
Zee:
Hai nama kamu siapa (tersenyum)
Langit:
Maaf, gue Langit
Mutiara:
Mutiara (bersalaman)
Langit:
Oke, Langit
Eric:
Eric
Pak Bobby:
Bryan, kamu sekarang bapak kasih tugas kamu untuk memperkenalkan fasilitas apa saja yang ada di sekolah ini
Bryan:
Baik pak (tersenyum)
Pak Bobby:
Baiklah kalau gitu bapak tinggal dulu ya Langit, Eric
Langit:
Oh iya pak
Zee:
Bryan, aku sama Mutiara mau ke kantin dulu, soalnya aku dari tadi pagi belum makan, aku minta tolong sama kamu buat lanjutin kerjaan kita di laptop aku
Bryan:
Oke Zee
Zee lalu pergi dan Langit terus menatap Zee terus dengan tersenyum
Zee:
Terima kasih ya Bryan
Bryan:
Sama-sama (tersenyum)
Langit:
Jadi wanita itu namanya Zee (suara hati)
Bryan:
(Melihat Langit) kamu suka ya sama dia (tersenyum)
Langit:
Enggak kok, kamu ini (tersenyum)
Bryan:
Ya udah, sekarang kalian ikut kita ke suatu tempat
Langit:
Memangnya kita mau kemana Bryan
Bryan:
Aku mau tunjukin kelas kalian berdua sekaligus memperkenalkan kalian ke teman kelas kita
Lalu Bryan menujuh ke ruang kelas 3 IPA.
Di Sekolah SMK Tunas Harapan.
Chika:
Aduh tugas dari Bu Dewi banyak banget, ternyata capek juga ya
Reva:
Kak Chika sih lagian udah tau Bu Dewi kalau kasih tugas itu banyak, masih aja minta tugas lagi
Chika:
Tapi untungnya ada Jesslyn sama Flora yang mau bantuin kita
Reva:
Iya sih, tapi mereka berdua belum kesini ya, katanya mereka hari ini selesa
Jesslyn:
Chika, Reva ini tugas Bu Dewi yang kemarin aku sama Flora udh kerjain semua
Chika:
Jesslyn terima kasih ya (tersenyum)
Jesslyn:
sama-sama
Reva:
Tapi kok yang ngumpulin tugas cuman kamu, memangnya Flora dimana ?
Jesslyn:
Hari ini dia nggak masuk, soalnya dia lagi kurang enak badan
Chika:
Iya Reva, aku juga baru inget kalau dia bilang sakit ke aku kemarin
Reva:
Gimana kalau setelah pulang sekolah kita ke rumah Flora buat jenguk dia !
Chika:
Oke, terus ini gimana sama tugasnya Bu Dewi ?
Adel:
Kita selesaikan dulu, kan tugasnya cuman tinggal sedikit
Jesslyn:
Ya udah kalau gitu aku masuk ke kelas dulu ya
Reva & Chika:
Oke Jesslyn
Jesslyn lalu pergi dari ruang Aula, bel istirahat mulai berbunyi.
Di Sekolah SMA Cahaya Harapan.
Bryan:
Langit, Eric ambil aja
Langit:
Tapi kita enggak punya uang Bryan
Bryan:
Oh soal itu kalian tenang aja nanti aku yang bayarin
Eric:
Kamu serius Bryan
Bryan:
Iya dong
Ketika mereka bertiga sudah membeli makanan, lalu Bryan, Langit dan Eric duduk bersampingan dengan tempat duduk Zee dan teman-temannya.
Zee:
Guys, kita duduk disini aja yuk
Christy:
Oke
Langit:
Kita duduk disitu aja
Bryan:
Boleh
Zee dan Langit lalu menoleh dengan bersamaan kemudian bertatapan mesra.
Langit & Zee:
Kamu
Langit:
Kamu mau duduk sini ya
Zee:
__ADS_1
Kalian mau duduk disini juga ya, biar kita cari tempat duduk yang lain
Langit:
Zee, kamu dan teman-teman kamu itu yang duluan jadi lebih baik kalian yang duduk disini, biar kita cari tempat lain
Zee:
Oke, terima kasih
Langit:
Bryan, Eric lebih baik kita duduk diatas sana aja
Bryan:
Ya udah ayo
Christy:
Kok mereka pergi, kenapa nggak mau gabung aja sama kita ?
