
Di lapangan sekolah.
Raisha :
Victor lepasin nggak tangan aku (kesal)
Lyn :
Raisha, lepasin aku
Victor :
Fajar, Michael pegang dia, kalian semua denger, Raisha dulunya itu adalah mantan gue, dan sekarang gue minta sama elo terima cinta gue didepan semua anak anak yang ada disini
Murid 1 :
Victor elo udah nggak waras ya, elo lupa kalau Raisha itu adalah member JKT48 yang nggak boleh pacaran sama sekali
Raisha :
Kamu bilang apa tadi, jangan sembarangan kalau ngomong ya
Cindy :
Victor, tolong lepasin mereka berdua
Victor :
Kak Cindy (tersenyum)
Pak Rudi :
Victor lepaskan tangan mereka berdua
Di Ruang Kepala Sekolah.
Bu Dewi :
Kalian bertiga selalu saja membuat masalah terus, kalau kalian seperti ini terus terpaksa Ibu akan mengeluarkan kalian bertiga dari sekolah ini
Victor :
Apa, gak bisa gitu dong bu, orang tua saya kan sudah memberikan semua kebutuhan sekolah ini
Bu Dewi :
Iya Ibu tahu itu, tetapi sekarang orang tua kamu kan sudah tidak menjadi donatur di sekolah ini lagi Victor
Victor :
Bagaimana bisa ?
Pak Rudi:
Lebih baik kamu tanyak saja sama orang tua kamu Victor
Setelah mereka bertiga dari ruang kepala sekolah, waktu pulang sekolah mereka bertemu dengan Shani dan teman-teman yang lainnya.
Feni :
Shani, gimana kepala kamu apa masih sakit ?
Shani :
Kok kamu tau feni kalau kepala aku sakit
Gracia :
Tadi aku yang bilang sama Feni, Shani
Shani :
Oh gitu ya
Rafael :
Shani (memanggil dari kejauhan), jangan lupa nanti malam kan kita ada tugas drama buat kelulusan kelas kita nanti
Gracia :
Tapi maaf Rafael, aku sudah mengubah anggota kelompok yang dibagikan Bu Mira tadi
Rafael :
Gracia.... (marah)
Shani :
Kalau kamu protes, aku akan kasih tau ke Bu Mira, kalau kamu enggak setuju dengan keputusan Gracia
Rafael :
Jangan dong Shani, oke aku mau kalau gitu, ((padahal aku cuma mau sekelompok sama Shani aja, tapi mau gimana lagi),suara hati)
Lalu Rafael pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kesal.
Feni :
Dia siapa Shan, Gre ?
Shani :
Dia itu namanya Rafael teman sekelas kita yang suka deketin Shani
Feni :
Oh gitu ya
Fiony :
Ternyata masih ada disini kalian bertiga
Gracia :
Memangnya kenapa Fiony ?
Fiony :
Bus kita sudah datang tuh, kakak nggak mau naik !
Shani :
Oh iya maaf, kak Shani lupa kalau busnya udah datang gara-gara keasikan ngobrol nih
Fiony :
Memangnya kalian ngobrolin apa ?
Shani :
Udahlah nggak penting lebih baik kita masuk bus aja
Gracia & Feni :
Yuk
Setelah itu mereka masuk ke dalam Bus milik JKT48, Seketika Christy di dalam Bis, dia melihat Bryan yang sedang mengendarai sepeda motor, ketika Christy menatapi langit.
Christy :
Gimana ya nanti nilai Ujianku, bagus atau enggak ya nilainya (suara hati)
Bryan : Gimana caranya aku bisa fokus sama pelajaran sedangkan papa masih terbaring di rumah sakit (suara hati)
Lalu berhentilah di lampu lalu lintas.
Christy :
Lebih baik aku dengerin musik aja, supaya aku nggak stres mikirin pelajaran terus, (melihat Bryan)
Bryan lalu juga menoleh ke arah bus dan melihat Christy yang berada di dalam bus itu.
Bryan :
Christy, (menghadap ke depan sambil tersenyum), cewek itu lagi
Lalu semua kendaraan berjalan ketika lampu hijau menyala, Sore hari
Di tempat balkon sekolah tiba-tiba seseorang turun dari atas Langit, dan langit terang yang pertamanya pun menjadi gelap, suara hembusan angin begitu kencang.
Pria :
Akhirnya, gue bisa melihat dunia kembali setelah mereka masukin gue kedalam penjara
Pria 2 :
Tapi elo yakin kita nggak bakal ketahuan kalau hidup di bumi manusia
Pria :
Elo tenang aja, gue jamin kita nggak bakal ketahuan kalau kita hidup berdampingan sama manusia
Pria 2 :
Terus rencana lo buat selanjutnya apa
Pria :
__ADS_1
Ikut gue
Lalu mereka pergi dengan cara teleportasi.
