Flying High

Flying High
ONLY TODAY


__ADS_3

Setelah itu mereka berenam sampai dirumah Fiony, mereka bertemu dengan Shani, Gracia dan Gita yang sedang menjenguk Fiony (Sore hari).


Christy:


Kak Shani, Kak Gracia, dan Kak Gita ada disini


Shani:


Iya Christy, soalnya aku di kasih tau sama Freya kemarin kalau Fiony sedang sakit demam, terus paginya aku ke rumah Fiony


Fiony:


Hai semuanya (Tersenyum)


6 anak:


Hai Fiony


Freya:


Fiony gimana kondisi kamu apa udah mulai membaik


Fiony:


Belum Freya kayaknya aku harus istirahat lebih banyak lagi (Lemas)


Di saat mereka semua berbicara kalung Bryan tiba - tiba mengeluarkan cahaya.


Bryan:


(melihat di dalam jaket), Kalungku kenapa tiba -tiba menyala lagi, dan sebenarnya ada pertanda apa ini ? (Suara hati)


Langit:


Oh iya Fiony ini ada buah - buahan dari kita


Fiony:


Terima kasih ya Langit dan semuanya (Tersenyum)


Shani:


Fiony maaf ya akh nggak bisa lama - lama soalnya kita bertiga harus kuliha sore ini


Fiony:


Iya Kak Shani nggak pp kok, terima kasih ya sudah mau jenguk aku


Gracia:


Sama - sama Fiony


Zee:


Kak Shani bukannya tadi pagi ya kuliahnya ?


Gita:


Kuliah kan bisa kapan aja waktunya Zee


Christy:


Memangnya bisa ya Kak Gita ?


Shani:


Ya bisa dong Christy, ya udah kalau gitu kita bertiga berangkat dulu ya


Zee:


Oke kak hati - hati


Lalu Shani, Gracia dan Gita berangkat menuju di kampus mereka.


Freya:


Fiony maafin aku soal kemarin ya, karena gara - gara aku kamu jadi sakit seperti ini (sedih)


Fiony:


Enggak kok Freya kamu nggak salah, lagian aku tersambar petir juga bukan gara - gara kamu kan


Christy:


Memangnya kalian berdua kemarin habis ngapain ?


Freya:


Jadi kemarin itu aku sama Fiony mau mencoba membuktikan apa bener kalau di dalam diri aku ada kekuatan atau enggak


Langit:


Kekuatan, maksud kamu kekuatan apa Freya ?


Freya:


Astaga aku lupa, di sini yang cuman tau kalau aku punya kekuatan magic itu cuman Zee, Christy dan Fiony aja (Suara hati dan Gugup)


Christy:


Ya ampun Freya, kamu kenapa harus keceplosan gitu ngomongnya (Suara hati)


Langit:


Freya


Freya: I...ya Langit


Fiony:


Jadi gini Langit maksud Freya itu kemarin aku bantu dia buat pindahin barang dari luar ke dalam kamar, terus...?


Bryan:


Halo Kak Jinan, oke nanti sebentar lagi aku kesana ya Kak, (Mematikan telepon sambil tersenyum)


Langit:


Ada apa Bryan ?


Bryan:


Langit, Eric yuk kita pulang soalnya gue mau jemput Kakak gue


Eric:


Tapi Bryan kita masih mau di sini


Bryan:


Nggak bisa Eric, kalau ada fans yang lihat kita keluar dari rumah Fiony gimana malah jadi masalah lagi kan, memangnya kalian berdua nggak kasihan mereka


Langit:


Iya juga sih, ya udah deh kalau gitu kita pulang dulu ya Zee, Christy, Freya, dan Fiony semoga kamu cepat sembuh


Fiony:


Terima kasih ya kalian udah jenguk aku (Tersenyum)


Zee melihat Langit, lalu mereka bertiga keluar dan pergi dari rumah Fiony.


Christy:


Untung aja ada Bryan


Zee:


Freya lain kali kalau mau cerita itu hati - hati, hampir aja tadi kita ketahuan Langit sama Eric


Fiony:


Udah kalian jangan bertengkar lebih baik kita makan dulu yuk, Mama Aku udah siapin sarapannya


Zee:


Ayo Fiony biar kita bantu


Lalu mereka menuju ke ruang makan untuk makan malam. Di rumah Ara (Malam hari)


Julian:


Ara gimana sekolah kamu baik - baik aja kan ?


Ara:


Iya Kak Julian sekolah aku baik - baik aja kok, malah sekarang aku seneng karena sekarang aku punya banyak temen di sekolah yang baru (Tersenyum)


Julian:


Baguslah kalau gitu, oh iya Ara Kakak mau tanya memangnya kamu kenal sama teman kuliah Kakak sejak kapan ?


