Flying High

Flying High
KESEDIHAN BRYAN


__ADS_3

Di lapangan sekolah.


Raisha :


Victor lepasin nggak tangan aku (kesal)


Lyn :


Raisha, lepasin aku


Victor :


Fajar, Michael pegang dia, kalian semua denger, Raisha dulunya itu adalah mantan gue, dan sekarang gue minta sama elo terima cinta gue didepan semua anak anak yang ada disini


Murid 1 :


Victor elo udah nggak waras ya, elo lupa kalau Raisha itu adalah member JKT48 yang nggak boleh pacaran sama sekali


Raisha :


Kamu bilang apa tadi, jangan sembarangan kalau ngomong ya


Cindy :


Victor, tolong lepasin mereka berdua


Victor :


Kak Cindy (tersenyum)


Pak Rudi :


Victor lepaskan tangan mereka berdua


Di Ruang Kepala Sekolah.


Bu Dewi :


Kalian bertiga selalu saja membuat masalah terus, kalau kalian seperti ini terus terpaksa Ibu akan mengeluarkan kalian bertiga dari sekolah ini


Victor :


Apa, gak bisa gitu dong bu, orang tua saya kan sudah memberikan semua kebutuhan sekolah ini


Bu Dewi :


Iya Ibu tahu itu, tetapi sekarang orang tua kamu kan sudah tidak menjadi donatur di sekolah ini lagi Victor


Victor :


Bagaimana bisa ?


Pak Rudi:


Lebih baik kamu tanyak saja sama orang tua kamu Victor


Setelah mereka bertiga dari ruang kepala sekolah, waktu pulang sekolah mereka bertemu dengan Shani dan teman-teman yang lainnya.


Feni :


Shani, gimana kepala kamu apa masih sakit ?


Shani :


Kok kamu tau feni kalau kepala aku sakit


Gracia :


Tadi aku yang bilang sama Feni, Shani


Shani :


Oh gitu ya


Rafael :


Shani (memanggil dari kejauhan), jangan lupa nanti malam kan kita ada tugas drama buat kelulusan kelas kita nanti


Gracia :


Tapi maaf Rafael, aku sudah mengubah anggota kelompok yang dibagikan Bu Mira tadi


Rafael :


Gracia.... (marah)


Shani :


Kalau kamu protes, aku akan kasih tau ke Bu Mira, kalau kamu enggak setuju dengan keputusan Gracia


Rafael :


Jangan dong Shani, oke aku mau kalau gitu, ((padahal aku cuma mau sekelompok sama Shani aja, tapi mau gimana lagi),suara hati)


Lalu Rafael pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kesal.


Feni :


Dia siapa Shan, Gre ?


Shani :


Dia itu namanya Rafael teman sekelas kita yang suka deketin Shani


Feni :


Oh gitu ya


Fiony :


Ternyata masih ada disini kalian bertiga


Gracia :


Memangnya kenapa Fiony ?


Fiony :


Bus kita sudah datang tuh, kakak nggak mau naik !


Shani :


Oh iya maaf, kak Shani lupa kalau busnya udah datang gara-gara keasikan ngobrol nih


Fiony :


Memangnya kalian ngobrolin apa ?


Shani :


Udahlah nggak penting lebih baik kita masuk bus aja


Gracia & Feni :


Yuk


Setelah itu mereka masuk ke dalam Bus milik JKT48, Seketika Christy di dalam Bis, dia melihat Bryan yang sedang mengendarai sepeda motor, ketika Christy menatapi langit.


Christy :


Gimana ya nanti nilai Ujianku, bagus atau enggak ya nilainya (suara hati)


Bryan : Gimana caranya aku bisa fokus sama pelajaran sedangkan papa masih terbaring di rumah sakit (suara hati)


Lalu berhentilah di lampu lalu lintas.


Christy :


Lebih baik aku dengerin musik aja, supaya aku nggak stres mikirin pelajaran terus, (melihat Bryan)


Bryan lalu juga menoleh ke arah bus dan melihat Christy yang berada di dalam bus itu.


Bryan :


Christy, (menghadap ke depan sambil tersenyum), cewek itu lagi


Lalu semua kendaraan berjalan ketika lampu hijau menyala, Sore hari


Di tempat balkon sekolah tiba-tiba seseorang turun dari atas Langit, dan langit terang yang pertamanya pun menjadi gelap, suara hembusan angin begitu kencang.


Pria :


Akhirnya, gue bisa melihat dunia kembali setelah mereka masukin gue kedalam penjara


Pria 2 :


Tapi elo yakin kita nggak bakal ketahuan kalau hidup di bumi manusia


Pria :


Elo tenang aja, gue jamin kita nggak bakal ketahuan kalau kita hidup berdampingan sama manusia


Pria 2 :


Terus rencana lo buat selanjutnya apa


Pria :

__ADS_1


Ikut gue


Lalu mereka pergi dengan cara teleportasi.