Fiony:
Aku juga kurang tau
Zee menatap dengan tersenyum ke Langit, kemudian datanglah Alex dan teman-temannya untuk mengganggu Zee dan temannya.
Alex:
Halo Zee gimana kabarnya hari ini ?
Christy:
Ya ampun dia lagi...dia lagi (kata hati)
Bryan:
Gimana menurut kalian berdua sekolah disini enak kan ?
Eric:
Enak sih, tapi gue mau bilang terima kasih sama elo karena udah beliin kita makanan
Bryan:
(Melihat ke arah Zee dan temannya), Alex
Langit:
Oh iya Bryan gue boleh tanya sesuatu sama elo
Bryan:
Pasti dia sama temen-temennya mau gangguin Zee (kata hati)
Langit:
Bryan, elo lihat siapa (melihat ke arah Zee)
Zee:
Alex, kamu bisa nggak jangan deket-deket duduknya
Langit:
Itukan Orang yang tadi gangguin gue, Eric sama Bryan, terus kenapa dia sekarang gangguin Zee dan teman-temannya
Fiony:
Alex, kamu itu kenapa ya setiap hari sering dektin dan mengganggu kita terus
Freya:
Zee, lebih baik kita makan di tempat lain aja
Christy:
(Melihat Bryan sambil tersenyum), gimana kalau kita ke atas saja
Alex:
Tunggu dong Zee (memegang tangan)
Zee:
Alex lepasin tangan aku
Alex:
Oke, tapi elo harus temenin gue sekarang (menarik Zee dan pergi)
Christy:
Alex lepasin tangan temen aku (mengejar mereka)
Langit:
Dia mau bawa Zee kemana ?
Bryan:
Fiony, Christy, Freya, Bryan dan Eric lalu mengejar mereka.
Langit:
Eric, Bryan aku harus ke toilet dulu (pergi)
Bryan:
Tapi Toilet kan kesana bukan ke situ
Eric:
Lebih baik kita kejar mereka
Di luar sekolah 20 orang teman Alex yang sedang berkumpul mempersiapkan sebuah kejutan untuk mengutarahkan perasaan dia kepada Zee.
Alex:
Ayo Zee (menarik tangan)
Zee:
Alex lepasin tangan aku (Marah)
Zee terkejut melihat di luar sekolah.
Zee:
Maksudnya apa ini Alex
Alex:
Seperti kamu lihat, aku itu suka sama kamu Zee, jadi kamu mau nggak jadi pacar aku ?
Christy:
(Terkejut) Kenapa jadi banyak orang gini di depan sekolah kita
Semua anak-anak sekolah SMK Tunas Harapan melihat dari kejahuan, sedangkan Anak SMA Cahaya Harapan melihat dengan terkejut.
Alex:
Mereka itu teman-teman gue yang sudah bantuin aku selama ini demi mendapatkan cinta kamu Zee
Langit:
(Teleportasi), Zee, aku cinta kamu, (ternyata dia ingin mengutarakan oerasaanya kepada wanita itu (Kata hati))
Zee:
Maaf Alex aku nggak bisa menerima kamu
Alex:
Tapi kenapa Zee, apa cuman kamu nggak boleh pacaran sama papa kamu
Pada waktu Zee ingin pergi, Alex lalu menarik tangan Zee dan memaksa dia agar menerima cintanya.
Alex:
Zee tunggu (memegang tangan)
Zee:
Alex lepasin tangan aku
Alex:
Aku nggak akan melepaskan tangan kamu sebelum kamu terima aku jadi pacar kamu
Christy:
Astaga Zee (menghampiri Zee untuk membantu melepaskan tangannya), lepasin nggak tangan temenku
Alex:
Kalian, urus cewek ini
Langit:
(Sepertinya Zee dan Christy dalam bahaya, aku harus menyelamatkan mereka)
Fiony:
Christy awas
Bryan:
Fiony, biar aku aja yang bantu mereka
Christy:
Kalian mau ngapain ini (mengelilingi Christy)
__ADS_1
Langit dan Bryan lalu menyelamatkan Christy dan Zee.
Bryan:
Christy, lebih baik kamu dan Zee masuk ke dalam sekolah
Christy:
Oke Bryan, Tapi gimana caranya aku lewati mereka
Langit:
Tunggu Alex (muncul di depan mereka berdua)
Alex:
Langit
Zee terkejut dan tiba - tiba Langit menarik tangan Zee dan membawa masuk ke sekolah, namun Alex memegang pundak Langit.
