
Keesokan harinya member melakukan kegiatan sekolah dan juga kegiatan kuliah seperti di tempat Universitas Jakarta International Collage.
Jinan :
Akhirnya tugas aku sudah selesai, untung aja aku menyelesaikannya tepat waktu, tapi gimana ya sama dompet yang jatuh kemarin, aku kan belum sempat kembalikan dompetnya
Cindy :
Jinan (Melambaikan tangan)
Jinan :
Cindy (Tersenyum)
Cindy lalu menghampiri Jinan, kemudian berpelukan.
Jinan :
Kamu udah kembali ke Jakarta
Cindy :
Udah kok baru aja kemarin, terus gimana sama tugas kuliah kamu sudah selesai apa belum ?
Jinan :
Udah dong Cin, ya udah lebih baik kita ke kantin dulu yuk aku laper nih
Cindy :
Ya udah ayo
Di sekolah SMA Cahaya Harapan, Di balkon Sekolah.
Zee :
Kayaknya hari ini aku harus lebih teliti deh sama tugas aku
Langit :
Ternyata kamu disini Zee
Zee :
Langit, kok kamu bisa ada di sini, kapan kamu naiknya
Langit :
Zee, aku tau kok kamu pasti habis dimarahi sama Bu Mira karena tugas kamu kurang bagus kan
Zee :
Kamu kok bisa tau kalau aku habis dimarahin Bu Mira, kamu tau dari mana ?
Langit :
Ya aku tadi sempat lihat kamu lagi bicara sama Bu Mira di ruang guru, kalau boleh aku kasih saran lebih baik kamu buat tugas yang baru aja, berikan ide kreatif yang menurut para guru itu cocok di terapkan di Sekolahan
Zee :
Tapi Langit, aku masih belum mengerti sepenuhnya tentang kenakalan anak remaja
Langit :
Gimana kalau aku yang bantu kamu untuk membuat tugasnya ?
Zee :
Memangnya kamu bisa ?
Langit :
Tentu bisa dong Zee (tersenyum), yuk Ikutin aku
Zee :
Kemana Langit ?
Langit :
Nanti kamu akan tau
Di Perpustakaan sekolah.
Langit mengambil 6 buku untuk membantu mengerjakan tugas Zee, setelah sampai jam istirahat selesai, Zee mengumpulkan tugas itu kepada Ibu Mira.
Di ruang Guru.
Bu Mira :
Bagus sekali Zee, tugas ini lebih baik dari pada yang sebelumnya, seperti inilah ide kreatif yang Ibu inginkan
Zee :
Terima kasih Bu Mira, kalau begitu saya permisi dulu Bu Mira (tersenyum)
Bu Mira :
Baik Zee, silakan (Tersenyum)
Zee lalu keluar dari Ruang guru dengan tersenyum.
Zee :
Ternyata Langit baik juga , dia aja udah bantuin aku mengerjakan tugas dari Bu Mira (Tersenyum)
Di Ruang Kelas 3 IPS, jam kosong.
Eli :
Dhea lihat deh Zee, kenapa dia senyum - senyum sendiri gitu !
Dhea :
Mungkin dia baru dapat hadiah kali dari papa mamanya (Membaca buku)
Eli :
Memangnya iya !
Dhea :
Mungkin
Ashel :
Zee, kamu kenapa kok senyum - senyum sendiri gitu, ada apa kok kayaknya kamu seneng banget gitu, cerita dong (Tersenyum)
Zee :
Nggak ada kok Shel, aku cuman lagi seneng aja ternyata tugas aku bisa diterima sama Bu Mira (tersenyum)
Ashel :
Kamu yakin Zee ?
Zee :
Iya Ashel (Tersenyum)
Di kelas 3 IPA.
Freya :
Kejadian waktu kemarin di Theater buat aku jadi bingung dan penasaran, apa benar ya aku punya kekuatan magic (Suara hati)
Fiony :
Freya
Freya :
Fiony, iya ada apa ?
Fiony :
Kamu dari tadi aku lihatin melamun terus memangnya kamu lagi mikirin apa ?
Freya :
Aku lagi mikirin soal kejadian kemarin di Theater
Fiony :
Pasti kamu bingung ya soal kemarin
Freya :
Iya Fiony, apa iya aku punya kekuatan seperti kemarin di Theater ?
Fiony :
Kalau gitu gimana kita buktikan aja nanti pulang sekolah
Freya :
Caranya gimana ?
