
pertandingan sisa Premiere League Manchester City kalah total karena Riski dan Haaland menjadi bek, Ruben Dias dan Nathan Ake justru menjadi striker utama, Ederson menjadi pemain sayap dan Zack Steffen kiper kedua yang menjadi kiper.
formasi itu membuat Manchester City kalah total di sisa laga, Pep Guardiola hanya tertawa sambil menyisir rambur meskioun dia botak, Riski lalu pergi ke Jakarta naik pesawat untuk berkumpul dengan pemain timnas lainnya.
di UEFA Champions League Final Liverpool mampu menang mudah 4-1 karena pemain Dortmund yang gugup saat di final, hal itu membuat Liverpool menjuarai ucl ke 7 miliknya dan membawa pulang trofi UCL kembali ke Inggris.
setelah ke Indonesia Riski akan ke Tiongkok untuk AFC Asian Cup, bisa di bilang Riski bisa merasakan liburan 30 hari lagi, AFC Asian Cup di bagi menjadi 8 grup, setiap grup tentu hanya 2 yang lolos ke babak 16 besar karena ketentuan sudsh begitu sejak dulu.
Riski melakukan perjalanana 22 jam dan sudah sampai di Jakarta, Riski di jemput oleh staf Indonesia dan Luis Mila, "selamat sudah menjuarai EPL" kata Luis Mila, "hehehe makasih, ini buat kau".
"apa ini njir?" tanya Luis Mila
"kayaknya bule ini sudah terkontaminasi sama orang Indonesia" pikir Riski, "liat sendiri lah".
"oke makasih, ayo kita ke hotel, hanya sisa beberapa pemain lagi" kata Luis
sesampainya Riski di hotel dia menemui Luis Enrique dan juga beberapa staf, saat ini tim junior Indonesia di latih oleh Shin Tae Yong karena Luis Mila menjadi asisten Luis Enrique, saat ini PSSI sedang fokus memancing klub eropa untuk mencari pemain berbakat Indonesia.
ini bisa di bilang proyek jangka panjang, alasan PSSI tidak memperpanjang Luis Enrique karena dia sudah tua, lebih baik Luis Mila karena dia belum terlalu tua dan bisa melatih lama, karena jika melatih cuma sebentar maka saat ganti banyak pemain yang belum bisa membiasakan diri.
pemain yang akan di bawa untuk AFC Asian Cup adalah berikut :
Kiper : Emil Audero
Nadeo Argawinata
Ernando Ari Sutaryadi
pemain belakang : Jordi Amat
Kevin Diks
Elkan Baggot
Mees Hilgres
__ADS_1
Shayne Pattynama
Asnawi Mangkualam
Pratama Arhan
pemain tengah : Witan Sulaeman
Ramae Rumakiek
Ricky Kambuaya
Marselino Ferdinand
David Maulana
pemain sayap : Andreas Kanae
Muhammad Supriadi
Egy Maulana Vikri
Ronaldo Kwateh
Irfan Jaya
pemain penyerang : Mohammad Riski Saputra
Ragnae Oratmangoen
Ahmad Wijayanto
Luis Enrique memanggil pemain muda Ahmad Wijayanto yang bermain di Bayer Leverkusen, dan Luis Enrique memanggil pemain muda keturunan Andreas Kanae yang bermain di FC Porto.
kedalaman squad timnas Indonesia saat ini lebih sangar dari pada saat di piala dunia, PSSI berhasil dengan baik memancing beberapa klub eropa untuk memilih pemain mudanya ke akademi mereka, dengan jangka panjang ini kembuat sepak bola Indonesia nantinya akan kuat di masa depan.
__ADS_1
pemain Indonesia juga sudah banyak yang tidak mau di zona nyaman karena ingin bermain di timnas, menurut pendapat Luis Enrique Marselino dan Ronaldo Kwateh memiliki peluang kalau mereka mau bermain di eropa.
keesokan harinya Luis Enrique menawari Ronaldo Kwateh apakah dia mau bermain bersama tim asal liga Perancis bernama Paris FC yang bermain di liga kasta kedua Perancis, Ronaldo Kwateh memutuskan untuk berpikir terlebih dahulu.
