
Fiony :
Dinda kenapa kamu ketakutan ?
Dinda :
Orang itu Om Hartono ayahnya Michelle
Shani :
Jadi itu ayahnya Michelle, aku harus bertanya soal beasiswa itu
Dinda :
Kak Shani jangan kesana (memegang dan menahan tangan Shani)
Di ruang kelas.
Zee :
Kita harus cari kemana lagi ya
Bodyguard :
Woy tunggu (berlari dan berteriak)
Freya :
Zee, Christy biar mereka aku yang urus, kalian berdua cepat cari teman-teman yang lainnya
Christy :
Oke Freya semangat, ayo Zee
Zee :
Freya semangat
Bodyguard 2 :
Di mana 2 temen kamu yang tadi lari sama kamu, kamu suruh mereka sembunyi ya !
Freya :
Aku enggak tau om, kalian cari sendiri kalau bisa (tersenyum lalu menyerang dengan kekuatan)
Bodyguard :
Apa (terkejut)
Freya lalu mengeluarkan akar daun secara tiba-tiba dari sekitar tubuhnya untuk mengikat dan menyerang para bodyguard itu. Di lapangan atas gedung Universitas Jakarta International.
Zee :
Michelle, kenapa dia ada disini (bersembunyi)
Michelle :
Reva dimana Dinda tinggal sekarang ?, jawab gue (membentak)
Reva :
Gue nggak akan kasih tau keberadaan Dinda sama lo
Christy :
Astaga Reva, Zee kita harus tolong Reva (berbisik)
Zee :
Christy tunggu dulu kita harus lihat apa yang akan mereka lakukan sama Reva (berbisik)
Christy :
Tapi Zee (berbisik)
Michelle :
Oke kalau elo nggak mau kasih tau Dinda tinggal dimana, gue akan dorong elo dari gedung ini
Reva :
Enggak gue nggak mau (ketakutan)
Di bawah parkiran.
Reza :
Chika, kamu nggak kenapa-kenapa kan ?
Chika :
Iya kak aku aman kok
Hartono :
(Bertepuk tangan sambil tersenyum) bagus sekali, ternyata kalian hebat juga ya bisa mengalakan preman-preman saya. Dinda...dinda ternyata kamu sangat licik juga ya, saya semakin yakin kalau kamu saya pastikan hari ini akan sengsara, bawa dia dan masuk kan ke dalam mobil
Bodyguard :
Baik bos
Ketika para bodyguard itu menghampiri dan menarik Dinda dengan paksa Shani dan Fiony lalu menolong hingga secara tiba-tiba langit dan awan menjadi gelap.
Dinda :
Lepasin aku (ketakutan), Kak Shani, Fiony tolong aku
Shani :
Tolong lepaskan Dinda
Bodyguard :
Maaf sebaiknya kalian pergi, atau saya akan melakukan kekerasan pada kalian
Lalu tiba-tiba Fiony menyerang mereka dengan petir, hingga membuat para bodyguard itu terkejut dan meninggal di tempat itu.
Shani :
Fiony, apa yang terjadi sama kamu
Fiony :
Lepaskan tanganmu dari temanku (menyerang dengan petir)
Bodyguard :
Akh (kesakitan)
Hartono :
Apa (terkejut), wanita itu sangat berbahaya
Di atas gedung.
Michelle :
Kenapa Fiony bisa memiliki kekuatan seperti tadi
Reva :
Fiony (tersenyum)
Zee :
Christy ini saatnya (berlari dengan cepat)
Christy lalu Mendorong Bodyguard itu menggunakan kaki hingga terjatuh dari atas. Tetapi disaat Christy ingin lari, Michelle menusuk Christy hingga membuat Christy terjatuh dan lemas).
Zee, Reva :
Christy (menghampiri Christy)
Christy :
Zee, Reva tolong aku (kesakitan memegang punggung)
Michelle :
Aku harus kabur dari sini
Ara :
(Teleportasi dan menarik Michelle hingga terjatuh), kamu nggak akan bisa kabur lagi Michelle
Zee :
Christy, kamu harus bertahan ya (menangis)
Reva :
Aku telepon ambulance dulu Zee (sedih)
Zee :
Cepetan Reva
Ara :
Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan sama temanku
Michelle :
Enggak Ara gue gak salah (ketakutan)
__ADS_1
Di parkiran.
Hartono :
Sial sepertinya itu polisi aku harus pergi dari tempat ini, semuanya cepat pergi (masuk ke dalam mobil)
Semua bodyguard dan preman itu pergi, hingga Bryan datang bersama polisi dan ambulance.
