
saat ini cuaca sedang bagus dan cerah pada jam 7 pagi, semua pemain Indonesia sudah di lapangan untuk melakukan latihan, Luis Enrique kali ini melatih passing yang akurat dan bisa melihat teman yang kosong saat di lapangan.
"sebenarnya apa pentingnya latihan passing ini kan bisa bertahan oper terus gol?" tanya Sadil Ramdani
"bodoh! kalau cuma oper misalnya kau hanya tendang tendang apa menurutmu gol? passing lebih memungkinkan untuk gol hanya saja butuh kualitas bagus untuk keluar hasilnya" jawab Luis Enrique yang sebenarnya agak kesal karena permainan Sadil terlalu egois
Riski melakukan pelatihan fisik di GYM namun tiba tiba Riski mendapat telpon, yang menelpon adalah agennya yaitu Andreas Fardnho.
"halo ada apa?!" tanya Riski lewat telepon
"aku hanya memberitahumu kalau bisa saja kau musim depan tidak bisa bermain di Manchester" kata Fardinho di telepon
"kenapa bisa apa gue di tawar klub?" tanya Riski
"ya begitulah Real Madrid sudah buat kesepakatan untuk membelimu seharga 195 juta Euro namun itu tergantung jawabanmu" kata Fardinho
"bilang saja jika mau tunggu saja 2025 untuk sekarang saya masih akan di Manchester" jawab Riski
"ya, kalau begitu sampai jumpa" kata Fardinho
"anjir transfer 195 juta Euro gak tuh" sambung Supriadi yang tiba tiba nongol
"bukannya kau sendiri mau di incar sama Everton kan?" tanya Riski
"ya saat ini Everton sudah membeli seharga 12 juta Euro jadi musim depan saya akan bermain di Everton" kata Supriadi
"kalau begitu musim depan siap ke bantai dengan gue ha ha ha" kata Riski sambil tertawa palsu
mereka lalu keluar dan Luis Mila lewat dengan muka yang kesal, Riski dan Supriadi hanya melihat Luis Mila yang pergi masuk ke lorong.
__ADS_1
setelah itu mereka semua bersiap untuk naik bus dan menunggu bus karena pada jam 10 nanti kick off sudah di mulai, pada jam 8 para pemain Indonesia memasuki bus yang sudah mau berangkat ke stadion.
di perjalanan Riski melihat kota yang sangat padat di China, Covid 19 membuat kota menjadi bebas polusi karena banyak perusahaan tutup.
bus timnas sudah sampai di Shanghai Stadium dan segera memasuki ruang ganti untuk mengganti pakaian, Riski dan pemain Indonesia lainnya lalu memasuki lorong stadion dan bertemu pemain Iran, setelah wasit memberi aba aba kedua kesebelasan memasuki lapangan.
Riski di pertandingan ini menjadi pemain sayap untuk menggantikan Supriadi yang kelelahan sekaligus memberi Ragnar bermain, setelah itu para pemain bersalaman lalu bersiap untuk memulai pertandingan.
pertandingan di mulai dan Riski mencoba keahliannya di kiri lapangan dengan gocek mengocek, Riski menunjukkan skil selayaknya Neymar dan membuat penonton di manjakan oelh aksi Riski, namun itu di hentikan karena Majid Hosseini langsung menabrak Riski hingga terjatuh.
wasit hanya memberi pelanggaran karena tidak terlalu keras, menit 8 Riski membawa bola di kiri dan di halang pemain Iran, Riski melakukan fake seolah mau mengoper namun terus berlari dan di lakukan berulang kali, hal itu membuat Riski menerobos ke kotak penalti lalu memberi umpan ke samping dan mau di tutup oleh Kanaani.
rupanya sekali lagi hanyalah tipuan karena Riski langsung mengolongi Moharrami dan melewatinya lalu menendang namun Beiranvad kiper Iran sudah di depannya dan memblok bola memakai tangan.
bola yang di tepis Beiranvad mengarah pada Ragnar namun Ragnar di jaga oleh Milad Sarlak, Ragnar meluncurkan kakinya dan mendorong bola masuk ke dalam gawang Iran, bola masuk ke dalam gawang semua suporter langsung bersorak.
