Flying High

Flying High
KETAKUTAN DAN KESEDIHAN


__ADS_3

Keesokan harinya pengumuman calon anggota OSIS SMA Cahaya Harapan diumumkan dan melakukan kegiatan baru. Murid-murid melihat pengumuman yang tetera pada Mading sekolah.


Shani :


Oke, hari ini adalah kegiatan pertama kali bagi anggota OSIS SMA Cahaya Harapan yang baru akan kita mulai, Gracia bisa tolong jelaskan apa saja hal-hal yang harus kita lakukan


Gracia:


Oke Shani, jadi tugas utama bagi anggota OSIS SMA Cahaya Harapan yang baru harus memiliki dan mengerjakan visi dan misi yang telah ditentukan dalam peraturan, yang kedua visi untuk anggota OSIS yaitu, Mewujudkan siswa-siswi SMA Cahaya Harapan yang berprestasi, berjiwa sosial, dan aktif. Sedangkan Misi anggota OSIS yaitu :




Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler sekolah sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa-siswi




Memperbanyak kegiatan akademik dan non-akademik untuk siswa-siswi




Mendorong perilaku sopan, santun, dan peduli bagi para siswa kepada seluruh elemen sekolah, termasuk guru, staff, dan sesama siswa-siswi.




Christy :


Kak Gracia aku mau tanya, itu tugasnya OSIS ya kak !


Gracia:


Iya Christy memangnya kenapa ada masalah sama kamu ?


Christy :


Aku kira tugas menjadi anggota OSIS cuman satu aja


Jinan :


Satu, kok bisa Christy, memang nya tugasnya apa ?


Christy :


(Berpikir lama)..........


Mutiara :


Jangan biarkan Christy berpikir soalnya kalau dia mikir harus nunggu 10 menit baru istirahat sekolah dimulai


Shani dan Gracia tersenyum melihat Mutiara dan Christy yang sedang bercanda, dan setelah itu Zee mulai masuk ke dalam ruang rapat OSIS.


Zee :


Teman-teman, hai semua (tersenyum)


Christy, Jinan :


Zee, (tersenyum)


Freya :


Zee, kamu kok hari ini masuk, bukannya kamu bilang cuman 4 hari libur sekolahnya, kenapa kamu masuk hari ini


Fiony :


Iya padahal kamu bukannya ada acara keluarga ya Zee !


Zee :


Iya, jadi gini biar aku jelasin, kemarin itu aku sama papa aku itu sebenarnya cuman jenguk saudara aku yang lagi sakit, jadi aku harus bilang sama kalian 4 hari aku libur sekolah


Shani :


Jadi kamu cuman menjeguk saudara kamu yang sedang sakit, memangnya kalau boleh tau sakit apa saudara kamu Zee


Zee :


Kata dokter sih, cuman demam berdarah


Gracia:


Zee kalau demam berdarah itu bukan cuman, kalau dibiarkan itu bisah jadi nyawa taruhannya


Zee :


Iya juga, tapi kemarin udah dikasih obat kok, jadi sekarang kemungkinan dia lebih baik sih sebenarnya, oh iya gimana rapat OSIS hari ini


Shani :


Jadi Zee, kita ini lagi mau rapat tentang anggota OSIS baru


Zee :


Maksudnya kak Shani ada tambahan anggota OSIS lagi, terus yang sebelumnya memangnya kemana kak !


Shani :


Bukan Zee, jadi kita itu memerlukan generasi yang baru, sebentar lagi aku, Gracia dan Jinan kan akan lulus dari sekolah ini, jadi kita perlu pengganti calon anggota OSIS yang baru gitu


Zee :


Boleh aku lihat daftar calon anggota OSIS nya nggak


Gracia :


Ini coba kamu sebutin siapa aja, dan tugas apa yang harus mereka lakukan


Zee :


Christy, Freya, Fiony, Mutiara dan Bryan


Christy :


Bryan itu bukannya murid baru itu ya kak Shani, kok dia bisa masuk ke daftar anggota OSIS


Shani :


Iya, tadi Jinan yang mau Bryan untuk menjadi calon anggota OSIS baru


Jinan:


Lagi pulai dia rajin dan pintar kok kalau aku lihat - lihat


Zee :


Tapi dia sekarang dimana ?, kan seharusnya dia harus ikut rapat ini, apa dia masih di kelas !