Ara:


Teman kuliah Kakak yang mana ?


Julian:


Astaga Ara, teman kamu yang waktu itu nemuin sama kembalikan dompet Kak Julian


Ara:


Oh Kak Jinan sama Kak Cindy kalau ketemuan sih aku waktu masih jadi Member ya Kak


Julian:


Jadi nama mereka Jinan sama Cindy (Suara hati)


Ara:


Memangnya ada apa Kak Julian tanya - tanya Kak Cindy sama Kak Jinan?, jangan - jangan Kak Julian


Julian:


Enggak Ara, Kak Julian cuman pingin tau aja

__ADS_1


Ara:


Aku kira Kakak suka diantara mereka berdua (Tersenyum), tapi Kak Julian harus inget kalau Kak Jinan itu nggak boleh pacaran tapi kalau Kak Cindy sudah punya pacar


Julian:


Kak Julian tau kok Ra, kalau soal itu


Ara:


Tau dari mana


Julian:


Kamu kan tadi barusan bilang sama Kakak


Ara:


Oh iya


Setelah itu 2 jam kemudian di kamar.


Rangga:


Ara kamu masih belum selesai ngerjain tugasnya ?


Ara:


Iya soalnya masih banyak lagi yang harus aku kerjain


Rangga:


Baru 7 minggu lebih kamu masuk sekolah aja udah sebanyak ini tugas kamu, gimana nanti kedepannya pasti lebih banyak lagi tugasnya


Ara:


Ya enggak dong Rangga, namanya juga tugas seorang murid sekolah


Rangga:


Kalu gitu biar aku bantu gimana ?


Ara:


Memangnya kamu tau tentang pelajaran aku


Rangga:


(Tersenyum) Ya nanti kamu bisa lihat sendiri hasilnya (Duduk sebelah Ara)


Ara:


Oke, Tapi awas ya kalau tugas aku salah, kamu aku salahin nanti


Rangga:


Iya Ara kamu tenang aja, sama aku tugas apapun selesai apa lagi tugas segampang ini


Ara:


Oke


Ara dan Rangga lalu mengerjakan sambil makan, setelah itu Ara tertidur pulas sambil bersandar di pundak Rangga, Rangga lalu melihat dan tersenyum kepada Ara yang tertidur.


Rangga:


Kamu kasihan sekali Ara, pasti kamu lelah banget ya Ra


Kemudian Rangga membaringkan Ara ke tempat tidur.


Rangga:


Sekarang gue harus ngerjain tugas Ara sampai selesai


Keesokan Harinya (Pagi Hari), Ara terbangun dari tidurnya dan melihat Rangga yang sedang tertidur di depan meja belajar.


Ara:


(Menguap dan kebingungan) Ya ampun kok aku bisa ada disini, (Melihat Rangga dan menghampiri) pasti dia ngerjain tugasku sampai kecapekan, tapi dilihat - lihat kalau lagi tidur Rangga ganteng juga ya (Tersenyum sambil menatap Rangga, Suara hati)


Rangga lalu terbangun.


Rangga:


Ara, kamu kenapa liatin aku kayak gitu


Ara:


(Tersenyum) Enggak pp kok, cuman aku kaget aja ternyata seorang pangeran ghaib bisa tidur juga ya


Rangga:


Ya bisa dong Ra, aku kan juga manusia biasa


Ara:


Manusia biasa ya (Tersenyum)


Di ruang makan


Julian:


Ara:


Selamat pagi Kak Julian


Julian:


Ini kakak buatin makanan kesukaan kamu


Ara:


Terima kasih ya Kak (Tersenyum)


Julian:


Oh iya Ara, nanti kamu kakak ijinin pakai mobil sendiri ya, soalnya nanti kakak harus pergi sama temen - temen kakak


Ara:


Kak Julian serius (Tersenyum)


Julian:


Iya Ra


Ara:


Terima kasih ya kak


Julian:


Sama - sama


Setelah mereka makan pagi Ara dan julian berangkat ke tempat mereka masing - masing. Di perjalanan, didalam mobil Ara.


Rangga:


Ternyata kamu bisa bawa mobil ya Ra ?


Ara:


Iya dong karena waktu sma 1 itu aku kan belajar nyetir mobil


Rangga:


Hebat dong, tapi bukannya kalau menyetir mobil itu harus umur 17 ke atas kan


Ara:


Iya juga sih


Di Sekolah SMK Tunas Harapan.


Reva:


Kak Chika


Chika:


Reva, Flora kalian barengan naik sepeda motor


Reva:


Iya kak tadi soalnya sekalian ke theater juga


Chika:


Oh gitu, terus kalian ketemu sama Christy nggak hari ini


Reva:


Enggak tuh kak memangnya kenapa ?


