Football Best Player

Football Best Player
Manchester vs Leverkusen


__ADS_3

pertandingan liga Inggris sudah melewati dua pertandingan, pekan ke 11 dan 12 Premiere League di menangkan lagi oleh Manchester City namun meski mereka meraih 29 poin Liverpool juga meraih 32 poin.


saat ini kota Manchester sudah bergemuruh di mana suporter Manchester City yang tidak terima pemain Man City di perlakukan suporter Leverkusen berniat untuk balas dendam.


meskipun bukan pertandingan panas Sheikh Mansour memutuskan menonton pertandingan dan menyuruh banyak polisi untuk mencegah kerusuhan.


Sheikh Mansour benar benar di jaga ketat oleh banyak polisi saat mau masuk menuju Stadion Etihad. kekayaan Mansour yang sangat besar hingga mempunyai 100% saham Manchester City tentu menjadi pusat perhatian.


saat ini darah Riski serasa mendidih setelah mendengar ada orang bernama Rico Martinz, Riski mendengar Rico Martinz mencetak 18 Gol dari 10 pertandingan di Bundesliga.


striker tajam dari Germany yang mungkin bisa menjadi rivalnya di masa depan. Rico Martinz saat ini di percayai pelatih untuk melawan Manchester City di Etihad Stadium.


setelah pemain mengganti baju kedua kesebelasan memasuki lorong Stadion. Riski menatap pria kecil dengan tinggi 172 cm umurnya sekitar 18 tahun dan dia adalah Rico Martinz.


"halo salam kenal Rico Martinz" kata Riski yang sambil berjabat tangan dengan Martinz


saat ini semua pemain Manchester City seperti mengerti apa yang di maksud oleh Riski. meskipun hanya pertandingan ke 5 Liga Champions dan masih di fase grup namun mereka sudah melihat ekspresi Riski yang sebenarnya.


kedua kesebelasan memasuki lapangan dan Manchester City memulai kick off. pertandingan berjalan cukup sengit pada awalnya karena pelatih Leverkusen Jorge Marini menumpuk bek di kotak penalti.


Jorge Marini pelatih yang masih berumur 32 tahun namun Jorge Marini mampu membawa Leverkusen menjuarai Piala Jerman dan saat ini masih saling balap poin untuk memperebutkan posisi pertama Bundesliga dengan Bayern Munchen.


Riski selalu di jaga oleh Jom Tyson pemain asal Senegal yang tingginya mencapai 192 cm dan masih 2 cm di bawah tinggi Riski. pemain belakang yang di pakai Jorge Marini benar benar gila dan semua memiliki fisik yang kuat.


baru 7 menit berjalannya pertandingan Riski sudah di jatuhkan sebanyak 4 kali dan membuatnya kesal. pada akhirnya Riski menunjukkan permainannya yang sebenarnya karena jengkel.


pada menit ke 9 Riski mundur ke belakang untuk menerima bola dan menggiring bola ke area pertahanan Leverkusen. Tom Brendt melakukan tackle namun Riski yang berlari langsung menabrak kaki Tom Brendt.


wasit meniup peluit karena Tom Brendt terlihat cedera. Mike Oresant yang melihat aksi Riski melukai temannya langsung mendorong Riski. "Oresant bajingan! tenanglah jika kau kartu merah justru merepotkan!" teriak Jorge Marini dari pinggir lapangan memarahi Mike Oresant

__ADS_1


pertandingan berjalan 34 menit namun Manchester City tidak mampu menerobos benteng kokoh yang di bangun Jorge Marini. Sterling dan Riyad Mahrez selalu saja di hancurkan oleh bek milik Leverkusen.


Riski pun bermain gila gilaan dengan menendang bola sekuat kuatnya meskipun banyak orang menumpuk di kotak penalti. pada menit 41 memanfaatkan skema serangan balik pemain Leverkusen dengan cepat masuk ke area pertahanan Manchester City.


Amina Adli yang sudah berlari kencang melakukan umpan silang sejajar kaki. Rico Martinz tanpa mengontrol bola langsung melepas tembakan ke gawang Manchester City setelah bola lolos dengan gampang menuju kakinya.


Ederson berusaha menangkis bola namun bola masuk ke pojok kanan gawang dan menjadi sebuah gol. peluang pertama, tembakan pertama, serangan pertama dan langsung menjadi gol.


Jorge Marini hanya menepuk tangan karena sadar yang di lawan adalah Manchester City yang di latih Pep Guardiola. Guardiola saat ini sedang jengkel dan menendang botol, Guardiola sudah menyiapkan rencana di babak kedua.


di ruang ganti semua pemain termenung dan Pep Guardiola juga terlihat kesal. "apa kalian semua gila?! permainan kita memang menyerang tapi kenapa bek juga menyerang? jangan termakan dengan strategi Jorge Marini yang gila itu!"