Luis Enrique menjadi perantara untuk memancing klub eropa mencari pemain Indonesia, kali ini Luis Enrique melatih Ronaldo Kwateh agar tidak gampang kelelahan, Luis Enrique juga memberitahu pada Marselino untuk tidak menggunakan keegoisan dalam bertanding.
"kita semua tidak boleh egois saat di pertandingan! lihatlah sisi ruang lain apakah ada yamg di posisi kosong atau tidak! jika ada operlah karena peluang gol dia jauh lebih besar" instruksi Luis Enrique
Ahmad Wijayanto saat ini sedang di amati oleh Luis Enrique, bagi Luis Enrique Ahmad Wijayanto memiliki tipe yang tidak berlari banyak namun mampu mencari ruang dan mencetak gol.
terkadang banyak lari tidak membuatmu menjadi hebat, cukup diam dan menyelesaikan dengan baik, itulah yang ada di pikiran Ahmad yang membuatnya jarang berlari namun mematikan.
Egy Maulana Vikri sendiri memiliki drible yang sangat baik namun finishingnya masih sering meleset, Egy juga masih sering buta terhadap temannya dan sering menyia nyiakan peluang, itu adalah sisi buruk dari Egy.
sisi terang Egy dia sering mencetak gol dari tendangan bebas, melewati banyak pemain lalu mencetak gol, memiliki gerakan yang juga sangat fleksibel, bagi Luis Enrique itu sudah sangat bagus untuk pemain Indonesia saat ini.
untuk Ragnar bagi Luis dia lebih sering melakukan tap in karena kalau sudah di depan gawang dan dia di beri umpan silang bagaimanapun caranya Ragnar mampu mencetak gol.
kalau Riski bagi Luis masih membingungkan, Riski mampu bermain di sayap dengan baik, striker juga bagus bahkan gelandang juga bisa, namun ketajaman Riski menunjukkan kalau dia pemain yang sangat layak.
bagi Luis Enrique Manchester City beruntung mempunyai trio super yaitu RMS(Riski, Mahrez, Sterling). saat ini Luis Enrique hanya membiarkan Riski berlatih semaunya karena bingung.
Luis Enrique melihat Witan Sulaeman dan menurutnya permainaan Witan bagus sebagai gelandang, umpan akurat milik Witan dan juga jarang kehilangan bola, kelemahan Witan hanya satu yaitu dia masih egois sedangkan gelandang yang egois adalah gelandang yang tidak bagus.
jika striker egois justru itu yang di suka namun jika gelandang egois maka dia harus di buat menjadi tidak egois, Witan Sulaeman saat ini bermain di Zurich klub dari Swiss Super League.
setelah melakukan analisis pada pemain akhirnya mereka pergi ke Tiongkok, di bandara Riski berfoto dengan teman negaranya lalu update ke media sosial dengan caption "Lets Go AFC Asian Cup".
postingan itu rame dalam waktu sebentar, 1 jam kemudian sudah ramai dan banyak yang mendoakan sebaik mungkin, pemain top eropa juga ada beberapa yang komen termasuk pemain Manchester City.
"Pep sedang menyisir rambut dan dia berharap kau bisa juara bersama negaramu" komen Grealish, lalu John Stones membalas komen Grealish "apakah dia menyisir angin?".
para pemain menaiki pesawat pribadi milik negara, Riski sebangku dengan Elkan Baggot dan Kevin Diks, mereka semua tidur dan selama 16 jam mereka sampai di Tiongkok, semua pemain menuju ke wisma atlet yang di sediakan.
Indonesia bertemu dengan Yordania, India, dan Kuwait, Indonesia berada di grup yang tidak terlalu susah jadi Luis Enrique tidak terlalu khawatir, namun yang membuat Enrique khawatir bisa jadi Indonesia bertemu tim kuat di 8 besar.
__ADS_1
di grup sebelah yaitu grup D ada Jepang dan Vietnam, yang di unggulkan adalah Jepang dan Vietnam, namun jika hanya melawan Vietnam Enrique sangat yakin akan menang, di piala dunia saja Spanyol harus di tumbangkan apalagi Vietnam.
Indonesia negara paling di unggulkan oleh FIFA untuk menjuarai AFC Asian Cup saat ini, konstribusi Indonesia adalah yang terbesar di piala dunia 2022 untuk Asia, di antara tim Asia yang semua gugur di fase grup Indonesia mampu ke semifinal dan Juara 3 Piala Dunia.