Ragnar melakukan selebrasi tembak dengan membuat jarinya membentuk pistol, Riski lalu di naiki oleh Ragnar dan mereka selebrasi depan suporter Iran, suporter Iran hanya tertawa melihat tingkah pemain Indonesia yang nyeleneh.
pertandingan di mulai kembali dan Riski masih menunjukkan skilnya, Luis Enrique membiarkan Riski karena dia sendiri takjub, gaya khas Riski di mata Luis Enrique mengungatkannya dengan satu pemain saat melatih FC Barcalona, siap lagi kalau bukan si raja skil Neymar Junior.
menit 17 Iran melakukan serangan balik melalui Mehdi Torabi lalu memberi umpan terobosan ke striker, Sadar Azmoun menerima bola lalu lolos ke kotak penalti dan melepas tembakan namun di tepis oleh Emil Audero.
bola yang di tepis Audero kurang sempurna karna melayang lalu Alirez Jahanbakhsh mengambil ancang ancang tendangan salto dan melakukan tendangan salto, bola menuju ke kiri gawang dan masuk lalu Alirez berlari ke pinggir lapangan untuk merayakan gol.
kedudukan menjadi 1-1 dan Alirez melakukan hal nyeleneh selayaknya Riski dan Ragnar di depan suporter Indonesia, pertandingan ini benar benar sengit namun tidak menunjukkan tensi panas dan menunjukkan kebahagiaan.
"bodok kau! bisa bisanya membiarkan dia melakukan tendangan salto" kata Audero ke Kevin Diks sambil tertawa
menit 31 Egy Maulana menuju kotak penalti lalu memberi umpan ke tengah, Ragnar menendang namun masih di tepis Beiranvad, bola terpental keluar kotak penalti tanpa penjagaan lalu Riski dari belakang melakukan tendangan.
__ADS_1
bola dari luar kotak penalti menuju ke kanan gawang dari Iran lalu menghantam mistar dan masuk ke dalam gawang, Riski berlari ke kiri lalu berbaring di papan sponsor menghadap suporter Iran di depannya.
"huuu mantap bro!!" kata Marc Klok lalu menindis Riski dan membuatnya terjatuh
"anjir goblok!" kata Riski ke Marc Klok
pemain Indonesia kembali ke lapangan untuk memulai kembali pertandingan, suporter Indonesia semakin bersemangat dan menyanyikan lagu.
"gimana keren kan tendangan gue?" tanya Riski sambil sombong
menit 43 Sadar Azmoun melakukan corner kick lalu di sundul oleh Mehdi Torabi namun di blok Jordi Amat, Miled Sarlak langsung melakukan tendangan voli dari luar kotak penalti dan langsung masuk ke pojok gawang.
Sarlak langsung berlari ke pinggir lapangan dan menirukan selebrasi Riski yang baring di papan sponsor sambil menghadap suporter Indonesia.
babak pertama berakhir dan skor 2-2.
"ya bagus bagus" kata Luis Enrique sambil menepuk tangan dan melambari tangan ke para suporter Indonesia
"di babak tadi sudah bagus namun masih ada yang kurang yaitu masih banyak kesalahan di lini pertahanan, saya harap di babak kedua lini pertahanan tidak melakukan banyak blunder" kata Luis Enrique kepada para pemain
para pemain sudah memasuki lapangan dan Riski merasakan ada kekuatan yang mengalir, dia melihat para suporter Indonesia yang sudah tegang.
"kekuatan apa ini?"
[ding! ini adalah kekuatan kesenangan yang membuatmu menjadi hebat secara abnormal]
oh jadi maksudmu semakin saya senang saat bermain bola semakin hebat?"
[ya seperti yang anda tahu]
__ADS_1
Bersambung!...