jadi Kak Shani, Freya tadi itu mengeluarkan kekuatan magicnya buat menahan kardus yang ada dibawah itu jatuh dari atas
Jinan :
Apa betul Freya yang dikatakan sama mereka semua ?
Freya :
Aku juga nggak tau kak, tiba - tiba aja kekuatan itu keluar dari tangan aku (kebingungan)
Reva :
Christy, Zee, Fiony, Freya kalian dipanggil untuk latihan nanti malam
Zee, Christy :
Oke Reva
Kemudian mereka berempat pun melakukan kegiatan latihan untuk perfomance nanti malam, pada waktu siang harinya di rumah Ara (Kamar Ara).
Ara :
Astaga, kamu ngapain disini nanti kalau Kakak aku tau gimana ?
Rangga :
Stop, kalau kamu tanya satu - satu dulu, dengerin aku "semua orang nggak bakalan lihat aku, yang bisa lihat aku itu cuman kamu"
Ara :
Apa kok bisa gitu, kamu manusia kan ?
Rangga :
Aku kan udah bilang sama kamu Ara, kalau aku itu sebenarnya adalah pangeran yang diutus oleh raja kegelapan untuk turun ke bumi demi menyelamatkan manusia seperti kamu
Ara :
Kalau kamu bisa tunjukin sesuatu sama aku, aku akan percaya sama kamu
Rangga :
Oke sekarang kamu lihat ini, (berteleportasi menghilang)
Ara :
Apa mustahil (terkejut)
Rangga lalu memunculkan dirinya kembali dibelakang Ara.
Rangga :
Gimana masih belum percaya sama aku !
Ara :
Oke sekarang kamu anterin aku ke tempat Chika berada sekarang
Rangga :
Baik, kalau kamu yang minta (memegang tangan Ara, melesat dengan cepat)
Dan Rangga mengantarkan Ara menuju di Fx Sudirman, Di depan Theater JKT48.
Ara :
(Bingung), Rangga kamu kenapa bawa aku kesini, aku kan minta kamu ke tempat Chika berada sekarang
Rangga :
Ara (menutup mulut dengan jari telunjuk dan sambil menatap Ara)
Ara :
Aduh kenapa hati aku jadi deg - degan gini ya (menatap Rangga)
Rangga :
Ara coba kamu lihat dan masuk ke dalam Theater, terus kamu lihat didalam ada Chika atau enggak
Ketika Ara ingin masuk bersama Rangga, tak lama kemudian Chika pun keluar dari tempat latihan itu. Chika pun melihat Ara yang sedang ingin pergi.
Ara :
Chika
Lalu Ara ingin meninggalkan tempat itu, tetapi Rangga menarik tangan Ara.
Rangga :
Ara mau kemana ?
Ara :
Rangga lepasin aku, aku harus pergi dari sini
Rangga :
Tadi katanya kamu mau ketemu sama teman kamu, kenapa sekarang malah mau pergi
Ara :
Tapi Rangga aku belum siap ketemu dia
Chika :
Itukan Ara (tersenyum), Ara (berteriak)
Ara :
Chika, Aku harus pergi dari sini (menginjak kaki Rangga)
Rangga :
Ara tunggu (kesakitan), (memberhentikan dengan kekuatan Rangga sambil tersenyum)
Ara :
Ada apa ini, kenapa badanku nggak bisa digerakin
Chika :
Ara tunggu
Ara :
Chika, kamu disini ?
Chika :
Iya, Soalnya aku ada latihan ditempat ini, tapi kamu kenapa bisa ada disini
Rangga lalu melepaskan Ara.
Ara :
Rangga (berbisik dan kesal)
Rangga pun tesrsenyum.
Chika :
__ADS_1
Ara
Ara :
Iya Chika jadi gini sebenarnya ada hal yang harus aku bicarakan sama kamu
Chika :
Kalau gitu kita masuk dulu, ketemu sama member yang lain !
Ara :
Tapi Chika, aku...
Chika :
Ara, kamu tenang aja, lagian teman - teman kita kemarin kepingin ketemu sama kamu (tersenyum)
Rangga :
Udah kamu masuk aja Ara, aku temenin ke dalam
Ara :
Oke deh
Ara dan Chika lalu masuk ke dalam Theater.
