
Setelah itu mereka berenam sampai dirumah Fiony, mereka bertemu dengan Shani, Gracia dan Gita yang sedang menjenguk Fiony (Sore hari).
Christy:
Kak Shani, Kak Gracia, dan Kak Gita ada disini
Shani:
Iya Christy, soalnya aku di kasih tau sama Freya kemarin kalau Fiony sedang sakit demam, terus paginya aku ke rumah Fiony
Fiony:
Hai semuanya (Tersenyum)
6 anak:
Hai Fiony
Freya:
Fiony gimana kondisi kamu apa udah mulai membaik
Fiony:
Belum Freya kayaknya aku harus istirahat lebih banyak lagi (Lemas)
Di saat mereka semua berbicara kalung Bryan tiba - tiba mengeluarkan cahaya.
Bryan:
(melihat di dalam jaket), Kalungku kenapa tiba -tiba menyala lagi, dan sebenarnya ada pertanda apa ini ? (Suara hati)
Langit:
Oh iya Fiony ini ada buah - buahan dari kita
Fiony:
Terima kasih ya Langit dan semuanya (Tersenyum)
Shani:
Fiony maaf ya akh nggak bisa lama - lama soalnya kita bertiga harus kuliha sore ini
Fiony:
Iya Kak Shani nggak pp kok, terima kasih ya sudah mau jenguk aku
Gracia:
Sama - sama Fiony
Zee:
Kak Shani bukannya tadi pagi ya kuliahnya ?
Gita:
Kuliah kan bisa kapan aja waktunya Zee
Christy:
Memangnya bisa ya Kak Gita ?
Shani:
Ya bisa dong Christy, ya udah kalau gitu kita bertiga berangkat dulu ya
Zee:
Oke kak hati - hati
Lalu Shani, Gracia dan Gita berangkat menuju di kampus mereka.
Freya:
Fiony maafin aku soal kemarin ya, karena gara - gara aku kamu jadi sakit seperti ini (sedih)
Fiony:
Enggak kok Freya kamu nggak salah, lagian aku tersambar petir juga bukan gara - gara kamu kan
Christy:
Memangnya kalian berdua kemarin habis ngapain ?
Freya:
Jadi kemarin itu aku sama Fiony mau mencoba membuktikan apa bener kalau di dalam diri aku ada kekuatan atau enggak
Langit:
Kekuatan, maksud kamu kekuatan apa Freya ?
Freya:
Astaga aku lupa, di sini yang cuman tau kalau aku punya kekuatan magic itu cuman Zee, Christy dan Fiony aja (Suara hati dan Gugup)
Christy:
Ya ampun Freya, kamu kenapa harus keceplosan gitu ngomongnya (Suara hati)
Langit:
Freya
Freya: I...ya Langit
Fiony:
Jadi gini Langit maksud Freya itu kemarin aku bantu dia buat pindahin barang dari luar ke dalam kamar, terus...?
Bryan:
Halo Kak Jinan, oke nanti sebentar lagi aku kesana ya Kak, (Mematikan telepon sambil tersenyum)
Langit:
Ada apa Bryan ?
Bryan:
Langit, Eric yuk kita pulang soalnya gue mau jemput Kakak gue
Eric:
Tapi Bryan kita masih mau di sini
Bryan:
Nggak bisa Eric, kalau ada fans yang lihat kita keluar dari rumah Fiony gimana malah jadi masalah lagi kan, memangnya kalian berdua nggak kasihan mereka
Langit:
Iya juga sih, ya udah deh kalau gitu kita pulang dulu ya Zee, Christy, Freya, dan Fiony semoga kamu cepat sembuh
Fiony:
Terima kasih ya kalian udah jenguk aku (Tersenyum)
Zee melihat Langit, lalu mereka bertiga keluar dan pergi dari rumah Fiony.
Christy:
Untung aja ada Bryan
Zee:
Freya lain kali kalau mau cerita itu hati - hati, hampir aja tadi kita ketahuan Langit sama Eric
Fiony:
Udah kalian jangan bertengkar lebih baik kita makan dulu yuk, Mama Aku udah siapin sarapannya
Zee:
Ayo Fiony biar kita bantu
Lalu mereka menuju ke ruang makan untuk makan malam. Di rumah Ara (Malam hari)
Julian:
Ara gimana sekolah kamu baik - baik aja kan ?
Ara:
Iya Kak Julian sekolah aku baik - baik aja kok, malah sekarang aku seneng karena sekarang aku punya banyak temen di sekolah yang baru (Tersenyum)
Julian:
Baguslah kalau gitu, oh iya Ara Kakak mau tanya memangnya kamu kenal sama teman kuliah Kakak sejak kapan ?