Langit:
Zee ikut aku (menarik tangan Zee dengan pelan)
Alex:
Tunggu dulu (memegang pundak Langit)
Langit:
(memegang dan memelintir tangan Alex, kemudian mendorong dengan kekuatannya sampai terjatuh)
Hingga teman - temannya melihat Alex yang sedang terjatuh sehingga disaat mereka lengah di situlah Bryan membawa Christy dengan melesat cepat.
Langit:
Zee ayo kita pergi
Zee:
Tapi...!
Langit:
(Berlari masuk ke dalam sekolah)
Eric:
Fiony, Freya lebih baik kita memberi tahu Pak Herman
Fiony:
Tapi dimana Zee dan Christy
Eric:
Kalian tenang aja pasti mereka berdua sudah aman kok
Freya:
Iya Fiony, kita harus cepet kasih tau Pak Herman
Lalu mereka melaporkan kejadian tersebut kepada Pak Herman, sedangkan belakang Taman Sekolah.
Zee:
Langit tunggu sebentar aku capek lari terus
Langit:
Oke, kamu tunggu di sini sebentar
Zee:
Aduh capek baget lagi
Langit:
Zee ini buat kamu biar kamu enggak capek (memberikan minuman)
Zee:
Terima kasih Langit, (meminum)
Langit:
Sebenarnya dia siapa ?, kok tadi dia maksa gitu narik tangan kamu
Zee:
Jadi dia itu teman kelas aku waktu SMP, dan sampai sekarang dia itu ngejar - ngejar aku terus, apalagi dia sering menggagu temen - temen aku
Langit:
Tapi kok masih ada ya cowok jahat seperti itu
Zee:
Ya udahlah aku nggak mau ngomongin soal itu, tapi aku mau berterima kasih sama kamu, karena kamu udah tolongin aku (tersenyum)
Lagit:
Sama - sama Zee, lagian aku nggak suka aja ada pria yang kasar sama wanita, apalagi wanita itu cantik
Zee:
Memangnya aku cantik ya (tersenyum)
Langit:
(Gugup), Zee kayaknya bel sekolah udah berbunyi, apa kamu nggak mau masuk ke kelas
Zee:
Langit, tungguin aku dong
Langit:
Kamu kan bedah kelas sama aku Zee
Zee:
Iya aku tau, tapi kan kelas kamu dekat kelas aku kan
Langit:
Iya juga sih (tersenyum)
Zee:
(Tersenyum), Langit, Langit (Suara hati)
Lalu Langit dan Zee masuk ke dalam kelas mereka, sedangkan di lapangan sekolah Christy dan Bryan, karena Bryan bisa melesat secepat serigala.
Bryan:
(Berhenti dari melesat)
Christy:
(Melamun dan terkejut)
Bryan:
Christy ?
Christy:
Bryan, kenapa kamu bisa secepat tadi larinya
Bryan:
Iya, aku sendiri juga bingung Christy (kebingungan)
Bu Sinta:
Christy, Bryan ngapain mereka berduaan di lapangan, bukannya jam istirahat sudah habis ya
Bu sinta lalu memghampiri mereka berdua.
Bu Sinta:
Christy, Bryan kalian berdua ngapain ada di lapangan, pakai gandengan tangan segala, apa kalian pacaran iya !
Bryan dan Christy melihat tangan mereka dan melepaskan tangannya.
Bryan:
E... engak kok Bu tadi kita itu cuman bicara biasa aja kok, betul kan Christy !
Christy:
Iya Bu Sinta (tersenyum)
Bu Sinta:
terus Ibu lihat tadi kalian pegangan tangan
Christy:
Jadi gini Bu Sinta saya tadi itu latihan untuk tugas Bu Mira yaitu membuat drama tentang percintaan, apa ibu Sinta mau lihat drama kita (tersenyum)
Bu Sinta:
Jangan, oke ibu percaya ya sudah kalian berdua masuk ke kelas karena jam pelajaran sudah mau dimulai
Christy, Bryan:
Baik bu kami permisi masuk ke kelas
Bu Sinta:
dasar anak itu (suara hati)
Bersambung.....
__ADS_1