Di rumah sakit.


Bryan :


Halo pa, gimana kabar papa sekarang (tersenyum), semoga papa baik-baik aja


Dokter :


Permisi mas Bryan


Bryan :


Dokter, bagaimana kondisi papa saya sekarang ?


Dokter :


Kamu bisa ke ruang saya !


Bryan :


Baik Dokter


Di ruang Dokter.


Dokter :


Jadi begini Mas Bryan, saya sebelumnya minta maaf jadi kondisi bapak Reno semakin memburuk


Bryan :


Apa Dokter ?


Dokter :


Jadi saya sarankan untuk anda,kita harus melakukan operasi ke 3, kalau tidak papa kamu bisa meninggal Bryan


Ketika dokter dan Bryan membicarakan cara menyembuhkan papa Bryan, tiba-tiba suster memanggil Dokter bahwa.


Suster :


Dokter (berteriak), pasien yang bernama Bapak Reno mengalami kejang-kejang Dok


Bryan :


Apa suster, papa (berlari menuju ke ruang)


Dokter :


Ayo kita kesana suster


Sesampai disana Bryan ketakutan dan menangis, sedangkan Dokter berusaha menolong papa Reno namun sayangnya papa Bryan tidak bisa diselamatkan, dan akhirnya Papa Bryan meninggal dunia, lalu Bryan menangis, Keesokan harinya Jinan dan keluarganya datang untuk membantu pemakaman jenazah ayah Bryan.


Keesokan harinya di Pemakaman.


Bryan :


Papa bangun pa jangan tinggalin aku sendirian (menangis)


Jinan :


Bryan, kamu sabar ya ikhlas kan kepergian papa kamu (sedih)


Papa Jinan :


Iya Bryan, kamu harus sabar, om sama tante juga kehilangan papa kamu


Shani, Gracia dan Pak Herman datang menghadiri ke tempat pemakaman itu, Shani dan Gracia terkejut bahwa anak om jinan adalah Bryan.


Di tempat jalan pemakaman


Shani :


Jadi, Bryan itu saudara sepupu kamu jinan !


Jinan :


Jinan, iya Kak Shani, Kak Gracia, maafin aku ya karena sudah bohong sama kalian semua


Gracia :


Jinan, kamu nggak perlu kok minta maaf, yang paling terpenting kamu sudah jujur sama kita berdua


Bryan :


Kak Gracia, Kak Shani terima kasih karena sudah datang di pemakamam papa saya


Shani :


Siang Hari, Dirumah Bryan, Bryan dan Jinan sedang membersihkan barang milik Bryan untuk dipindahkan ke rumah dekat Jinan, karena Bryan ingin menjadi anak mandiri yang tidak ingin menyusahkan orang lain.


Di rumah Baru Bryan.


Jinan :


Bryan, kamu sedang apa ?


Bryan :


Kak Jinan (sedih)


Jinan :


Itu kotaknya siapa Bryan ? (melihat kotak)


Bryan :


Kotak ini punya papa yang disimpan sama papa selama bertahun-tahun, dan sampai sekarang aku masih belum tau ini isinya apa ?


Jinan :


Gimana kalau kita buka aja ?


Bryan :


Tapi gimana caranya Kak Jinan kotaknya kan masih di gembok !


Jinan :


Iya juga sih


Mereka berdua lalu berpikir bagaimana cara untuk membuka kotak itu, setelah itu mereka berdua berhasil membuka kotak itu menggunakan kunci yang berada didalam tas milik papa Bryan.


Jinan, Bryan :


Akhirnya Bisa juga (tersenyum


Jinan :


Tapi kenapa enggak dari tadi kasih tau, kalau ada kunci kotak ini Bryan (tersenyum)


Bryan :


Ya maaf Kak Jinan, kan aku baru inget kalau papa pernah nyimpen kuncinya (tersenyum)


Jinan :


Ya udah lebih baik kamu buka kotaknya


Ketika Bryan dan Jinan membuka kotak itu, kotak yang dipegang Bryan itu mengeluarkan cahaya, sehingga terjadilah sesuatu pada mereka berdua.


Malam Hari.


Celine :


Kak Jinan, bangun


Shani :


Mereka berdua kenapa bisa seperti ini tante ?


Mama Jinan :


Tante juga kurang tau Shani, tapi waktu papa nya Jinan ke sini mereka berdua sudah pingsan seperti ini


Lalu Jinan bangun dari pingsannya.


