
Di rumah Ara Dan Reza.
Ara:
Assalamualaikum Kak Reza... Kak Reza, oh iya aku lupa kalau Kak reza kan masih kerja dikantor lebih baik aku ganti baju dulu deh
Kemudian Ara masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dan bersih-bersih, setelah itu Ara makan sambil menonton film drama korea di laptop.
Rangga:
(Teleportasi) Ara, kamu kok enggak kaget
Ara:
Aku udah biasa dikagetin kamu terus Rangga
Rangga:
Oh gitu ya, kalau gitu aku minta maaf deh karena udah kagetin kamu terus (tersenyum)
Ara pun masih terdiam dan mengabaikan Rangga yang sedang bicara kepadanya.
Rangga:
Ara kenapa ya kok dari tadi aku di cuekin terus (suara hati). Kamu lagi nonton film apa itu ?, ternyata aku masih dicuekin terus lebih baik aku pergi dari sini (suara hati, telportasi menghilang)
Di depan Rumah Ara.
Chelsea:
Di rumah ini aku merasakan keberadaan batu permata hitam itu
Rangga:
(Teleportasi) Chelsea, kamu kenapa bisa ada disini ?
Chelsea:
Rangga, kenapa kamu bisa ada di sini ?
Rangga:
Kamu nggak perlu tau soal itu, sekarang aku minta kamu pergi dari tempat ini sebelum temanku melihat kamu ada disini
Chelsea:
Jadi rumah ini adalah rumah teman kamu (tersenyum)
Ara:
Rangga, kamu dimana ?
Setelah itu Ara keluar dari rumah bertemu dengan Rangga dan Chelsea
Ara:
Rangga (kebingungan)
Rangga:
Ara kenapa kamu keluar, cepat masuk
Ara:
Memangnya ada apa sih Rangga !
Chelsea:
Tunggu, jadi ini teman kamu Rangga
Rangga:
Chelsea sebaiknya kamu pergi dari sini
Chelsea:
Santai dulu dong Rangga, Ara ada hal yang harus kita bicarakan
Ara:
Rangga dia teman kamu !
Rangga:
Lebih baik kamu jangan dengerin dia
Chelsea:
Terpaksa aku melakukan ini
Chelsea lalu membawa Ara ke suatu tempat. Waktu siang menjelang sore para member JKT48 sedang latihan bersama.
Di restoran FX Sudirman.
Shani:
Jadi gimana kamu mau kan terima tawaran dari Kak Melody ?
Dinda:
Tapi kak...?
Zee:
Dinda, kamu jangan merasa kalau kamu nggak bisa, kamu pasti bisa kok
Dinda:
Bukan itu Zee yang aku maksud
Shani:
Pasti kamu masih kepikiran tentang beasiswa kamu ya !, udah kamu tenang aja soal itu udah aku urus kok
Dinda:
Maksudnya Kak Shani apa ?
Shani:
Jadi aku sama Kak Melody tadi itu datang ke kampus kalian untuk bertemu papanya Michelle
Dinda:
Apa, kalian berdua ketemuan sama Om Hartono terus apa yang kakak bicarakan sama Om Hartono
Shani:
Kita itu membicarakan tentang pencabutan beasiswa kamu, jadi mulai besok aku jamin kamu nggak bakalan diganggu sama Michelle dan juga teman-temannya
Dinda:
Jangan-jangan (pergi meninggalkan mereka)
Ketika Shani mengatakan itu semua kepada Dinda, Dinda langsung lari dengan panik menujuh ke rumah
Zee:
Dinda, tunggu (mengejar Dinda)
Melody:
Dia kenapa ya Shani ?
Shani:
Aku juga kurang tau kak, apa mungkin ada yang salah dengan perkataanku barusan
Di Kota Bali.
Gracia:
Akhirnya pekerjaan hari ini selesai juga ternyata capek juga ya, tapi namanya juga pekerjaan
Pria:
Gracia (mengetuk pintu)
Gracia:
Iya sebentar (membuka pintu), kamu... kamu bukannya pria yang ada di restoran tadi ya !
Pria:
Iya kamu benar, kamu pasti Shania Gracia yang bekerja di PT Toga International sebagai Manajemen Media
Gracia:
Iya bener, kenapa kakak bisa tau ?
Nadya:
Permisi Pak Kevin, ini barang yang bapak pesan tadi kepada saya
Gracia:
Nadya, kamu kenal sama orang ini !
