
Christy:
Astaga suster, biar saya bantu
Suster:
Iya terima kasih mbak
Christy:
Kalau boleh tau suster marahin siapa ?
Suster:
Oh itu tadi ada pria yang kena senggol piring saya, terus tiba-tiba orang itu terburu-buru pergi, saya juga kurang tau kenapa dia lari waktu mbaknya menuju ke sini
Christy:
Kenapa dia kabur ya, padahal aku belum marahin dia (suara hati)
Suster:
Kalau begitu saya permisi mbak, Terima kasih sudah membantu saya
Christy:
Oh iya sama-sama suster (tersenyum)
Shani:
Christy, yuk kita masuk
Christy:
Iya kak Shani
Lalu mereka masuk ke dalam ruang om Jinan, untuk menjenguk nya hanya sedikit orang jadi hanya Shani, Gracia, Zee, dan Christy yang akan masuk.
Di dalam ruang VIP om Jinan.
Shani:
Jinan, om kamu masih belum ada perkembangannya ya ?
Jinan:
Iya kak semalam soalnya habis di operasi, apalagi kata dokter butuh beberapa hari om aku untuk sadar
Zee:
Kasihan banget sih, tapi dari tadi kita nggak lihat tu keluarganya
Gracia:
Mungkin mereka masih beli makanan buat om kamu ya Jinan ?
Jinan:
Jadi gini Tante aku itu udah meninggal 2 tahun yang lalu, jadi sekarang om aku tinggal sama anaknya
Christy:
Terus kemana dia kok nggak bantu jagain papanya sih, dasar anak tidak berbakti sama orang tua
Jinan:
Bukan gitu Christy sementara ini aku yang jagain om aku di sini
Shani:
Jadi kamu gantian jaganya ya Jinan, kalau boleh tau namanya siapa ?, soalnya dia saudara sepupu kamu kan !
Jinan:
Sebenarnya gini kak Shani dia itu nggak suka namanya dikasih tau sama orang lain gitu, jadi maaf aku nggak bisa kasih tau namanya, kalau aku kasih tau dia bakal marah sama aku dan bertengkar lagi kasihan kan nanti om Reno
Gracia:
Kok Jinan kayaknya ada yang disembunyikan gitu ya...! (Suara hati)
Shani:
Iya juga sih, nanti kasihan kamu nya lagi
Ketika mereka semua ingin keluar dari ruang itu, lalu om Jinan tiba-tiba memanggil nama Bryan
Om Jinan:
Bryan.....Bryan.....Bryan, kamu dimana ?
lalu semua teman-teman Jinan terkejut dan agak sedikit bingung.
Shani:
Bryan, Jinan maksud om kamu apa kok dia panggil nama Bryan !
Jinan:
(Tegang), om Reno tunggu sebentar aku panggil dokter dulu ya temen-temen
Jinan pun keluar memanggil dokter untuk memberi tahu bahwa om Reno sudah sadar, tetapi setelah 2 menit kemudian dia istirahat kembali
3 menit kemudian, di depan ruang VIP
Jinan:
Kak Shani, dan teman-teman semuanya terima kasih karena kalian sudah mau menjenguk om aku, tapi maaf kak Shani, kaliandengar sendirikan kalau om Reno sudah sadar, tetapi harus istirahat yang total
Shani:
Iya Jinan, kami mengerti kok keadaan kamu sekarang, tapi kalau boleh tau om kamu kenapa sebut nama bryan, memangnya saudara sepupu kamu namanya Bryan
Christy:
Kak Jinan jangan jangan sepupunya cowok yang nyebelin itu ya
Freya:
Maksud kamu Bryan anak baru itu, teman kelas kita Christy
Jinan:
Bukan dong ngapain aku punya sepupu seperti dia (tersenyum), kan nama Bryan pasti bukan cuman satu aja dong namanya yang disebut om aku adalah Bryan Julian Syafira, teman kalian kan namanya Bryan Wicaksono, Christy
Christy:
Bener juga sih
Gracia:
Ya udah Jinan kalau gitu kita semua mau ke theater dulu ya, jangan lupa nanti jangan telat datangnya
Lalu mereka berpamitan menuju ke theater JKT48, setelah itu Jinan menyusul mereka dan sesampainya disana mereka mempersiapkan diri untuk perfomance di Theater, setelah mereka selesai perfomance, seorang pria tidak sengaja menabrak Fiony hingga akhirnya Fiony pun kesal dengan pria itu.
Di depan Theater JKT48, setelah 4 jam (pukul 19.00 WIB)
Fiony:
Freya, aku lapar nih habis performance ikut aku yuk ke tempat itu
Freya:
Kamu laper Fiony, ya ampun bukannya tadi udah makan didalam, baru aja 5 menit dari dalam theater
Fiony:
Ya nggak pp, kita itu harus banyak gizi dan tenaga, dengan cara makan dan minum
Freya:
Aku semakin nggak tau kamu ngomong apa Fiony
Fiony:
Freya menurut kamu Bryan yang dimaksud kak Jinan kemungkinan itu teman kelas kita nggak sih !, soalnya kalau menurut aku sama ya
__ADS_1
Freya:
Aku juga kepikiran sih kalau Bryan yang dimaksud itu teman kelas kita, tapi kan kita harus percaya sama kak Jinan apalagi dia udh jelasin kalau Bryan itu namanya beda sama teman kelas kita
Ketika mereka asik berbicara, seorang pria menabrak Fiony yang sedang berbicara dengan Freya dan akhirnya terjatuh, lalu pria itu berhenti dan melihat Fiony yang terjatuh dan segera meminta maaf.