Jinan :


Aduh, aku ada dimana ini ?


Mama Jinan :


Jinan, kamu udah bangun sayang syukurlah (memeluk Jinan dan cemas)


Jinan :


Mama, Celine, temen-temen kalian kok ada disini semua !


Celine :


Tadi Kak Jinan itu habis pingsan terus papanya Kak Jinan membawa ke kamar ini


Jinan :

__ADS_1


Apa aku Pingsan, terus dimana Bryan


Kamar Bryan.


Papa Jinan :


Baik Dok, terima kasih


Dokter :


Sama-sama Pak, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu


Bryan & Papa Jinan :


Iya silakan


Papa Jinan lalu mengantar dokter sampai ke depan Rumah.


Papa Jinan :


Mari saya antar sampai depan Dok


Bryan :


Kenapa sama aku ya, kok tiba-tiba aku pingsan sama Kak Jinan


Jinan :


Bryan


Bryan :


Kak Jinan, gimana keadaan Kakak, baik-baik aja kan ?


Jinan :


Iya aku nggak pp kok, Kamu gimana ?


Bryan :


Aku nggak pp kok


Jinan :


Syukurlah kalau gitu (cemas)


Shani :


Sebenarnya kalian berdua kenapa sih, kok seperti tegang gitu ?


Jinan :


Jadi gini Kak Shani, kita itu lagi beres-beres rumah Bryan, terus Bryan itu menemukan kotak milik papanya, kemudian kita cari caranya untuk membuka kotak itu, dan akhirnya kotak milik Om Reno itu kita buka, waktu kita membuka kotak itu, kita melihat cahaya dalam kotak itu, tetapi.....


Celine :


Tetapi kenapa Kak Jinan ?


Bryan :


Kita berdua nggak inget kejadian selanjutnya seperti apa, yang hanya tau kita berdua sudah ada di kamar kita


Shani :


Sebentar Bryan itu kalung kamu ya, perasaan aku, kamu kan nggak pernah pakai kalung


Bryan :


Oh iya juga, Kak Jinan juga kalung itu kan sebelumnya nggak punya


Lalu Jinan dan Bryan berusaha melepaskan kalungnya namun mereka tidak berhasil melepaskan kalung yang berada di leher mereka berdua.


Jinan :


Kok nggak bisa di lepas kalungnya


Bryan :


Iya Kak punyaku juga nggak bisa di lepas


Shani :


Kok bisa gitu ya, kenapa kalung itu nggak bisa dilepas sama Bryan dan Jinan (suara hati)


Jinan :


Kalian ada solusi nggak buat melepaskan kalung ini !


Gracia :


Aku tahu, Gimana kalau kalian berdua besok ikut aku ?


Bryan :


Ikut kemana Kak ?


Gracia :


Kalian besok pasti juga akan tau (tersenyum)


Keesokan Harinya.


Di Aula Sekolah, Jam istirahat.


Shani :


Gimana Gracia bisa dilepas nggak kalungnya ?


Gracia :


Ternyata bisa Shani (tersenyum)


Jinan :


Akhirnya aku bisa melepaskan kalung itu, terima kasih Kak Gracia


Gracia :


Oh iya dari tadi aku nggak melihat Bryan , kira-kira dia ada dimana ya ?


Shani :


Mungkin dia masih sedih dan mau sendiri dulu, karena dia kemarin kan habis kehilangan papanya


Di balkon sekolah atas, Bryan sedang melihat langit dan pemandangan, kemudian Christy datang untuk memberikan semangat lepada Bryan.


Christy :


Ternyata kamu ada disini


Bryan :


Christy


Christy :


Hai Bryan (tersenyum)


Bryan :


Christy, kamu kenapa bisa tau kalau aku ada di sini ?


Christy :


Bryan, aku kan teman kamu, apalagi kan kamu sering bilang sama aku


Bryan :


Iya juga sih (tersenyum)


Christy :


Bryan, aku turut berduka cita atas meninggalnya papa kamu, maaf kalau aku nggak sempat kesana


Bryan :


Iya Christy nggak pp kok, lagian waktu itu kan kamu sekolah


Christy :


(Tersenyum), aku juga baru tau kalau kamu itu saudara sepupunya Kak Jinan, tapi kenapa kamu nggak mau bilang jujur sama aku


Bryan :


Iya maaf deh kalau soal itu (tersenyum)


Christy :


Tapi kalau boleh jujur ya Bryan, kamu itu salah satu cowok yang bisa menghadapi masalah kamu sendiri (tersenyum)


Bryan :


Memang iya ? (Tersenyum)


Christy dan Bryan tersenyum sambil menatap langit.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2