Di rumah sakit.
Bryan :
Halo pa, gimana kabar papa sekarang (tersenyum), semoga papa baik-baik aja
Dokter :
Permisi mas Bryan
Bryan :
Dokter, bagaimana kondisi papa saya sekarang ?
Dokter :
Kamu bisa ke ruang saya !
Bryan :
Baik Dokter
Di ruang Dokter.
Dokter :
Jadi begini Mas Bryan, saya sebelumnya minta maaf jadi kondisi bapak Reno semakin memburuk
Bryan :
Apa Dokter ?
Dokter :
Jadi saya sarankan untuk anda,kita harus melakukan operasi ke 3, kalau tidak papa kamu bisa meninggal Bryan
Ketika dokter dan Bryan membicarakan cara menyembuhkan papa Bryan, tiba-tiba suster memanggil Dokter bahwa.
Suster :
Dokter (berteriak), pasien yang bernama Bapak Reno mengalami kejang-kejang Dok
Bryan :
Apa suster, papa (berlari menuju ke ruang)
Dokter :
Ayo kita kesana suster
Sesampai disana Bryan ketakutan dan menangis, sedangkan Dokter berusaha menolong papa Reno namun sayangnya papa Bryan tidak bisa diselamatkan, dan akhirnya Papa Bryan meninggal dunia, lalu Bryan menangis, Keesokan harinya Jinan dan keluarganya datang untuk membantu pemakaman jenazah ayah Bryan.
Keesokan harinya di Pemakaman.
Bryan :
Papa bangun pa jangan tinggalin aku sendirian (menangis)
Jinan :
Bryan, kamu sabar ya ikhlas kan kepergian papa kamu (sedih)
Papa Jinan :
Iya Bryan, kamu harus sabar, om sama tante juga kehilangan papa kamu
Shani, Gracia dan Pak Herman datang menghadiri ke tempat pemakaman itu, Shani dan Gracia terkejut bahwa anak om jinan adalah Bryan.
Di tempat jalan pemakaman
Shani :
Jadi, Bryan itu saudara sepupu kamu jinan !
Jinan :
Jinan, iya Kak Shani, Kak Gracia, maafin aku ya karena sudah bohong sama kalian semua
Gracia :
Jinan, kamu nggak perlu kok minta maaf, yang paling terpenting kamu sudah jujur sama kita berdua
Bryan :
Kak Gracia, Kak Shani terima kasih karena sudah datang di pemakamam papa saya
Shani :
Siang Hari, Dirumah Bryan, Bryan dan Jinan sedang membersihkan barang milik Bryan untuk dipindahkan ke rumah dekat Jinan, karena Bryan ingin menjadi anak mandiri yang tidak ingin menyusahkan orang lain.
Di rumah Baru Bryan.
Jinan :
Bryan, kamu sedang apa ?
Bryan :
Kak Jinan (sedih)
Jinan :
Itu kotaknya siapa Bryan ? (melihat kotak)
Bryan :
Kotak ini punya papa yang disimpan sama papa selama bertahun-tahun, dan sampai sekarang aku masih belum tau ini isinya apa ?
Jinan :
Gimana kalau kita buka aja ?
Bryan :
Tapi gimana caranya Kak Jinan kotaknya kan masih di gembok !
Jinan :
Iya juga sih
Mereka berdua lalu berpikir bagaimana cara untuk membuka kotak itu, setelah itu mereka berdua berhasil membuka kotak itu menggunakan kunci yang berada didalam tas milik papa Bryan.
Jinan, Bryan :
Akhirnya Bisa juga (tersenyum
Jinan :
Tapi kenapa enggak dari tadi kasih tau, kalau ada kunci kotak ini Bryan (tersenyum)
Bryan :
Ya maaf Kak Jinan, kan aku baru inget kalau papa pernah nyimpen kuncinya (tersenyum)
Jinan :
Ya udah lebih baik kamu buka kotaknya
Ketika Bryan dan Jinan membuka kotak itu, kotak yang dipegang Bryan itu mengeluarkan cahaya, sehingga terjadilah sesuatu pada mereka berdua.
Malam Hari.
Celine :
Kak Jinan, bangun
Shani :
Mereka berdua kenapa bisa seperti ini tante ?
Mama Jinan :
Tante juga kurang tau Shani, tapi waktu papa nya Jinan ke sini mereka berdua sudah pingsan seperti ini
Lalu Jinan bangun dari pingsannya.
