Football Best Player

Football Best Player
AFC Nations League


__ADS_3

untuk pertama kalinya dalam sejarah Jakarta Internasional Stadium menjadi tempat bertanding kompetisi resmi negara, untuk pertandingan pertama Indonesia harus di hadapkan dengan Saudi Arabia, ini bukanlah pertandingan mudah karena melawan negara yang merupakan salah satu negara terkuat di Asia.


Luis Mila harus menyiapkan rencana matang, Indonesia lebih unggul karena JIS sudah di penuhi oleh para suporter Indonesia, bus pemain sudah sampai di stadion dan mereka lalu mengganti baju di ruang ganti.


di pertandingan Indonesia tampak belum terbiasa akan taktik Luis Mila, Riski yang memiliki stamina monster selalu mengacak di sayap agar pemain Arab kelelahan.


hal itu berfungsi karena akibat kelelahan Riski mampu menerobos dan melakukan umpan crosing tepat di depan gawang, Abdullah Otayf membuang bola keluar namun Marc Klok segera memusatkan power di kaki kanannya.


Marc Klok menendang dari luar kotak penalti dan dengan akurat melaju kencang ke gawang, kiper Saudi yaitu Mohammed Al-Rubaie gagal menepis bola namun masih beruntung membantur mistar dan keluar dari lapangan.


Luis Mila tampak senang karena pemain Saudi sudah kelelahan hingga untuk masuk ke kotak penalti menjadi lebih gampang, taktik milik Luis Mila berhasil karena Riski yang memiliki stamina monster dengan mudah membuat pemain Saudi berlari banyak dan berakhir fatal.


babak kedua yaitu menit 61 Ragnar membawa bola di kiri lalu melakukan umpan crosing, Ragnar gagal menyundul yang membuat bola hanya mengikis rambutnya, Egy Maulana Vikri yang kosong tanpa ragu melakukan tendangan voli tanpa mengontrol bola terlebih dahulu.


bola lurus dan melengkung ke pojok kanan gawang dari Arab Saudi, jaring gawang seketika bergoyang dan Egy langsung berlari ke pinggir, pemain Indonesia merayakan gol dengan semua suporter yang membuat stadion bergemuruh.


dekatnya gawang dengan suporter membuat jalannya pertandingan lebih terlihat mengerikan, Luis Mila yang ingin menghemat stamina menyuruh para pemain untuk memainkan negatife football.


hal itu berjalan lancar meskipun sesekali harus terebut, peluit pertandingan berakhir dan Indonesia mengakhiri kedudukan dengan skor 1-0, hasil ini membuat Indonesia berada di peringkat 4 klasemen sementara.


setelah pertandingan Riski mengasah stamina nya agar tidak bergantung pada sistem, Luis Mila sadar kalau Riski memiliki keunggulan dalam stamina itu sebabnya dia bisa bertahan di eropa.

__ADS_1


banyak pemain berbakat dari Indonesia namun mereka gagal karena cuaca dan juga stamina, fisik yang lemah. namun berbeda dengan Riski yang menjaga stamina dengan baik dan juga memiliki kulit tebal akan dingin.


pertandingan berikutnya Indonesia bertemu dengan Qatar, Luis Mila menggunakan taktik sebelumnya yang tentu sudah di baca.


Luis Mila kembali menjadikan Riski striker dan menarik pemain ke belakang, Luis Mila percaya akan shot power Riski dan akan bermain tendangan tajam dari jauh ke gawang.


taktik itu berguna di menit 52 setelah Riski melewati beberapa pemain lalu menendang, tendangan itu masih di halau oleh Meshaal Barsham dan menghasilkan tendangan penjuru.


melalui tendangan penjuru Marc Klok menendang dan menuju langsung ke gawang, bola dengan keras dan mungkin bisa langsung masuk, Meshaal Barsham menghantam bola keluar dari kotak namun Riski yang sudah ancang ancang menendang hanya tersenyum.