Shani :
Chika kok kamu kembali lagi, katanya mau beli minuman
Chika :
Iya Kak Shani tadi aku itu mau beli minuman, cuman tadi aku habis ketemu sama orang, katanya sih mau bicara sama aku
Shani :
Memangnya orang yang mau bicara sama kamu siapa Chika ?
Ara :
Kak Shani (tersenyum)
Shani :
Ara
Chika :
Iya Kak Shani (tersenyum)
Shani :
Akhirnya kamu mau bertemu sama kita semua Ara (tersenyum)
Rangga :
Ra dia siapa ?
Ara :
Dia itu Kak Shani namanya, teman aku juga sewaktu aku masih menjadi member disini
Jinan :
Ara, kamu disini (terkejut)
Ara :
Kak Jinan
Shani :
Duduk dulu Ra
Chika :
Terus kamu mau bicara apa sama aku ?
Ara lalu menceritakan semuanya, sedangkan diatas gedung perusahaan belakang Fx Sudirman seorang wanita sedang merasakan kekuatan aneh.
Wanita :
Di sini aku merasakan ada kekuatan yang sangat kuat sekali tapi aku tidak tau dimana orang yang memiliki kekuatan ini, sepertinya aku harus mencari orang ini (berteleportasi menghilang)
Di dalam Theater JKT48.
Rangga :
Kekuatan ini sepertinya aku mengenalnya, apa jangan - jangan dia ada disini, aku harus mencarinya (Melihat sekeliling dan berteleportasi untuk menghilang)
Ara :
Rangga
Chika :
Shani :
Pasti pacar kamu ya Ara (tersenyum)
Ara :
Bukan kok Kak Shani, dia itu teman aku waktu masa kecil aku
Chika :
Oh gitu ya Ra
Ara :
(tersenyum), astaga Rangga katanya mau nemenin sekarang malah pergi sendiri (suara hati)
Di tempat jalan yang sepi akhirnya Rangga bertemu dengan seorang wanita yaitu sahabat lamanya.
Rangga :
Kamu, Chelsea
Chelsea :
Rangga, ternyata kamu sekarang sudah berubah
Rangga :
Kamu juga Chelsea, tapi waktu itu bukannya kamu sudah meninggal karena sudah menyelamatkan kita bertiga
Chelsea :
Memang benar aku sudah meninggal, tapi sekarang tidak penting, tapi yang penting adalah aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu Rangga, apakah kamu tau siapa yang membunuh papa dan mama aku ?
Rangga :
Chelsea, kenapa kamu bertanya seperti itu
Chelsea :
Karena aku ingin membunuh orang itu dan membalaskan dendam atas kematian orang tua aku
Rangga :
Chelsea, sebaiknya kamu harus melupakan masalah itu, karena...?
Chelsea :
Karena apa Rangga, apa karena kalian bertiga yang menyuruh orang untuk membunuh orang tua aku ! (tersenyum)
Rangga :
Dari mana dia tau kalau aku dan Langit menyuruh orang untuk membunuh orang tua Chelsea (suara hati, tegang)
Chelsea :
Kenapa wajah kamu tegang, apa memang benar kalau kamu dan teman - teman kamu yang membunuh orang tua aku
Rangga :
Chelsea, sepertinya kamu itu salah paham sama kita bertiga
Chelsea :
Salah paham ya, biar aku tunjukan yang sebenarnya apa itu arti dari salah paham (melesat dengan cepat dan memukul Rangga)
Rangga :
Akh (terjatuh kesakitan), Chelsea kamu kenapa memukulku
Chelsea :
Karena elo dan temen lo yang sudah menyuruh orang untuk membunuh kedua orang tua gue
Rangga :
Tapi kamu itu salah paham Chel
Chelsea :
Salah paham, maksud kamu apa ?
Rangga :
Jadi waktu itu mama dan papa kamu sudah menculik dan membunuh Kakaknya Langit waktu kita masih bayi
Chelsea :
Apa ?, itu nggak mungkin Papa dan Mama aku membunuh bayi
Rangga :
__ADS_1
Tapi itu kenyataanya Chelsea
Chelsea :
Aku nggak percaya sama omongan kamu (menyerang dengan kekuatan)
Langit kemudian datang untuk menghentikannnya.
Langit :
Chelsea (berteleportasi muncul dan memegang tangan Chelsea)
Chelsea :
Langit
Langit :
Hentikan semuanya, apa yang dikatakan Rangga memang benar, apa yang dilakukan orang tua kamu itu adalah perbuatan jahat
Chelsea :
Enggak Langit, lepasin aku
Langit :
Chelsea, maaf aku harus mengembalikan kamu (menteleportasikan Chelsea ke suatu tempat)
Rangga :
(Terkejut) Langit, dia mau di kemanain ?