Ara:
Teman kuliah Kakak yang mana ?
Julian:
Astaga Ara, teman kamu yang waktu itu nemuin sama kembalikan dompet Kak Julian
Ara:
Oh Kak Jinan sama Kak Cindy kalau ketemuan sih aku waktu masih jadi Member ya Kak
Julian:
Jadi nama mereka Jinan sama Cindy (Suara hati)
Ara:
Memangnya ada apa Kak Julian tanya - tanya Kak Cindy sama Kak Jinan?, jangan - jangan Kak Julian
Julian:
Enggak Ara, Kak Julian cuman pingin tau aja
__ADS_1
Ara:
Aku kira Kakak suka diantara mereka berdua (Tersenyum), tapi Kak Julian harus inget kalau Kak Jinan itu nggak boleh pacaran tapi kalau Kak Cindy sudah punya pacar
Julian:
Kak Julian tau kok Ra, kalau soal itu
Ara:
Tau dari mana
Julian:
Kamu kan tadi barusan bilang sama Kakak
Ara:
Oh iya
Setelah itu 2 jam kemudian di kamar.
Rangga:
Ara kamu masih belum selesai ngerjain tugasnya ?
Ara:
Iya soalnya masih banyak lagi yang harus aku kerjain
Rangga:
Baru 7 minggu lebih kamu masuk sekolah aja udah sebanyak ini tugas kamu, gimana nanti kedepannya pasti lebih banyak lagi tugasnya
Ara:
Ya enggak dong Rangga, namanya juga tugas seorang murid sekolah
Rangga:
Kalu gitu biar aku bantu gimana ?
Ara:
Memangnya kamu tau tentang pelajaran aku
Rangga:
(Tersenyum) Ya nanti kamu bisa lihat sendiri hasilnya (Duduk sebelah Ara)
Ara:
Oke, Tapi awas ya kalau tugas aku salah, kamu aku salahin nanti
Rangga:
Iya Ara kamu tenang aja, sama aku tugas apapun selesai apa lagi tugas segampang ini
Ara:
Oke
Ara dan Rangga lalu mengerjakan sambil makan, setelah itu Ara tertidur pulas sambil bersandar di pundak Rangga, Rangga lalu melihat dan tersenyum kepada Ara yang tertidur.
Rangga:
Kamu kasihan sekali Ara, pasti kamu lelah banget ya Ra
Kemudian Rangga membaringkan Ara ke tempat tidur.
Rangga:
Sekarang gue harus ngerjain tugas Ara sampai selesai
Keesokan Harinya (Pagi Hari), Ara terbangun dari tidurnya dan melihat Rangga yang sedang tertidur di depan meja belajar.
Ara:
(Menguap dan kebingungan) Ya ampun kok aku bisa ada disini, (Melihat Rangga dan menghampiri) pasti dia ngerjain tugasku sampai kecapekan, tapi dilihat - lihat kalau lagi tidur Rangga ganteng juga ya (Tersenyum sambil menatap Rangga, Suara hati)
Rangga lalu terbangun.
Rangga:
Ara, kamu kenapa liatin aku kayak gitu
Ara:
(Tersenyum) Enggak pp kok, cuman aku kaget aja ternyata seorang pangeran ghaib bisa tidur juga ya
Rangga:
Ya bisa dong Ra, aku kan juga manusia biasa
Ara:
Manusia biasa ya (Tersenyum)
Di ruang makan
Julian:
Ara:
Selamat pagi Kak Julian
Julian:
Ini kakak buatin makanan kesukaan kamu
Ara:
Terima kasih ya Kak (Tersenyum)
Julian:
Oh iya Ara, nanti kamu kakak ijinin pakai mobil sendiri ya, soalnya nanti kakak harus pergi sama temen - temen kakak
Ara:
Kak Julian serius (Tersenyum)
Julian:
Iya Ra
Ara:
Terima kasih ya kak
Julian:
Sama - sama
Setelah mereka makan pagi Ara dan julian berangkat ke tempat mereka masing - masing. Di perjalanan, didalam mobil Ara.
Rangga:
Ternyata kamu bisa bawa mobil ya Ra ?
Ara:
Iya dong karena waktu sma 1 itu aku kan belajar nyetir mobil
Rangga:
Hebat dong, tapi bukannya kalau menyetir mobil itu harus umur 17 ke atas kan
Ara:
Iya juga sih
Di Sekolah SMK Tunas Harapan.
Reva:
Kak Chika
Chika:
Reva, Flora kalian barengan naik sepeda motor
Reva:
Iya kak tadi soalnya sekalian ke theater juga
Chika:
Oh gitu, terus kalian ketemu sama Christy nggak hari ini
Reva:
Enggak tuh kak memangnya kenapa ?