Nadya:
__ADS_1
Ya ampun Gracia, Pak Kevin ini kan pemilik perusahaan PT Toga International
Gracia terkejut bahwa pria yang ada di hadapannya adalah pemilik perusahaan ia bekerja.
Kevin:
Nadya terima kasih ya, sekarang kamu boleh pergi (tersenyum)
Nadya:
Baik pak kalau begitu saya permisi dulu pak, Gracia (tersenyum dan meninggalkan mereka berdua)
Gracia:
Jadi bapak...!
Kevin:
Jangan panggil bapak, panggil aja Kak
Gracia:
Oh iya Kak Kevin (tersenyum malu)
Kevin:
Terus ini ada hadiah buat kamu Gracia, tolong diterima ya
Gracia:
Tapi kak kalau boleh tau ada acara apa ya kok tiba-tiba saya dikasih hadiah
Kevin:
Oh ini cuman ucapan terimaa kasih aja, karena selama ini kamu udah membantu perusahaan saya, tolong diterima ya (tersenyum)
Gracia:
Baik kak terima kasih buat hadiahnya
Kevin:
Sama-sama Gracia, kalau gitu saya permisi dulu ya
Gracia:
Baik kak
Kemudian Kevin pergi dan Gracia masuk kedalam kamarnya. Di jalan yang sepi tidak ada satupun orang.
Chelsea:
(Berteleportasi)
Ara:
Tempat apa ini (kebingungan)
Rangga:
Ara (melindungi Ara)
Chelsea:
Kalian berdua tenang saja, aku akan memberi tahumu tentang kekuatan yang ada dalam dirimu dan teman-temanmu
Ara:
Maksud kamu apa ?
Chelsea:
Kamu tau kalau kamu dan teman-teman kamu selama ini memiliki kekuatan yang tidak biasanya dimiliki oleh manusia biasa, karena hanya orang-orang yang terpilih yang bisa memiliki dan mengendalikan kekuatan itu
Ara:
Jadi aku adalah salah satu orang yang memiliki kekuatan itu !
Chelsea:
Maka itu Ara aku juga tidak percaya jika belum memastikannya (menyerang dengan kekuatan listrik)
Ara:
(Kesakitan) ah...
Rangga:
Ara, Chelsea tolong hentikan seranganmu
Chelsea:
Ara:
Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku (menahan kekuatan listrik)
Di rumah Dinda.
Setelah sampai dirumahnya Dinda sangat terkejut dan sedih melihat semua barang-barangnya berada diluar rumah.
Zee:
Astaga, Dinda barang-barang kamu kenapa bisa ada diluar rumah
Dinda:
(Menangis) seharusnya aku tidak menerima permintaan kalian
Christy:
Ada surat (melihat dan membaca surat itu)
Zee:
Jadi kamu dan Om Hartono punya perjanjian sebelum kamu mendapatkan beasiswa itu !
Christy:
Dinda kita harus ke rumah Michelle, kamu taukan rumahnya !
Dinda:
Percuma kita kesana Christy
Zee:
Kenapa kamu bilang percuma, kita kan masih bisa dibicarakan sama Om Hartono
Dinda:
Lebih baik kalian jangan kesana biar itu jadi urusanku sama Papanya Michellle (membersihkan Barang-barang)
Zee:
Sepertinya ada yang aneh sama Dinda
Di tempat halaman sepi. Ara kemudian berhasil menyerang kembali Chelsea hingga membuat Ara menjadi lemas karena terlalu menahan kekuatan dari Chelsea.
Rangga:
Ara
Chelsea:
Bagus Ara akhirnya kamu bisa mengendalikan kekuatan itu dengan baik (kesakitan)
Ara:
Rangga (memegang tangan Rangga)
Rangga:
Chelsea, maaf aku harus membawa Ara pulang ke rumahnya (berteleportasi menghilang)
Chelsea:
Ternyata benar dugaanku, kalau Ara adalah salah satu wanita yang dipilih oleh Tryan untuk melindungi bumi ini (tersenyum lalu berteleportasi menghilang)
Malam hari dirumah Bryan.
Bryan:
Langit sama Eric kemana padahalkan ini waktunya makan malem, Langit, Eric kalian dimana ?
Eric:
Bryan, elo udah pulang !
Bryan:
Eric, elo habis dari mana kok baru pulang !