Fiony :
Nanti kamu juga akan tau (Tersenyum)
Setelah itu jam pelajaran telah selesai, Murid - murid waktunya untuk pulang dari sekolah.
Di luar kelas.
Langit :
Bryan, Eric kayaknya dompet gue ketinggalan deh, sebentar gue ambil dulu ya
Bryan :
ya udah kalau gitu gue sama Eric tunggu di mobil dulu ya
Langit :
Oke
Setelah itu Langit mengambil dompetnya, kemudian dia keluar dari kelasnya.
__ADS_1
Langit :
Akhirnya ketemu juga
Zee :
Langit
Langit :
Zee, kamu masih belum pulang ternyata ?
Zee :
Iya soalnya tadi aku harus bantu anak - anak di kelas, kamu sendiri kok belum pulang, apa lagi kelasnya udah sepi
Langit :
Ini tadi aku barusan ambil dompet aku yang ketinggalan di kelas
Zee :
Oh iya aku mau bilang terima kasih sama kamu, berkat bantuan kamu, Bu Mira jadi suka sama tugas aku (Tersenyum)
Langit :
Sama - sama Zee, aku juga seneng kok bantu kamu
Christy lalu memanggil Zee dari kejahuan.
Christy :
Zee (Berteriak)
Langit : Christy (tersenyum)
Zee :
Iya sebentar, kalau gitu aku pulang duluan ya Langit
Langit :
Hati - hati ya Zee
Zee pergi sambil tersenyum.
Di Universitas Jakarta International Collage.
Jinan :
Kak Shani tunggu
Shani :
Jinan, ada apa ?
Jinan :
Kak Shani nanti aku kayaknya nggak bisa pulang sama kalian, soalnya aku harus cari orang yang punya dompet ini
Shani :
Astaga Jinan aku kira ada apa, memangnya kamu udah tau siapa yang punya ?
Jinan :
Jadi aku sama Cindy tujuannya mau ke alamat rumah pemilik dompet ini
Gracia :
Memangnya kalau aku boleh tau siapa namanya pemilik dompet itu
Jinan :
Disini aku lihat nama pemilik dompet ini Julian Syarief sih Kak
Gracia :
Oke, terus kamu sama Cindy kapan mau ke alamat tempat itu
Shani :
Gracia, tadi kan Jinan bilang kalau habis dari pulang kuliah mereka ingin kesana
Gracia :
Oh iya aku lupa (tersenyum)
Di saat mereka asik mengobrol, semua mahasiswa dan mahasiswi tiba - tiba berlari ke arah Lapangan dengan ramai.
Mahasiswi :
Temen -temen kita ke lapangan yuk
Mahasiswi 2 :
Memangnya ada apa di lapangan
Mahasiswi :
Di lapangan ada yang bertengkar gitu
Mahasiswa :
Mahasiswa :
Ayo
Cindy :
Jinan, Kak Shani, Kak Gracia
Shani :
Kamu kenapa lari - lari gitu Cindy
Gracia :
Iya, kamu seperti anak - anak yang lain deh
Jinan :
Memangnya ada apa Cindy
Cindy :
Itu ada yang bertengkar di lapangan
Shani:
Apa ada yang bertengkar
Gracia :
Aduh anak - anak sekarang memang suka cari masalah terus
Mahasiswa :
Memangnya siapa yang bertengkar ? (Berjalan)
Mahasiswi :
Rafael anak pengusaha itu bertengkar sama mahasiswi lain (Berjalan)
Shani :
Rafael
Jinan :
Rafael Itu bukannya teman sekolah kita dulu ya Kak
Gracia :
Iya Jinan, apa jangan - jangan dia...
Shani lalu pergi menuju ke lapangan.
Gracia :
Shani tunggu
Jinan :
Kak Shani, ayo Cindy
Cindy:
Ayo
Di lapangan Universitas.
Rafael :
Gimana elo masih mau berani lawan gue
Mahasiswa :
Oke siapa takut karena gue nggak takut sama elo
Shani pun datang melihat Rafael sedang bertengkar dengan salah satu Mahasiswa.
Shani :
Rafael, aku harus hentikan pertengkaran ini
Jinan :
Kak Shani jangan kesana
Gracia :
Shani
Lalu Shani menuju ke tengah lapangan untuk menghentikan mereka berdua, tetapi di saat Shani berusaha menghentika, Mahasiswa itu tidak sengaja memukul Shani, dan Akhirnya Shani pingsan.