Christy :


Oh iya kok dari tadi, aku nggak melihat Bryan, apa hari ini dia enggak masuk sekolah ! (Suara hati)


Jinan :


Bryan tadi bilang sama aku katanya sih datengnya agak telat sih ke sekolah


Shani :


Kok bisa, memang ada masalah apa sama Bryan ?


Jinan:


Kalau itu aku kurang tau, aku kan enggak pernah ikut campur masalah orang lain, apalagi Bryan


Christy :


Kak Shani, kak Jinan, kenapa kita malah membahas urusan Bryan lebih baik kita terusin rapat yang ini


Gracia :


Memang kenapa Christy kok kayaknya kamu enggak suka sama Bryan (tersenyum)


Christy :

__ADS_1


Bukan gitu kak, tapi (melihat Bryan yang sedang menuju ke ruang guru), Bryan


Lalu Christy melihat Bryan yang sedang mengikuti kepala sekolah menuju ruang guru, dan Bryan melihat anggota OSIS sedang rapat.


Jinan:


Bryan, dimana Christy ?


Shani :


Jinan kenapa kamu ?


Jinan:


Sebentar ya aku harus pergi dulu


Freya :


Kak Jinan kenapa ya kok denger - denger kata Bryan, langsung pergi !


Lalu Jinan meninggalkan ruang OSIS, sedangkan di ruang guru. 3 menit kemudian.


Di ruang Guru.


Pak Herman :


Bryan, sekarang bapak mau bertanya sama kamu, kenapa kamu datangnya terlambat ke sekolah biasanya kamu rajin datang pagi - pagi


Bryan :


Jadi begini pak Herman saya datang terlambat ke sekolah karena saya harus membantu orang tua saya yang sedang bekerja


Pak Herman:


Kalau boleh tau pekerjaan orang tua kamu apa Bryan ?


Bryan :


Jadi pekerjaan orang tua saya itu......!


Ketika Bryan ingin menjawab pertanyaan dari pak Herman, Jinan tiba-tiba datang untuk melihat Bryan.


Jinan:


Bryan, permisi pak Herman maafkan saya


Pak Herman:


Jinan, oh iya silakan duduk


Jinan:


Baik pak (duduk di kursi)


Pak Herman :


Kalau boleh tau kamu ada apa Jinan, kenapa kamu tiba-tiba keruangan saya


Jinan:


Ini soal Bryan pak, alasan kenapa dia datangnya hari ini terlambat masuk ke sekolah


Bryan :


Kak Jinan (melihat jinan)


Jinan:


Bryan, kamu tenang aja biar aku bantu jelasin, jadi Bryan itu sebenarnya adalah saudara sepupu saya pak dan alasan kenapa hari ini Bryan datang terlambat ke sekolah karena dia harus menjenguk papanya yaitu om saya yang sedang sakit jantung


Pak Herman :


Apa Jinan, Bryan apakah benar yang dikatakan oleh Jinan kalau kamu terlambat karena menjeguk papa kamu yang sedang sakit parah


Bryan :


Iya pak, maafkan saya kalau selama ini saya sering datang terlambat ke sekolah, karena saya sebelum berangkat sekolah saya harus melihat kondisi ayah saya pak


Pak Herman:


Bapak turut prihatin sama keadaan ayah kamu, kalau begitu apakah bapak boleh menjeguk ayah kamu Bryan ?