Chika:
Ya nggak pp sih, cuman tanyak doang
Raisha:
Kak Chika (keluar dari mobil), kenapa kakak enggak bangunin aku
Chika:
Habisnya kamu tidur nyenyak banget, jadi aku nggak mau bangunin kamu
Reva:
Raisha juga bareng semobil sama Kak Chika
Chika:
Iya tadi aku ketemu dia di jalan terus aku ajak bareng ke sekolah
Flora:
__ADS_1
Ya udah lebih baik kita masuk ke kelas
Reva:
Ayo
Ketika mereka berempat ingin masuk ke dalam kelas.
Chika:
Mobil siapa itu ?
Flora:
Mungkin itu mobilnya Pak Rudi
Raisha:
tapi kayaknya itu bukan mobilnya Pak Rudi deh kak
Lalu Ara keluar dari mobil itu dan seluruh sekolah terkejut.
Chika: Ara
SMA Cahaya Harapan.
Pak Budi:
Bryan, kamu sudah paham apa yang bapak jelaskan tadi ?
Bryan:
Baik pak saya paham, nanti biar saya carikan tema yang bagus untuk mading di sekolah ini
Bryan lalu keluar dari ruang guru, dan didepan ruang guru Bryan bertemu dengan Zee lalu mereka saling berbicara.
Zee:
Bryan
Bryan:
Zee kamu kok ada disini
Zee:
Ya soalnya aku mau bicara sama kamu
Bryan:
Bicara tentang apa ?
Zee:
Tapi jangan disini gimana kalu kita ngobrolnya diatas aja
Bryan:
Oke
Di lapangan atas sekolah.
Bryan:
Memangnya penting ya Zee sampai - sampai kita ngomongnya disini
Zee:
Iya Bryan, sekarang aku mau tanya sama kamu, kalau menurut kamu Langit itu gimana sih orangnya
Bryan:
Kenapa kamu tiba - tiba bertanya tentang sifat Langit
Zee:
Ya aku cuman ingin tau aja sih sifat dia gitu
Bryan:
Oke, jadi Langit itu orangnya baik dan jujur, apalagi kalau sama wanita
Zee:
Maksud kamu !
Bryan:
Jadi Langit itu orangnya enggak suka kalau ada yang lagi jahatin wanita apalagi samapi wanita itu menangis
Zee:
Oke
Bryan:
Kamu kenapa bertanya tentang Langit, kamu suka ya sama dia ?
Zee:
Enggak kok (Gugup), ya udah kalau gitu aku harus masuk ke kelas dulu
Zee lalu pergi meninggalkan Bryan
Bryan:
Zee... Zee (Tersenyum)
Di depan sekolah, Christy melihat Zee dan Bryan turun dari atas lantai 2.
Christy:
Zee, Bryan
Zee, Bryan:
Christy
Zee:
Kamu kemana aja, terus kamu kenapa enggak balas pesan aku ?
Christy:
Maaf Zee aku kemarin lagi ketiduran, terus kalian habis ngapain kok kalian berduaan di atas
Bryan:
Kamu jangan berfikir negatif dulu Christy, jadi Zee cuman...
Zee:
Tadi aku cuman mau cerita - cerita aja kok
Christy:
Oh gitu
Lalu Christy meninggalkan mereka berdua
Zee:
Christy kenapa ya Bryan
Bryan:
Aku juga kurang tau tapi dari wajahnya Christy, dia kayaknya lagi cemberut gitu
Zee:
Lebih baik aku tanya sama dia (Suara Hati), Christy tunggu
Christy tetap tidak mendengarkan Zee dan terus berjalan hingga tersandung dan ingin terjatuh
Zee:
Christy
Bryan:
Christy, (Melesat dengan cepat)
Bryan lalu berhasil menangkap
Christy, Zee dan Christy kebingungan.
Christy:
Bryan kenapa dia bisa ada di sebelah aku (Kebingungan sambil menatap Bryan)
Bryan:
Christy, kamu nggak pp kan
Christy tetap melamun dan menatap Bryan, kemudian Zee menghampiri mereka.
Zee:
Christy, Bryan
Christy:
Maaf - maaf (Gugup)
Bryan:
Christy, kamu kenapa kok tadi jalannya sambil bengong gitu, hampir aja tadi kamu jatuh
Zee:
Iya Christy, kamu kenapa kalau ada masalh cerita sama aku
Christy:
Enggak Zee aku nggak pp kok (Tersenyum)
__ADS_1
Christy lalu pergi dan masuk ke kelas, lalu bel pelajaran sekolah mulai berbunyi.
Bersambung...