"kalian harus siap adanya serangan balik meskipun selama satu babak mereka hanya menyerang sekali! bek juga kenapa bisa membiarkan Rico Martinz begitu bebas?! dan Dias kenapa kau malah di depan gawang menghalangi Ederson?" teriak Pep Guardiola yang marah di ruang ganti


semua pemain diam tanpa membalas perkataan Pep Guardiola yang sedang kesal. Guardiola benar benar jengkel melihat tingkah pemainnya.


babak kedua kembali di mulai. Manchester City lebih menarik pemain Leverkusen namun hal itu masih tidak bekerja. semua pemain Man City terlihat kebingungan menghadapi permainan dari Bayer Leverkusen yang merapat semua.


"sial! jika kita mengalah di sini itu artinya ada kemungkinan kita terjungkal ke Liga Eropa, namun jika kita memaksa untuk maju maka akan banyak pemain yang cedera" pikir Guardiola


Pep Guardiola mengubah skema dengan memasukkan Lo Celso untuk menggantikan Ilkay Gundongan. Pep Guardiola mau menjadikan pemain yang bisa menggocek untuk mengacak pertahanan Leverkusen yang seperti tembok baja.


pertandingan berjalan 65 menit dan Lo Celso mencoba mengacak pertahanan Leverkusen di sisi kanan, Lo Celso melewati bek kanan dan melewati gelandang Leverkusen.


Lo Celso melihat bahwa kotak penalti benar benar sesak karena padat dengan banyak pemain. Lo Celso merasa ada yang mendorong tubuhnya dan benar saja bahwa Mitchel mendorongnya.


wasit yang melihat itu tanpa ragu langsung memberi kartu kuning dan memberikan penalti. sebenarnya Lo Celso di langgar agak di luar namun wasit memutuskan penalti.


pemain Leverkusen tidak ada yang begitu memperhatikan di mana Lo Celso terjatuh karena yang jelas Lo Celso di dorong dan jatuh di dalam kotak penalti.

__ADS_1


tidak ada var dan langsung di beri penalti. Kevin De Bruyne di percayai menjadi penendang penalti. "Riski! pergilah ke kiri Kevin untuk mencegat bola muntah jika gagal!" teriak Pep Guardiola


Riski hanya mengangguk. wasit lalu meniup peluit untuk memberi aba aba agar De Bruyne menendang bola secepatnya. dengan skil miliknya De Bruyne menipu penjaga gawang Leverkusen dan menceploskan bola ke kanan gawang.


penjaga gawang Leverkusen menuju arah berlawanan setelah tertipu tendangan Kevin De Bruyne yang benar benar menipu. Stadion Etihad langsung bergetar kencang dari sorakan para suporter yang ebnar benar meledak.


Pep Guardiola hanya menepuk tangan saja karena hasil imbang tetap saja memalukan untuk Manchester City karena lawannya hanyalah tim Bayer Leverkusen.


kick off pertandingan di mulai. pemain Leverkusen tampak belum pulih setelah kebobolan melalui penalti. melihat hal itu Riyad Mahrez langsung sprint di sisi kiri pertahanan Leverkusen setelah menerima bola habis kick off.


pemain Leverkusen yang belum sempat mengumpul di kotak penalti langsung kocar kacir dan dengan mudah Mahrez masuk ke kotak penalti Leverkusen. "we oper ke tengah aku kosong!" teriak Riski kepada Mahrez


Mahrez melihat Riski dan mengoper bola kepadanya menggunakan kaki kanan. karena kurang sempurna bola tidak begitu kencang menuju Riski. melihat hal itu Riski maju untuk menendang bola ke gawang.


Riski berduel terlebih dahulu dengan pemain belakang Leverkusen. Riski berhasil menang duel dan mencip bola melewati atas penjaga gawang Leverkusen. bola memantul terlebih dahulu ke rumput dan masuk menggoyangkan jaring gawang.


Riski menghampiri Mahrez dan mereka merayakan gol kedua Manchester City bersama. hingga akhir pertandingan Leverkusen tidak bisa berbuat apapun selain bertahan.


hal ini membuat Manchester City mampu memastikan tiket 16 besar Liga Champions karena kemenangan atas Bayer Leverkusen 2-1.


"alhamdulillah kita lolos 16 besar" kata Gundongan sambil minum kopi


"huntung comeback kalo gak dah gue buang tuh pemain Man City" gumam Guardiola


"tadi bapak bilang apa?" tanya De Bruyne memastikan


"gak... gak bilang apa apa mending lu diem" balas Pep Guardiola dengan ketus


"anjir ni bapak bapak sensitive banget" pikir De Bruyne

__ADS_1


"kalo ginikan tenang bisa santai santai..." pikir Riski


"selanjutnya Piala FA kami siap datang"


__ADS_2