Jinan :
Aduh, aku ada dimana ini ?
Mama Jinan :
Jinan, kamu udah bangun sayang syukurlah (memeluk Jinan dan cemas)
Jinan :
Mama, Celine, temen-temen kalian kok ada disini semua !
Celine :
Tadi Kak Jinan itu habis pingsan terus papanya Kak Jinan membawa ke kamar ini
Jinan :
__ADS_1
Apa aku Pingsan, terus dimana Bryan
Kamar Bryan.
Papa Jinan :
Baik Dok, terima kasih
Dokter :
Sama-sama Pak, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu
Bryan & Papa Jinan :
Iya silakan
Papa Jinan lalu mengantar dokter sampai ke depan Rumah.
Papa Jinan :
Mari saya antar sampai depan Dok
Bryan :
Kenapa sama aku ya, kok tiba-tiba aku pingsan sama Kak Jinan
Jinan :
Bryan
Bryan :
Kak Jinan, gimana keadaan Kakak, baik-baik aja kan ?
Jinan :
Iya aku nggak pp kok, Kamu gimana ?
Bryan :
Aku nggak pp kok
Jinan :
Syukurlah kalau gitu (cemas)
Shani :
Sebenarnya kalian berdua kenapa sih, kok seperti tegang gitu ?
Jinan :
Jadi gini Kak Shani, kita itu lagi beres-beres rumah Bryan, terus Bryan itu menemukan kotak milik papanya, kemudian kita cari caranya untuk membuka kotak itu, dan akhirnya kotak milik Om Reno itu kita buka, waktu kita membuka kotak itu, kita melihat cahaya dalam kotak itu, tetapi.....
Celine :
Tetapi kenapa Kak Jinan ?
Bryan :
Kita berdua nggak inget kejadian selanjutnya seperti apa, yang hanya tau kita berdua sudah ada di kamar kita
Shani :
Sebentar Bryan itu kalung kamu ya, perasaan aku, kamu kan nggak pernah pakai kalung
Bryan :
Oh iya juga, Kak Jinan juga kalung itu kan sebelumnya nggak punya
Lalu Jinan dan Bryan berusaha melepaskan kalungnya namun mereka tidak berhasil melepaskan kalung yang berada di leher mereka berdua.
Jinan :
Kok nggak bisa di lepas kalungnya
Bryan :
Iya Kak punyaku juga nggak bisa di lepas
Shani :
Kok bisa gitu ya, kenapa kalung itu nggak bisa dilepas sama Bryan dan Jinan (suara hati)
Jinan :
Kalian ada solusi nggak buat melepaskan kalung ini !
Gracia :
Aku tahu, Gimana kalau kalian berdua besok ikut aku ?
Bryan :
Ikut kemana Kak ?
Gracia :
Kalian besok pasti juga akan tau (tersenyum)
Keesokan Harinya.
Di Aula Sekolah, Jam istirahat.
Shani :
Gimana Gracia bisa dilepas nggak kalungnya ?
Gracia :
Ternyata bisa Shani (tersenyum)
Jinan :
Akhirnya aku bisa melepaskan kalung itu, terima kasih Kak Gracia
Gracia :
Oh iya dari tadi aku nggak melihat Bryan , kira-kira dia ada dimana ya ?
Shani :
Mungkin dia masih sedih dan mau sendiri dulu, karena dia kemarin kan habis kehilangan papanya
Di balkon sekolah atas, Bryan sedang melihat langit dan pemandangan, kemudian Christy datang untuk memberikan semangat lepada Bryan.
Christy :
Ternyata kamu ada disini
Bryan :
Christy
Christy :
Hai Bryan (tersenyum)
Bryan :
Christy, kamu kenapa bisa tau kalau aku ada di sini ?
Christy :
Bryan, aku kan teman kamu, apalagi kan kamu sering bilang sama aku
Bryan :
Iya juga sih (tersenyum)
Christy :
Bryan, aku turut berduka cita atas meninggalnya papa kamu, maaf kalau aku nggak sempat kesana
Bryan :
Iya Christy nggak pp kok, lagian waktu itu kan kamu sekolah
Christy :
(Tersenyum), aku juga baru tau kalau kamu itu saudara sepupunya Kak Jinan, tapi kenapa kamu nggak mau bilang jujur sama aku
Bryan :
Iya maaf deh kalau soal itu (tersenyum)
Christy :
Tapi kalau boleh jujur ya Bryan, kamu itu salah satu cowok yang bisa menghadapi masalah kamu sendiri (tersenyum)
Bryan :
Memang iya ? (Tersenyum)
Christy dan Bryan tersenyum sambil menatap langit.
Bersambung.....
__ADS_1