Bryan :


Pak Herman :


Memangnya kenapa Bryan, justru semua murid harus tau, karena ini peraturan dari sekolah ini


Bryan :


Saya ingin hanya bapak dan kak jinan saja yang tau, karena saya tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui soal keadaan ayah saya


Jinan:


Bryan memang seperti itu pak Herman, semenjak dia kecil Bryan tidak pernah menceritakan masalah ya kepada orang lain kecuali saya pak


Pak Herman:


Oke, bapak mengerti Bryan maafkan bapak kalau saya seringkali memberi kamu hukuman setiap hari


Bryan:


Enggak pp kok pak lagian itu sudah kewajiban tugas seorang murid sekolah


Setelah itu pulang dari sekolah Shani dan teman - temannya tidak melihat Jinan, karena Jinan pergi dengan Bryan untuk menjeguk ayah Bryan yang sedang sakit bersama pak Herman, yaitu Kepala sekolah mereka.


Shani :


Temen temen tunggu sebentar deh, Jinan barusan kirim pesan ke aku katanya dia nggak bisa ikut kita ke theater


Gracia:


Tapi kan hari ini dia show di theater, memang nya Jinan kenapa enggak bisa ikut kita !


Shani : Soalnya Om nya Jinan sedang sakit, apa kita semua kesana ya buat jenguk om nya jinan


Zee :


Boleh juga sih, tapi kalau kita telat kesana gimana kak Shani ?


Christy :


Nggak bakal telat dong Azizi kita kan nggak perlu lama-lama disana, setelah kita menjeguk om nya kak jinan terus kita langsung ke theater


Freya :


Betul tuh kata Christy, kok kamu tumben buat rencana yang bagus (tersenyum)


Fiony :


Freya itu bukan rencana bagus, tapi memang seharusnya begitu kan kita sebagai temannya kak Jinan harus saling peduli sesama member


Shani :


(Tersenyum) kalian semua ini, ya udah yuk kita jalan sekarang daripada nanti kemalaman ke theater nya


Kemudian Shani dan teman-teman member JKT48 berangkat menuju kerumah sakit untuk menjenguk om nya Jinan, setelah menjenguk di rumah sakit. lalu mereka menuju ke theater JKT48 yang berada di FX Sudirman lantai 4 untuk latihan mereka sebelum malam hari dimana member JKT48 tampil di theater.


Di rumah sakit.


Pak Herman:


Bryan, kamu sama Jinan baik - baik ya, tolong kamu jaga Kesehatan ayah kamu, nanti bapak akan atur semua yang ada di sekolah (tersenyum)


Bryan :


Baik pak, saya ucapkan terima kasih karena pak Herman telah menjeguk ayah saya (tersenyum)


Pak Herman:


Bryan itu sudah kewajiban saya sebagai seorang guru untuk peduli kepada muridnya (tersenyum), ya sudah kalau begitu bapak pamit pulang dulu ya, Jinan


Jinan & Bryan :


Baik pak hati - hati dijalan


Pak Herman:


Iya, permisi

__ADS_1


Ketika pak Herman ingin pulang keluar dari rumah sakit, bersamaan dengan Shani dan teman - temannya yang ingin masuk kedalam rumah sakit.


Gracia:


Shani gimana kalau kita tanya sama kasirnya supaya kita tau kamar om nya Jinan


Shani :


Oke kalian semua tunggu disini ya, biar aku sama Gracia yang tanya


All member :


Siap kak Shani


Pak Herman lalu melewati mereka, dan Freya melihat pak Herman lalu memanggilnya.


Freya :


Pak Herman kok ada dirumah sakit memangnya ada yang sakit ya (suara hati), pak Herman


Pak Herman :


Astaga, ternyata ada teman - temannya Jinan, terus gimana sama Bryan dan Jinan (suara hati)


Zee :


Selamat sore pak Herman


Pak Herman:


Ternyata kalian dirumah sakit ini juga ya (tersenyum, tegang)


Freya :


Pak Herman, bapak kenapa ada dirumah sakit memangnya ada pak Herman sakit apa ?