Aldo:
Awas, permisi kak (berlari sambil membawa pesanan)
Fiony:
Aduh (terjatuh), hey tunggu (berteriak)
Aldo:
(Berhenti dan menghampiri fiony)
Freya:
Fiony, kamu nggak pp kan (ingin membantu Fiony berdiri)
Aldo:
Maaf gue nggak sengaja nabrak elo, soalnya gue harus buru-buru, sini biar gue bantu (memberikan tangannya)
Fiony:
Terima kasih, tapi aku bisa berdiri sendiri, Freya tolong aku
Lalu Freya membantu Fiony berdiri.
Aldo:
Tadi katanya bisa berdiri sendiri, tapi malah minta tolong sama temennya dasar cewek gak jelas (suara hati)
Fiony:
Terima kasih Freya
Aldo:
Ya udh gue udah maaf kan, gue harus pergi soalnya aku harus nganterin pesanan orang lain
Fiony:
Tunggu, sebagai gantinya kamu harus belikan ku dan temanku minuman, soalnya badan aku sakit semua gara-gara kamu menabrak aku
Freya:
Dasar Fiony bisa-bisanya dia (tersenyum, suara hati)
Aldo:
Apa, elo suruh gue buat beliin minuman, kalau gue enggak mau gimana ?, elo nggak lihat apa gue ada pesanan sebanyak ini, ini aja udh mau telat gara-gara elo
Fiony:
Oke kalau nggak mau, aku akan bilang ke manager tempat kamu kerja kalau kamu kerjanya gak beres, supaya kamu dipecat (kesal)
Freya:
Fiony, kamu jangan gitu dong kasihan tau dia, dia kan kerja buat hidupnya sendiri
Aldo lalu pergi ke suatu restoran untuk membeli makanan atau minuman supaya diberikan kepada Fiony dan Freya
Fiony:
Hey kamu mau kemana ?
Freya:
Fiony kayaknya dia mau beliin kita minum sama makanan lihat deh
Aldo:
Terima kasih mbak (tersenyum)
Aldo lalu menghampiri mereka berdua
Aldo:
Lalu Fiony dan Freya melamun menatap Aldo pergi.
Freya:
Ternyata dia melakukan apa yang kamu minta Fiony
Fiony:
Iya, aku kira di mau pergi dan tidak mau tanggung jawab
Setelah itu Fiony, Freya dan member lainnya pulang kerumah masing-masing.
Keesokan harinya, Di rumah Fiony.
Fiony lalu menyiapkan sarapan untuk mamanya, diruang makan.
Fiony:
Sejak papa kerja diluar kota, mama jadi sering kepikiran sama papa (suara hati)
Mama Fiony:
Fiony, kamu udh bangun ya
Fiony:
Ma (tersenyum), selamat pagi mami
Mama Fiony:
Pagi sayang, maaf ya kalau mama hari ini agak kesiangan bangunnya belum siapin sarapan buat kamu
Fiony:
Nggak pp kok ma, lagian Fiony udah gede bisa masak sendiri ini udah kebiasaan Fiony buat siapin makanan buat kita
Mama Fiony:
Ternyata mama beruntung punya anak seperti kamu, udah pintar, pengertian sama orang tua, dan juga cantik lagi (memeluk Fiony)
Fiony:
(Tersenyum), lagian kan ini sudah kewajiban anak untuk melayani orang tua, sekarang mama duduk dulu ya, biar aku yang siapin makanannya
Fiony lalu menyiapkan makanan dan memberikan kepada mamanya.
Mama Fiony:
Oh iya Fiony kamu belum berangkat ke sekolah nanti terlambat kamu masuknya
Fiony:
Iya ma sebentar lagi Fiony berangkat kok, ya udah ma kalau gitu aku berangkat dulu
Lalu Fiony berangkat untuk menuju ke sekolah, dan ditempat sekolah lain bernama SMK Tunas Harapan yang berseberangan dengan SMA Cahaya Harapan, seorang siswi sekaligus ketua OSIS dan termasuk member JKT48 yaitu Feni Fitriyanti sedang berbicara dengan Yesicca Tamara yang sering disebut fans dan teman-temannya Chika.
Diruang OSIS.
Feni:
Chika, kamu kemarin udah tau belum tentang kegiatan ujian akhir semester ini
Chika:
Sudah tau kok kak, jadi semua guru maunya itu ujiannya harus sesuai tanggal yang ditentukan gitu kak Feni
Feni:
Iya aku juga setuju sih, tapi kita harus membantu membuat jadwal ujian yang harus dihadapi besok nggak sih !