Bryan :
Fiony, aku harus menetralkan kembali kekuatan Fiony supaya polisi tidak curiga (menetralkan dengan kekuatan)
Fiony :
Kak Shani (terjatuh)
Shani :
Fiony (memeluk)
Bryan :
Kenapa ada ambulance juga disini
Freya :
Akhirnya polisi datang juga, aku harus ke atas melihat kondisi Zee dan Christy
Zee :
Freya, tolong kamu cepat panggil ambulance suruh ke atas (panik)
Freya :
Oke Zee
Bryan :
Freya dimana Zee dan Christy
Freya :
Kak Bryan, ada diatas kak
Bryan :
Ya udah kita ke atas pak
Lalu para medis membawa Christy menuju rumah sakit, semua teman-teman Christy ketakutan dan khawatir dengan keadaannya terutama Shani, Zee dan Bryan. Sedangkan Michelle dan para bodyguardnya ditangkap oleh polisi kemudian dimasukan ke dalam penjara.
Bryan :
Christy (sedih)
Shani :
Christy, kamu tetap bertahan ya dek (Sedih), Zee biar aku yang temenin Christy, kamu pakai mobil aku aja ya
Zee :
Tapi kak !
Fiony :
Zee, ayo cepetan
Bryan :
Zee, kamu bareng aku aja naik motor supaya cepet jalannya
Chika :
Iya Zee biar mobilnya Kak Shani aku yang bawa
Zee :
Oke, ayo Bryan
Kemudian mereka semua menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Christy, setelah sampai dirumah sakit dokter melakukan operasi.
Shani :
Christy, kamu harus bertahan ya dek (sedih)
Dokter lalu keluar dari ruangan operasi.
Shani :
Dokter bagaimana keadaan adik saya ?
Dokter :
Jadi begini adik kamu harus segera melakukan operasi pada bagian punggung belakangnya, tapi kita memerlukan golongan darah B karena darah yang keluar dari tubuh pasien terlalu banyak.
Zee :
Shani :
Christy harus melakukan operasi Zee tapi kita harus cari golongan darah B
Zee :
Memangnya pihak rumah sakit tidak menyediakan golongan darah B
Dokter :
Mohon maaf sebelumnya di rumah sakit ini juga kekurangan golongan darah B
Bryan :
Dok kalau saya ingin mendonorkan darah kepada Christy apakah bisa !, soalnya saya golongan darahnya B juga
Zee :
Bryan
Dokter :
Baiklah kalau begitu silakan masuk
Dokter lalu melakukan operasi kepada Christy, setelah waktu menjelang sore Shani dan Zee menunggu Christy yang belum sadarkan diri.
Shani :
Christy (menangis)
Zee :
Kak Shani yang sabar ya, Christy pasti bisa kok melewati ini semua (khawatir)
Di luar kamar rumah sakit.
Fiony :
Gimana ya kondisi Christy sekarang ?
Freya :
Fiony, kamu tenang aja aku yakin Christy baik-baik aja (tersenyum)
Kemudian Shani dan Zee keluar dari ruang rawat Christy.
Fiony :
Kak Shani bagaimana kondisi Christy sekarang ?
Shani :
Masih belum sadar Fiony, kita harus doakan sama-sama supaya Christy bisa cepat bangun dari komanya
Fiony & Freya :
Amin kak
Reva :
Ini semua salah aku, kalau misalkan kalian berdua enggak nolongin aku, Christy nggak akan masuk ke rumah sakit
Zee :
Reva, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri, lagian Christy masuk ke rumah sakit itu bukan karena kamu kok (tersenyum)
Shani :
Iya Reva bener kata Zee, ini semua kan sudah terjadi lebih baik kamu doakan Christy supaya cepat sadar dan pulih kembali
Reva :
Iya kak (sedih)
Zee :
Oh iya Kak Chika sama Kak Reza kemana dari tadi aku enggak lihat mereka !
Freya :
Tadi mereka berdua pergi ke kantin untuk beli makanan buat kita semua
Chika :
Temen-temen (membawa makanan)
Reza :
Maaf ya semua tadi aku minta tolong Chika buat bantuin bawa makanan buat kalian
__ADS_1
Shani :
Iya kak Reza nggak pp kok, lagian kita juga terima kasih sama kamu karena udah membantu kita tadi
Reza :
Sama-sama
Chika :
Oh iya Christy gimana keadaannya, apa dia sudah sadar Kak Shani, Zee ?