Shani :
Berhenti (Berteriak)
__ADS_1
Rafael :
Shani (Melihat ke arah Shani)
Mahasiswa :
(Memukul dengan tangan)
Jinan, Gracia :
Kak Shani
Rafael :
Shani (Terkejut)
Jinan, Cindy dan Gracia menghampiri Shani yang pingsan lalu membawa ke Ruang UKS, dan Rafael memukul kembali Mahasiswa itu.
Rafael :
Kurang ajar lo (memukul berkali kali)
Gracia :
Jinan, Cindy kita harus bawa Shani ke
Ruang UKS.
Rafael :
Biar aku bantu (Menggendong Shani dari depan)
Gracia :
Ayo
Sore Harinya mereka pulang dari kuliah setelah Shani sadar dari pingsannya.
Di depan halaman Universitas.
Rafael :
Shani, kamu sudah bangun
Shani :
Rafael
Rafael :
Ini buat kamu (memberikan minuman kepada Shani), aku mau minta maaf sama kamu soal kejadian tadi
Shani :
Iya nggak pp kok, terima kasih buat minumannya
Shani bersama dengan teman - temannya lalu pergi meninggalkan Rafael.
Rafael :
Shani, kamu tetap sama seperti waktu SMA, baik dan juga cuek (tersenyum)
Di perjalan menuju ke alamat rumah pemilik dompet yang dipegang oleh Jinan (Di dalam mobil).
Jinan :
Cindy, kamu yakin ini tempatnya
Cindy :
Kayaknya sih iya, soalnya hp aku menunjukan lokasinya di daerah sini
Mobil Cindy lalu berhenti di suatu tempat perumahan, lalu Cindy dan Jinan keluar dari mobilnya.
Cindy :
Jinan coba kamu tekan tombolnya
Jinan :
Iya (Menekan tombol alarm rumah), ternyata rumahnya bagus juga ya
Kemudian seorang wanita pemilik rumah itu membuka pintu gerbangnya, lalu Cindy dan juga Jinan terkejut.
Jinan :
A...ra
Ara :
Kak Jinan, Kak Cindy
Di dalam Rumah Ara, Ruang tamu.
Jinan :
Ternyata kamu pemilik rumah ini Ara
Ara :
Iya Kak, tunggu sebentar ya kak mungkin Kakak aku masih diperjalanan pulang (menyediakan minuman)
Cindy :
Jadi dompet ini milik Kakak kamu Ra ?
Ara :
Iya, mungkin waktu itu Kakak aku kesiangan kuliahnya makanya dia buru - buru
Julian :
Ara, Kakak pulang (tersenyum lalu terdiam)
Jinan lalu menoleh dan menatap ke arah Julian.
Julian :
Kalian kenapa ada di sini !
Ara :
Ternyata Kak Julian kenal sama Kak Jinan dan Kak Cindy
Julian :
Iya, mereka itu teman kuliah Kak Julian satu tempat gitu, tapi kamu kok tau nama mereka kamu kenal sama mereka
Ara :
Bukan kenal lagi Kak, mereka berdua itu Kakak senior aku waktu aku jadi member JKT48 yang aku pernah ceritain sama Kak Julian
Jinan :
Nama kamu Julian ya, maaf kemarin aku nemuin dompet kamu waktu kamu lari - lari kemarin
Julian :
Pantesan aku cari enggak ada, terima kasih ya Jinan, Cindy
Cindy, Jinan :
Sama - sama
Jinan :
Kalau gitu Ara aku sama Cindy pulang dulu ya
Ara :
Iya Kak, Kakak hati - hati ya di jalan
Cindy :
Iya Ara, dah
Jinan :
Julian aku pulang dulu ya
Julian :
Oh iya Jinan
Lalu Julian melihat Jinan dengan tersenyum.
Ara :
Kak Julian kenapa ?
Julian :
E... nggak pp kok, ya udah Kakak masuk ke kamar dulu
Ara :
Kak Julian - Kak julian (tersenyum)
Rangga :
Ara, (teleportasi muncul)
Ara :
Rangga
Rangga :
Kamu ikut aku yuk
Ara :
Kemana
Rangga :
Nanti kamu akan tau (Teleportasi menghilang)
Rangga dan Ara lalu pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
Bersambung...