Chika:
Betul juga sih, gimana kalau kita bilang ke kak celine dulu , dia pasti punya ide yang bagus kalau ada masalah seperti ini
__ADS_1
Feni:
Boleh juga sih
Setelah 3 menit kemudian diruang OSIS.
Celine:
Oke, jadi kak Feni sama Chika ingin membantu membuat jadwal ujian akhir semester di sekolah ini
Feni:
Iya celine kira-kira kamu ada ide nggak gimana caranya ?
Celine:
Aku juga belum ada ide sih, gimana kalau kita memberikan pengumuman kepada seluruh siswa SMK Tunas harapan
Feni:
Kalau gitu nanti sepulang sekolah kumpulkan anggota OSIS yang lainnya untuk membahas ini, kalian berdua mengerti Celine, Chika
Celine & Chika:
Baik kak Feni
Setelah itu jam pelajaran sekolah dimulai di ruang murid kelas 2 TKJ (Teknologi Komputer Jaringan) sedang melakukan ujian harian untuk latihan ujian akhir semester.
Marsha:
Olla, aku boleh pinjam hp kamu nggak (berbisik)
Olla:
Marsha, kamu lupa ya kalau hp kita itu disimpan di lemari hp itu (berbisik)
Marsha:
Waduh iya juga ya terus aku gimana dong kerjain soal ini (berbisik)
Olla:
Memangnya soalnya susah ya Marsha atau kamu kemarin belum belajar ya ! (berbisik)
Marsha:
Oh iya, ya ampun aku baru sadar kalau kemarin aku kan belum belajar ini, gimana dong Olla (berbisik)
Pak Bambang:
Marsha, Olla kalian ngapain itu, pasti kalian mencari contekan ya, ingat ini ujian harian kalau kalian masih ada yang contoh-contohan bapak kurangi nilainya
Olla:
Enggak kok pak, saya itu mau pinjam bolpoin ke marsha
Marsha:
Betul pak soalnya kan olla tidak membawa alat tulis pak
Lalu Cindy melihat mereka berdua dan tersenyum
Cindy:
Memang dasar Olla ya, dia itu bisa aja cari alasan (suara hati)
Pak Bambang:
Oh gitu ya sudah kalian berdua teruskan ujiannya
Setelah beberapa detik kemudian Feni dan Sisca masuk kedalam kelas untuk melakukan latihan ujian harian.
Feni:
Permisi Pak, maaf kami masuknya terlambat kedalam kelas, karena tadi kita berdua sedang rapat dengan Pak Rudi
Pak Bambang:
Feni, Sisca, nggak pp kok, ya sudah kalian berdua duduk dan kerjakan ujian harian ini ya (memberikan ujian lembar)
Sisca:
Baik pak, terima kasih
Lalu seluruh siswa kelas 3 TKJ mengerjakan ujian harian dengan jujur dan teliti, setelah jam istirahat berbunyi Chika dan Celine pergi ke kantin untuk membeli makanan, ketika mereka pergi ke kantin dan sambil makan, Chika melihat seorang pria kelas 1 Perbankan yang sedang dibully oleh teman-temannya.
Celine:
Chika, gimana tadi ujian hariannya kamu bisa kan
Chika:
Ya gitu deh, kak celine kan juga tau kalau anak Perbankan pasti banyak pelajaran yang menghitung gitu, terkadang aku itu mengerjakannya agak bingung
Celine:
(Tersenyum) justru itu kamu kan harus mempelajari tentang dunia Perbankan, ya udah gimana kalau sekarang aku teraktir kamu beli makanan dan minuman
Chika:
Kak Celine tumben kok hari ini teraktir aku, biasanya kan kak Celine pelit (tersenyum)
Celine:
Memang iya, kata siapa aku pelit (tersenyum)
Chika:
Enggak kok kak aku cuman bercanda, kak Celine itu kan baik dan cantik lagi (tersenyum)
Celine:
Bisa aja kamu, ya udah yuk kita beli makanan apa gitu
Dari kejauhan mereka melihat seorang pria yang sedang di bully.
Victor:
Bro, mana uang yang elo janjiin ke gue kemarin ada atau enggak (tersenyum)
Doni:
Maaf victor aku nggak bisa kasih kamu uang hari ini soalnya
Victor:
Apa, (memukul meja dengan keras)
Semua murid terkejut melihatnya terutama Chika dan Celine.
Victor:
Doni, gue kan udah bilang kalau elo enggak mau kasih uang ke gue, dan macem macem sama kita, elo bakal taukan akibatnya apa (memegang baju Doni dan marah)
Doni:
Tapi Victor memang hari ini aku nggak ada uang (ketakutan)
Chika:
Kak celine kayaknya itu Doni mau dipukul sama temennya, aku nggak bisa diemin ini, aku harus kesana (menghampiri mereka untuk melerai)
Celine:
Chika, jangan kesana aduh ini anak
Victor:
Oke kalau gitu mau lo
Dan Victor ingin memukul Doni, ketika dia ingin memukul chika datang untuk menghentikan Victor
Chika:
Tunggu
__ADS_1
Victor menurunkan tangannya, kemudian melihat Chika.
Bersambung.....