Langit :
Udah elo tenang aja Chelsea nggak bakal bisa kabur dari tempat itu lagi.
Rangga :
Tapi elo nggak bakalan apa - apain dia kan ?
Langit :
Enggak lah, elo tenang aja dia kan sahabat kita (tersenyum)
Rangga :
Baguslah kalau gitu
Di luar Theater JKT48.
Ara :
Kak Shani, Kak Jinan, dan kamu Chika, terima kasih karena kalian semua tidak melupakan aku, meskipun aku pernah berbuat kesalahan di dalam Grup ini
Shani :
Ara, kamu jangan merasa bersalah gitu, setiap manusia punya kesalahannya masing - masing, yang penting kesalahan itu kamu buat pelajaran untuk di masa depan kamu nanti
Jinan :
Betul Ara, aku harap kamu kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi
Chika :
Ara kalau kamu butuh teman untuk cerita, jangan malu - malu bilang sama kita ya ?, kami semua selalu ada untuk kamu kok
Ara :
Kak Shani, Kak Jinan, Chika (terharu dan tersenyum)
Jinan :
Oh iya kamu kesini naik apa Ra ?
Ara lalu kebingungan dan tidak bisa menjawab.
Chika :
Biasanya sih kamu dianterin sama sopir kamu kan
Ara :
Iya betul (tersenyum), tapi aku udah hubungin sopir aku mungkin sekitar 4 menit baru sampai
Chika :
Kalau gitu aku boleh temenin kamu nuggu nggak ?
Ara :
Maaf ya Chika bukannya nggak boleh, tapi aku bisa nungguin sendiri kok
Tiba - tiba Rangga muncul dengan keadaan kesakitan.
Ramgga :
(Teleportasi muncul kembali), Ara maaf aku tadi ada urusan sebentar
Ara :
Rangga, kamu kenapa kesakitan gitu(berbisik)
Rangga :
Aku nggak pp kok Ara (tersenyum)
Ara :
Oke Kak Shani, Kak Jinan dan Chika aku harus pulang dulu ya, soalnya Kakak aku udah nungguin di rumah (pergi meninggalkan mereka bertiga)
Jinan, Shani :
Oke Ara hati - hati
Chika :
Kakak, aku baru tau kalau Ara punya Kakak
Jinan :
Iya juga sih, padahal dia kan anak tunggal kalau nggak salah
Shani :
Mungkin yang dimaksud dia itu Kakak sepupu kali, lebih baik kita masuk aja yuk
Jinan, Chika :
Oke Kak Shani
Setelah 1 menit Ara sampai di rumah dan di dalam kamar Ara.
Ara :
Rangga, kamu habis dari mana aja sih ?, aku tadi itu cari kamu
Rangga :
Ara, maaf ya tadi aku lagi ada urusan sebentar jadinya aku ninggalin kamu sebentar
Ara :
Memangnya urusan apa kalau boleh tau, memangnya urusan kamu itu sangat penting ya
Rangga :
Iya nggak terlalu penting banget, soalnya ini masalah dari keluarga aku
Pria :
Ara, kamu lagi ngomong sama siapa ?
Ara :
Kak Julian, aduh gimana nih aku harus bilang apa sama Kakak aku
Julian :
(Membuka pintu) Ara, tadi Kak Julian denger kamu bicara ya, memangnya tadi kamu bicara sama siapa ?
Ara :
Enggak kok Kak, tadi itu cuman latihan buat tugas drama besok gitu kak (tersenyum)
Julian :
Kamu yakin Ra !
Ara :
Iya kak Julian
Julian :
Ya udah kalau gitu kita makan yuk ?, Kakak udah siapin makanannya
Ara :
Oke Kak, tapi Kak Julian duluan aja makannya, nanti aku kesana
Julian lalu meninggalkan Ara untuk makan Siang.
Ara :
Rangga, pasti dia pergi lagi
Di tempat Gua.
Chelsea :
__ADS_1
Ternyata Langit memindahkan aku ke tempat ini, Langit tunggu pembalasanku aku akan membunuh kamu dan teman - temanmu dengan tanganku sendiri (Marah dengan tersenyum)
Bersambung...