Chika:


Ya nggak pp sih, cuman tanyak doang


Raisha:


Kak Chika (keluar dari mobil), kenapa kakak enggak bangunin aku


Chika:


Habisnya kamu tidur nyenyak banget, jadi aku nggak mau bangunin kamu


Reva:


Raisha juga bareng semobil sama Kak Chika


Chika:


Iya tadi aku ketemu dia di jalan terus aku ajak bareng ke sekolah


Flora:

__ADS_1


Ya udah lebih baik kita masuk ke kelas


Reva:


Ayo


Ketika mereka berempat ingin masuk ke dalam kelas.


Chika:


Mobil siapa itu ?


Flora:


Mungkin itu mobilnya Pak Rudi


Raisha:


tapi kayaknya itu bukan mobilnya Pak Rudi deh kak


Lalu Ara keluar dari mobil itu dan seluruh sekolah terkejut.


Chika: Ara


SMA Cahaya Harapan.


Pak Budi:


Bryan, kamu sudah paham apa yang bapak jelaskan tadi ?


Bryan:


Baik pak saya paham, nanti biar saya carikan tema yang bagus untuk mading di sekolah ini


Bryan lalu keluar dari ruang guru, dan didepan ruang guru Bryan bertemu dengan Zee lalu mereka saling berbicara.


Zee:


Bryan


Bryan:


Zee kamu kok ada disini


Zee:


Ya soalnya aku mau bicara sama kamu


Bryan:


Bicara tentang apa ?


Zee:


Tapi jangan disini gimana kalu kita ngobrolnya diatas aja


Bryan:


Oke


Di lapangan atas sekolah.


Bryan:


Memangnya penting ya Zee sampai - sampai kita ngomongnya disini


Zee:


Iya Bryan, sekarang aku mau tanya sama kamu, kalau menurut kamu Langit itu gimana sih orangnya


Bryan:


Kenapa kamu tiba - tiba bertanya tentang sifat Langit


Zee:


Ya aku cuman ingin tau aja sih sifat dia gitu


Bryan:


Oke, jadi Langit itu orangnya baik dan jujur, apalagi kalau sama wanita


Zee:


Maksud kamu !


Bryan:


Jadi Langit itu orangnya enggak suka kalau ada yang lagi jahatin wanita apalagi samapi wanita itu menangis


Zee:


Oke


Bryan:


Kamu kenapa bertanya tentang Langit, kamu suka ya sama dia ?


Zee:


Enggak kok (Gugup), ya udah kalau gitu aku harus masuk ke kelas dulu


Zee lalu pergi meninggalkan Bryan


Bryan:


Zee... Zee (Tersenyum)


Di depan sekolah, Christy melihat Zee dan Bryan turun dari atas lantai 2.


Christy:


Zee, Bryan


Zee, Bryan:


Christy


Zee:


Kamu kemana aja, terus kamu kenapa enggak balas pesan aku ?


Christy:


Maaf Zee aku kemarin lagi ketiduran, terus kalian habis ngapain kok kalian berduaan di atas


Bryan:


Kamu jangan berfikir negatif dulu Christy, jadi Zee cuman...


Zee:


Tadi aku cuman mau cerita - cerita aja kok


Christy:


Oh gitu


Lalu Christy meninggalkan mereka berdua


Zee:


Christy kenapa ya Bryan


Bryan:


Aku juga kurang tau tapi dari wajahnya Christy, dia kayaknya lagi cemberut gitu


Zee:


Lebih baik aku tanya sama dia (Suara Hati), Christy tunggu


Christy tetap tidak mendengarkan Zee dan terus berjalan hingga tersandung dan ingin terjatuh


Zee:


Christy


Bryan:


Christy, (Melesat dengan cepat)


Bryan lalu berhasil menangkap


Christy, Zee dan Christy kebingungan.


Christy:


Bryan kenapa dia bisa ada di sebelah aku (Kebingungan sambil menatap Bryan)


Bryan:


Christy, kamu nggak pp kan


Christy tetap melamun dan menatap Bryan, kemudian Zee menghampiri mereka.


Zee:


Christy, Bryan


Christy:


Maaf - maaf (Gugup)


Bryan:


Christy, kamu kenapa kok tadi jalannya sambil bengong gitu, hampir aja tadi kamu jatuh


Zee:


Iya Christy, kamu kenapa kalau ada masalh cerita sama aku


Christy:


Enggak Zee aku nggak pp kok (Tersenyum)

__ADS_1


Christy lalu pergi dan masuk ke kelas, lalu bel pelajaran sekolah mulai berbunyi.


Bersambung...


__ADS_2