Eric:
Gue kan habis pulang dari kerja
Jinan:
Eric, Bryan kalian udah pulang terus kemana Langit biasanya sama kalian
__ADS_1
Bryan:
Gue kira Langit sama elo Rick, tapi kenapa kalian berdua pulangnya bareng ?
Jinan:
Oh tadi waktu di jalan pulang dari kantor kita ketemuan di jalan, terus Eric nganterin aku pulang (tersenyum)
Bryan:
Kenapa Kak Jinan nggak telepon aku, biar aku yang jemput Kakak ?
Jinan:
Bryan, aku itu udah wa kamu, telepon kamu tapi hp kamu nggak aktif
Bryan:
Memangnya iya (melihat hp), aduh maaf ya kak tadi aku soalnya...
Jinan:
Iya aku tau kok Bryan kamu sibuk kuliah jadi kamu santai aja
Langit:
Halo semuanya maaf ya aku pulangnya telat, soalnya aku ada urusan mendadak jadi pulangnya agak telat
Bryan:
Memangnya elo dari mana Langit ?
Langit:
Ini habis beli makanan, yuk kita makan sama-sama
Lalu mereka berempat makan malam bersama, sedangkan Dirumah Freya.
Freya:
Dinda, kamu tidurnya sekamar sama aku ya !(tersenyum)
Dinda:
Iya nggak pp, sekali lagi terima kasih Freya maaf kalau aku sudah ngrepotin kamu, kamu tenang aja besok aku akan cari tempat kos untuk tempat tinggal aku sendiri
Freya:
Aku nggak pernah merasa direpotin kok, kalau kamu mau tinggal disini selamanya justru aku seneng aku punya temen cewek dirumah ini
Dinda:
Freya (memeluk terharu)
Freya:
(Memeluk), ya udah lebih baik kita makan malam sama-sama
Dinda:
Yuk !
Keesokan Harinya di tempat parkir Mobil Fiony dan mobil Shani datang dengan bersamaan.
Fiony:
Halo selamat pagi semuanya ?
Shani:
Selamat pagi juga Fiony, Dinda bareng sama kalian juga !
Freya:
Iya kak, soalnya sekarang dia tinggal dirumahku
Zee:
Temen-temen lihat deh itu kampus kita kenapa ada preman-preman gitu !
Chika:
Lebih baik kita samperin aja kesana
Shani:
Chika, teman-teman tunggu kalian jangan kesana
Chika:
Woi berhenti (berteriak)
Preman:
Siapa lagi nih cewek ?
Preman 2:
Bro elu bodoh atau gimana sih masih tanyak itu cewek siapa, udah pasti mereka semua mahasiswi disini lah
Preman 3:
Kalian semua mau ngapain disini, kampus ini mau ditutup
Zee:
Apa ditutup, memangnya ada masalah apa sampai kampus kita mau ditutup ?
Preman:
Itu bukan urusan lo lebih baik elo semua pergi dari sini atau gue bikin habis kalian
Chika:
Kita nggak akan pergi kalau kalian semua berhenti cari masalah di tempat ini dan pergi dari sini, lagian kita punya hak untuk melindungi kampus ini
Preman 2:
Berani juga lo ternyata
Salah satu dari preman itu lalu ingin memukul Chika, lalu Reza datang memegang tangan dan memukul preman itu hingga terjatuh.
Chika:
Kak Reza
Reza:
Wah...wah ternyata kalian beraninya sama cewek doang ya (tersenyum)
Preman 4 :
Beraninya elo mukul temen gue
Reza:
Kalian itu nggak ada apa-apanya ya bagi gue
Zee dan Christy lalu masuk ke dalam tempat kampus itu untuk menyelamatkan anak-anak yang sedang ditahan didalam kelas.
Fiony:
Azizi, Christy kalian mau kemana ?
Freya:
Ini bahaya buat mereka aku harus bantu mereka berdua
Bodyguard:
Kalain berdua mau kemana tunggu (mengejar Zee, Christy dan Freya)
Preman 3:
Hajar mereka
Semua preman itu lalu melawan Reza dan Chika
Fiony:
Aduh aku harus gimana ya ? (kebingungan)
Shani:
Fiony, Dinda kemana yang lainnya
Fiony:
Kalau Zee, Christy sama Freya ada didalam kak
Kemudian seorang Pria datang dengan mobil mewah dengan membawa banyak bodyguard dan menghampiri mereka semua.
Dinda:
Itu kan (ketakutan dan gugup)
Fiony:
Dinda kamu kenapa ?
__ADS_1
Bersambung...