Pak Herman:


Enggak kok anak - anak, saya baik - baik aja, cuman tadi saya habis menjeguk saudara saya yang sakit (tersenyum)


Shani :


Pak Herman ternyata ada disini juga


Pak Herman : Iya, kalian sendiri mau menjenguk siapa ?


Shani :


Jadi kita semua mau menjenguk om nya Jinan pak yang sedang sakit


Pak Herman :


Oh iya bapak lupa, tadi saya lihat Jinan dikamar no 23 di lantai 2, coba kalian kesana soalnya tadi bapak ketemu sama dia, terus Jinan cerita kalau om nya lagi sakit


Gracia:


Baik pak kalau begitu kita permisi dulu pak Herman


Pak Herman:


Iya sama - sama


Setelah itu Shani dan teman - temannya menuju kamar yang diberi tahu oleh pak Herman, tetapi Bryan dan Jinan belum mengetahui bahwa teman- temannya datang untuk menjenguk, kemudian Bryan pergi untuk bersembunyi dari temannya Jinan.


Jinan :


Oh iya Bryan, kak Jinan lupa


Bryan :


Lupa kenapa kak


Jinan:


Tadi kak Jinan bilang ke kak Shani dan temen - temenku yang lainnya kalau aku ada dirumah sakit


Bryan :


Apa kak Jinan, jadi kak Shani Sama teman - teman kak Jinan mau kesini untuk jenguk papa aku !


Jinan:


Iya, pasti mereka sudah ada disini


Bryan : Ya ampun kak Jinan, kalau gitu aku harus sembunyi dulu nih


Lalu Bryan bersembunyi dengan tegang, tak berapa lama Shani dan temannya melihat Jinan lalu memanggilnya.


Christy :


Nah itu kak Jinan, kak Jinan (melambaikan tangan)


Jinan:


Kak Shani, teman - teman kalian disini, maaf kalau tadi nggak ngabarin kalian


Shani :


Iya nggak pp kok, terus gimana kondisi om kamu ? , maaf kalau kita kesini dengan tangan kosong


Jinan:


Kata dokter sih, baik - baik aja, tapi harus perlu istirahat yang cukup


Fiony :


Tapi kok tumben kak Jinan sendiri, biasanya kan ada anak sama istri Om nya kak jinan yang jagain


Jinan:


Kalau itu sih..... ?


Bryan Kayaknya aku harus pergi dari sini sebelum mereka tau kalau aku ada disini


Ketika Bryan ingin keluar dan menghindari mereka tidak sengaja menabrak suster yang sedang membawa makanan pasien.


Suster:


Astaga, mas kalau jalan hati hati dong, makanan untuk pasien jadi jatuh semua kan (marah)


Bryan :


Maaf suster biar saya yang bantu bersihkan semuanya


Shani :


Suster itu kenapa ya kok jatuh sepert ada yang menabrak suster itu


Jinan:


Ya ampun itu pasti Bryan, aku takut mereka semua tau kalau Bryan misalkan ada disini (suara hati)


Christy :


Sebentar biar aku yang lihat susternya


Jinan: Christy, tunggu kenapa kamu begitu peduli sama suster itu (ketakutan)


Zee :


Memangnya kenapa kak Jinan, kok seperti tegang gitu mukanya !


Jinan:


Enggak kok siapa yang tegang aku biasa aja kok Zee (tersenyum sedikit)


Christy lalu ingin menghampiri suster itu dan ingin membantunya, lalu Bryan dengan ketakutan dia kabur dari tempat itu.


Bryan :


Christy, ada perempuan itu lagi, aku harus cepat-cepat pergi dari sini kalau enggak nanti bakal ketahuan


Jinan:


Aduh gimana nih, jangan sampai Bryan ketahuan (suara hati), (tegang)


Suster :


Mas, tunggu (berteriak)

__ADS_1


Ketika Christy sampai disebelah suster dan ternyata.


Bersambung.....


__ADS_2