"jangan biarkan diriku di depan gawang secara kosong meskipun jaraknya 25 meter!" teriak Riski


bola dengan keras menuju ke gawang dan menghantam mistar lalu masuk ke dalam gawang, Riski melihat itu segera berlari ke pojok lapangan untuk merayakan gol bersama suporter.


hal itu berhasil nyata karena Marc Klok dengan kencang menendang ke kiri gawang dan membuat kiper hanya mati langkah, bola tidak terlalu kencang namun benar benar menuju sangat pojok dan terlihat mau keluar.


Luis Mila seketika melompat dan melempar botol saking bahagianya, Indonesia mampu menaklukkan sang juara AFC Asian Cup 2023 dengan skor 2-0.


Luis Mila benar benar mampu memanfaatkan kemampuan para pemain, di era Luis Mila dia lebih mengandalkan tendandangan tajam di banding dengan tiki taka untuk masuk ke kotak penalti.


Indonesia saat ini punya kualitas seperti Riski dan Marc Klok jadi kenapa kita tidak memanfaatkan hal itu, setelah pertandingan ini Indonesia berada di posisi kedua klasemen dengan nomor 1 nya Jepang yang menaklukkan Tiongkok 5-0.

__ADS_1


di pertandingan berikutnya Indonesia harus berhadapan dengan negara raksasa Asia kembali, lawan itu adalah Iran yang saat ini berada di klasemen nomor 3 AFC Nations League.


di pertandingan melawan Iran Indonesia mampu tampil baik, Riski melepas tembakan dari sisi kanan kotak penalti dan bersarang ke gawang pada menit 38, setelah itu Iran lebih maju dan sebisa mungkin menutup ruang tembak.


hal itu justru membuat pertahanan Iran di tengah kosong yang membuat Egy bisa gampang masuk pada menit 43 dan memberi umpan pada Ragnar yang langsung di selesaikan dengan mudah.


di babak kedua Almoez Ali menerobos kotak penalti dan menendang keras ke pojok kanan gawang Indonesia dan berhasil masuk, Indonesia bermain negatife football untuk tetap menahan skor dan selalu bermain mengulur waktu.


hal itu membuat Iran bermain kasar dan hingga pertandingan berakhir skor tetap 2-1, pelatih dan pemain Iran tampak kesal dengan teknik ulur waktu dari Indonesia.


dengan ini Indonesia berhasil di puncak klasemen dengan 9 poin karena Jepang bermain imbang dengan Korea Selatan, Indonesia saat ini mengoleksi 9 poin dan Jepang 7 poin lalu di posisi ketiga ada Korea Selatan dengan 7 poin.


Iran harus berada di posisi keempat karena hanya mengoleksi 6 poin, dari 3 permainan Indonesia mampu mengoleksi 9 poin meskipun lawannya terbilang berat yaitu Saudi Arabia, Qatar sang juara AFC 2019 dan juga Iran dengan ranking FIFA kedua tertinggi di Asia.


karena babat habis 3 pertandingan Indonesia berada di posisi 10 untuk Ranking FIFA, untuk pertama kali dalam sejarah negara Asia mencapai top 10 dunia.


banyak negara terkejut karena hanya dengan pemain yang terbilang biasa Indonesia mampu menjadi monster menakutkan, siapa lagi kalau bukan karena Riski yang selalu mengancam gawang dari luar kotak penalti membuat kiper lawan menjadi kesusahan.


Liga Indonesia juga sudah di perbaiki dengan di beri nama Indonesia League 1, sebelumnya Indonesia memakai nama sponsor untuk Liga namun sekarang sudah tidak.


hal ini membuat banyak bakat muda terlahir karena SSB yang sudah tersebar ke seluruh wilayah, fasilitas klub juga memadai memungkinkan pelatih untuk tidak terlalu susah melatih.

__ADS_1


..........


sory lama gak update


__ADS_2