Zee :
Christy masih belum sadar Kak Chika karena dia kan habis di operasi
Chika :
Jadi Christy masih belum sadar, kalau gitu aku masuk dulu mau lihat Christy (masuk ke dalam kamar Christy)
Shani :
Kak Reza nggak mau masuk juga
Reza :
Aku disini aja biar Chika aja yang masuk karena dia pasti khawatir sama Christy
Zee :
Kak Reza aku boleh tanya sesuatu sama kakak
Reza :
Boleh memangnya kamu mau tanya apa ?
Zee :
Kakak ada hubungan apa sama Kak Chika ! (tersenyum)
Reza :
(Tertawa) Zee kamu kok tanya soal gitu, aku sama Chika kan cuman sebatas dosen dan mahasiswi
Shani :
Jadi kak Reza sekarang adalah Dosen
Reza :
Iya Shani, aku sekarang jadi dosen di kampus tempat kalian belajar
Freya :
Terus kenapa aku nggak pernah lihat kakak ngajar di kelas kita
Reza :
Soalnya aku kan sambil kerja juga, jadi paginya aku pergi ke kantor lalu siangnya pergi ke kampus
Zee :
Tapi kenapa kakak tadi pagi ke kampus kita ?
Reza :
Tadi aku itu mau janjian sama Langit ketemu dikampus, berhubungan aku lihat kedaan kampus seperti tadi aku langsung aja ke dalam, ternyata ada kalian sedang ribut sama preman-preman tadi, ya udah aku langsung datang bantuin kalian terutama Chika yang hampir aja kena pukul sama preman tadi
Freya :
Jadi gitu ya
Di dalam ruang rawat Christy.
Chika :
Dedek, kamu kenapa bisa sampai jadi seperti ini, maafin kakak ya Christy karena aku nggak bisa melindungi kamu tadi (menggenggam tangan Christy dan menangis). Semoga kamu cepat sadar Christy supaya kita bisa bercanda lagi sama teman-teman yang lainnya
Di dalam mobil Shani.
Shani :
(Melihat Hp) Jesslyn, kenapa dia telepon aku berkali-kali ya !, lebih baik aku telepon Jesslyn kembali
Jesslyn tiba-tiba menelpon Shani kembali.
Shani :
Jesslyn (mengangkat panggilan telepon, halo Jesslyn ada apa ?, apa (terkejut)
Shani yang terkejut dan ketakutan langsung menuju ke tempat Fx Sudirman. Kemudian Shani datang melihat tempat yang biasanya digunakan untuk latihan hancur berantakan.
Shani :
Astaga (terkejut)
Flora :
Kak Shani untung kakak dateng (sedih)
Shani :
Theater kita kenapa bisa berantakan semua ?
Lulu :
Jadi tadi itu ada 5 orang datang di tempat kita untuk mencari Dinda dan Zee terus kita semua bilang nggak tau, mereka terus nggak percaya sama kita semua, jadi mereka menghancurkan tempat kita seperti ini
Shani :
Ya ampun tapi kalian semua baik-baik aja kan ?
Indah :
Kita semua baik-baik aja kak, tapi Kak Melody kayanya sedih soalnya tadi mereka sempat mau jahatin Kak melody
Shani :
Ya udah aku temuin Kak melody dulu
Di dalam panggung theater.
Shani :
Kak Melody
Melody :
Shani (sedih)
Mereka berdua berpelukan.
Shani :
Kakak kenapa sedih ?
Feni :
(Memberikan sebuah surat), mulai besok kita tidak bisa tampil di tempat ini lagi Shani
Shani :
Kok bisa
Feni :
Jadi tadi siang ada seorang pengusaha terkenal datang dan merusak theater kita Shani, lalu mereka memberikan surat ini
Jesslyn :
Aku kasihan sama Kak Melody dan juga kakak staff lainnya
Marsha :
Tapi mau gimana lagi Kak Jesslyn ini kita udah nggak bisa apa-apa
Shani :
Aku harus bicara sama Om Hartono (kata hati)
Melody :
Shani, kamu mau kemana ?
Shani :
Aku harus ketemu sama orang yang sudah membuat masalah sama kita (pergi meninggalkan tempat itu)
Feni :
Shani tunggu
Feni lalu mengejar dan melarang Shani agar tidak ke tempat orang itu sendirian.
Feni :
Shani berhenti, kamu mau bertemu sama mereka memangnya kamu tau mereka tinggal dimana ? (Menarik tangan Shani)
Shani :
Tapi Feni kita nggak boleh diam gitu aja kalau ada orang yang ingin menutup Theater ini, karena aku enggak akan rela sampai kapanpun kalau ada orang yang berani menutup tempat ini
Feni :
Shani
__ADS_1
Lalu Shani tetap saja mengabaikan perkataan Feni lalu pergi dari tempat itu.
Bersambung...